Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tak Bisa Menghindar 3


__ADS_3

Pagi ini datang , Dina masih duduk sambil memandang layar handphonenya . Nomornya kembali dimasukkan Aisyah ke dalam group teman teman SMA . Semua pada berkicau selain Dina dan Aldi , senyap .


Dua tahun lebih sudah mereka terpisah.Tetapi rasa itu masih ada , bahkan semakin mendalam . Ingin menghentikan semua ini,tetapi tak bisa . Yang ku bisa hanya menutupinya,bersandiwara bahwa aku baik -baik saja .


" Rapikan yaaaang..," ujar dokter Derren .


Djna pun merapikan jambang brewokan dokter Derren .


Wajah dokter Derren sangat tampan , imbang dengan ketampanan Aldi.Dokter Derren lebih tinggi dari Aldi . Kulitnya yang putih , sangat bersih .


" Mama menanyakan keadaanmu Din....mereka mengundang kita untuk liburan . Mereka bilang, kita harus mengunjungi mereka . Kamu selalu menghindar , hanya beberapa kali bertemu dengan mama dan keluargaku," ujar Derren .


" Sudah rapi mas...," ujar Dina .


Derren meraih tengkuk Dina dan menarik Dina sehingga dalam lu*atan ciuman . Dina hanya mematung.Selalu saja tak pernah berbalas . Seperti itulah hanya terjadi.Dina sangat merasa bersalah pada Derren .


"Yukkkk...bergegas yaaang...," ujar dokter Derren .


Dina pun memakai jaket nya,dan memakai syalnya.


" Hati kamu terbuat dari apa mas....," ujar Dina.


" Berulang kali aku bahkan tak pernah membalas ciumanmu , tapi...kamu tetap bisa menjaga perasaanku. Kamu tak pernah marah. Hanya raut sorot matamu menahan rasa kecewa ," ujar Dina .


" Kamu berada di sisiku,itu sudah sangat berharga Din . Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa melewati 2tahun lebih denganmu . Jangan kawatir,bajkan Dimas lebih parah tak mendapat kesempatan berdekatan denganmu , aku lebih beruntung bukan?," ujar Derren .


Selama perjalanan , hujan mengguyur dan turbelensi pun terjadi beberapa kali . Derren selalu bisa membuat suasana nyaman .


Sewaktu tiba di bandara,pandangan Dina menyapu sekelilingnya.Dina sudah berjanji akan tinggal hari ini dan besok di kediaman calon suami Aisyah . Teman - teman mereka mengadakan sejenis reunian mini , hanya group mereka .


Dokter Gres masih berharap pada Derren . Dokter Gres sering mengunjungi keluarga dokter Derren , bahkan mengantarkan aneka makanan juga . Walau dokter Gres berkedok just friends , tapi Dina tau....sampai saat ini dokter Gres masih mengharapkan dokter Derren .


Dokter Derren selalu memakan makanan dari dokter Gres ,di depan dokter Gres , dokter Derren menyuapi Dina . Walau Dina menolak , tapi selalu di paksa dokter Derren .


Terkadang Dina bilang , dokter Derren begitu kejam . Gak bisa menghargai perasaan seseorang.


Dokter Derren selalu bilang , dokter Gres juga tidak menghargai perasaan Dina . Cowok paling gak suka dengan cewek agresif , gak suka dengan wanita yang topeng , gak suka dengan wanita yang berdandan,padahal dokter Gres sangat baik.Minus juga di mata pakdos ini,.


Aisyah merentangkan tangan dan memelukku .


" Din....kamu semakin cantik aja deh....," ujar Dina .


" Milai deh...belagunya," ujar Dina .


" Ehmmmm...bisa di tebak...ini pakdos terganteng yang di puja di kampus Dina ," ujar Aisyah .


",Stttt...ntar kuping nya naik....," ujar Dina tertawa menunduk .


" Beneran kece badai Din...", ujar Aisyah .


" Ingat,besok mau ijab Qobul masih gini nih...," ujar Dina .


",Sssttttt.....,",ujar Aisyah,.


"Pilihan mu gak jelek,- jelek amat Din,malahan top markotop deh....," ujar Aisyah .


" Apa benar? " tanya Derren .


" Anda bisa bahasa Indonesia juga? " ujar Aisyah heran .


" Saya belajar , 2 tahun yang lalu . Biar gak di akal akalin Dina , " ujar Dokter Derren.Soalnya kalau menggerutu dan menelepon sama beberapa orang seringnya pakai bahasa Indonesia . Bahkan kalau kesal juga pakai bahasa Indonesia ."


Aisyah tertawa...


" Mas...," ujar Dina cemberut .


Derren menggenggam tangan Dina.

__ADS_1


"Jangan marah....," ujar Derren tersenyum sangat manis .


Banyak orang - orang memandangi dokter Derren dan Dina .


" Kalian pasangan fenomenal.Yang cowok tampan , yang cewek cantik, " ujar Aisyah .


" Mas...bagiin uang dollar , ada yang minta di sawerin nih....," ujar Dina.


" Jangan uang logam mas , uang kertas ," ujar Dina .


" Besok aja Din.Nyawerinnya ampau nya gedek yah...," ujar Dina".


" Iya...gedek di amplopnya aja,isihnya receh mak...," ujar Dina .


" Pewaris tunggal kok pelit amat sih Din..." ujar Aisyah tertawa .


" Kamu pengennya apa Syah....," ujar Dina .


" Besok kamu nyanyi di pesta weddingku," ujar Aisyah menatap Dina serius.


" Jangan lagu senduh dan sedih.Lagu happy,reques dari aku," ujar Aisyah .


" Suka banget lagu sendu....," ujar Aisyah .


" Gak juga Syah...ku suka semua musik ."


"Trus di IG dan di Youtube selalu lagu melow putus cinta.Kamu imbang dengan Dimas sepupumu pengamen itu," ujar Aisyah .


" Kamu bakal terkejut loh...Dimas dah move on . Akan nikah dengan ceweknya orang Thailand . Bulan depan ," ujar Dina .


"Akhirnya...berkurang pengamen jalanan...," ujar Aisyah tertawa terbahak bahak .


" Tinggal satu nih...tunangan lama banget , gak nikah nikah,ujar Aisyah .


" Dengar - dengar kabar , sudah capek tuh babang tamvan lamar,gak ngeh juga ," ujar Aisyah .


" Dari mata-mata sekeliling lahhh ," ujar Aisyah.


" Ihhh...kepo banget ."


"Benar kan pakdos,"ujar Aisyah.


Dina langsung menutup mulut Derren . Sambil menggeleng .


" Rahasia perusahaan..." ujar Dina .


Derren mengambil kesempatan memeluk Dina dan menggendong Dina menuju mobil yang menanti mereka .


" Mas...turunin donggg..untung aja udah di luar deh, kalau di dalam sana , malu kan...," ujar Dina .


" Sweet banget..., udah cepetin halalin bang....nanti dia di sambet pengagumnya ," ujar Dina .


Supir pun melaju membawa mereka ke sebuah manshion milik keluarga Firman , keluarga Firman berada di mension tepat di samping manshion ini .


Mereka pun sampai . Ada rasa deg degan....Dina tidak berani menanyakan siapa saja teman mereka yang sudah tiba .


" Kalian kloter terakhir yang tiba di sini, " ujar Aisya menatap Dina .


Derren membawa koper Dina . Dina beriringan berjalan bareng Derren .


" Haiiii.....Din....begitu mempesonanya kamu...duhhhh beda banget penampilan kamu gak uyu uyu lagi ," ujar Melani .


" Menikah diam -diam...", ujar Dina .


" Kamu ...tunangan diam -diam bahkan blok kelompok kita hampir 2 tahunan ," ujar Melani.


" Selamat ya Mel...dasyat banget cetakan mas Jacknya . Bisa membulat gini....," ujar Dina tertawa menyentuh perut Melani .

__ADS_1


Melani hanya tersenyum , gak berani berkomentar apa-apa.Dia tau persoalan perpisahan Dina dan Aldi dilatar belakangi apa .


" Wesliy masih menjoblo Din...," ujar Aisyah tertawa .


" Gagal move on...," ujar Aisyah .


" Modis banget kamu Din...beda...dengan Dina yang dalam hayalanku , aku pikir kamu akan tampil tomboy , ternyata wanita tulen," ujar Wesliy .


" Din...ajakin pakdos nya duduk, " ujar Aisyah .


" Mas...sini...kenalan dulu dengan teman -teman SMP dan SMA Dina ,"xujarnya .


Derren menyalami mereka.Sampai ke giliran Aldi .


" Apa kabar Al...," ujar dokter Derren .


" Baik...," ujar Aldi kelihatan tidak suka.


Semua terdiam dengan suasana itu .


" Duduk sini mas...," ujar Dina.


Derren pun duduk di samping Dina .


" Handsome banget tunanganmu Din....,"xujar Melani .


" Kalah sama Wesliy...," ujar Melani mengganggu Wesliy .


" Kalau sama Aldi imbang..." ujar Jack berkomentar.


Melani mencubit perut Jack .


Suasana jadi kikuk .


" Din....yukkk aku tunjukin kamar kalian.Mau 1 kamar atau 2 kamar?," ujar Aisyah menggoda .


" Hati - hati jangan kebobolan kayak Jack...teriak Wesliy lari ke luar ."


Semua pun tertawa .


Aldi menatap wajah Dina . Tak bergeming . Derren mengetahui itu . Sedangkan Dina pura-pura mengalihkan pandangannya.Dia tau Aldi sejak dia memasuki ruangan itu , Aldi berani langsung menatap Dina tanpa berkedip sedikitpun .


" Ini kamar kamu Din....dan di samping ini kamar Derren," ujar Aisyah .


" Makasih Syah...," ujar Dina .


" Istirahatlah....," ujar Aisyah.


Derren memasukkan koper Dina ke kamar Dina .


"Kita satu kamar aja...," ujar Derren manja".


" Nehi nehi dendi....," ujar Dina menggoyangkan jari telunjuknya .


"Istirahatlah....," ujar Derren .


"Hmmmmm....," ujar Dina .


Derren pun ke kamar sebelah.Dina bersih -bersih dan berbaring di ranjangnya.


💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


happy reading guysss.


__ADS_2