Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tersakiti


__ADS_3

Melani menggenggam tangan Dina . Tidak ada satu katapun keluar dari mulut Dina . Melani kecewa melihat Aldi hanya terdiam.dengan semua yang ada harusnya Aldi peka apa yang dilakukan orang tuanya dengan mengenalkan anak rekan bisnisnya .


Akhirnya ketakutan Dina terjawab. Kata kata Emak Rina hanya gurauan mengatakan dia ingin Dina sebagai menantunya kelak. Mengatakan Dina calon menantunya. Dina bukanlah orang yang mau menggembar gemborkan dirinya . Dia sama seperti papa nya , low profile dan membumi .


" Aku duluan ya Mel...sepupuku menjemputku


," ujar Dina .


" Din...gak salah nih...mobil nya waw...," ujar Melani .


Dina dengan langkah gontai memasuki mobil dan melambai ke arah Melani .


" Mel...aku gak nginap beberapa hari di apartemen ya...," ujar Dina .


Melanin pun mengangguk sambil terbengong .


" Kenapa wajahmu sedih Din? tanya Claudia ".


" Gak apa- apa Clau...," ujar Dina.


" Tadi kamu masih ceria, ujar Claudia ".


Dina memaksakan tersenyum .


" Kakek menyuruhmu 1 bulan ini tinggal bersamaku.Kamu akan pelatihan menjadi seorang perempuan kantoran berkelas," ujar Claudia .


" Baiklah...," ujar Dina.Dina juga belajar menghindari Aldi .


" Dina tidak mau memaksakan. Dia tidak mau kejadian kedua orangtuanya juga menimpa nya. Sudah cukup tangisan papa dan mamanya , dan kesulitan yang mereka alami selama ini . Hinaan juga selama ini banyak orangtuanya harus alami ."


Claudia membawa Dina ke sebuah butiq pakaian kantoran


Disana Dina sangat banyak mencoba berbagai blazer , kemeja , aneka sepatu high heels dan tas . Claudia sanat puas dengan pilihannya .


" Clau...ini sangat banyak..," ujar Dina terkejut dan melihat lebel harga di sepatu dan dres.Dina sangat terkejut.


" Clau...ini berlebihan...," ujar Dina .


" Saatnya kamu jangan menjadi kumuh melulu . Kamu dihina karena keadaanmu , ujar Claudia . Tadi aku mendapat laporan , bahkan kamu pacaran backstreet," ujar Claudia .


" Aku tidak akan mau menunjukkan aku siapa untuk dipilih seseorang," ujar Dina .


" Kakek cukup gerah dengan laporan bodyguard

__ADS_1


," ujar Claudia .


" Apaaa????" ujar Dina .


" Selama ini kamu di lindungi bodyguard, " ujar Dina.Tentunya kakek melakukan tanpa kamu sadari," ujar Claudia .


Barang belanjaan mereka di angkut beberapa para bodyguarad. Dina mengambil beberapa pasang sepatu kets, Claudia tertawa .


" Ambillah , sesekali kamu harus dalam duniamu juga.Supaya tidak seperti nasip Marimar, " ujar Claudia terbahak .


Mau tidak mau Dina pun tertawa.Walau hatinya sangat sedih .


Claudia membawa Dina ke sebuah salon.Dina di permak habis. Rambut Dina di tata penata rambut terkenal. Wajah Dina dilakukan perawatan. Dan aneka kosmetik di ajarkan buat Riasan sehari hari serta perawatan wajah dan kulit di ajarkan oleh beberapa staf .


Dina memasuki kelas bisnis dengan penampilan barunya.Banyak mata begitu terpukau .


" Memang rasanya aku bagaikan gempel disulap ibu peri menjadi seorang yang berbeda , dalam hati Dina ."


Memang hari ini mereka di tuntut buat berpenampilan gaya kantoran. Dan Dina mendapat hadiah berupa tiket jalan - jalan ke Korea.


Disana akan dikenalkan berbagai pusat kecantikan .


Dina sangat bahagia. Dina melihat Video sang bodyguard melihat sang kakek dan nenek sampai meneteskan air mata karena bahagia dan bangga dengan kecantikan cucu mereka. Dina bisa merasakan bahagia Bian, Claudia bersorak. Hanya Dimas yang bersifat Datar .


Malam itu, selepas dari kelas bisnis nya, Bian membawa Dina ke sebuah showroom mobil. Dina sangat terkejut, berderet mobil pukulan milyaran rupiah berjejer .


" Kamu harus pilih salah satunya. Aku tau kamu bukan orang yang glamor. Tapi kamu harus memilih ini . Dan kamu harus membawanya ke acara lusa. Aku akan meminjamkan mu sebuah mobil biasa, aku juga sepertimu. Aku mencari wanita yang tidak matrealistis. Kamu juga sepertiku ," ujar Bian .


"Aku akan bantu penyamaranmu.Hanya beberapa bulan,okey.Selebihnya selesai kelas Bisnismu,keluarlah dari cangkang mu.Saatnya kamu menunjukkan kamu siapa," ujar Bian .


" Apa tidak bisa aku dalam penyamaranku saja?


," ujar Dian .


" Tidak.....kakek akan membuat pesta penyambutanmu. Ku pastikan begitu kamu dalam pertengahan koasmu , ujar Bian. Kakek sudah mempersiapkan itu semua ."


Dina menarik nafasnya . Terasa berat. Seperti kisah conderella , dalam semalam mengubahnya menjadi penerus jajaran kerajaan bisnis terbesar di Eropa dan Asia .


Bian mengantarkan Dina di Apartemen mewah yang dimana Claudia, Bian berada . Apartemen kelas Bisnis yang sangat tersohor. Dina mendapatkan kunci dari kakeknya .


Dina sangat takjub dengan furniture dan ranjang yang begitu bagus bahannya. Kakek mempelajari kesukaannya. Dina bahkan melihat ayunan yang dia liat di sebuah cafe, sama percis. Dina menangis dan menelepon sang kakek. Mengucapkan terima kasih.


🌨🌨🌨🌨🌨🌨🌨

__ADS_1


Pagi itu cuaca mendung. Dina bergegas menuju apartemen Bian .


" Mas...pinjam mobil biasa mas....maaf Dina sudah terlambat buat ke kampus . Kalau naik bus akan kena hukuman," ujar Dina .


" Kamu sama bodyguard aja , " ujar Bian,. Mobil biasa ini kamu bawa saat pulang saja,ujar Bian . Biar cepat sampai ," ujar Bian .


" Baiklah....," ujar Dina .


Bian menelepon bodyguard yang melindungi Dina.Dina pun masuk ke mobil mereka.Dengan kelincahan sang supir , Dina sampai tepat waktunya . Dan Dina buru - buru keluar dan berlari menuju lift . Di dalam lift Dina terkejut saat tanpa dia sengaja terpeleset memeluk sesosok tubuh . Ketika Dina mengangkat kepalanya , Dina sangat terkejut melihat sosok pakdos Darren .


" Maaf...," ujar Dina berdiri tegak dan menyandar ke dinding lift .


Mereka hanya berdua di dalam lift.


Terlihat pakdos Darren tersenyum sangat manis.


"Ketik nomor handphone kamu Din...ujar Darren Willer menyerahkan handphone nya."


Dina mengetik nomornya.Mengangguk dan melangkah secepatnya begitu pintu lift terbuka.


Derren tersenyum melihat Dina.


Pagi itu hati Darren sangat bahagia.Bahkan sesekali tersenyum .


" Pakdos kita lagi kasmaran, " ujar Melani .


Dina diam saja tanpa expresi.fokus mendengar penjelasan dari pakdos Darren dan Dokter senior Ken .


Dina sengaja memilih duduk paling depan dan dekat pintu. Aldi sangat terkejut melihat Dina duduk jauh darinya. Biasanya Dina selalu duduk di bagian tengah kelas .


Dina sibuk mencatat berbagai penjelasan dari kedua dosen mereka. Sesekali Dina minum air nya. Ketika kelas sudah usai, Dina menerima panggilan dari teleponnya. Dina bergegas memasukkan buku bukunya dan meletakkan teleponnya di telinga dan punggung lengannya .


Dina menjawab beberapa kali. Kemudian fokus mendengar penjelasan di telepon .


" Baik....mas Dimas tunggu aja di tempat kakek,10 menitan, Dina menuju kesana.,"


" Iya...sudah...selesai...," ujar Dina.


Dina melangkah meninggalkan kelas .


β˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈβ˜”β˜‚οΈJangan lupa


like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2