
Pagi ini , Aldi dan Dina berjalan berbarengan , Dina menjinjjng tas laptopnya , banyak pandangan perawat , pasien dan para dokter melihat kedua sosok yang sangat memikat .
Aldi mengecup dahi Dina , setelah memasuki ruangannya .
" Selamat belajar sayang..."
" Hmmm....".
" Mas gak takut , aku terpikat sama Aldi ? "
" Saingan terberat itu pakdos ...Jonathan gak ada apa - apanya , " ujar Aldi santai .
" Tau dari mana ? hayooo".
" Kamu suka dengan laki - laki smart , perhatian , lembut , penyayang , bertanggung jawab dan menjadi diri sendiri ."
" Ihhhh...sampai segitunya mengkaji sifat Dina mas....menggemaskan deh...".
Dina mencolek hidung sang suami .
" Kamu semakin manja sayang......".
" Hmmmm...gakkkkk.....".
" Iyaaa..." , ujar Aldi sambil tertawa .
" Ku pamit dulu mas, biar selesai nih urusan
tesis ".
Dina memeluk Aldi , mengecup kedua pipi Aldi , Dina merapikan kemeja sang suami kemudian mencium tangan Aldi .
" Tumben manis banget yaaaang...gula merah kalah dehhhh ".
" Lama - lama bisa diabetes ...," ujar Aldi .
" Ihhhh.....meledek istri itu dosa...".
" Pipi mu merah yaaang....mirip tomat ".
Dina menutup wajahnya .
Aldi memeluk sang isteri sambil mengusap punggungnya .
" Udah ahhhh...bye mas ...".
Dina mengambil laptopnya dan menyandang tas nya .
" Nihhh...tangkap... " ,Dina melemparkan permen lolipop buat suaminya .
Aldi tersenyum . Dulu sewaktu Dina dan Aldi berpisah , Aldi sangat sering membeli permen lolipop , teringat kebiasaan Dina , kalau udah mulai sibuk dan menyita pikiran , selalu memakan permen lolipop .
__ADS_1
Dina lupa menayakan ruangan dokter Jonathan pada Aldi . Dina menanyakan pada seorang perawat , dan sang perawat mengantarkan Dina ke depan ruangan dokter Jonathan .
Dina mengetuk pintu itu, buru - buru melemparkan permennya ke dalam tong sampah , takut kena marah , di anggap gak sopan. Sangat beda kalau bimbingan dengan dokter Derren , nyantai , mau makan permen , mau garuk2 dan rambut acak -acakan , no problem , dokter Derren memang the best...,dalam hati Dina .
" Masuk.....".
Dina melangkah memasuki ruangan dokter Jonathan .
Dina menunjukkan beberapa yang dia gak mengerti dan keruwetan kasus yang menjadi tesisnya .
Dokter Jonatan menerangkan dengan beberapa penjelasan , Dina mendengarkan . Dina berani beradu argument , jika menurut nya benar , maka dia akan menjelaskan dan menerangkan pendapatnya .
Jonathan mengerutkan dahinya .
Wanita ini benar - benar smart , memukau , dan limited edition .
" Saatnya ikut saya ke ruang operasi , ini berkas kasusnya , dari analisis yang kamu liat , apa kasus jantungnya ? "
" Penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) dan plak-plak lemak (cholestrol) yang menempel pada pembuluh darah akan menyebabkan tekanan darah tinggi, pengentalan darah juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi . Dan semua penyebab tersebut kan menyebabkan pompa jantung meningkat. Sehingga jantung sedang bengkak (hipertropi miokardium), itu menunjukkan jantung bekerja berat ."
" Hmmmmm.....benar , " ujar Jonathan.
" Bersiaplah ...." ujar Jonathan .
" Apa sudah pernah ikut terlibat dalam operasi jantung ? "
" Sering...." ujar Dina berkata apa adanya .
" Sering..." ujar Dina .
" Baiklah......kita liat , nyali dan kemampuan kamu di mana ," ujar dokter Jonathan.
" Suster , tolong bantu dokter Dina bersiap siap buat pelaksanaan operasi , dia masih awam di rumah sakit ini ".
" Baik dok..." ujar sang perawat .
Sang perawat tersenyum dan mengangguk , Dina mengikutinya ke sebuah ruangan .
Dina pun sudah bergabung dengan tim dokter . Mereka berdoa sebelum memulai operasi .
Dina di minta menjadi asisten dokter Jo dalam operasi saat ini , operasi ini tergolong sulit , pemimpin rumah sakit memperhatikan mereka secara langsung dengan beberapa dokter dan di antara dokter disana , ada Aldi duduk menyeruput kopi di cangkir nya .
Para dokter terkejut dengan cara kerja Dina yang begitu cepat dan cekatan , juga sangat hati -hati dalam bertindak , terlihat Dina sangat fokus , d3mikian juga dokter Jo . Dokter Jo sangat banyak terbantu dengan kemampuan Dina , Dokter Jo semakin kagum pada Dina . Sangat jarang dokter jantung , dokter bedah berjenis kelamin wanita ,umunya dokter spesialis wanita banyak mengambil spesialis anak, THT , gigi , kandungan .
Setelah 3 jam proses operasi , operasi itu sukses , dan Dina membersihkan tangannya , Dina menuju satu ruangan Disana Dina mandi membersihkan dirinya dan berganti pakaian .
Seorang perawat di perintahkan dokter Jonathan memanggil Dina begitu selesai bersih - bersih .
Dina memoles wajahnya dengan make up tipis , memakai sepatu kets nya , memoles lipstik natural ke bibir nya .
Dina terkejut saat melihat seorang perawat menunduk .
__ADS_1
" Dok...di tunggu dokter Jonathan di aula ".
" Maaf.... bisa antarkan saya ke aula ? saya masih awam dengan rumah sakit ini ".
Dina pun berjalan dengan sang perawat , Dina saling bercerita dengan sang perawat , mereka berpapasan dengan dokter Sarah . Mereka saling memandang , terlihat pandangan sinis dan tatapan tidak suka di mata dokter Sarah .
" Sus... dokter Sarah itu , dokter bagian apa ya ? "
" Beliau dokter bagian kandungan dok....".
" Saya mendengar banyak kicauan tentang beliau dan dokter Aldi . Apa mereka dulunya pacaran ? selidik Dian ".
" Sejauh yang saya tau..dokter Aldi gak pernah punya pacar dok, beliau hanya teman satu profesi , mereka sering membahas berbagai kasus pasien . Tapi saya juga pernah menyaksikan dokter Sarah mendekati dkkter Aldi , memeluk beliau , kejadian itu beberapa kali juga ke pergok sama beberapa perawat . "
" Reaksi dokter Aldi gimana ? "
" Dokter Aldi sangat cuek , dengan sekitar dok , jadi gak tau juga , hubungan mereka seperti apa . Apa dokter tertarik degan dokter Aldi ? "
" Kalau kamu disuruh milih...dokter Aldi atau dokter Jonathan , kamu pilih siapa ? " .
" Saya jelas milih dokter Jonathan la bu...beliau pemilik rumah sakit ini , beliau juga pemilik beberapa rumah sakit di beberapa negara , dokter Aldi dulu brewokan , gak terurus , sekarang aja baru pulang rapi , terurus . pak dokter Aldi pintar , sabar , cool dan banyak di sukai pasien , kalau sama pasien sangat ramah dok , kalau dokter Jonathan pemarah , djngin , ngomong seperlunya ."
Dina tersenyum . Kalau diliat dari sudut pandang perawat , yah menggambarkan kebenaran seperti ini , Dina tersenyum - senyum.
Dina berpapasan dengan dokter Aurick , dokter Smith dan dokter Frans .
Dina berbicara dan bergurau dengan mereka .
" Waduhhh...sampai kelupaan dengan sang perawat yang menarik baju Dina . Pamit dulu dok...kelupaan di panggil dokter Jonathan z , " ujar Dina.
Dina bergegas setelah sang perawat , menerangkan jalan menuju Aula yang tidak begitu jauh dari keberadaan mereka saat ini .
Dina berlari hingga mencapai Aula , Dina bengong melihat melihat di sana terdapat beberapa awak media dan beberapa dokter dan sepertinya terdapat pimpinan rumah sakit . Dina merapikan penampilannya , menghapus keringat di Dahinya , dengan sapu tangan di dalam jas dokter nya .
Seorang perawat menghampiri Dina dan menunjukkan sebuah kursi di samping dokter Jonathan .
Tatapan dokter Jonathan sangat tajam , keningnya berkerut . Dina membuang pandangannya .
Seram banget nih dokter , galak juga . Mana ada wanita yang betah dekat dengan dia , ujar Dina di dalam hatinya .
Memang sih aku yang salah, ngomong juga gak sampai 5 minit , toh ini satu dokter lagi juga terlambat dan baru bergabung , tapi mata nya
setajam silet....luar biasa. Sabar Di.....4 hari lagi , selesai tujuan , cabut dari rumah sakit singgah ini , dalam hati Dina .
🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️🤦♀️
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1