
Ke esokan pagi , Dina menemani Derren duduk di mansion keluarga Firman . Derren menikmati coffee dan Dina meminum jus strawberry nya.
" Mas beneran pulang , nanti siang ? tanya Dina . "
" Hmmmm...beneran Din.... ada operasi yang penting dan gak bisa di tunda . Ingat.... cuti hanya tiga hari , jangan lupa pulang...," ujar Derren.
" Siap komandan.... , " ujar Dina membuat tangannya di dahi sebagai tanda hormat .
" Kamu semakin cantik , "ujar Derren . Mas semakin tua .
" Tua - tua keladi mas... makin tua makin menjadi... hahahahaha...," ujar Dina tertawa .
" Mas gak kan hanya punya pacar satu , pacaran juga baru sama kamu , dan tunangan juga hanya sama kamu ., kenapa di katain tua - tua keladi ," ujar Derren dengan dahi berkerut.
" Mas gak tua , aku nya aja ke muda an wkwkwkwkwk..., " ujar Dina .
" Kemudaan apa an , kamu tuh 2 tahun hemat umur , karena program percepatan di SMP dan di SMA. Lain lagi percepatan di koas , dan ini S2 mu Din juga akan rampung dalam beberapa bulan . Nikah yukkkk ," ujar Derren .
" Mas lamarnya gitu amat ihhhh.... mana ada cewek yang mau kali mas . Gak ada romantisnya , ujar Dina tertawa . Ngasih buket bunga 2 tahunan gak pernah , ngasih voklat juga gak , mas itu di tolak mentah mentah deh.... gak ber kelas banget... ".
" Kamu tau..... kenapa mas gak kasih bunga . Bunga -bunga kamu di ruangan itu penuh semua dengan buket bunga hidup dalam pot , buket bunga kaptus , buket bunga potong seperti mawar , tulip , laveder , bunga lily , semua penuh . Kamu akan sulit mencari bunga dari mas . Makanya mas gak pernah kasi bunga ....., kamu juga beri ke oma - oma dan ke opa - opa , pakai berdansa bersama mereka , "ujar Derren mengerutkan dahinya .
" Mas cemburuan ? masa cemburuan sama oma - oma dan opa - opa sihhhhh...,"ujar Dina .
__ADS_1
Derren tersenyum dan menggenggam tangan Dina .
" Kenapa kita gak seumuran ya.....kenapa kita gak ketemuan pertama kali . Coba kalau kita ketemuan pertama kali , kamu bisa membuka hati buat mas , pasti mas sangat bahagia . Tapi mas sangat bersyukur bisa merasakan cinta yang luar biasa bersamamu Din...walau cinta bertepuk sebelah tangan ," ujar Derren .
" Kamu itu teman terbaik mas juga , murid terbaik selama beberapa tahun ini , selain Aldi . Kamu harus berjanji bisa bahagia, mas akan melihatmu dari jauh.....kalau kamu tidak bahagia , mas akan selalu datang biatmu
, " ujar Derren .
" Persoalan kakek dan keluarga , perlahan akan mas bereskan . "
"Sangat berat melepaskan dosen tampan ku ini , sangat tegap, berkarisma , supel , tipe ngerti in , gak ribet , hanya mas pengganggu yang ulung dan menggemaskan . Teman yang selalu ada di saat kesulitan . Ibarat Angel tak bersayap..., " ujar Dina .
" Mas akan di tunangankan kembali jika kita batal dalam pertunangan . Mereka tidak akan berhenti sampai mas gak menikah..., " ujar Derren tersenyum menutupi kesedihannya .
" Mulai deh nyomblangin mas..., " ujar Derren .
" Dulu kenapa mas dengan doker Gres gak jadian ? Dina dengar sepintas gitu dari beberapa perawat , tentang kisah kalian , "ujar Dina .
" Gres saat itu sangat agresif , mas gak suka cewek agresif . Mas menolaknya berkali - kali . Terakhir dia pindah tugas, dan kemudian bertugas lagi di Jerman . Dia menjadi sosok berbeda . Lebih cuek dan tidak pedulian . Dia selalu melatih para dokter koas sangat disiplin . Dia seorang dokter bedah handal , selain kita tentunya . Dia sering menyendiri , sesama teman kami mengatakan , lumayan banyak hati pria yang di tolaknya . Dia suka melukis dan beberapa kali membuat pameran lukisannya . Mas pernah melihat hasil lukisannya , kamu pernah bukan....," ujar Derren .
" Lukisannya sangat emosional , menyentuh, tergurat kesedihan yang terpendam ,"ujar Dina.
" Dari waktu ke waktu sosok nyaenjadi berbeda . Bersikap seperlunya pada siapapun . "
__ADS_1
Dina hanya terdiam .
" Apa peluang buat dokter Gres gak ada mas ?," tanya Dina.
" Mas ....Dokter Gres lumayan manis , walau tubuhnya lebih mungil , "ujar Dina .
" Kamu ini sampai segitu nya nyomblangin , pengen cepat - cepat pisah dengan mas....
, " ujar Derren menahan senyumannya .
" Udah waktu nya.... yuk antarin mas ke bandara , "ujar Derren .
" Baiklah....,"ujar Dina .
Dina meminjam mobil Firman.
Derren mengendarai mobil dan mereka sampai di Bandara . Derren memeluk dan mengusap wajah Dina. Arti diri Dina sangat besar dalam hidup nya . Tapi Derren mau Dina bahagia , walau tidak bersama nya . Ada perih yang begitu dalam , namun begitulah namanya cinta , tidak tau kapan cinta itu datang dan kapan dia pergi .
🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥🐤🐥
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment