Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kembali


__ADS_3

NB: Dalam karya novel ini , saya banyak menambahkan tokoh - tokoh pembantu , yang hanya sebagai selingan dan saya tidak membuat alur nya berputar disatu sisi saja .Terkadang saya mengaitkan juga beberapa alur tokoh pembantu di beberapa bab. Saya tidak begitu suka dengan novel , tokoh dalam novelnya itu - itu saja , seperti berputar pada satu poros , dan dunia se sempit daun kelor .Sebenarnya menggunakan tokoh banyak , memerlukan ingatan yang ribet , buat author dan pembaca , tetapi berguna untuk melatih daya ingat , dan mengikuti setiap alur dan plot .Biasanya pembaca yang sudah terbiasa menyimak setiap sudut cerita , pasti mengingat, tokoh ini siapa dan Author harus jeli mengingat setiap tokoh dan karakter yang dia gunakan , tidak gampang juga sihhh....tapi saya suka hehehehehe.


Makasih supportnya selama ini .


Salam sehat selalu .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Kondisi Dina sudah memengkinkan untuk pulang , dokter Jonathan , dokter Derren menjenguknya pagi ini .Dina mendengar gosip dari para perawat , dokter Jonathan sedang dekat dengan seorang dokter koas , Dina lega , akhirnya dokter Jo bisa membuka hatinya .


Dina memandang dokter Derren , dokter Derren melarangnya memanggil pakdos , terpaksa panggilannya dokter Derren menjadi agak janggal .


Kapan pria ini menemukan tambatan hati , sama dengan Dimas .


Kapan move on nya sihhhh, gerutu Dina di dalam hati .


Seperti biasa , dokter Derren membawa jus strawberi kesukaan Dina , serta beraneka mini cake lucu , yang memang selalu disukai Dina sejak dulu .


" Jaga kesehatan ya Din , rasanya sulit gak melihatmu beraksi di rumah sakit ini lagi , dokter yang penuh pesona , " ujar dokter Derren.


" Dasar , dokter tukang gombal...kalau mau gombal tuh banyak mata perawat yang pada lirik, banyak juga dokter dan dokter koas yang minat antri...," ujar Dina.


" Andai kamu punya saudara perempuan , pasti sudah aku lamar Din."


" Obsesi atau cinta ? " tanya Dina terkikik .


" Keduanya Din...sehingga sulit melupakan , hehehe....".


" Belajar membuka diri , " ujar Dina .


" Bukan hal mudah....".


" Dina suruh kakek , nyari jodoh mas yaaahhhh, kalau sama kakek Dina kan , mas paket komplit dan saling satu sama lain, " ujar Dina .

__ADS_1


" Rusuh dehhhh...jangan Din....jangan pakai gitu - gituan . Mas nyaman dengan kehidupan seperti ini , memaksakan untuk hidup dengan wanita yang tidak kita ingini , akan membuat derita bagi orang lain . Kalau nantinya ada jodoh ya , mas amini . Kalau gak juga gak masalah bukan ."


Dina mengangguk .


Aldi memasuki kamar Dina .


" Kalian gak tugas ? dahi Aldi mengkerut ."


" Ngusir nih ceritanya ? " ujar Derren .


" Aku mau cek Dina , mau bawa ke praktek , " ujar Aldi .


" Baiklah pak dokter Aldi ....., " ujar dokter


Jonathan .


" Din....jaga kesehatan ya...., jangan banyak pikiran , hempaskan jika memang tidak berkwalitas , masih banyak yang antri, hehehehe...., mau makan apa , jangan sungkan , mas akan siap sedia membelinya buat kamu " Derren mengedipkan matanya .


Dina tertawa . Dokter Derren memang selalu seperti itu , super baik, usil nya selalu timbul buat manas - manasi Aldi .


" Mas akan mengawasinya , " ujar Derren melambaikan tangan dan pergi dari ruangan Dina .


Seperti itulah cara Derren menyayanginya , cintanya sangat besar , sangat sulit mendapatkan teman seperti diri dokter Derren , selalu care , humble seperti sifat Dina , menghargainya salut dan sosok paling baik yang pernah Dina temui , selain mas Bian nya .


Aldi menggendong Dina , menempatkannya di sebuah kursi roda .


" Buat aktifitas selama 1 bulan ini , jangan terlalu lelah , wajib pakai kursi roda kemanapun , agar tidak membuat kontraksi kembali , " ujar Derren .


" Apa gak bisa jalan pelan aja mas , pasti Dina sangat bosan ".


" Harus sabar ya yaaang....".


Aldi mengusap rambut Dina , dan menariknya dalam rangkulannya .Kecupan singkat Aldi berikan di bibir sang isteri .

__ADS_1


Aldi pun mendorong kursi roda menuju ke ruangannya .


Aldi dengan penuh kasih sayang , mengangkat Dina , dan membaringkannya di ruang pemeriksaan.


" Berat ya mas...? " ujar Dina .


" Komplit yaaang ...angkat 4 sekaligus , hehehehe...," ujar Aldi tersenyum .


Seorang perawat membantu Aldi menggulung pakaian Dina , dan mengoleskan gel di atas perut Dina .


Aldi dengan alat nya mengecek detail kondisi ketiga calon bayi mereka .Aldi berkerut dan kemudian melalukan cek kembali .


" Salah satu anak kita , asupan makanan nya sangat kurang dia terima , dari kedua bayi lainnya , " ujar Aldi .


" Gerakannya juga tidak selincah bayi ke duanya ."


" Jadi gimana mas ? " tanya Dina cemas .


" Terkadang memang seperti itu yaaang...mas akan pastikan dan rutin buat cek .Berat mereka masih kurang , lebih sering lagi makan , minum susu ya yaaang , mas akan pantau asupan makanan mu, " ujar Aldi .


Dina pun mengangguk .


👧🧑👧🧑👧🧑👧🧑👧🧑👧🧑👧🧑👧🧑👧


Jangan lupa Like


Vote


Koment


Mampir ke novel saya lain nya yah guysss.Makasih...


__ADS_1



__ADS_2