Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Rasa


__ADS_3

Sudah 3 minggu berlalu, Dina semakin di sibuk kan dengan jadwal padatnya penyusunan tugas akhir, terkadang dokter Derren tersenyum saat melihat nya kelelahan dan tertidur di ruangannya.


Dokter Derren memandangnya dalam diamnya. Perasaannya masih sama terhadap Dina. Tapi Derren menghargai keputusan Dina . Dokter Gres semakin mengejar dokter Derren , tetapi dokter Derren tidak pernah mau menerima kehadiran dokter Gres, tipe perempuan agresif sudah di black list dalam kamus seorang dokter Derren .


Siang itu , dokter Derren meletakkan makanan di hadapan Dina. Dina sangat kecapekan dan hanya pengen tidur saat ini.


" Makan dulu Din....gak boleh gak makan. "


" Hmmm......rasanya nyaman benar berbaring di kasur pasien. Ruangan mana sih yang kosong, kalau gabung sama yang lain gak akan bisa tidur...".


" Coba ke ruangan lantai 3 kamar pojok kiri nomor 310, disana juga sering dokter koas wanita tertidur, ujar Derren . Tapi hati - hati, berdekatan dengan kamar mayat , " ujar Derren tertawa .


Gak ngaruh dech dok. Cukup 3 jam aja, biar pulih nih batre. Kemarin lembur, kerjain tugas dari profesor Hadsen . Kebayang sulitnya dapatkan nilai dari dia, ujar Dina . "


Dina berjalan ke lift dan masih sangat ngantuk .


Dina melihat ke kamar 310, berpesan pada para perawat , agar jangan mengganggunya selama tidur .


Karena jadwal cek fisik nya pukul 6 sore .


Dina melihat ada 2 dokter koas dan 1 perawat berbaring disana. Tanpa aba -aba , Dina mengambil tempat tidur paling pojok .


Hari sudah sore, Dina pun menggeliat merasa sangat segar , tugas di kampusnya masih ada 2 bab lagi perlu di selesaikan . Dina kembali memejamkan matanya . Tiba - tiba Dina merasa kakinya seakan di tarik sesuatu .


" Jangan usil....", ujar Dina .


" Ku udah bangun..hmmm laparnya ,ujar Dina duduk di ranjang ".


Dina terkejut melihat Aldi sudah di hadapannya . Dina mengalungkan tangannya ke leher Aldi.


" Datang gak bilang- bilang "


" Kejutan...., " ujar Aldi .


" Belum makan siang kan ? Nih makan


dulu ".

__ADS_1


" Dina bersih bersih dulu ya mas...".


Dina melepaskan semua pakaiannya, tiba tiba tubuhnya di peluk seseorang , dan Dina berbalik .


Aldi memegang rahang Dina , kemudian Aldi melu *mat bibir merah Dina . Mereka melepaskan hasrat yang terpendam karena jarak ruang dan waktu yang berada di antara mereka .


" Mas...lelah.".


" Baiklah yaaang ".


Mereka bergegas memakai pakaian dan Dina sangat lahap memakan , makanan nya.


" Mas datang kecepatan , Claudia kan nikah nya 2 hari lagi ".


" Kakek meminta mas membawamu , nenek sudah menangis karena menahan rindu, mama dan papa mu juga . Kalau kakek sering juga kan mengunjungimu , mama dan papa belum bisa datang , karena masih sibuk mengurus kepindahan mereka ke Jerman ".


" Hmmm mama dan papa bosan, mereka merasa sepi. Terlalu merindukan anaknya semata wayang..., " ujar Dina .


" Mama dan papa juga merindukan kita , apa sebaiknya kita welepas pendidikan di Jerman aja Din ? ".


" Sebenarnya , Dina pingin kita balik ke Indonesia mas...tapi sepertinya belum bisa . Toh kita sendiri juga disana , buat apa . Sepi juga ."


" Mas sangat tersiksa merindukan mu yaaaang....sangat.... jika malam mas semakin merindukan mu ."


" Apa kamu merindukan mas? "


" Gak...." ,ujar Dina tersenyum .


" Beneran nih.... gak merindu ? ".


" Bohong dong....".


" Udah pandai bohong.....," Aldi mencolek ujung hidung Dina.


Aldi mengangkat Dina, menggendongnya seperti sekarung beras , perlahan Aldi membaringkan Dina di ranjang .


" Mas ...sangat merindukan mu yaaaang ".

__ADS_1


Aldi membelai wajah Dina , menarik Dina dalam pelukannya. Dkna menenggelamkan wajahnya di dada Aldi yang bidang, terasa kedamaian yang begitu dalam .


" Tidurlah yaaang, besok pagi kita berangkat , semua pada sibuk memaksa kita berangkat malam ini. mas mau melepas rindu dulu. pasti mereka berebutan memonopolimu nanti ".


" Cemburu ? "


" Sangat...," ujar Aldi.


Aldi kembali tidak dapat menahan hasratnya, kembali mereka saling melepaskan rindu , hingga menjelang pukul 1 dini hari .


Alhirnya Dina tertidur, Aldi membersihkan badan Dina, mengganti pakaian Dina . Dina begitu kelelahan .


Ketika pagi datang , Aldi bangun pukul 5 pagi , membereskan koper dan membawa aneka keperluan Dina . Aldi sudah hapal apa saja yang biasa Dina kemas . Kalau pun ada tertinggal , bisa di beli , dalam hati Aldi .


" Sayang...bangun."


" Hmm....badan Dina pegal semua mas . Mas menggempur gak kira -kira , buas banget sih mas...gini nih kalau bagian kandungan, semua gaya di terapkan ," Dina terkekeh tertawa.


Mereka berada di Jet pribadi Aldi . Dina kembali tertidur di ruangan kamar dalam Jet . Aldi mengerjakan pekerjaan kantor nya, menganalisa dan men cek laporan dari beberapa orang kepercayaannya .


" Sayaang...makan dulu yukkk...belum makan apapun dari tadi..mas suap ya."


Dina membuka matanya , terlihat puppy eyes nya memandang Aldi. Aldi sangat gemas . Dina melangkah ke kamar mandi .


" Mas...lihat nih...banyak banget stempel mas...gimana mau pakai pakaian dari mama , mas pasti di omeli deh...".


" Jangan pakai pakaian sexy , mas gak mau. Mas sudah bilang ke mama, pakaian kamu berl3ngan sayang ."


Aldi menyuapi Dina. Dina makan begitu lahap . Dina membuka beberapa emailnya di laptop, mengetik beberapa pengerjaan tugas .


Aldi dan Dina memakan dessert yang sangat enak, Dina sampai makan 2 porsi .


Mereka pun sudah tiba di Jerman dan Bian menjemput mereka.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2