
Dina melihat sang suami barusan duduk di salah satu kursi di ruangan Aula terbuka rumah sakit .
Dina tersenyum memandang sang suami , Aldi juga membalas senyuman sang isteri .
Pimpinan rumah sakit membuka konfrensi pers , Dina bingung kenapa dia harus di sana duduk , Dina hanya menyimak setiap kata dari pimpinan rumah sakit , kemudian saat beberapa dokter senior yang mempunyai spesialisasi jantung , mengutarakan opini -opini mereka . Dokter Jonathan menerangkan proses pengoperasian itu, kedala dan kesulitannya dimana , juga menerangkan penanganan tadi di bantu oleh asistennya .Ternyata pasien tersebut pejabat penting pemerintahan.
Jonathan mempersilakan Dina berbicara .
" Penanganan tadi hanya sedikit kerumitan , saya pernah menangani kasus operasi seperti ini juga , kasus nya lebih fatal , saat kondisi jantung pasien terluka akibat gempa , tapi semua bisa kami atasi . "
Seorang media lalu berujar .
" Apakah anda dokter jantung wanita Rusia , yang berlari di lorong rumah sakit , melakukan operasi dengan persetujuan pimpinan rumah sakit karena keadaan darurat dan kacau akibat gempa , sedangkan anda belum menamatkan spesialisai anda ? "
" Anda Dokter Dina Dinata buka ?....maaf dok...saya tidak mengenal anda , karena satu tahun lalu , rambut anda sangat pendek , juga tidak se feminim ini , walau masih selalu mengenakan sepatu kets , " ujar sang wartawan .
" Benar...saya dokter yang enerjik , Dina tertawa. "
" Memang saya ",ujar Dina menunduk.
Dokter disana pun terkagum , karena sudah menjadi pembicaraan hangat , beberapa pasien dalam kasus rumit, Dina bisa atasi dengan kemampuan yang memang dimilikinya, tidak semua dokter berbakat sepertinya .Dan Dina di kenal dengan nama wonder woman from Rusia .
Aldi melewatkan menonton berita , Aldi baru tau sebegitu kerasnya Dina berjuang demi menyelamatkan pasien .
Aldi tidak pernah melihat Dina dengan rambut pendeknya , Aldi mencari nama rumah sakit tempat Dina bertugas , mencari foto 1 tahun lalu , Aldi sangat terkejut saat melihat rambut Dina benar - benar sangat pendek , banyak sekali penghargaan yang diperoleh Dina di rumah sakit, juga banyak foto - foto Dina dan dokter Derren .
Ada juga video adegan Dina berdansa dengan beberapa kakek dan nenek yang lanjut usia , foto - foto buket bunga , coklat yang selalu menjadi tranding topik di rumah sakit tersebut .Banyak juga terdapat foto Dina dan rekan rekannya menjalankan misi kemanusiaan , mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat dj perumahan kumuh .
Aldi juga terkejut melihat caption hari ini , pasiennya menunggui Dina , juga bunga - bunga memenuhi ruangan Dina , para perawat membagikan bunga - bunga itu pada para pasien, seperti yang Dina lakukan .
Memiliki Dina , adalah kado terindah untuknya , Aldi bangga melihat keberhasilan Dina.
Sesi tanya jawab sudah selesai , para awak media meminta para dokter dan pimpinan berpose , sebenarnya , Dina tidak begitu suka acara seperti ini , tapi mata dokter Jonathan melotot ketika Dina permisi ke toilet , Dina berbisik , dokter Jonathan tidak menginginkannya beranjak barang sedetik pun .
__ADS_1
" Kamu pikir bisa mengelabui dan menghindar , kamu terkenal karena selalu tidak mau ter ekspose , harusnya kesempatan seperti ini kamu ambil buat karir mu ."
" Aku gak butuh pencitraan , ini tugas ku dan aku menjalankannya . Dasar dokter suka pamer , " ujar Dina menatap dengan pandangan gak suka.
Setelah selesai , Dina menuju ke kursi Aldi .
" Ternyata kamu pernah potong rambut seperti cowok ya? "
" Hm.....pernah , 1 tahun lalu , maklum lagi patah hati ".
" Tapi beneran mas baru liat IG rumah sakit tempat kamu bertugas , hmmm....banyak banget pengagum mu Din... dan sejak kamu tunangan ,kamu gak pernah ngirim apapun, hilang d telam bumi ".
" Maklum mas , selebriti kelas teri , hehehehe...."
" Mas masih ada operasi jam 2 , mau tungguin ? ".
" Baiklah ...ini juga mau merampungkan tugas , mau nemui dokter Jonathan bentar , dokter super galak , " ujar Dina.
" Dia sangat disiplin , kamu tadi telat , makanya tanduknya keluar semua ".
Aldi tertawa .
" Berani???? langsung masuk koran lo , besok ".
" Sabar....tapi memang pakdos Derren the best , care, hamble , pengertian , baik , tampan , bekarisma , ....".
" Trusssss......apalagi...," ujar Aldi dengan nada cemburu .
" Kenapa gak milih dia ya ??? " 🤔🤫🤔🤫.
" Serius yaaang ? " tanya Aldi .
" Gak mas....becanda...hehehehehe....ngambek sampai segitunya ".
__ADS_1
" Mas kalau udah dengar nama pakdos Derren , dah kening berkerut , wajah ketat, pandangan kesal , dan rambut seperti dragon ball karena mas akan kebiasaan mengacak rambut ".
" Saingan berat ,hehehehehe..." ujar Aldi .
" Lapar...,.makan yukkkk".
" Hmmmm.....di seberang yuk , lumayan enak steamboat nya ".
" Okayla kalau begitu , let' s go honey.....".
" Minta di trafktir ? manis banget....".
" Mas apa gak tau pepatah....: uang suami, yah uang isteri, uang isteri...yah milik isteri juga , wkwkwkwkwk ".
" Hmmmm.....baiklah.....nih dompet mas, nanti Dina yang bayar ya...ujar Aldi , kenapa sampai sekarang gak pakai kartu yang mas beri ? " .
" Dina masih belum butuh , keperluan Dina ada dari gaji Dina , ada dari hasil transferan perusahaan kakek , ada dari papa ".
" Sumber transferan komplit , gak kebayang kaya nya isteri mas ini ".
" Jangan ngejek , mas adalah orang yang selalu ada di saat Dina kere , hmmm....kita ngolah cafe and resto, dapat uang saku , udah senang banget , apalagi pak bos nya tampan dan baik , betah kerja sama dengan pak bos ,hehehehe."
Aldi dan Dina tertawa mengenang masa - masa perjuangan mereka .
Yah...Aldi yang selalu ada buat Dina , sesulit apapun mereka selalu bersama , saling mendukung .
💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏💑💏
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1
My IG Christian Lenny Elisabeth