Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Keluarga 2


__ADS_3

Setelah pembicaraan tersebut , suasana sangat tidak kondusif .


" Aldi tidak usah tinggal di kediaman kami , jangan kesibukannya mengganggu perasaan Dina , " ujar mama Aldi .


" Jangan seperti itu bu....Dina membutuhkan suaminya , apalagi di saat dia mengandung . Saya sudah menangani masalah perusahaan , akan ada waktu lebih buat Dina .Kami akan memastikan itu , " ujar papa Aldi .


" Kami tidak akan tinggal di rumah siapapun , " ujar Dina .


" Kami akan tinggal di rumah kami sendiri , " ujar Dina .


" Tidak.....ujar keluarga Aldi dan keluarga Dina berbarengan ."


" Keadaanmu seperti ini , mau pindahan , kamu akan lelah, tidak membahayakan kamu dan bayimu nak...," ujar mama Aldi .


" Harus ada yang menjaga mu nak , mama tidak setuju ".


" Dina lelah...please biarkan Dina tenang , " ujar Dina memejamkan matanya .


Sebenarnya hanya akal - akalan Dina saja , agar suasana tenang , Dina pening .


Keluarga Aldi duduk di Sofa . Aldi sangat merasa bersalah , semua ini karena kesalahannya , padahal sebelumnya kedua keluarga mereka sangat damai.dan saling dalam segala hal .


Dalam sekejap , semuanya kacau balau .


Aldi menggenggam tangan Dina .Kemudian Aldi memeriksa keadaan Dina , memeriksa kondisi keadaan Dina , setelah Aldi menyuruh perawat membawa alat USG ke ruangannya .


Aldi mau melihat kondisi ke 3 bayi mereka .


" Keluarga Aldi dan keluarga Dina pun sangat antusias melihat triple , senyuman mereka mengembang ."


Ternyata Triple bisa menyatukan kembali kedua keluarga mereka . Dina tersenyum.


" Jangan pernah bertengkar lagi , ya...., " ujar Dina .


Semua pun mengangguk .


" Selama ini Dina sudah tinggal di rumah keluarga Wijaya , Dina tinggal di keluarga Dinata ya , gantian ....," ujar Dina .


" Aldi menemani Dina ya ma...pa....".


" Kami tinggal di kediaman yang kakek berikan , kan tetangga an dengan rumah mama dan kakek , kalau mas Aldi sibuk , mama , nenek atau kakek bisa nemani Dina , atau Dina ke rumah mama dan papa , atau d rumah kakek atau nenek ."


" Mama Aldi kalau mau nginap di rumah juga silakan ma...., jangan sungkan ."

__ADS_1


" Dina mohon...jangan bertengkar lagi , biarkanlah Dina lebih nyaman dalam menjalani kehamilan ."


Dina sangat lelah , perlahan Dina tertidur pengaruh obat yang di berikan Aldi , membuat Dina sangat ngantuk .


Ketika keluarga sudah pulang , Bian memasuki ruangan Dina .


Memandang ke arah Aldi , wajah Bian masih menahan marah . Aldi tadi mengusap wajah Dina , ketika Bian memasuki ruangan Dina .


" Apa Dina sudah memaafkanmu Al?"


" Gak tau Bi....".


" Kenapa bisa sampai segitunya sihhhh, sibuknya kamu ?"


" Saham perusahaan tiba - tiba turun , dan itu perbuatan saingan papa ."


" Apa sudah bisa di atasi ?".


" Sudah...., ternyata persahabatan papaku di rusak oleh teman mereka sendiri, yang tidak senang dengan persahabatan papa , sudah beres ,beberapa hari baru selesai ."


" Bagaimana kondisi Dina ? "


" Keramnya sudah bisa di atasi , tetapi harus istirahat , dan banyak istirahat . Dina kelelahan , dan karena sudah mengambil cuti , sedikit lebih lega Bi....".


" Benar...," ujar Aldi tertawa .


" Dia sangat manja , kamu bersalah menelantarkannya 2 mingguan ini ."


" Sangat bersalah Bi....sungguh ...rasanya ingin menjual semua resto ku ,tapi itu kami merintisnya bersama ."


" Jangan coba - coba Al..., nanti kamu beneran gak di acuhin Dina . Dia sangat bahagia , perjuangan kalian dari resto di dekat kampus ."


" Kamu sudah memaafkan ku Bi....? menelantarkan sepupu yang kamu sayangi ?"


" Mulai saat ini , rutin cek kandungan Dina .Jaga Dia .Kamu bisa kan ?"


" Bisa Bi....pegang kata - kataku ."


" Baik...aku pegang kata - katamu ."


" Makasih Bi...,"ujar Aldi .


Pagi pun datang , Dina memangkas rambut Aldi , karena sudah panjang . Hati Aldi sangat bahagia , melihat kesehatan Dina semakin membaik .

__ADS_1


Melani dan Aisyah kelupaan di kabari , tentang Dina masuk rumah sakit .Mereka menjewer Aldi ,


Dina hanya tertawa .


Anaknya Aisyah sangat gembul ,Dina gemas menggendong anak Aisyah.Sedangkan anak Melani menggemaskan , sedang bermain sama Aldi .


" Kalian latihan dulu , sama anak kami , gitu punya anak ,gak kagok , tapi kalian bakal harus extra , 3 bayi....bisa dibayangkan ....aku aja anak 1 ampun , ngantuk banget , jagainnya .Kadang malam Din, begadang , senyum - senyum gitu baby kita , padahal kita masih ngantuk banget ."


" Aku pasti di bantu mama mertua , mama ku juga , kedua bibi pengasuh mas Aldi , aku hanya takut , belum tau apa - apa soal merawat bayi ."


" Paling takut itu , saat anak demam Din...aku cemas banget. Tapi kita bisa tenang , Melani dokter competen , anakku kalau eemam ,arau aakit , ibu dokter Melani yang ngerawat ."


" Dokter anak ,ketika kamu melahirkan , aku aja yah Din...aku pingin melihat baby mu , pasti tampan dan lucu .Jenis kelaminnya apa Din ?"


" 2 baby masih sembunyi in , hanya terlihat 1 aja , laki - laki jenis kelaminnya , 2 lagi gak kelihatan ,mereka sembunyikan ."


" Jadi penasaran yahhhh , majnya ada anak cewek dan anak cowok .Pasti cute banget , " ujar Aisyah .


" Doain di lancarkan ya Syah ...,Melllll...".


" Pasti Din...".


Dina mengusapnperutnya , terlihat pergerakan bayinya di dalam perut .


" Aktif banget ya Din....," ujar Melani .


" Iya....kadang sulit tidur juga , kadang bawaan pengen tidur melulu ."


Mereka bertiga tertawa , sedangkan Aldi masih asik menjaga anak Melani uang sangat aktif bergerak kesana kemari.


" Lihatlah..


Aldi sangat sabar jagain anak."


Dina tersenyum , Aldi juga mengedipkan matanya pada Aldi.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2