
Dina tau...pasti saat ini , Aldi di apartemen nya .
Dina pun melajukan mobil , dan berlari memasuki lift .
Dina melihat lelakinya duduk di balkon , memandang pemandangan di luar .
Dina memeluk Aldi dari belakang .
" Kapan mas datang ? " ujar Dina .
" Mas merindukan isteri mas , yang lagi bed mood , kesepian , dan melarikan diri ."
" Mas datang semalam ".
" Permintaan maaf nya mas gak terima , tadi siang duduk dengan rivalnya mas , ngunyah ayam , minum soda dan makan kentang goreng ".
" What......ihhhhh...mas jadi paparazi , kenapa gak gabung aja mas...".
" Gak mau merusak kencan sang isteri ....".
" Mas...itu bukan kencan...pakdos yang gak tau datang dari mana , mas cemburu kan...makanya gak samperin Dina ."
" Sangat....," ujar Aldi .
Dina berlutut di depan Aldi .
" Jangan cemburu , Dina baru ketemu dokter Derren , baru tadi ."
" Tapi kamu bisa curhat dengan dia , sama mas kenapa gak bisa , harusnya kita itu bisa bicara baik - baik , saling terbuka , kalau kamu curhat sama orang , bagaimana mas bisa tau , apa yang kamu rasakan ".
" Maaf mas...mungkin sudah biasa share dulu sama mas Derren , maaf....karena nyaman aja , makanya cerita ."
" Sama mas gak nyaman ? makanya gak cerita ".
" Bu...bukan gitu mas....".
" Trus .....".
" Aku malu mas....kalau sama orang yang dekat gitu , aku malu...udah ahhhh."
" Janji lain kali gak cerita sama dia ? sama dia gak malu , kenapa sama mas mesti malu .Kamu itu isterinya mas , luar dalam kamu mas detail tau...masih malu juga ."
__ADS_1
" Ihhhh....mulai dehhhhh".
Aldi langsung menggendong Dina seperti sekarung beras , meletakkan Dina di atas ranjang dengan lembut .
" Saat mas pulang ke apartemen , kamu tidak ada , mas sangat menderita . Mas tau kamu bosan , lain kali , temani mas yah....apa sebaiknya mas jangan melanjutkan S3 .
" Lanjutkan aja mas..., Dina nanti kan sudah bertugas , jadi gak kesepian lagi."
" Kita jangan juga terlalu sibuk ya yaaang , mas juga salah , menomor satukan pekerjaan dari pada hubungan kita . "
" Kita saling koreksi mas , Dina juga masih banyak kekurangan , harusnya bisa mengerti keadaan mas , nemani mas di rumah sakit , menyemangati mas , maafkan Dina juga ".
" Kamu nangis kan...karena kita jadi seperti ini ".
" Yah nangis la...mas pikir Dina batu....gak peka banget ."
" Peka kok sayang...makanya mas susul kamu kesini ."
" Makasih suamikuuuuuu.....".
" Kenapa paginya gak ketemu langsung ?"
" Mas hanya perhatiin dari jauh.... pengen liat kamu benar - benar mencintai mas atau bukan."
" Mas terus rayu kamu , supaya cinta ".
Dina memeluk tubuh Aldi sambil tertawa .
Aldi mengusap rambut Dina .
" Asal kamu tau yaaaang...ada atau tiada anak , mas tidak akan pernah melepaskan dan meninggalkanmu . Mas takut kehilanganmu , jangan berpikir macam - macam ."
" Aisyah hamil mas....Dina merasa bahagia , tapi Dina gak munafik sedih...kapan yah mas Tuhan mempercayakan pada kita bayi , lucu , menggemaskan , tatapan Dina kosong memandang ke depan".
" Apa mau mencoba IVF , jauh lebih banyak berhasil ".
" Inseminasi aja dulu mas....".
" Semua akan indah pada waktunya Din..yakinlah....".
Dina memeluk sang suami .
__ADS_1
" Apakah mau menetap di Rusia atau di Jerman ?"
tanya Aldi .
" Papa, mama , kakek dan nenek merindukan Dina mas , Dina pasti gak akan kesepian disana . "
" Baiklah yaaang , kamu yang memutuskan . Mas juga udah daftar S3 di sana , apa mau melanjut ke S3 yaaang? ."
" Gak mas....mau melanjut ke es cendol aja , hehehehe....".
Aldi langsung memeluk dan menjatuhkan badan Dina di ranjang .
Mereka saling menatap . Aldi mengecup dahi Dina .Aldi tau apa yang sedang Di alami sang isteri , perasaan minder , bersalah , perasaan nya bercampur aduk .
" Kamu harus mempercayakan dokter pribadi mu ini yaaaang......kamu juga tidak pernah membiarkan masalah rahim mu sejak masih kuliah , terapi serta pengobatan , itu sangat berpengaruh . Kandungan kamu sudah dinyatakan sehat , jadi hanya masalah waktu saja belum berpihak , kita belum hoki saja . Ingat ya yaaaang.....kamu itu berharga di mata Tuhan , jadi perlakuan khusus sedang kita jalani ".
" Setiap tetes air mata , selalu Tuhan perhitungkan , apalagi tetes air mata hambanya , tidak ada masalah tanpa solusi , tidak ada cobaan di luar kemampuan kita ".
" Tidurlah yaaaang...Trexie butuh dokter handal , kamu menyayanginya kan , lakukan yang terbaik ."
" Baiklah mas....makasih ...".
Dina memeluk suaminya , dan berlabuh di dada bidang sang suami . Aldi memeluk.dan mengusap rambut Dina , wangi tubuh Dina , menjadi candu dan dia selalu rindukan disaat berbaring .Aldi tidak dapat hidup , jika jiwa nya pergi darinya , jiwa seorang Dina .
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Buat pejuang garis 2 merah, tetap semangat
tetap berdoa dan berusaha , berobat juga yah....
Karya ini mewakilkan perasaan campur aduknya
ketika kita mengalami masalah infertilitas , semoga semua indah pada waktunya .
Saya tidak mengalami hal seperti ini , tapi di sekeliling banyak mengalami masalah ini , semoga menjadi inspirasi dan kekuatan .
**My IG Christian lenny elisabeth
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment**