
Tangan itu begitu hangat menggenggam jemari tangan Dina , mendorong pintu dan menarik Dina masuk ke dalam apartemaen .
Dina hanya bengong eit kehadiran Aldi yang tiba - tiba .
" Masih ngambek....? "
" Masih......".
" Sudah beberapa hari gak reda juga marahnya ?"
" Harusnya belum , " ujar Dina .
" Gak merindukan mas ".
" Gak...".
" Kalau ini ....suara siapa ...," ujar Aldi memutar handphone nya .
" Ihhhh....William penghianat....Alya malu dan memasuki kamar nya ."
Aldi tertawa , menyusul Dina ke kamar .
Dina sudah masuk ke kamar mandi , mengunci dirinya dan bersih - bersih .
" Yaaang...bukaaaa.....".
" Gak.....jerit Dina ".
" Please.....".
" Gak dengar.....".
" Tuh nyahut....".
Dina terdiam mengetuk kepalanya karena konyol menjawab ocehan Aldi .
" Miss you honey ....."
Dina hanya diam , kemudian keluar dengan handuk kimono nya . Berjalan mengambil baju piyama nya .
Aldi menaik turunkan alisnya , sangat usil pada Dina , Dina mengacungkan tinjunya , Aldi tertawa dan memasuki kamar mandi .
__ADS_1
Dina berbaring di ranjang , sambil mengirim Wa pada William sang penghianat , mengirimkan emozi tanda kekesalan nya .
" Kamu marah sampai pulang langsung kenapa ? "
" Mas....kita memang menikah...tapi mas harusnya percaya pada pasangan mas , pada isteri mas , karena pernikahan itu dilandaskan kepercayaan . Jika mas tidak mempercayai Dina , bagaimana mas bisa hidup bersama Dina ".
" Maaf....mas cemburu , Dimas sampai sekarang menyukaimu Din...kamu sering gak peka ketika seseorang terus mendekati mu ".
" Mas tau...kamu juga marah karena gak menyusul kamu , di hari kepergianmu " .
" Aku pergi bukan hanya karena masalah kita , tapi aku pergi karena masalah Sky ".
" Baru kali ini kita berlarut- larut marahan ".
" Beneran gak enak banget mas rasa yaaaang...
harusnya ada beberapa hari kita bersama , tapi tiba - tiba kamu pulang gitu aja ".
" Dina sebenarnya ragu saat pulang , tetapi...saat tau Sky keadaannya gak baik, Dina gak bisa ,gak pulang ."
Aldi memeluk Dina dalam dekapannya .
" Hmmm....beneran....".
Aldi sangat bahagia , memeluk dan menciumi tengkuk dan pundak Dina .
" Kamu harus membayar 4 hari jatah mas yang kamu hilangkan ."
" Mas marah pada Dina ? " .
" Hanya kesalllll.....dan menyesali diri , kenapa kita harus bertengkar ".
" Mas gak marah...dan gak bisa marah pada kamu Al....kalau mas marah .....jatah mas berkurang..
" ujar Aldi .
" Mas.....ihhhhhh....ingat nya hanambek...ya jatah dehhhhh ."
"Mas merindukanmu , wangi tubuhmu , ciuman begitu bangun , perhatian dan manjamu , dokter Derren sangat memanjakanmu , dia sangat jago merayumu , kalau kamu ngambek , dokter Derren paling bisa merayumu , " ujar Aldi menatap Dina .
" Jangan sebut - sebut dokter Derren dalam hubungan kita mas , kita bukan memperbandingkan seseorang , hanya dokter Derren memang lebih lembut , dewasa , lebih pengertian , tidak pernah marah , kalau marah ,gak diamin , gak pernah mengekang ,."
__ADS_1
" Mas tahu....di kekang itu apa enak ? jawab sendiri . Mas Derren bukan tidak mencintai Dina , dokter Derren menghormati pertemanan Dina sama siapapun...
bukan dia tidak mencintai Dina , bahkan demi perasaan Dina , dia bisa mengesampingkan perasaannya Dina . "
" Apa bisa.... kita saling percaya ? Jika mas borgol sekalipun , jika memang Dina punya niat selingkuh , yah tetap selingkuh .Bukan mau memaksakan mas seperti dokter Derren ...mas punya pribadi yang berbeda , tetapi mas membatasi pertemanan Dina ."
" Dina tidak nyaman , dan Dina bukan seseorang munafik , hanya bisa patuh seperti isteri jaman dahulu kala , gakkk....kita sederajat, setara , seperri sepasang sepatu , selalu berdampingan berjalan, tidak ada tinggi dan bossy....tidak ada yang rendah , setara , namanya juga emansipasi wanita ."
" Mas setuju.....pemikiran kamu benar yaaaang..."
" Kalau setuju , dilaksanakan ".
" Mas belum bisa yaaaang....semakin menikahimu , mas semakin gampang cemburu , mas semakin mencintai mu Al..., maaf....mas mencoba meredam rasa cemburu mas , tapi mas gak bisa ".
" Profesor akan memeriksa kamu , dokter Jonathan marah saat mendengar kamu pulang tiba - tiba , dia kesulitan mendapat jadwal profesor . Besok akan ada seminar , profesor kesini , kita konsultasi dengan profesor ya yang , biarkan profesor men cek kandjnganmu juga ".
" Baiklah mas...Dina takut.....hasilnya..." ujar Dina .
" Semua gak seburuk kamu duga ....mas kan udah cek...semua nya masih ada peluang dan
harapan ".
Malam itu , benang kusut di antara mereka pun terurai....
Kita gak bisa menuntut pasangan kita seperti apa
Kita juga jangan merubah
Apa yang memang ada pada diri seseorang
Berusaha memahami pasangan...
Akan jauh lebih baik.
☂️☔☂️☔☂️☔☂️☔☂️☔☂️☔☂️☔☂️☔☂️**
Jangan lupa Like
Vote
Koment
__ADS_1