Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kehadiran Derren


__ADS_3

Tiba - tiba langkah Dina berhenti.


" Tidak Al....ini salah...maaf....aku gak bisa. Aku gak mau menikah dengan cara seperti ini, " ujar Dina membalikkan arahnya.


Dina mengambil handphonenya, menekan sebuah nomor .


"Hallo....."


" Hallo Din....ujar Derren".


Yah...


Dina menelepon Derren.


" Mas.....maaf...hanya itu yang mampu Dina katakan . Dina akan kembali besok , "ujar Dina .


" Kenapa dengan suaramu Din...kamu menangis?," tanya Derren menekan perasaannya .


" Mas....Dina bingung menjelaskannya . Tiba - tiba semua serasa membingungkan . Aldi mengatakan akan menikahi Dina saat ini juga . Tidak mas...bukan dengan cara begini . Dina gak bisa....cin cin pertunangan kita masih ada di jari Dina . Hanya mas yang berhak melepaskannya , Dina sudah katakan , apapun keadaannya , Dina selalu menghormati mas, keluarga mas , ujar Dina dalam isak tangisnya . Kenapa mereka semua disini mas...isak Dina."


" Mereka ,menyayangimu Din. Mereka mengganti jadwal dan memaksa buat hadir hari ini , karena mereka menyayangimu . "


" Mas..... Dina tidak bisa , walaupun Aldi sudah meminta ijin pada mas, kita bertunangan baik- baik dan memutuskan juga baik - baik ."


" Mas sangat menyayangimu Din , untuk kebahagiaanmu , apapun itu, mas akan berikan . "


Suara Derren sangat serak .


Dina juga terisak menunduk di sebuah kursi jauh dari kapel dimana semua orang berkumpul saat ini .


Sebuah sosok berdiri di hadapan Dina . Sosok orang yang teramat baik baginya , sosok yang mengobati nya ,sosok yang ada di saat dia terluka .


Dina menegadahkan pandangannya . Dina sangat terkejut,Derren ada di hadapannya,berlutut dan memeluk Dina .


" Hari ini...akan menjadi hari terakhirmu bersedih din....hatimu memiliki tuan, walau mas tau, itu bukanlah mas. Mas mendoakan kebahagiaanmu . "


Derren menggenggam tangan Dina. Melihat cin -cin yang pernah dia pasangkan pada jari manis Dina .

__ADS_1


" Cin - cin ini tidak terlalu pas buat mu Din.....doakan mas menemukan pemilik sesungguhnya . Walau sekeras apapun mas berjuang , mas tau dan paling memahami hatimu . Anggaplah mas sebagai seseorang yang selalu bisa kamu andalkan sampai kapanpun. Kamu wanita yang terindah dalam hidup mas . "


" Mas memutuskan pertunangan kita ya Din . Kamu berjanji pada mas, kamu harus bahagia . Jika Aldi mengecewakan mu, juga keluarganya , ingat kamu harus kembali kemana ," ujar Derren.


Dina memeluk Derren dengan erat.


" Kamu berhak menolak Aldi hari ini Din...belum dilamar , sudah langsung nikah..., " ujar Derren tersenyum .


Derren membawa Dina kembali ke hadapan Aldi.Wajah Aldi sangat tegang, Aldi berpikiran Dina tidak menerimanya .


Dina berjalan menuju ke kedua orang tua Aldi .


"Om...tante...apa merestui pernikahan Dina dan Aldi? ," tanya Dina.


Papa Aldi memeluk Dina .


" Kami merestui kalian nak, kebahagiaan Aldi ,putera kami ,hanya ada padamu . Apapun ke depan nya kalian harus bahagia ."


Papa Aldi menepuk perlahan punggung Dina.


Mama Aldi memeluk tubuh wanita yang anaknya cintai.


Dina melirik sang kakek dan nenek nya.


Kakek memeluk nya .


"Lakukanlah apa yang menurutmu benar nak, kakek dan nenekmu selalu menghormati pilihanmu ".


Dina berjalan ke arah Aldi.


Dina menarik tangan Aldi menuju ke sebuah tempat.


" Apa yang membuat mas sengotot ini ,untuk menikahi Dina ? ," tanya Dina sambil menatap kedua belah mata Aldi.


" Ingin hidup dan menghabiskan waktu dengan mu Din ....".


" Mas tau kan.....mas ,di Canada , Dina di Rusia . Kita masih dalam masa pendidikan spesialis . Apa bisa saling berjauhan ? apa sekuat itu kepercayaan mas pada Dina ? Dimana mas Derren mentor dan dosen Dina di kampus?, " tanya Dina .

__ADS_1


" Mas mempercayaimu....., " ujar Aldi menggenggam tangan Dina .


" Mas berutang lamaran pada Dina....ujar Dina tersenyum. "


" Kucel banget sihhh penampilan ku, menikah dadakan begini...gerutu Dina . "


Aldi tersenyum .


" Kamu selalu cantik Din.....kalau gak ....gak akan banyak hati yang patah...., " ujar Aldi .


" Apakah kita jadi menikah saat ini ? atau kamu butuh waktu ? , " tanya Aldi.


" Baiklah...kita meikah saja . Semoga sifat mas gak berubah walau sudah terpisah selama 2 tahun . Rasanya sangat seram mendadak nikah , mirip judul film bioskop jaman kita SMA, "ujar Dina tertawa .


Dina dan Aldi kembali berjalan.


Melani dan Aisyah merapikan make up Dina.


" Baru kali ini ku lihat , ada pasangan yang gak mau kalah,gitu ku nikah,besoknya dia juga nikah..., " ujar Aisyah tertawa .


" Ledekan nya Syah....menusuk..., " ujar Dina .


" Ihh....udah pandai nusuk - nusuk segala, "ujar Melani .


" Berguru dengan Melani deh....topcer....ujar Dina tertawa.Delapan sks loh... , " ujar Dina kembali tertawa.


" Syah.... kamu udah ehem...ehem...," tanya Dina.


" Sudahlah...mana mau rugi suaminya aku...katanya selama ini penantian panjang . Apalagi kamu Din...habislah di lahap....12 sks hahahahaha, " ujar Aisyah .


💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑💑


Jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


__ADS_2