
Kebersamaan itu menciptakan rasa terikat, namun kusadari itu hanya rasa perhatian yang bisa ku beri. Bukan rasa cinta atau menyukai.
Kurang apa sosok seorang pakdos Derren.Sudah bisa menerima kekurangan diriku saja , sudah luar biasa bukan ? apa yang aku cari lagi ? aku tidak tau diri,yahhhh benar . Aku tidak tau diri .
Tidak ada yang mau diposisi ini , ketika hatimu mencintai seseorang , bertahun tahun , berjuang bersamanya , harus hancur dalam satu diagnosa , kamu akan kesulitan mempunyai keturunan , dan kekasihmu putra tunggal . Gak akan ada orang yang mau diposisi ku bukan,. Kau tidak menyalahkan papa nya yang tidak merestui hubungan kami , aku juga cukup tau diri . Ku ingin selalu marah pada diriku,, membenci diriku , mengapa mencintainya sedemikian dalamnya,.
Di lorong rumah sakit , Dina dan Derren berjalan beriringan,. Operasi kali ini sungguh membutuhkan waktu lumayan lama . Tadi pasien sempat denyut jantungnya terhenti .Terlihat dokter Derren begitu berjuang tanpa menyerah. Dina juga berperan penting saat operasi tadi . Para perawat salut dengan mereka berdua . Kondisi pasien sabil hingga pasca operasi .
" Kamu lelah Din?" ujar dokter Derren .
" Lumayan mas ."
" Wajah mas juga sangat kelelahan ," ujar Dina .
Dina memasuki ruangannya , memotong beberapa mangga dan membuat jus dengan blender portebel nya .
Derren sangat suka jus mangga . Dina suka jus strawberry .
Sejak operasi , Dina selalu mengkonsumsi makanan sehat dan juga sering minum jus . Pasiennya selalu mengirimkan aneka buah , bunga dan coklat . Selalu di hari jumat , bunga penuh dari para pasiennya , cokelat juga . Dina sering berbagi pada para rekan kerjanya . Kalau bunga dia selalu pergi ke tempat pengobatan para lansia . Beberapa kakek menjadi pasangannya berdansa . Dia dijuluki pacarnya opa opa . Bukan opa opa korea , hehehe.....
Dina mencuci blender portebelnya , kemudian memotong strawberry dan di campur dengan yogurt . Biasa jus nya tanpa gula .
Derren tersenyum melihat mimik Dina yang menahan asam dari jus strawberry .
" Pengagummu sangat banyak ," ujar Dokter Derren .
" Opa - opa korea juga ," ujar Dina tertawa .
" Kamu membuat suasana rumah sakit menjadi gaduh,suasana berubah menjadi lebih bersemnagat dan lebih hidup ."
" Terkadang bosan dalam perkuliahan,jadi sedikit kegaduhan gak masalah mas....," ujar Dina .
" Kita berangkat besok pagi aja ya Din....gak usah nanti malam,mas sudah rubah jam terbang kita
, " ujar Derren .
__ADS_1
",Baiklah....," ujar Dina .
Derren memeluk Dina dari belakang . Terasa tubuh dina sangat kaku .
Derren tersenyum .
" Kamu seperti batang kayu,tidak pernah bereaksi . Sampai segitunya , " ujar Derren dalam tawanya .
" Kalau dalam pelukan Aldi , reaksi kamu gimana yaaang ? " tanya Derren .
" Mas......mulai deh....hidup bukan untuk di perbandingkan mas . Reaksi tubuh akan sama dengan reaksi hati , jangan berharap dari orang yang punya banyak kekurangan ini mas...jangan....," ujar Dina .
" Setiap manusia terlahir tidak ada yang sempurna Din...mas juga seperti itu . Kita mempunyai pasangan , yang akan menyempurnakan hidup kita ," ujar Derren .
" Istirahatlah mas...Dina mau cek pasien dulu,udah jam tugas ," ujar Dina.
Dina pun keluar dari ruangan nya . Kebiasaan dokter Derren memang terkadang sangat suka berbaring di ruangan Dina . Kalau para perawat bilang kami pasangan sweet banget .
" Heran sweetnya dimana , aku sering mencuekin pakdos Derren . Soalnya aku super sibuk,ambil spesialis kebayang 2 spesialis sekaligus . Mau main-main nilai anjlok gak dehhhh . Ini perjuangan ku.Aku ingin kembali kedua orangtuaku , bahagia melihat torehan prestasi yang aku ukir .
Dina duduk di sebuah kursi di taman .Ini tempat fovoritnya . Dina memandang cincin yang disematkan dokter Darren . Berapa kali Dina meminta mereka mengakhiri pertunangan mereka , namun dokter Darren memeluknya dengan erat , sambil mengatakan, beri dia waktu . Sebenarnya Dina sangat sedih melihat mimik wajah Dokter Derren , tapi Dina gak bisa membohongi kata hatinya . Bagaimanapun dokter Derren banyak membantunya selama ini . Bukan gak berusaha mencintai dokter Derren , aku juga gak munafik , dokter Derren sangat memperhatikanku , memanjakan , tapi namanya hati , hatiku sudah sejak lama terpenjara dalam sebuah nama . Walau aku meminta untuk berpisah dengannya , tapi soal mencinta tidak ada yang tahu hati ini . Tapi Derren cukup tau , dia bisa melihat apa yang bisa aku berikan , aku teramat lelah .
Aku ingin,selesai dalam spesialis ku yang beberapa bulan lagi , aku ingin sendiri , melewati hidupku . Aku sudah menghubungi emak Rina melalui Bian , aku menyuruh Bian yang berhubungan dengan nya,minta dia menggambar sebuah rumah buatku , detail mendekor sebuah rumah impianku . Dan rumah itu dalam pengerjaan , aku memilih Bali sebagai tempat ku membeli sebuah rumah. Setiap bulan , keuntungan perusahaan akan masuk ke rekeningku , aku juga masih disibukkan mengecek laporan penjualan , juga laporan keuangan.sang pangeran ngamen , sudah move on,setelah patah hati karenaku , dia bertemu dengan seorang wanita berasal dari Thailand , dan akan menikah beberapa minggu lagi .
Kalau mengingat kejadian saat kami patah hati berdua , tawaku dan tawanya pasti memecahkan kesunyian . Konyol banget....dia patah hati karenaku , aku patah hati karena Aldi . Hari patah hati kami sama . Aku bahagia dia bisa menemukan cinta kembali.Mungkin bagi sebagian orang , jatuh cinta kembali sangatlah mudah , tapi tidak bagi ku . Aku hanya tersentuh sedikit dengan perhatian dan kasih sayang seorang dokter Derren . Tapi untuk rasa cinta,aku sangat minim .
Aku tidak ingin menyakiti dokter Darren lebih lagi. Aku ingin sendiri , menjadi wanita tanpa hidup dengan bayang - bayang siapapun .
Aku bisa menghabiskan waktu ku berjam jam di kursi ini . Bahkan kursi ini sampai di lebel,kursi dokter Dina Dinata . Setiap perawat atau dokter , biasa melihatku hanya sekedar duduk , atau terkadang bermain biola atau bermain gitar .
Para dokter , bahkan sering mendekatiku , walau ku tunangan dokter Darren . Mereka bilang,belum nikahan , jadi masih bisa ngejar . Pengakuan mereka begitu .
Sebuah tangan memeluk badanku,aku pun menoleh,.
" Sudah wangi ," ujar Dina .
__ADS_1
" Brewok nya sudah memanjang lagi , "ujar Dina .
" Hmmmm.....besok aja bantuin rapiin ya...," ujar Derren ."
" Hmmmm.....tumben gak jadi pengamen
hari ini," ujar Derren .
" Gak ada yang nyumbang mas...," ujar Dina tertawa.
" Awal bulan depan , Mas Dimas menikah di Thailand . Move on juga dia mas dengan wanita Thailand ".
" Kamu kapan move on nya Din ? " ujar Derren tersenyum .
" Gak tau deh....payah nih operasi aja pakdos,biar bisa move on ," ujarku .
" Yukkk pulang,nih udah gerimis ," ujar Dokter Derren .
Dokter Derren menggandeng tanganku,dia menyuruhku memeang payung .
" Gak romanyis banget sih mas .,Payungnya harusnya mas pegangin ."
" Gak....gak bisa meluk kamu ," ujar nya .
" Dasar modus ," ujarku .
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like
vote
koment
happy reading dan salam sehat
__ADS_1