Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Malam Perpisahan 2


__ADS_3

Sepulang teman temannya , Dina bersipa siap untuk memenuhi undangan keluarga Aldi . Dengan pakaian terbaik yang dia miliki,dia berdandan seadanya .


Mama dan papa masih di dalam kamar.Dina mengetuk pintu kamar kedua orangtuanya.


" Ma.....pa....kita jadi pergi kan ".


" Jadi nak...masuk saja ," ujar papa .


Kulihat mata mama sembab , dan pandangan mata mama sedih .


" Mama kenapa ? " tanyaku .


" Mama gak apa apa sayang...," ujar mama memelukku .


Papa sudah memakai pakaian kemejanya . Papa juga memelukku erat .


" Nak....sebenarnya cincin yang kamu pakai , cin cin hadiah dari nenek mu , ibunya papa . Nama ibunya papa Ratih Dinata , nama dinata disematkan dari kakekmu . Namanya Bima Dinata ," ujar Papa .


" Dulu...papa dan mama tidak mendapat restu dari kakek dan nenek . Tetapi ketika papa akan keluar dari rumah , nenek mu memberi cincin yang kamu pakai buat ibumu . Itu cincin turun temurun .Tadi tante dan om sepupu papa mengabarkan , bahwa kakek mu sedang sakit.Mereka akan berangkat ke Jerman . Suatu kebetulan yang di susun Tuhan , kalian akan tinggal di kota yang sama . Kakek mu belum menerima kita nak . Tapi papa akan menemuinya malam ini. Jadi kamu dan mama saja yah yang ke acara undangan keluarga Aldi . Tadi papa sudah menelepon papa nya Aldi , minta maaf pada beliau ."


" Iya Pa...gak apa apa ," ujar Dina .


" Maaf ya nak , karena kamu terlahir dari rahim mama , kalu tidak di terima di keluarga papamu . Maaf kan mama , " ujar mama sedih .


" Ma...memiliki mama dan papa sudah jauh lebih dari cukup . Ini semua jalan cerita hidup kita ma . Mama dan Dina sangat bahagia . Kita memiliki papa yang mau berjuang bersama sama dengan kita , papa yang bertanggung jawab , papa yang perhatian . Dan mama sangat bahagia,tidak pernah mengeluh dengan keadaan kita ."


" Makasih sayang...anak papa sangat pengertian . Sifatmu banyak menurun dari papa dan mama , " ujar papa Chris .


" Papa antarin kalian dulu ya nak , kita berangkat bersama sepupu papa , kemudian papa berangkat ke Jogjakarta ."


" Baik pa....Dina meraih koper papanya ."


" Pa....Besok Dina akan berangkat . Papa jangan kawatir , restu papa dan doa papa menguatkan Dina . Dina ngerti , papa bukan gak mau mengantar Dina , tapi urusan kakek dan nenek jauh lebih penting saat ini ."


" Ini ada papa tabung tabung uang , buat pegangan kamu di Jerman nak ."


" Gak usah pa....hadiah dari sekolah dan pemerintah menjadi bekal Dina pa...., itu lumayan banyak ".


" Papa jaga mama ya.Jaga kesehatan . Dina akan menjaga kesehatan dan diri disana . Papa dan mama akan sangat Dina rindukan ."


Air mata Dina pun mengalir .


" Dina janji , akan pulang dan menjadi anak yang berhasil . Bisa membuat bangga mama dan papa ," ujar Dina .


" Papa dan mama menyayangimu nak . Maaf karena keadaan papa seperti ini,kamu harus hidup dalam keadaan seadanya ".

__ADS_1


" Papa ngomong apa sih...Dina bahagia jadi anak papa ."


Mereka pun memasuki mobil sepupu papa .


" Din....kamu besok ke Jerman ya ."


" Iya tante Tiara," ujar Dina .


" Tante bangga sama kamu Din . Mama mu pandai mendidikmu . Kamu berjuang dengan keterbatasan papa dan mama mu . Tante selalu mendoakanmu nak . Pandai pandai jaga diri , ini ada tante beliin beberapa keperluan kamu disana . Tante bahagia memiliki ponakan sepertimu. Kamu tau nak.... tante berlimpah harta , tetapi anak anak tante banyak mengecewakan tante . Mereka salah dalam pergaulan . Mereka sampai kena narkoba nak,Tuhan masih baik . Mereka saat ini sudah berubah menjadi baik . Sejak papa mereka sakit,mereka berubah . Kedua anak tante sudah bekerja dan sekarang peduli pada tante dan om kalian . Tante sudah memberi fotomu pada mereka . Kamu save nomor ini nak , mereka sepupumu.Kakek kalian bersaudara . Papa mu anak tunggal ."


Dina pun men save nomor sepupunya .


" Nak....om sepupu papa kamu juga,dari saudara kakekmu nomor 2 . Kakek kalian 2 laki laki dan 3 perempuan.Anak om ada 3 orang , semuanya cowok.Ini foto mereka , om Lucas pun menunjukkan ketiga foto anaknya . Ini nomor mereka juga.Save juga . 2 anak om ada di Jerman,satu perempuan dan satu laki laki . Satu pembisnis , 1 nya lagi dokter jantung dan berada di Canada ."


Dina pun men save nomor mereka .


"Om sudah memberi tau mereka tentang keberadaanmu di Jerman . Om juga mengirim foto mu pada mereka ."


" Om sudah menitipkan beberapa keperluanmu , nanti mereka yang akan datang menemuimu . Mereka anak anak yang baik ."


Mama banyakan diam di dalam mobil . Mama sangat minder dengan keluarga papa dan masih merasa bersalah , karena mama , papa dan keluarga besarnya terpisah .


Papa memelukku dengan erat . TanteTiara memberikan sebuah paper bag besar.


" Makasih tante...," ujar ku .


Om Lucas juga memelukku . Sepupu papa yang selalu peduli sama papa ada beberapa orang.


" Om akan datang saat kamu sudah menjadi dokter handal . Kamu berhutang sama Om okey. Belajar yang giat . Kalau ada kendala , jangan sungkan . Kamu memiliki mas dan mbak disana , Om juga sering sama tantemu berkunjung disana ," ujar Om Lucas .


" Makasih Om ."


Dina tetap memandang sosok papanya.Sambil berjalan bergandengan dengan mamanya.Sosok papa nya masih berdiri melihatnya .


Dina kembali berlari memeluk sang papa.


" Pa.....jaga kesehatan ya....beberapa tahun Dina gak pulang . Papa jaga mama ya...," ujar Dina.


" Ya nak . Kamu dan mamamu sangat papa sayangi . Makasih sudah menjadi anak kebanggaan mama dan papa . Terima kasih sudah menjadi anak yang pengertian.Kamu yang terbaik sayang ."


" Papa pergi dulu ya nak.Nanti pesawatnya terlambat ," ujar papa .


Dina pun mengangguk dan melambaikan tangannya .


Dina dan mama memasuki restoran . Sudah ada Aldi di depan pintu .

__ADS_1


" Masuk Bu....Din...," ujar Aldi .


" Lama banget datang nya Din.Udah laper nihhh seloroh Aisyah ".


" Papa ku berangkat ke Jogja Syah . Besok gak ngantar . Maklum aku lagi melow...," ujar Dina .


" Kenapa tiba tiba Din..," ujar Aisyah .


" Ada urusan keluarga ," ujar Dina .


Mereka pun masuk . Mama dan orangtua lainnya berbaur . Para orang tua mereka sudah akrab . Soalnya kalau anak mereka berkumpul , mereka saling menginfo . Kalau ada kegiatan anak juga saling memberi info . Kalau pengambilan rapot , mereka bertemu . Sudah seperti keluarga juga.


Aldi menatap Dina . Hatinya begitu bahagia bisa kuliah satu kampus bareng Dina .


Wajah Dina sangat cantik . Bibir tipisnya,hidungnya yang mungil . Dan mancung . Wajar Dina menjadi idola di sekolah , selain pintar juga baik dan ceria . Tidak pernah mengeluh apapun keadaannya , mau sesulit apapun Dina sangat tekun dan ulet .


Penampilan Dina sederhana tetapi sangat anggun .


Visual masa masa mereka pertama kali dekat dan membentuk geng kecebong . Tidak terasa sebentar lagi mereka akan menjadi mahasiswa .


" Al.....Din....jangan pernah lupakan kita kita yah...," ujar Aisyah dengan wajah sendih .


" Lohhh kok elu hanya bilang sama Aldi dan Dina aja . Jadi elu mau lupain gue yang cakep ini? " ujar Melani .


" Hmmmmm....enggak loh Mel . Pokoknya semuanya jangan pernah bubaran yah kelompok kecebong kita , " ujar Aisyah .


" Iya...iya...," ujar Dina memeluk Aisyah .


" Kalau sibuk tetap kabarin ya . Bagus bagus di negeri orang . Al...


jagain Dina ku ya . Aku ingat kata orang orang kakak kelas gitu ada yang usil . Kamu jagain Dina.Dina tuh memang tangguh . Tapi terkadang manja nya kumat , ingatin juga sering makan . Kalau udah ke asikan belajar lupa jaga kesehatan ".


" Siap mak Syah....," ujar Aldi .


" Jangan buang kesempatan . Pepet terus gebetanmu Al . Nanti ada kakak kelas , kamu kesulitan lohhhh . Maklum pengagum gebetanmu banyak ," ujar Aisyah terkekeh .


" Sipppp...," ujar Aldi .


Alya hanya tersenyum . Sambil melototkan matanya pada Aisyah .


🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁🐭🐁


Happy reading


Jangan lupa like

__ADS_1


Tinggalkan jejak


Koment


__ADS_2