
Dina berjalan ke ruangannya , bersandar di dinding kaca , ruduk di lantai , hatinya begitu sakit kehilangan Sky .Sebelumnya Dina memeluk Trexie dan memberikan boneka barbie pada Trexie .Dokter Derren juga baru memberi mereka mainan tepatnya 2 hari lalu .
Dina teringat mereka ber 4 pernah piknik bersama , saat Sky pengen piknik , mereka bermain masak - masakan juga , Trexie sangat bahagia , Sky bermain robot dan mobil - mobilan .
Dina merasa ada yang hilang dari hatinya , besok pemakaman Sky , dilakukan di siang hari , Dina mendapat Wa dari mammy Derren , kembali Dina menangis .
Dina membaringkan tubuhnya di kamar ruangannya , mengunci rjangannya .Hujan semakin lebat , Dina hanya berbaring dan membenamkan wajahnya di bantal tidurnya , karena kelelahan Dina pun tertidur .
Dina terbangun , ketika hari sudah Sore , Dina mandi dan menukar pakaiannya , matanya masih bengkak , Dina memakai kaca mata ,untuk menyamarkan mata bengkak nya . Dina membeli makanan di kantin , membawanya ke ruangan Trexie .
Trexie memeluk Dina , terlihat bahwa Trexie tau Dina bersedih , Trecie membuka kaca mata Dina , menghapus air mata Dina .
" Sky....sudah menuju surga princes.....jangan sedih lagi ."
Dina mengangguk .
" Makanlah princes....",Trexie mulai menyuap Dina .
Dina mencoba mengunyah makanan dari Trexie , mencoba tersenyum dan tidak mau Trexie bersedih.
" Princess gak bertugas ?"
" Baiklah....cepat sembuhh....asti ada donor jantung buatmu Trexie...." ujar Dina .
Dina menyibukkan Diri mencek pasien nya . Dina mendatangi ruangan dokter Derren .
" Dok....bawa saya kempinggiran , saya mau berguru dengan profesor yang dokter katakan ".
" Dia sudah setuju , Saya akan bawa kamu , sesudah pemakaman Sky....Sky di makamkan dekat dengan rumah sakit tempat dokter Steve bertugas ."
" Bawalah keperluan kamu Din....kamu akan bekerja keras buat tesis mu , timbanpengalaman dari operasi yang dia lakukan ".
Dina sampai di apartemennya , men cas handphone nya . Dina memasukkan beberapa bajunya , serta keperluan lainnya .
Dina memakai dres hitamnya , dan memoles wajahnya , keceriannya sudah pergi sejak Sky pergi , Dina memegang dada nya , dadanya terasa perih .
Dina duduk di kursi yaman rjmah aakit , memandang suasana disana , teringat akan Sky yang menggandengnya berjalan , kelembutan Sky , Dina suka dengan sosok pria yang lembut , semakin keras seseorang , maka Dina akan semakin lebih keras , Dina selalu menyukai sisi lembut seseorang , karena tidak semua hal harus di selesaikan dengan kemarahan.
Dina berdiri dan menuju ruangan dokter Derren .
Dokter Derren berjalan berdampingan dengan Dina , Dina menghidupkan handphone nya , melihat Wa dari Bian , Dimas , dan Aldi . Dina membaca semua Wa , tanpa membalas satupun Wa.
__ADS_1
Dina dan Derren sudah sampai di pemakaman , kembali Dina menangis terisak - isak , Trexie juga hadir disana , tangan Trexie menggenggam tangan Derren .
Dina sangat kehilangan Sky .
Sesudah pemakaman , Dina dan dokter Derren menuju ke rumah sakit , Dina berkenalan dengan dokter Zein seorang profesor handal dalam bisang pembuluh darah dan jantung .
Dina membahas langsung tesis dan opini yang Dikemukakan Dina
"Dokter Zein menanggapi serta memberitahu dan mengatakan berbagai kasus yang di selidiki Dina ."
Dina terkejut melihat sosok teman kuliahnya dulu Wiliam Stenford , sosok yang pintar , tampan , IP selalu 4 .
" Hai....sapa Dina ".
" Hai.....," ujar William .
" Kamu bertugas disini ? ambil spesialis apa Will ? " tanya Dina .
" Iya...ambil spesialis anak , baru wisuda beberapa hari yang lalu ."
" Waw...aku kalah dari kamu , " ujar Dina .
" Hai Will apa kabar ? , sudah sangat lama gak bertemu ".
" Kamu disini ngapain Al ? apa bertugas disini ? "
" Lagi mengerjakan tesis , ada yang mau ditanyakan pada pfofesor Zein ".
" Oh...., " ujar William .
" Aku bertugas dulu ya Din...cek anak -anak ku dulu , " ujar William tertawa .
Dina mengetik dan menyimpulkan penjelasan dari dokter Zein . Dina di ajak dokter Zein menjadi asistennya selama 1 bulan , untuk memperdalam kemampuannya menangani pasien yang mengalami gangguan jantung .
Dina menyewa sebuah apartemen tidak jauh dari rumah sakit .
Sore ini , Dkna melakukan operasi , dokter Derren sudab kembali ke rumah sakit , dia terburu -buru karena ada pasien urgent .
Aldi me Wa Dina , isi Wa Aldi , dia tidak bisa menyusul Dina , karena tugas nya masih banyak , selain itu mempersiapkan kepindahannya di Rusia . Dina tidak membalas Wa dari Aldi .
Dina hanya memberitahu Aldi , dia bertugas di pinggiran Rusia .
__ADS_1
Terkadang kesibukan bisa membuat kesalah pahaman semakin dalam .Dina rajin mengunjungi makam Sky , Dina selalu membawa bunga buat Sky , terkadang termenung di sana .
" Sky adalah pasien ku dulu , tetapi , masalah jantungnya sangat kompleks , makanya di rujuk ke rumah sakit kota ."
" Dia hulk ku...., aku sangat menyayanginya . Kalau bosan seperti ini , dia selalu menemaniku , sangat berat tidak melihat kehadirannya , aku merindukannya ."
" Kamu menikah dengan Aldi ? gak rindu sama
dia " ? .
" Rindulah....".
" Tapi gengsi...." ujar William .
" Hehehehe....iya.....cewek kan semua gitu , cowok juga besar ego , " ujar Dina .
" Aldi titip salam sama kamu.....".
" Kamu masih berhubungan sama Aldi ? "
" Yupp....dokter anak dan dokter kandungan selalu sejalan Din...".
Dina kembali mendengar lagu di headset ,Dina memutar lagu Rewrite the star , lagu kesukaannya .
" Kamu terlalu di manja pakdos Derren ".
" Kamu nilainya gt ? terserah ...., " ujar Dina cuek .
Dina merasa sudah cukup bosan mengerjakan tesis nya .
" Kamu wanita aneh , ngerjain tesis di kuburan ".
" Kamu gak tau...hulk ku itu , semangat ku , udah dulu , ku mau balik ".
William hanya tersenyum melihat tingkah Dina .
Dina melangkah ke apartemen sewaan nya , Dina menekan tombol kamar nya , tiba - tiba tangan Dina di genggam seseorang , Dina menoleh dan terkejut .
💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment