Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Party di Rumah Aldi Wijaya


__ADS_3

Please like , vote


pembaca 24


Ketika pagi datang, banyak orang masih bermalas malasan, Dina sudah bangun dan sibuk membantu mama dan papa nya di dapur. Dina memasak tempe sambal teri,sambil mengaduk ayam gulai di kompor sebelahnya .


Dina selalu memakai kain ,mengikatnya di kepalanya, ibarat seorang koki yang hendak mengolah masakan profesional. Dina menjahit alas kepala meniru ikatan kepala para chef di negeri sakura .


Handuk putih selalu di bahu mama, papa dan Dina buat menghapus keringat ketika berada di dekat kompor .


Dan kebersihan seperti itulah yang disenangi pelanggan dari rumah makan sederhana mereka . Selain masakan enak, kwalitas bahan selalu yang utama, dan kebersihan tempat makan serta sewaktu memasak .


Selesai sudah masakan Dina sambal teri tempe,Dina mengaduk gulai ayam kampung,dan mencicipi dengan sebuah wadah. Dina mereasa kan garamnya kurang, Dina pun menambahnya. Kemudian Dina menumis sayur kol dan sesudah selesai, Dina mencicipi gulai ayam kampungnya . Sudah pas rasanya dan kuahnya sudah lumayan kering, Dina mematikan kompor. Tumis kol sudah selesai , Dina menumis sayur toge campur tempe , sedangkan mama memasak dendeng balado dan ikan bakar pacak dan ayam bakar .


Setelah selesai, Dina menata masakan di beberapa tempat. Sebelumnya Dina membersikan steleng tempat beraneka menu masakan di hidangkan .


Setelah selesai, Dina menyapu dapur dan mengepel lantai, papa Chris menyapu dalam ruko dan depan ruko,menggeser meja dan menata nya .


" Ma...sudah selesai ," ujar Dina .


" Kamu mandi dulu ya nak, siap itu kita sarapan ," ujar mama Ani .


" Iya ma...," ujar Dina .


Sudah jam 9 pagi juga, ketika Dina melirik jam dinding .


Dina naik ke lantai atas dan meminum segelas air, terasa sangat lelah, namun Dina tidak pernah mengeluh bisa membantu mama dan papa nya sudah sangat membuatnya bahagia.Papa tiap pagi belanja dengan membawa keranjang di sisi sepeda motornya. Mama yang selalu mengolah semua. Daftar belanjaan selalu di list Dina di malam hari,,berdasarkan perintah mama,akan masak menu besok,.


Dina mandi dan makan bersama orang tuanya .


" Dina sesekali melayani pelanggan, membungkus nasi serta lauk , Dina sudah terbiasa ."


" Pa....kenapa nenek atau kakek dari papa gak pernah Dina liat?,tanya Dina. Sudah sangat lama pertanyaan itu Dina tanyakan pada kedua orang tuanya,".


" Sebenarnya, pernikahan papa dan mama mu di tentang keluarga papa ", ujar mama Ani .


" Keluarga papa mu orang berada,sudah di jodohkan dari kecil dengan anak pengusaha juga . Tetapi papa mu gak pernah mau. Sewaktu kuliah,mama dan papamu bertemu. Mama yang hanya tamatan SMA,karena keterbatasan dana , tidak melanjut kuliah ."


" Papa dan mama sudah dekat dari SMP nak,berlanjut di SMA. Di SMA kami menjalin hubungan sepasang kekasih. Dan ketika tamat SMA, keluarga papa mengirim papa kuliah ke luar negeri. Papa dan mama masih saling bertelepon.Dan papa sunguh sungguh dalam pendidikan ."

__ADS_1


" Papa mu balik ke Indonesia, menjalankan perusahaan keluarga nya, hubungan mama dan papa masih berlanjut, dan diketahui kakekmu . Kakekmu marah dan langsung mendatangi keluarga mama,sambil menunjukkan dia orang berduit. Orangtua mama memasrahkan hubungan mama dan papamu.Ketika akan di lakukan proses lamaran kepada gadis yang di jodohkan sama papamu. Papamu pergi dan membawa mama hingga sekarang kami disini nak ."


" Keluarga mama dari nenek dan kakek mencari mama dan papa.Karena kami sudah tinggal serumah,mereka menikahkan mama dan papamu. Papa mu menyuruh orang kepercayaannya yang termasuk sepupunya , membantu mengambil berkas berkas biodata papa mu nak. Semua surat - surat papa di lengkapi dan kami menikah secara sipil dan dengan bantuan seorang pendeta. Ujar mama menghapus air matanya ".


" Papa tidak melihat nenek dan kakek?" tanya Dina .


" Beberapa tahun setelah kejadian itu,papa beberapa kali mendatangi rumah kakek dan nenek.Membawa mu dan juga mamamu. Hati mereka kekeh menolak kalian nak, ujar papa.Setelah itu, papa tidak pernah membawa kalian, dan hanya memandang mereka dari jauh ."


" Sepupu papa yang membantu kita membeli ruko ini nak. Sepupu papa sangat baik pada kita. Dia selalu berusaha mengeratkan hubungan papa dan kakek mu kembali, tapi mereka sudah menganggap papa sudah tidak menjadi anak mereka lagi,karena memilih mama mu," ujar papa dengan wajah sedih .


" Apa papa menyesal menjalani hidup susah sama mama?" tanya Dina .


" Tidak nak. Hidup bersama mamamu sesuatu yang indah buat papa. Mamamu sangat lembut , baik, dan sangat papa sayangi dan cintai. Sesusah apapun kami saling dalam segala hal membesarkan mu ."


" Sepupu papa apa paman Andreas?" tanya Dina .


" Benar, dia sepupu papa yang sangat menyayangi papa, selain tante Fita yang sering datang mengunjungi kita, mereka sangat baik . Senin mereka datang nak, mereka sudah papa kabari bahwa kamu akan bersekolah di Jerman. Mereka sangat bahagia nak,senin mereka akan datang . Jangan kemana mana ya nak,ujar papa Chris ".


" Baik pa....makasih sudah mencintai Dina dan mama pa... "ujar Dina .


" Papa yang makasih nak. Bagus - bagus sekolahnya ya nak. Pandai - pandai jaga diri di negeri orang ,"ujar papa Chris.


Ketika jam 14.30 siang, Aisyah membunyikan klekson nya, Dina sudah pamit dengan ransel nya berisi beberapa baju dan keperluan menginap . Mencium dan memeluk papanya .


" Din...motor di titip di rumah mu yah. Nih Aldi jemput kita," ujar Aisyah .


" Pa....titip motor Aisyah yah...," ujar Dina .


" Beres non cakep," ujar papaemasukkan ke bagian dalam rumah .


Terlihat Aldi berhenti, setelah pamit, mereka pun menuju sekolah .


" Siang anak-anak..., " ujar pak Komo,Pak Zoro dan Bu Going .


"Siang pak...bu...ujar mereka serempak."


"Di ruangan mana ya pak ? apa di aula sekolah?tanya Dina".


" Benar Din. Langsung aja yah naik ke lantai 3 kalian semua," ujar pak Zoro.

__ADS_1


" Okey pak ."


Mereka pun naik ke lantai 3 . Ada 6 kelas disana sudah berkumpul,karena aula sangat luas,tidak terlalu sempit, buat 6 kelas jika mereka latihan .


Firman sudah sibuk menstel mik , gitar, keybord dan dram.


Aldi juga ikut membantu mereka .


" Fir...alat musik nanti di pakai hanya gitar yang kita bawa, tapi dram dan keyboard di sediain sama hotel, bahkan di hotel tersedia fasilitas piano ,"ujar Aldi .


" Very good....ujar Firman tertawa " .


" Aku mau duet bareng Dina. Dina kan teacher nya aku.Dia bahkan udah bisa mengimbangi aku main piano ,"ujar Firman .


" Aku nanti mau duet juga bareng Dina ,bareng Aisyah dan Melani ," ujar Firman .


" ih...kamu...giliran ladies ladies tebar pesona. Gak adil banget. Kamu , Jack, Wesliy gak lu ajak ," ujar Aldi .


" Suara Jack ampun -ampun deh.....apalagi suara Wesliy,telinga bakal hancur karena nadanya baling.Udah deh...aku akan duet juga bareng kamu. Suara kamu sangat bagus,jujur aku Bilang,"ujar Firman .


" Makasih pujiannya. Aku gak ada duit receh balenin lu,ujar Aldi ".


" Duit merah aja flen. Hitung hitung sedekah buat anak soleh ," ujar Firman .


" Dasar...," ujar Aldi. Giliran duit, mata kamu hijau deh...".


" Bukan hijau Man...tapi merah. Aku gak mau uang hijau kan 20ribuan


Aku bandrol mata ku merah ,dengan uang 100 san ribu ," ujar Firman ngakak .


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Happy reafing guys


tinggalkan jejak


like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2