Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Rusia 2


__ADS_3

Aldi membawa Dina ke apartemen . Aldi tau mama dan papa nya akan tinggal beberapa hari di apartemen ini. Aldi mengatakan bahwa semua isi kulkas full karena mereka sudah berbelanja, agar mamanya jangan berbelanja lagi .


Dina mau mengganti baju nya, mengalami kesulitan membuka resleting belakangnya.


" Kenapa belum bersih - bersih, Din....koper mu ini. "


" Dina gak bisa buka resleting dres nya mas . "


Aldi mendekati belakang badan Dina.Memeluk Dina dan membuka resleting baju Dina.


" Malam ini kita akan malam pertama di Jet pribadi mas...ujar Aldi . Kita akan ke Rusia.....mas akan menemanimu beberapa hari disana, sebelum balik ke Canada . "


" Berapa lama lagi mas selesai spesialisnya ? . "


" 3 atau 4 bulan lagi yaaang...., ".


" Lama an Dina mas....., 5 atau 6 bulan lagi , ".


Aldi menyandarkan wajahnya di bahu Dina .


" Bersih - bersih Din...mas akan mandi di kamar mandi depan. Apa mau mandi sama ? Aldi menaik turunkan alisnya . "


Dina berlari menjauh dan segera menyambar handuk dan mengunci kamar mandi.


Aldi tersenyum dan menuju kamar mandi depan .


Dina tertegun, perubahan hidup seperti roller coaster , tidak pernah dia rasakan seperti saat ini . Pernikahan dadakan , mengejutkan dirinya . Restu yang di dapatkan , membuatnya tersenyum. Restu itu bagian dari setiap doa , karena orang tua perpanjangan tangan dari Tuhan.


Dina memakai celana denim panjang nya berwarna navy dan memakai baju tangan panjangnya berwarna putih . Terasa segar dan ringan memakai pakaian sesantai ini , Dina menggeleng - gelengkan kepalanya . Dia wanita yang sangat beruntung, gak perlu pakai perawatan segalanya, gak perlu sibuk - sibuk seperti Claudia, ada perasaan lega dalam hatinya .Tetapi Claudia ngoyop saat wajah Dina di make up seorang MUA.


Dina membuka Wa nya. Wa nya terdapat beberapa notifikasi .


Suara pintu kamar terbuka, otomatis Dina melihat ke arah pintu.

__ADS_1


" Ahhhhkkkkk..... jerit Dina menutup matanya dengan bantal sofa . "


Aldi hanya tertawa lalu mengambil kopernya . Belum pernah kejadian begini terjadi , selama mereka bersama sewaktu dulu .


" Jangan di tutup wajah nya Din.... banyak orang mendamba melihat nya, mas ini sudah sah secara agama dan hukum , sebagai suami mu sayang . "


Aldi menjatuhkan handuknya dan sengaja berganti pakaian disana .


" Kenapa gak pakaian di kamar mandi depan sih mas....," ujar Dina .


Aldi kembali tertawa melihat kelucuan isterinya. Aldi memeluk Dina , mengambil bantal dari tangan Dina .


Aldi mendekatkan dahinya ke wajah merona Dina .


" Makasih....sudah menjadi isteri mas, "....Aldi memeluk Dina sangat erat .


Perlahan Aldi menundukkan wajahnya, ******* bibir ranum Dina , perlahan .


" Kalau seperti ini, kita bakalan gak sampai - sampai Rusia....."


Aldi menghapus bibir Dina yang basah akibat ciuman panjang mereka .


" Yuk yaaang...,".


Aldi mengambil koper mereka , sebuah mobil menunggu mereka di bawah . Aldi memanggil taxi online menuju bandara .


Aldi memakaikan jaket dan syal pada Dina .


Petugas bandara mengawal mereka menuju ke jet pribadi Aldi .


Aldi dan Dina duduk berdampingan, Dina ditarik Aldi bersandar di dadanya yang bidang.Aroma tubuh Dina yang selama ini dia rindukan.


Aldi menusap rambut dan wajah Dina .

__ADS_1


" Apa sudah di vaksin HPV Din ? tanya Aldi. "


" Sudah mas...selesai operasi kista, beberapa saat kemudian sudah di suntik , 3 kali penyuntikan. Dengan jarak 0,2,6 bulan antara masing-masing dosis penyuntikan."


" Apa masih sakit jika haid?, " tanya Aldi .


" Kadang mau juga sakit mas, tetapi sudah sangat jarang ."


" Ada rasa takut dengan rentetan pengobatan, operasi itu menyisakan ketakutan, 15 kantong darah yang harus masuk ke tubuh Dina mas. Pendarahan sewaktu di operasi , sesudah operasi lama sadar, badan juga pucat seperti mayat . Semua mas Derren yang urus . Mama ,papa sama kakek sangat ketakutan. Sampai menyuruh angkat rahim saja , untuk menyelamatkan nyawa Dina. Dokter Derren gak mau, dia selalu ada di dalam ruang operasi saat itu. Kata rekan sesama dokter, mas Derren berusaha tenang , sampai nangis di ruang operasi, mas Derren sudah berjanji pada Dina, akan berjanji tidak sampai harus rahim Dina di angkat . "


" Dia sangat mencintai dan menyayangimu Din....sampai mau mengalah pada mas. Mas juga gak tau lagi, mau harus bagaimana memperjuangkan mu. Ingat yaaang...apapun, jangan pernah meninggalkan mas ."


Pesawat mengantarkan mereka ke Rusia, Dina tertidur dengan lelapnya.Hjngga sampai di Rusia, Dina masih tertidur, Aldi menggendong Dina ala bridal style .


Mereka sampai ke apartemen Dina, Aldi menyuruh asistennya menjemput mereka di bandara . Saat ini mereka sudab sampai di depan Apartemen.


Aldi mencoba menekan tanggal lahir Dina, salah, kemudian Aldi menekan tanggal lahirnya , dan apartemen Dina pun terbuka .


Aldi membaringkan Dina di kamar, membuka sepatu Dina dan juga jaket nya.


Dina tertidur sangat lelap. Aldo menukar bajunya dan berbaring memeluk Dina dengan erat.


Pengantin wanita sangat kelelahan jika sudah ada acara perkawinan.Mengenakan high heels dan juga dres serta riasan dan itu semua butuh energi yang super. Berbeda dengan pengantin pria, hanya memakai jas, simpel dan gak seribet wanita .


Sebelum menerima pemberkatan pernikahan, Dina sudah di make over seorang MUA yang di panggil sepupunya Claudia.Claudia gak mau hanya riasan Dina ala kadarnya, yang di rapikan Melani dan Aisyah. Kata Claudia , pernikahan satu kali se umur hidup, harus cantik dan berbeda.


💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏💏


Jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


__ADS_2