Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Come Back to Jerman


__ADS_3

Dengan penerbangan malam , Dina dan Arya mengambil perjalanan dengan pesawat kelas bisnis , Dina melarang Aldi menggunakan Jet pribadi , Dina bilang , lebih santuyyyy berbaur dengan banyak orang , Aldi hanya bisa patuh dengan nyonya Wijaya , hehehehe...bukan suami - suami takut isteri ,tetapi ladies first , lebih ke nyamannya seorang isteri itu seperti apa .


Setelah menempuh perjalanan , Mereka tiba juga di Jerman , Dina memperhatikan pemandangan Jerman sudah lumayan banyak berubah , sejak kepergiannya beberapa tahun , menempuh pendidikan dan pengobatan di Rusia .


Sambutan mama dan papa Aldi sungguh menanti kepulangan anaknya yang sudah merantau sekian tahun .


" Mama dan papa bahagia , akhirnya brewok mama pulang....ujar Mama Aldi ".


" Gak brewok lagi maaa.....," ujar Aldi tertawa .


" Hmmmm......tetap aja mantan brewok , retina mama sampai rusak karena melihat kumalnya penampilan kamu , tapi lihat....kamu di sulap di pesta Aisyah , dapat bonus lagi , bisa kawin mendadak , mujur banget sih brewoknya emak.....".


Dina tertunduk menahan tawa nya .


Dina memperhatikan rumah keluarga Aldi sudah sangat banyak berubah , sejak kedatangannya terakhir , sewaktu masih berpacaran dengan Aldi, Dina beberapa kali pernah menginjakan kaki rumah ini .


" Kalian gak boleh tinggal di apartemen , gak boleh pisah rumah dengan mama dan papa....".


" Please maaaa.....kalau mama gini , keluarga Dina juga komplain , mereka kalau kesini kan sungkan juga , baiknya adil ma....kami tinggal di apartemen , siapa aja bisa berkunjung ".

__ADS_1


" Jangan di apartemen , di rumah mama aja...kamu juga kan mau S3 , pendidikan , mama gak mau Dina sunyi , kamu sibuk...., mama juga sunyi , mbak Ratih dan mbak Elsa mu sehari hari datang , hanya membawa jagoan mereka saat weekend semua ngumpul disini ,sehari hari sibuk ngurusi anak mereka sekolah dan les sana sini, itu sudah keputusan mama dan papa , mama dan papa ingin hari tua kami dekat dengan anak dan cucu . Apa kamu lebih mau , Dina sendirian di apartemen ? "


" Kami bicarakan dulu ya ma...baiknya gimana .Tapi yang pastinya rumah kami kan ada di samping mansion ini , pemberian dari mama dan papa , dan rumah dari kakeknya Dina juga ada , di paling sudut . Jarak mansion juga kan gak gitu jauh dengan mansion keluarga Dina .


Aldi lebih suka tinggal di kediaman sendiri ma , lebih leluasa buat kami berdua .Kami juga bisa mandiri .


" Benar...toh juga gak jauh - jauh.....," ujar sang papa .


" Istirahat la nak...bawa isterimu ke kamar , dia nampak kelelahan , " ujar sang mama.


Mama mengusap rambut Dina . Dina pun pamit mengikuti langkah Aldi .


" Mama sedih melihat Dina pa....dia gadis yang baik , pintar , membanggakan , humble dan gaul , mama nyaman punya menantu sebaik Dina . Dalam doa mama selalu mendoakan mereka , agar mereka memiliki keturunan , melengkapi kebahagiaan mereka . Mama tau...Dina juga mengharapkan bisa memberi kita keturunan ."


" Hahahaha...benar pa...seperti gak waras gitu . Makan , mandi gak teratur , urakan , beda dengan anak yang kita besarkan , tatapannya kosong , walau dia tetap berjuang demi bisa menolong Dina , dengan mengambil spesialis kandungan ."


" Lebih baik kita mendoakan mereka ma....jauh lebih baik , anak kita bisa sebahagia ini . Mama liat wajahnya berseri -seri , semangatnya sangat besar , dan arti hidupnya kembali ."


" Benar pa.....".

__ADS_1


" Jangan pernah singgung mengenai soal keturunan dengan Dina ya ma....itu sangat sensitif buat Dina dan Aldi . Kita hargai privasi mereka , papa yakin Aldi mampu mewujudkan mimpi mereka , dengan restu yang kuasa .Kita hanya perlu mendoakan mereka ."


" Pada Ratih dan Elsa juga mama sudah bilangin pa...juga pada keluarga besar , jangan menekan dan menayakan apapun soal keturunan pada Dina dan Aldi .Mama sudah bahagia mereka sudah selesai dalam pendidikan , membanggakan kita sebagai orang tua mereka ."


" Mama gak mau , sering di sebuah keluarga , ketika tidak punya keturunan , tanpa di cek selalu menyudutkan wanitanya dengan kata - kata mandul , yah harus periksa dong , siapa yang bermasalah. Sesudah tau yang bermasalah siapa , yah di cari solusi , bukan menekan dan menyudutkan , sakit banget diposisi seperti itu .Toh tehnologi juga udah maju ."


" Coba ya bu...seperti teman papa , gitu dia yang bermasalah , keluarga suaminya diam , dan isterinya bisa menerima kekurangan suaminya , tapi beda ketika teman papa wanita kuliah dulu , dia bermasalah , langsung keluarga suaminya paksa mereka bercerai . Sakit banget kan bu....di perbuat seperti itu . "


" Teman papa itu akhirnya mendapat jodoh yang mau menerima keadaannya , Tuhan itu baik bu , malahan mereka di karuniai anak kembar , setelah melakukan pengobatan kesana kemari , dalam dan luar negeri , mereka akhirnya di percayai Tuhan. Dan yang paling tragis teman papa itu sampai 3 kali kawin cerai , sampai sekarang belum punya keturunan . Berapa banyak hati yang dia lukai .Papa menyesal merintangi hubungan anak kita ma , dengan pertemuan papa dan teman papa , membuat mata hati papa , membuka pemahaman papa , semua atas se ijin Tuhan ."


" Makasih pa...papa mau ngerti in anak - anak. Mama sedih saat mereka berpisah , papa lihat perjuangan mereka selama ini , mereka tetap bersama . sejak dari SD , mereka sungguh - sungguh berjuang bersama , sangat sedih melihat mereka berpisah ."


" Papa bayangkan aja , ada seorang dosen begitu ganteng , terkenal , baik langsung melamar Dina , mau menerima keadaan Dina , membawanya berobati , apa gak putus asa Aldi pa...gak kebayang deh pa....untung pernikahan mendadak mereka berjalan mulus dan sang dokter ,berat hati melepaskan orang yang di cintai nya , kalau gak si brewok tetap seperti mummy dan brewoknya tetap terpelihara , dan dia akan berkelana gak akan pernah pulang - pulang dan membenci papa , ibarat musafir yang kehilangan arah , dan hampir menjadi bang toyip yang gak ingat pulang hehehehehe..., " ujar Sang isteri .


Semua sudah berlalu bu...semua sudah menjadi pembelajaran .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2