Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Aldi Ngambek


__ADS_3

Celine sudah pulang dengan taxi online ke hotel , sedangkan Dina memandang handphonenya , mencoba mencari taxi online .Tiba - tiba sebuah suara meneriakkan namanya .


" Din...ayuk naik...".


Dina bengong , melihat dokter Derren berdiri disamping sebuah mobil .


Dina pun memasuki mobil tersebut .


" Mas mau melihat Villa kamu , kan udah janji ".


" Hmmm....baiklah .Tapi mas Aldi di rumah ".


" No problem kan...."


Dina hanya membuang pandangannya .


" Bisa pulang semalam ke hotel pakdos ?"


" Bisa....maps nya lagi bagus jaringan , coba kalau lagi lemot , kebayang , tiduran di jalan , hanya karena dugem 6 cewek cupu , " Derren tertawa .


Dina pun turun dari mobil dokter Derren .


" Mobil dari mana pakdos ?"


" Rental....kan cuma 4 harian , ini fasilitas dari seminar , " ujar Derren .


" Keren ahhhh....,kapan punya fasilitas seperti itu yahhhh, hehehehehe ".


" Kamu hanya butuh beberapa tahun saja Din , untuk di posisi saya , lanjutkan S3 nya , biar komplit ".


" Sebenarnya Dina sudah mengambil S3 pakdos , tapi sistim online selama ini , setelah pulang dari sini , Dina mau kuliah langsung saja , seminar ini membangkitkan semangat juang , kalau sistim online kan , gak kenal sama teman dan pak dos nya . Walaupun dalam perkuliahan online , ada juga beberapa kali pertemuan di adakan , sayangnya Dina melakukan operasi.,.jadi selalu gak datang di pertemuan ."


" Aldi apa tau kamu kuliah online S3 nya Din ?"


" Gak ada yang tau...hanya Bian .Karena ini inisiatif Bian yang daftarkan dan bayar semua , Dina juga terkejut , dan semua Bian rahasiakan dari keluarga , kami takut kena marah , karena se abrek banget rutinitas Dina ."


" Pakdos...maskin mie goreng...lagi pengen nih....".

__ADS_1


" Nanti si brewong tambah ngembek...,"


" Please....susah lama gak masakin , kangen mie goreng nya pakdos ."


" Yuk...masuk...".


Dina memang sudah menyuruh bibk membeli keperluan dapur , dan sudah membeli mie di pasar , mi vegetarian dalam kemasan kering ,dan tinggal disedu, lalu di tumis .


" Nih pakdos , buruan masak ."


" Siap masak , saya bakal ubrak abrik kediaman rahasiamu ini , juga pingin punya sebuah tempat rahasia senyaman ini , memanjakan diri , dari kesibukan , perlu juga , hehehehe....".


Dina menyuruh dokter Derren memasak mie goreng , Dina teringat , dulu sewaktu mereka bersama, dokter Derren memang sering memasak sesuatu buat Dina .


Pakdos Derren tertawa karena guyonan dari Dina .


Aldi menatap kebersamaan itu , Aldi sangat cemburu . Aldi kembali ke kamar tidur , duduk di teras , meredam rasa cemburu nya .


Dina dengan lahap memakan mie buatan pakdos Derren .Derren sampai tertawa melihat mimik Dina seperti kelaparan .


" Tempat yang menyenangkan....ujar dokter Derren ."


" Sebenarnya tempat ini , sudah gak begitu nyaman , penyusup membeli tanah sebelah , dan dia membangun juga villa nya disini ."


" Penyusup siapa ? ".


" Mas Dimas la....sang pengamen....".


" Kalau dia ada disini , pasti lebih sibuk dan heboh .Untung mas Bian gak bilang , kalau gak , bukan ketenangan yang ada pakdos , malahan keributan ".


Derren pun tertawa ngakak .Inilah Dina , selalu lucu , dan kalau cerita pasti buat guyonan , suasana santai dan gak membosankan .


" Ehhh...si brewok gak nampak nih...".


" Tadi udah ngintip , naik lagi ke atas , biarkan aja , laki - laki ngambeknya parah . Dianya kalan bareng cewek , boleh . Giliran pakdos datang kesini , wajahnya super mengerikan ."


" Kamu liat dari mana ?"

__ADS_1


" Pantulan kaca , tuhhh...tunjuk Dina menahan tawa ."


" Mau ke lantai 2 pakdos ? "


" Boleh ....," ujar Derren .


Dina menunjukkan beberapa tempat , ruangan nonton , ruangan keluarga .


Dina mengeluarkan dari sebuah laci lemari , sebuah drone .


" Dina membawa dokter Derren ke rooftop , nih pakai punya nya bian , " ujar Dina .


" Keingat dulu kita sering main drone di rumah sakit , karena bosan , " ujar Derren tertawa .


Dokter Derren mengoperasionalkan drone nya , terlihat dokter Derren begitu piawai .


" Sini pakdos , saat nya menunjukkan kepiawaian , percuma udah dilatih pakdos , hehehe...." .


Dina pun dengan piawai mengolerasionalkan drone nya , Dina sengaja menyusuri sekitar balkon kamar mereka , Dina tersenyum , pasti brewoknya disana , Dina mengintip di sebuah sudut , memutar balik Drone nya , sedangkan dokter Derren tertawa melihat aksi Dina .


" Brewok nanti tambah marah , dia tau kamu masuk club , udah langsung terbang pada saat itu juga , kamu kebayang kawatirnya dia ."


" Sama dengan pakdos ....,"ujar Dina tersenyum .


" Andai kita duluan ketemu , bakal seperti apa yah cerita kita , " ujar Dina .


" Apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu Din.... ? " .


Dina terdiam.


πŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€πŸŒΏπŸ€


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2