
Beberapa memo Melani sebar,pada Firman,Aisyah,Wesliy,Derren dan Aldi.
"Kalau aku menang,apa gak marah calon isteriku?,"ujar Firman.
"Gak...pokoknya 3 hari an kencan full bareng Dina,"ujar Melani.
"Tunggu dulu....ujar sebuah suara,kalian meniadakan aku,"ujar sebuah suara.
"Dewa.....,"jerit Dina.
"Ihhh....udah lama banget kita gak ketemuan Wa.Tambah keren aja,"ujar Dina.
"Tugas dimana sekarang?,"tanya Dina.
"Ku tugas di Swiss.Ambil spesialis THT Din..
gak lulus ambil spesialis kandungan,"ujar Dewa.
"Kamu ambil spesialis apa Din?,"ujar Dewa."
"Ambil spesialis Bedah,"ujar Dina.
"Dina ambil spesialis jantung dan pembuluh darah juga,pulmonologi,ujar Dokter Derren."
"Waww....ujar Dewa .Salut deh....encer banget otak kamu Din...ujar Dewa."
"Maklum mentornya keren ....,"ujar Dina tersenyum.
"Mentor yang galak...,"ujar Dina.
"Sok...sok...baik juga ,"ujar Dewa tertawa.
"Nih memo buat mu Wa.Tulisakn usia kandunganku dan jenis kelamin anakku apa.Siapa yang benar,bakal dapat bersama si nona cantik ini,3 harian.Free kemana aja,"ujar Melani.
Setelah selesai,Jack mengumpul kertas memo.
Sebenarnya Derren sangat keberatan dengan permainan ini.Tapi Melani ngotot,fan sangat galak menatap pakdos nya.Dina sampai tertawa,keinginan orang hamil aneh -aneh.
"Ada 3 memo yang benar,ujar Melani."
Mereka pesaing berat,dan harus di lakukan 1 kali lagi untuk mendapatkan 1 pemenang,ujar Melani.
Yang menang Pakdos Derren,Aldi dan Dewa.
"Hahhhhhh?ujar Dina dan Aisyah bersamaan."
"Mel....please deh....jangan aneh- aneh permintaanmu,"ujar Dina.
Derren menggenggam tangan Dina.
"Ciyeee....sampai segith takutnya pakdos kehilangan tunangannya,ujar Melani.Langsung di genggam erat.Nih lawan berat ya pak dos,"ujar Melani.
"Mas....ijin pangkasin Aldi dan rapi in brewok nya ya,ujar Dina."
__ADS_1
"Sejak gak bersamamu,dia gak terurus banget.Sangat pendiam dan beda banget,ujar Derren.Kalian menjadi pribadi yang berbeda.Ujar Derren ketika mereka menjauh ,rasanya mas menjadi orang yang kejam berada dj antara kalian,"ujar Derren menunduk.
"Maaf...mas teramat mencintaimu,ujar Derren.Dja tidak bisa menerima pertunangan kita.Dia nampak tidak melepaskan mu kan Din,ujar Derren."
"Jangan bilang begitu mas.Dina bersandar di bahu Derren."
"Ngantuk?,"tanya Derren.
"Hmmmm.....apa boleh rapiin dia mas,ujar Dina."
"Rapiin lah...tapi please jangan sekarang Din.Mas masih ....Derren menunduk."
"Iya....kalau mas gak melepaskan,Dina gak akan melepaskan,mas tau kan Dina siapa,"ujar Dina.
Derren tersenyum,dan permisi ke kamarnya.
"Syah...gunting apa ada?,ujar Dina".
"Nih...ujar Melani.Ini alat cukurnya,ujar Melani."
Dina berjalan menemui Aldi.
"Sini Dina pangkas,ujar Dina."
"Tisak disini....,ujar Aldi.
Aldi lalu menarik Dina salam genggamannya.Membawa Dina ke salam kamarnya.
Semua terdiam.
Aldi menuju balkon.
"Rapikanlah disini,ujar Aldi."
Dina perlahan memangkas rambut Aldi.
"Kenapa sampai sepanjang ini mas?ujar Dina".
"Frustasi...,"ujar Aldi.
Dina melihat ada luka di bagian punggung Aldi.
" Ini luka apa mas?ujar Dina."
"Ini luka kecelakaan,"ujar Aldi.
"Kapan kejadiannya?ujar Dina."
"Di hari yang sama ,pertunangan kamu,"ujar Aldi.
Dina menunduk.
"Mas koma 1minggu.Disana papa berjanji akan menyatukan kita,jika mas selamat.Karena mas sudah tidak ada semangat hidup,ujar Aldi."
__ADS_1
Dina ingat,ada sebuah telepon ke nomor papa nya.Dan itu dari papa nya Aldi,saat Alya menanyakan,papanya bilang,pergilah ke Canada tuk temui Aldi,batalkan pertunangan nya,tapi Dina tidak bisa melakukan nya .
Juga ada telepon ke nomor nya Derren.Derren terlihat menjauh dari Dina saat itu.Derren tidak mengatakan apapun.
Dina tidak menyangka Derren menutupi nya dari Dina.
"Sewaktu papa mengatakan,dia akan mempersatukan kita,perlahan mas pulih.Butuh 3bulan kembali seperti sedia kala.Tapi ini membekas,"ujar Aldi.
Dina memangkas Aldi dengan model rambut lebih pendek.
"Pasti mbak Elsa marah sama mas,ujar Dina."
"hmmm....Dia spesial selalu datang memangkas dan mencukur mas.Dia sampai nangis,melihat adiknya jadi gelandangan,tidak terurus.Menjadi mak comblang,bersama papa dan selalu gagal.Karena mereka tidak tau,hati ini hanya akan ada satu nama."
"Kenapa kamu menolak mas...padahal papa sudah mendatangimu,ujar Aldi."
"Jangan....jangan seperti ini.Mas berhak mempunyai keturunan,ujar Dina menunduk."
"Kamu gak tau Din.Papa sampai menemui keluarga Dokter Derren,dan juga menemui Derren saat itu.Papa mengorbankan harga dirinya buat kita."
"a...apaaaa?ujar Dina terkejut".
"Kamu gak tau?Dokter Derren gak cerita?,"ujar Aldi.
Dina hanya diam.
Dina mencukur brewokan Aldi.Sekarang wajah aldi sangat tampan,dengan pangkas model terbaru Aldi sangat berbeda.
"Mandi dulu,biar bersih,ujar Dina."
"Asalkan kamu tetap disini,ujar Aldi."
Dina pun menunduk.
"Janji...ujar Aldi menatap Dina."
Dina hanya menunduk.
Kenapa sampai hal yang sangat penting,Derren menutupi itu semua dari Dina.Dina akan menanyakan itu semua dari Derren.
Terlihat Aldi keluar dengan mengenakan handuknya.Terlihat dada aldi penuh dengan pahatan.Wangi maskulin menebar.
Dina memalingkan wajahnya.
Aldi menukar bajunya di depan Dina.
Dina termenung,tidak menduga papa Aldi bisa melakukan sampai sedemikian rupa buat kebahagiaan anaknya.Dina menghapus air mata di sudut matanya.
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment