
Pagi itu Dina memandang pemandangan di mansion,sangat indah.
" Kamu suka pemandangan alam?tanya Dimas."
" Sangat...," ujar Dina .
" Sudah berapa lama jalani koas? " tanya Dimas .
" Sudah 1tahunan ," ujar Dina .
" Pasti koas sangat melelahkan," ujar Dimas .
" Sangat...," ujar Dina .
" Mas dulu koas juga begitu kan?," ujar Dina .
" Hmmm.....gak kebayang , tidur sangat minim. Cek visit pasien selalu mengekor para dokter senior. Menangani UGD dengan banyaknya kasus , ketika akan makan sangat susah menelam . "
" Benar mas. Sampai tangan awalnya lemas ngadapi pasien UGD . Lain lagi marah marah dari keluarga pasien , mengatakan gak cepat penanganan , wuihhhhh lain lagi di marah dokter atau kepala perawat . Harus bermental baja ."
" Mas apa buka praktek ?" tanya Alya .
" Dulu buka . Tetapi sekrang gak lagi . Hanya beberapa operasi yang urgent yang mas tangani
," ujar Dimas .
" Sungguh sungguh koas nya Din..., karena mas bisa tembus koas 1.5tahun . Kamu akan mengikuti 1tahun program internship , kemudian mengambil spesialis 3 tahun lebih atau 4thn untuk S2 nya ."
" Karena kamu sekolah percepatan , 2tahun Smp dan 2 tahun Sma , lumayan kan dari segi usia 16tahin sudah tamat SMA , kuliah 3 tahunan udah wisuda sarjana kedokteran . Nih koas harus tembus 1.5tahun dan spesialis usahakan tembus 3.5tahun. Seperti mas hanya butuh 8 atau 8.5tahun sudah kelar semua ."
" Jaga kesehatan , dan semangat juang kamu harus tetap pertahankan," ujar Dimas .
" Makasih pencerahannya mas...," ujar Dina .
" Tapi sepertinya kamu bakal nikah cepat . Opa vak akan biarkan kamu sampai 8.5 tahun baru nikah. Opa akan nyuruh cepat nikah.Apalagi kamu satu satunya cucu beliau ."
Sejak pertemuan Dimas pertama kali dengan Dina , Dimas tidak bisa mencegah perasaannya yang baru pertama kalinya , menyukai seseorang . Semakin hari rasa itu berkembang tanpa bisa dia cegah .
Asal bisa mencintai
dan memperhatikanmu sudah cukup , walau kau tak mencintaiku juga , tak apalah
Asal bisa melihatmu , walau mencintaimu hanya bertepuk sebelah tangan , Dimas tertunduk menahan rasa nya terhadap seorang Dina .
Bian dan Claudia mengetahui perasaan Dimas . Mereka menyuruh Dimas berjuang buat perasaannya , karena sebelum janur kuning melambai,, semua masih ada kesempatan,.
" Kamu pacaran dengan Aldi ? " tanya Dimas menatap Dina .
__ADS_1
" Hmmm....," ujar Dina .
" Apakah kakek tau? apakah mama dan papa mu tau ?" tanya Dimas.
" Tidak...mereka tidak tau. Kami hanya menjalaninya saja ," ujar Dina".
" Kalau ada seseorang hang mencintaimu, melebihi dari Aldi...apa kamu terima?," tanya Dimas .
" Tidak....aku dan Aldi sudah melalui banyak perjuangan . Selain Aldi yang minta pisah , aku tidak akan pisah dengannya ," ujar Dina .
" Kamu sangat setia ," ujar Dimas..
" Komitmen itu penting , kesetiaan juga," ujar Dina .
" Kamu percaya pada Aldi ?"
" Percaya ."
" Sampai segitu besarnya kepercayaanmu padanya," ujar Dimas tersenyum .
" Harus....," ujar Dina .
" Mas....Dina antarin,nih udah pukul 6.30,antarin ke rumah sakit ," ujar Dina .
" Yuk....mas juga sedang tugas ," ujar Dimas .
" Itu rumah sakit keluarga mas ya ?" tanya Dina .
Setelah bersiap siap , Dimas pun berjalan bersisian dengan Dina . Mereka menuju rumah sakit bersama,.
Dimas memindahkan jadwal Aldi ke shift malam. Dimas akan berjuang mendapatkan hati Dina .
Dina baru menerima Wa dari Aldi . Mengatakan dia mengajak Dina untuk makan siang bersama . Jadwal mereka sudah tidak sama lagi.
Bian dan Claudia yang mengetahui Dimas kembali aktif di rumah sakit tertawa . Mereka melihat Dimas benar -,benar serius dengan perasaan nya . Bahkan pada kakek dan nenek , Dimas sudah bicara tentang perasaannya . Demikian juga pada papa , mama dan
Papa Dina menyerahkan semua pada perasaan anaknya Dina , pada keputusan anaknya, demikian juga dengan mamanya . Mereka memberitahu pada Dimas , bahwa Dina sejak dulu sudah dekat dengan Aldi,.
Dimas melihat dokter Darren banyak mengajari Dina dalam menghadapi pasien . Apa tindakan yang di lakukan apabila pasien dalam keadaan terluka parah . Ke 3 dokter senior Glen , Ken dan Samuel juga tidak liput mendekati Dina dengan memberi arahan dan ilmu .
Ketika Dimas berjalan mendekati Dina , semua mata terkejut melihat sosok Dimas . Sang dokter cool yang sangat berkarisma . Bahkan ketampanan seorang dokter Darren kalah dengan dosok Dimas .
Dimas memberikan sebuah cup coffee pada Dina .
" Yuk...ikut mas visit pasien , " ujar Dimas .
Semua pandangan menoleh pada sosok Dimas.Seakan tidak percaya ,apakah mereka mimpi.Baru kali ini Dimas bicara pada seakrab ini.
__ADS_1
Dina berjalan dan mengikuti langkah Dimas . Mereka sesekali bercanda . Dimas tertawa dan tersenyum , para perawat dan dokter sampai bengong melihat kejadian itu .
Dokter Gres mendatangi dokter Darren , dokter Ken , Dokter Samuel dan Dokter Glen .
",Gila benar...gue Man....kalah sama pesona seorang Dina . Cinta gue berulang kali ditolak dokter Dimas . Cueknya ampun.....ngomong hanya 1 kata , ya...dan tidak.....ihhhh....kurang apa sihhhhh gue....," ujar Dokter Gres .
" Kurang memikat...lu gak punya inner beauty , ujar dokter Darren .Tidak semua pesona itu dimiliki siapapun,. Aku paling suka dengan sifat Dina yang apa adanya . "
"Mau secakep apapun pria lewat di hadapannya , kalau dia lagi makan, dia biasa aja ," ujar Darren.Dan dia sangat pelucu.Kalau ujian,paling enak liat gayanya . Rambut di ikat seperti gunung , pinsil dan pulpen pasti selalu menghiasi wajahnya ."
" Benar...benar.Kalau udah kekuar semua penuh hitam wajahnya," ujar Glen ngakak .
" Sampai segitunya ,":ujar Gres .
" Iya...sampai segitunya...," ujar Derren .
" Menggemaskan....bahkan aku ada ambil foto berdua. Dengan ancaman , kalau gak mau berpose , ku kasih nilai D , Darren tertawa ."
" Menyalahkan jabatan dan wewenang," ujar Ken .
" Hmmmm.....sesekali....tawa Darren pun disahuti temannya ."
" Coba liat , ku penasaran...," ujar Gres .
Gres dan ke 3 dokter tertawa melihat tampang Dina yang baru selesai ujian . Rambutnya awut awutan.
" Nih koleksi di UGD , " ujar dokter Darren .
" Lengkap bangettt ," ujar Gres cemburu .
" Hmmmm...kamu liat , Dokter Dimas saja menyingkirkan jadwal Aldi . Demi pendekatan dengan Dina."
" Apaaaa ?" teriak mereka .
Dina memegang hasil cek kandungannya yang sudah lebih detail di teliti . Dina menangis membacanya di depan dokter obgyn .
Dokter Darren punya beberapa teman yang spesialis kandungan handal . Kamu coba nanya ke dia Din. Berobatlah pada beliau , " ujar Dokter Merry ."
" Kamu jangan sedih Din . Lakukan pengobatan serius,banyak doa,banyak berserah . Jalani pengobatan 1 tahun, kita lihat hasil nya ," ujar Dokter Merry .
Dina membaca Wa dari teman temannya . Mereka sepakat akan membuat reuni di Jerman , pada masa Natal . Dina sangat bahagia membaca rencana reuni mereka .
🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment
happy reading