Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kelelahan 2


__ADS_3

Sesudah Dina memakan bakso nya , Dina dan Aldi pun pulang ke kediaman orangtua Aldi .


Dina perlahan berjalan , mama Aldi tersenyum dan mengelus perut Dina .


" Kamu nampak lelah nak....apa tidak sebaiknya cuti saja sementara , ibu melihat kamu semakin berat membawa ke 3 baby , " ujar mama Aldi .


" Ada 3 orang pasien ma....setelah Dina operasi , Dina baru mengajukan Cuti ."


" Mereka akan Dina operasi besok dan lusa ma....".


" Baiklah nak...istirahatlah ."


" Aldi mana nak ? " tanya sang mertua .


" Mas Aldi lagi di ruang kerja ma....ada kerjaannkantor mungkin ma , tadi sambil nerima telepon ."


Dina menuju kamarnya .


Sewaktj bersih bersih Dina merasakan perutnya seperti menekan dan merasa perih .Dina pikir hanya perih biasa , mungkin karena pergerakan ketiga bayinya .


Selama hamil , Aldi mengurangi jadwal pertempuran mereka , karena Aldi kawatir kandungan Dina .


Dina berbaring dan kemudian tertidur .


Aldi masih sibuk dengan urusan kantor papa dan juga mengecek laporan penjualan di beberapa restoran . Terkadang Djna merasa mereka sangat sibuk , Dina selama hamil tidak dibebani lagi pekerjaan kantor, kakek menangani pekerjaan Dina untuk sementara , sampai Dina siap kembali menjalankan perusahaan keluarga nya .


Terkadang Dina sedih , jika sedang sibuk seperti ini , Dina merasa sangat sepi , berbaring dan tidur sendiri , kalaupun Aldi menemani , Aldi sibuk di depan laptop , tepatnya di sofa .


Tetapi setiap selesai bekerja , Aldi akan selalu memeluk Dina dengan erat .Tanggung jawab Aldi sebagai putera tunggal sangat berat , Mbak Elsa dan mbak Ratih juga menangani beberapan perusahaan cabang , pekerjaan kantor pusat jauh lebih kompleks , karena pelaporan. semua di kantor pusat .


Aldi memeluk Dina ketika hendak mengenakan dres nya . Dina masih memakai pakaian dalamnya , Aldi tersenyum melihat sang isteri . Tubuh Dina masih bertambah sedikit , hanya perut Dina yang lumayan besar .Sejak tadi Aldi memperhatikan Dina kesulitan mengambil pakaian dalamnya di bagian bawah .


Aldi mengambil pakaian dalam Dina , dan membuatnya di bagian atas ,agar mudah Dina ambil .Aldi menurunkan letak kaus kakinya bagian paling bawah .


Dina tersenyum melihat perhatian sang suami . Dina melingkarkan tangannya di leher Aldi .Memeluk sang suami , perut Dina sudah mengganjal di depan .


" Sudah mirip pinquin ya mas...," ujar Dina .


Aldi melum*at bibir sang isteri .Mengecup seluruh wajah Dina .


" Mas sangat sibuk...," ujar Dina .


" Maaf yaaang....laporan akhir tahun memang seperti ini".


" Mas jaga kesehatan ".


" Baik yaaang...., besok laporan sudah selesai semua .Mas nanti kuliah sore dan sampai malam , pulangnya nanti sama pak Iwan aja ya yaaang...."


" Ya mas...," ujar Dina kembali merapikan riasan wajahnya .

__ADS_1


Pagi itu seperti biasa , Dina membawa beberapa keperluannya di dalam tas . Meminum susu buatan Aldi . Walau ada pekerja , Aldi selalu menyempatkan diri , untuk membuat susu buat Dina .


Dina tidak bisa makan terlalu pagi , sarapan selalu di kotakkan pekerja ,Dina selalu makan di oukul 10 pagi .


Aldi dan Dina kembali menjalani kesibukan , Dina melakukan operasi pada pasiennya .


Dina perlahan memakan sarapan paginya .Kemudian Dina duduk di kursi taman , menunggu jawal operasi ke dua .


" Kamu terlihat sangat lelah Din...," ujar dokter Derren .


" Selesaj operasi pasien besok , Dina akan cuti mas, Djna susah ajukan cuti , sudah sangat susah bergerak , dan mudah lelah ."


" Iya Din...jangan kawatir , ada. mas dan dokter Jonathan ."


" Kamu sangat cantik hamil , perut besar , badan biasa aja ."


" Mas ngejek deh....".


" Andai kita jadi nikah , apa kita bisa merasakan sebahagia ini ? " ujar Derren .


" Mas move on dong...please....mas itu sangat baik , super baik ."


" Tapi kamu gak milih mas....berarti mas kurabg baik ".


" Mas sangat baik...buka hati , banyak wanita lebih sempurna dari Dina mas....".


" Bagusnya mas di jodohin ortu dehhhh....kalau gak , gak akan nikah - nikah....," ujar Dina .


Derren hanya tertawa .


" Cari yang seperti kamu Din....baru hati mas luluh....".


" Dasar mas....tapi maksa mas nikah gak ahh...menikah jangan juga asal - asalan ."


" Benar....apalagi mas susah soal urusan hati ."


" Mengapa mau ngalah ?"


" Mas bahagia saat kamu bahagia ".


" Sweet...pakai banget...hehehehe".


" Mas , Dina tugas dulu ya , ada jadwal operasi ".


" Yuk sama , mas juga lagi mau cek pasien ".


Dina dan Derren pun berpisah saat di persimpangan .


Derren sempat berbalik , tersenyum melihat Dina berjalan perlahan . Sangat menggemaskan , seperti kura - kura , selalu begitu Derren bilang pada Dina .

__ADS_1


Dina melakukan operasi pasien yang ke 3 , setelah selesai Dina terasa sangat lelah , Melani mengurut punggung Dina perlahan .


Dina dan Melani makan pizza , dokter Derren membelikan pizza buat mereka .


Ketika dokter Derren pergi karena mau mengoperasi pasien , Melani bertanya pada Dina .


" Dokter Derren masih mencintaimu Din...besar banget pengorbanan nya , kalau aku jadi dia , ku gak akan melepas kamu , ku akan egois , egois itu perlu ."


" Ku juga kadang berpikir seperti itu , tapi mencintai itu beda , kadang kita bahagia , saat melihat orang yang kita cintai itu bahagia .Itulah makna cinta Mel....".


" Kamu balik sama siapa nanti Din ? sama supir Mel....".


" Kamu gak belanja keperluan baby mu .?"


" Belum 7 bulan , pamali kata mama ".


" Kalau babymu prematur lahir , kamu gak bisa milih - milih .baby mu twin lagi ."


" Nanti nanya dulu , sama mas Aldi ."


" Kuliahmu gimana Din....?"


" Seperti biasa ".


" Aldi kapan tamat nya ya...apa kamu gak kawatir sama ular keket? apalagi kalau hamil kita kan jarang gitu - gituan sama suami, kamu gak cek dan ricek Din....?"


" Mas Bian sangat menyayangiku , Dia selalu tau, ala aja Mel....kalau ada yang gak beres , dia yang beresin ."


" punya sepupu gitu komplit ".


" Jodohnya aja yang belum nyambung ".


" Jodohin aja sama adikku Din , kamu tau kan adikku baik , lemah lembut ,gak segarang aku . Adikku lumayan cantik kan, gak malu - maluin juga ."


" Mas Bian lagi dekatin teman aku si cupu , lagi dekatin keluarga nya .Gitu udah klop, pasti pesta deh....".


" Ortu teman cupu ku galak banget....".


Melani dan Dina pun tertawa .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2