Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Jerman


__ADS_3

Pagi itu , Dina sudah bersiap siap membereskan barang barangnya . Dina terkejut membuka hadiah dari tante Tiara.Ada berbagai syal , ada sarung tangan . Dan ada amplop putih . Dina membukanya . Sudah ada buku tabungan atas nama Dina Dinata . Dina sangat terkejut isinya sangat mencengangkan . Dan juga ada uang Euro .


Mata uang Jerman .


" Ma....lihat ini...," ujar Dina .


" Ya ampun nak...uangnya banyak banget . Dina membaca satu surat.Ternyata itu dari mamanya papa . Beliau sangat bahagia , Dina mewarisi kepintaran dari papanya . Beliau sembunyi sembunyi menitipkan ini pada tante nya .Tabungan itu milik Dina . Nenek menguris semuanya lewat ajudannya . Meminta data diri Dina dari sekolahnya . Sehingga bisa buka tabungan buat Dina . Tante Tiara juga membantunya .


Nenek memberi nomor handphone nya . Dina pun men save dan menelepon neneknya.


Dina melakukan Video call .


Terlihat wajah yang tidak muda lagi .


" Hallo nek...," ujar Dina .


" Air mata wanita itu mengalir.Cucu ku Dina....," ujar nya .


" Nenek....," ujar Dina .


" Nak...nenek sangat merindukanmu ," ujar Neneknya .


" Makasih nek....makasih memberi nomor nenek pada Dina . Nek...Dina gak bisa nerima buku tabungan dan uang ini ," ujar Dina .


" Nenek memberinya buatmu nak . Selama ini nenek belum berani memberikannya . Nenek mengumpulkannya buatmu . Kamu cucu nenek satu satunya . Maafkan nenek ya nak.Belum pernah mengunjungimu , kakekmu terlalu mengeraskan hatinya.Nenek berulang kali mau menemuimu , tapi ketahuan kakek ."


" Iya nek,gak apa apa...," ujar Dina .


" Kamu sangat cantik.Wajahmu duplikat papamu nak. Warna matamu sama dengan mama mu. Mana mama Ani mu nak . Nenek mau bicara ".


"Ma....nenek ...," ujar Dina .


" Pagi bu.....ibu sehat...,"ujar mama.


" Sehat nak.....makasih sudah mau menerima telepon mami nak . Makasih sudah memberi kebahagiaan pada Chris dan Dina ."


",Mami ada ada aja....," ujar mama Ani .


" Dina sangat membanggakan.Mami liat di berbagai media , di koran . Papi nya Chris juga sembunyi sembunyi baca . Pasti dia senang punya cucu yang cerdas ," ujar mami Chris .


",Jaga kesehatan ya nak . Mami melihat kalian berjua,, hidup sederhana , tapi kalian bahagia , menyayangi Dina sepenuhnya ."


" Mami juga jaga kesehatan.Liat Dina mi.... sampai wisuda . Dan mami punya cicit kelak ," ujar mama Ani .


" Mami hanya menyerahkan tabungan sedikit buat Dina . Jangan kawatir ya nak . Mami akan perhatikan Dina ," ujar mami Chris .


",Makasih ma...ujar mama Ani menghapus air matanya ."


" Udah ya nak.Salam buat Dina cucu mama...," ujar mami Chris .


" Makasih ma....".


" Hmmm...bye. ."


Telepon pun terputus .


" Mama Ani memeluk Dina .


Simpan tabungan dari nenek ya nak,pakai seperlunya . Dan jaga diri ya nak . Rutin makan,jaga kesehatan ," ujar Mama Ani .


" Pakai pakaian dingin,dan syal jika musim dingin.Mama sangat merindukanmu nak...," ujar mama Ani memeluk erat putri semata wayangnya.


" Yuk....kita ke bawah.Makan yang kenyang ," ujar mama Ani berusaha tersenyum dan menghapus air matanya .


Mereka makan dalam diam.Dina berusaha makan walaupun mood nya tidak begitu baik .

__ADS_1


" Ma.....Dina sangat menyayangi mama dan papa . Makasih sudah menyayangi Dina selama ini ".


Terlihat Om Iwan yang punya truk duduk di depan Dina . Memberi aneka cemilan kesukaan Dina .


" Buat stok cemilan Din . Om pasti merindukan mu nak ," ujar Om Iwan .


Beberapa penjual sayur di depan ruko mereka juga memeluk Dina . Mama terharu karena kebaikan sekitar nya . Mereka memberi Dina jeruk dan beberapa buah . Dina menerimanya dan mengucapkan terima kasih .


Tekadang bukan hadiah mewah yang kita minta . Tapi kasih sayang dan perhatian mereka lebih dari segalanya .


Melani , Aisyah , Jack,Wesliy, Firman dan Aldi sudah dalam sebuah mobil Van milik keluarga Wesliy .


" Masuk Din...," ujar mereka .


Mama Ani juga ikut mengantarkan Dina .


Mereka sampai di Bandara . Terlihat juga orang Tua Aldi , orang tua Melani . Orang tua Wesliy,orang tua Firman dan orang Tua Aisyah . Mereka. memang sepakat berangkat bareng , walau tujuan mereka berbeda .


Setelah drama mereka saling berpelukan dan berlinang linang air mata . Aldi , Dina , Melani dan orangtua Melani pun sudah berada di pesawat . Dina berusaha kuat agar tidak terbawa perasaannya . Baru kali ini dia merasa jauh dengan orangtuanya .


Ketika di bandara tadi Dina sudah membagikan buah dari para penjual teman mamanya di pasar . Beberapa cemilan dari om Iwan juga dia bagi pada sahabat sahabatnya . Barang Djna sebagian di tempat Melani dan Aldi .


" Din...apa udah punya pegangan Euro? " tanya Aldi .


" Sudah Al....ada di beri nenek dari papa . Tante juga ada beri ," ujar Dina.


" Jangan sedih....kita kuliah bagus bagus ya.....biar bisa membanggakan orangtua ," ujar Aldi .


" Iya Al....aku gak mau kecewakan usaha mama dan papa selama ini ," ujar Dina .


Aldi dan Dina memakai hoodie . Karena cuaca lumayan dingin .


Dina yang kurang tidur beberapa hari terlelap . Begitu juga Aldi . Mereka duduk bersama . Setelah menempuh berjam - jam dan melakukan transit , mereka pun tiba di Jerman .


Apartemen dari pihak kampus sederhana . Sangat beda dengan apartemen milik Melani . Lebih luas . Dina tau , Aldi tidak mau pindah apartemen karena Aldi kawatir kalau Dina di Apartemen sendirian . Jadi Aldi seperti pelindung bagi Dina.Perhatian seperti itulah yang selalu Dina sukai .


" Dina memasukkan kopernya ke dalam apartmennya.Makasih ya Al...udah mau bertetangga an dengan ku ," ujar Dina .


" Hmmm...," ujar Aldi tersenyum .


" Besok aja di bereskan pakaiannya Din...masih lumayan pegal kan di dalam pesawat ," ujar Aldi .


Dina melihat Melani di balkon apartemennya.Dina pun keluar.Mel...kamu keliatan dari sini...teriak Dina .


" Sengaja ....Aldi yang memilih kamar ini sama papa ku . Biar kita bisa saling pandang memandang kalau lagi belajar ," ujar Melani .


" Kita bisa masak Al...ada kompor dan juga dapur mini ," ujar Dina .


" Nanti sore kita belanja ya.Itu ada kulkas jugan," ujar Aldi .


" Makasih ya Al...pasti kamu udah suruh orang bersihkan apartemen ini ," ujar Dina .


" Dari tadi melulu makasih...," ujar Aldi mengacak rambut Dina .


" Yuk...ke apartemen ku Din...," ujar Aldi .


Mereka pun hanya melangkah dan Aldi langsung menekan tombol kamar Aldi .


" Kamu ingat nomornya ya Din . Tanggal lahirmu . Sedangkan kamu punya pintu nomor tanggal lahirku ."


" Papa sudah mengganti kuncinya yang paling bagus keamanannya . Ujar Aldi karena Dina bengong.Kunci apartemen mereka berbeda dengan apartemen lainnya ."


Aldi memasukkan kopernya.Ruangan itu sudah tertata rapi .


Aldi membuka 2 koper besar nya .

__ADS_1


" Sini Dina bantu Al...," ujar Dina .


Dina pun menggantungkan Jaket tebal Aldi,beberapa Mantel .Dina juga menata pakaian Aldi dengan rapi di dalam lemari .


" Kita mirip manten baru ya Din....," ujar Aldi .


" Ihhhh...apaan sihhhh...," ujar Dina dengan wajah bersemu merah.


" Din...koteka mu nih....nyasar 1 ....Dina memukul underwear Aldi ke kepalanya ."


" Ih.....tuh aromanya wangi loh Din...ujar Aldi . Aldi sengaja usil menyelipkan underwear nyauntuk mengganggu Dina ".


Mereka pun tertawa .


" Untuk selanjutnya,kondisikan undewear mu di jemur jangan di balkon yah...tuh tetangga mu bisa tau size apa , " ujar Dina ngakak .


" Kamu juga,kalelawar mu jangan di jemur diluar , pasti jadi incaran cowok cowok usil. Mereka bilang cup nya datar ".


" Ihhhh.....hina terus....," ujar Dina .


" Tenang aja Al....nanti aku akan imbang dengan cewek cewek bule di sini ," ujar Dina tertawa ngakak .


" Mulai halu....makanya makan makanan enak.Biar sedikit gede ukurannya . Gak datar...," ujar Aldi .


" Mesummm...banget.....".


Aldi tertawa.


" Kamu tinggi banget sih Al....padahal aku gak pendek pendek amat ," ujar Dina .


" Keturunan Din...," ujar Aldi .


Aldi mengikat rambut Dina.Mereka pun berselfi dan mengirimkan has selfie mereka ke group kecebong ".


" Kuciran nya dalemmmmm....," ujar Aisyah .


"Rapi....ujar Melani.Gak sia sia belajar sama mentor seperti gue ,"ujar Melani.


" Bisalah kalian . Gue mau kepangin Aisyah terhalang gunung dan samudera...," ujar Firman .


" Lebaiiiiiiiiiiii.......," ujar Aldi .


" Halu...........," ujar Wesliy .


" Siapa suruh beda kota,rasain...ujar Melani.Rindu itu berat Man.....," ujar Melani ngakak🤣😂🤣😅😂🤣 .


" Gue di bully makkkkkkkkk...eeeee.....".


" Rasainnnnnnnnnnnn.....," ujar semua kelompok kecebong .


Persahabatan yang sangat bisa di banggakan.


persahabatan terindah .


🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩🦉🦩


Tinggalin jejak


koment


vote


like


salam sehat.

__ADS_1


__ADS_2