
Siang itu cuaca sangat mendung.Terlihat angin sangat kencang,Dina mengganti pakaiannya sesudah keluar dari dalam kamar mandi wanita.Dina memakai syal dari pemberian Aldi.Juga memakai blejer dan memakai jaket hangat di bagian luar berearna coklat muda.
William kebetulan juga baru keluar dari kamar mandi pria , memakai baju dan celana kantoran juga . Mereka saling bertatapan . Mereka pun sama sama tersenyum.
"Kamu...," ujar Dina.
"Selesai kuliah kerja rodi ,tawa kecil William pun terkekeh".
"Sama.Aku mulai bekerja rodi hari ini.Dan malam akan ikut kuliah bisnis,ujar Dina."
"Sampai bertemu Will...bye...ujar Dina".
"Bye...ujar William".
William melihat Dina selalu terburu buru ,menatap kepergiannya.
Terlihat Aldi menghampiri Dina.
"Din....maaf mas baru keluar,ujar Aldi".
"Dina pamit ya mas.Nanti pulang kantor pukul 4,Dina akan singgah di cafe.Dan pukul 6 akan ikuti kelas bisnis,ujar Dina".
Aldi mengambil Vitamin.
"Aaakkkk...ujar Aldi".
Dina membuka mulutnya.Aldi pun memasukkan satu butir Vitamin buat Dina.
Lalu Aldi memberi air mineral.Dina menelam vitamin nya.
"Makasih yaaaang...ujar Dina".
Aldi sangat senang di panggil sayang.
"Apa beb?ujar Aldi.....gak kedebgaran...ujar Aldi sengaja".
"Makasih sayaanggggg,ulang Dina".
"Hmm....sama sam yaaang...ujar Aldi."
"Ini....makan di jalan nanti,jangan telat makan,ujar Aldi.Aldi memberika 1 tempat makan buat Dina".
"Mas sudah makan?tanya Dina."
"Nih...ujar Aldi.Mas akan makan di ruangan istirahat.Sambil sama Alexa mengerjakan tugas kelompok,ujar Aldi."
William memandang ke arah Dina.William melihat Dina terlihat akrab dengan seorang mahasiswa pria.William hanya melihat adegan itu dari beberapa meter dari Dina dan pria tersebut.
Selama ini,William tidak pernah tertarik dengan siapapun.Sepintar apapun dan sebagaimana pun seorang wanita.Tapi pertemuannya tadi,begitu membekas.Dada William berdetak cepat.Selama ini William tidak mempercayai istilah cinta pada pandangan pertema.Tetapi ketika mengalaminya,William baru percaya.Ternyata hal itu memang ada.
Aldi menyentuh lengan Dina.
"A...aduh...ujar Dina".
"Tanganmu kenala yaaang?tanya Aldi".
" Gak kenapa kenapa, ujar Dina ".
" Mau nyoba bohong? tanya Aldi".
__ADS_1
" Dina menunduk.Tadi jatuh di dekat pertengahan tangga mas,ujar Dina".
" Lepas kan jaket, " ujar Aldi .
"Nanti sore ajaya...Dina liatkan.Udah di obati mas...." ujar Dina .
" Ya udah....nanti mas liat.Hati hati ya yang....jangan buru buru.Ini ke 3 kalinya jatuh di area kampus."
" Hmmm....maaf...," ujar Dina .
Aldi menepuk nepuk kepala Dina .
Sebuah mobil merapat dan berhenti .
Terlihat Bian sangatgagah dan tampan keluar dari sebuah mobil sport mewah menuju ke arah Dina.
Bian tersenyum .
" Mas...kenalkan...ini mas Bian Sepupu Dina . Anak pamana Lucas yang ketemuan sewaktu kita mau berangkat di bandara,ujar Dina".
"Bian...."
"Aldi.....".
"Kami pamit ya Al...ujar Bian.Masih banyak tugas buat nona muda".
"Okay Bian.Hati hati ya.Titip Dina , " ujar Aldi.
"Sipppp.....," ujar Bian .
Bian dan Dina pun memasuki mobil.Dina melambaikan tangannya pada Aldi.
Sesosok perempuan menghampiri Aldi. Menepuk pundak Aldi.
"Hai Al....jadikan kita menyambung tugas kelompoknya? tanya Alexa dengan sedikit manja".
" Yukkk di ruang tengah kampus. Ruang istirahat, " ujar Aldi .
"Baiklah...," ujar Alexa .
Di ruang istirahat , banyak mahasiswa dan mahasiswi yang makan , minum , sambil membaca , ada yang mendengarkan musik,ada juga yang mengerjakan tugas . Ruangan ini harus tenang. Jika mau bicara juga harus dengan volume suara minim.
"Kamu sudah makan? " tanya Aldi .
" Belum, bentar ya , tinggal ambil aja . Tadi udah mesan di kantin, " ujar Alexa .
Letak ruang istirahat berdekatan dengan kantin. Hanya memisahkannya sebuah area jalan.
Alexa mengambil makanan nya .
Mereka pun memasuki ruangan istirahat . Melihat kursi kosong , mereka pun menempatinya .
Alexa membuka streofom makanan nya .
"Gak baik makan fast food atau junk food , " ujar Aldi .
" Hmmmm....," ujar Alexa .
" Kita yang sabgat banyak mata kuliah,lab,kita yang butuh extra tenaga , jangan lalai perhatikan kesehatan. Rentan terkena penyakit berat . Kita sangat minim istirahat karena menghapalkan banyak hal , berkutat dengan buku buku tebal,ujar Aldi.Bukan mau menggurui, " ujar Aldi .
__ADS_1
" Siap bos...," ujar Alexa tersenyum .
Alexa sangat menyukai sifat Aldi . Aldinsangat penyayang , perhatian , di ajak ngobrol . Memang sedikit susahbkarena Aldi sangat irit kalau berbicara ."
Dina memakan makanan dari Aldi . Hatinya sangat menghangat . Aldi sosok pria yang sangat perhatian. Sejak SMP selalu memperhatikan Dina .
" Nasinya sepertinya enak...," ujar Bian .
" Mau ? Dina menyuap Bian ".
" Wuihhh enak banget. Nenek dulu sering masak gini , " ujar Bian .
" Nanti sore , antar Dina pulang , mas ikut aja ke cafe and resto Indonesia Food . Disana banyak aneka makanan asal Indonesia ," ujar Dina .
" Hmmm...boleh juga...," ujar Bian.
" Nanti aku recoment sama teman teman asal Indonesia ," ujar Bian .
" Mas....itu cafe milik Aldi . Teman Dina tadi , " ujar Dina.
"Dina selama ini bekerja disana.Aldi banyak membantu Dina selama disini , " ujar Dina .
" Dia pacar kamu? " ujar Aldi .
" Hmmm...baru pacaran 1 tahunan lebih mas..." ujar Dina .
" Kalau mas Bian...apa sudah punya pacar ? " tanya Dina .
" Kan udah mas bilang.Baru pisah, " ujar Bian .
" Berapa lama mas pacarannya ?" tanya Dina .
" 3 tahunan juga Din . Mas tipe setia loh...," ujar Bian .
" Kenapa pisah mas ? " tanya Dina .
" Mas kan sibuk , dia juga sibuk . Komunikasi kami semakin minim . Pertengkaran sering terjadi . Dia semakin protektif . Awalnya mas pikir karena memang dia sayang .Tetapi beberapa kali mas menemuinya mendadak di kantornya , mas melihat dia berdua bersama seorang pria.Mereka makan siang bersama , sangat dekat . Mas menyelidiki hubungan mereka ."
" Ternyata dia menduakan mas , sudah 3 bulan lamanya.Mas menasehatinya. Mereka pisah .Kami kembali memperbaiki hubungan kami . Mas minta pengertiannya karena kesibukan mas . Kenapa selama hampir 3 tahun dia mau menerima kesibukan mas , tetapi beberapa bulan tidak . Bian mengusap wajahnya ."
" Trus gimana mas ? " tanya Dina gak sabaran .
" Dia kembali mengulangi hubungannya dengan pria itu . Hingga mas mendapati mereka jalan dan menonton bersama . Dia mengatakan,pria itu lebih perhatian dengannya , lebih dari yang mas lakukan ."
" Mas pun minga pisah.Dan kamipun pisah secara baik baik . Kemudian...dia meminta mas kembali , mas tidak mau lagi . Dia buat mas sebagai permainan baginya.Ginilah akhir cinta mas . Mirip Cu pat kai , cinta memang penderitaan tiada akhir ."
Dina tertawa .
Dinna pun memasuki perusahaan kakeknya . Perusahaan Bian gedungnya bersebelahan dengan perusahaan kakek Dina . Dina mempelajari banyak hal . Dari Bian , Dina juga banyak mendapatkan penjelasan tentang laporan keuangan , menyusun laporan keunagan , menganalisis kontrak kerjasama dengan klien . Dina mencatat setiap hal yang dia kurang pahami . Kemudian staf pengajar menerangkan kepadanya . Karena Dina cerdas , semua itu sangat mudah di pahaminya . Sang kakek pun bahagia mendengar penjelasan Bian , beberapa staf dan staf pengajar Dina .
Tepat pukul 4 Sore , Bian mengantarkan Dina .
🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄🐃🐄
Jangan lula like
Vote
Koment
__ADS_1