
Kumencintaimu....
Kamu dan kenangan
Melepasmu
Apa ku masih mampu melakukan itu?
Bukankan semua akan berlalu
Semua telah terjadi
Coba tanya hatiku
Bermimpiku pun tidak pernah
Menginginkan kisah kepiluan ini
Bila rasa ini rasa menahan
Rasa cinta yang ku jaga
Selama ini hanya untukkmu
Tuhan tolonglah hapus nama dia dari hatiku
Kisah cinta ini takkan mungkin terjadi
Tidak bisa lebih dari ini
Saat aku yakin
Dia orang yang paling membahagiakan
Tetapi aku salah
Rasa ini tak bisa berubah
Namun kusadari akhirnya
Ku tetap sendiri
Dina duduk di balkon . Hujan begitu deras dan dia hanya memandang tetesan air hujan .
" Kenapa termenung....," ujar Bian .
" Kamu yakin mampu melakukan acara nanti malam ?" tanya Bian .
Dina mencoba tersenyum . Dan kembali menatap Bian,.
" Tenang saja . Ini caraku agar semua terhenti . Sudah saat nya berhenti Bi....
," ujar Dina.
" Aku gak menyangka , kisah kalian akan berakhir . Aku tidak yakin dia memilih jalan untuk mengakhiri , tapi jalan itu yang kamu pilih sendiri Din...," ujar Bian .
" Berjuanglah....dan sembuhlah....mas tau selama ini kamu sudah lelah berjuang , Mas tau apa yang membuatmu bertahan sampai saat ini , kamu berjuang agar bisa menggapai cita citamu . Berobatlah sampai sembuh . Jangan pikirkan apapun,jangan stres , mas akan mendoakanmu. Mas akan mengunjungimu ."
" Beneran yahhhh...janji adalah hutang . Dina akan merindukan mas dan pengamen jalanan itu , ujar Dina sambil terkikik . Dina juga merindukan burung kenari yang berteriak melengking ".
" Semua kamu beri nama.Kalau burung kenari datang,jeritannya 5 oktav ," ujar Bian tertawa .
" Sini...matamu mas kompres ," ujar Bian .
__ADS_1
" Tumben begitu derasnya hujan ini , tiba tiba berhenti . Apa kamu pakai pawang hujan Din ?tanya Bian ".
" Enak aja.,Tanya aja kakek , mana tau orang sepuh gitu panggil pawang ," ujar Dina .
Bian mengompres mata Dina dengan kain lembab .
",Mata indah suamimu akan kamu liatin malam ini ," ujar Bian .
" Bukan suami , masih tunangan , okayyyyyy...," ujar Dina .
" Cinta sebuah pelarian panjang . Kamu akan kelelahan karena cinta ini ," ujar Bian .
" Tidak akan lelah, jika pakdos menemani ," ujar Dina mencoba bergurau,.
",Mulai ya...nakalnya....ku lapor Aldi baru tau rasa...," ujar Bian .
" Jangan Bi...jahat banget siii. Jangan bilang siapa siapa okayyyy....rahasia kita berdua, " ujar Dina .
" Seyakin itu kah melupakan ? " ujar Claudia .
" Burung kenari sudah mulai bercicit ,hati hati....,":ujar Bian .
Mereka tertawa .
" Kamu panggil pawang hujan dari mana Clau
?" ujar Bian .
" Dari Turki, " ujar Claudia asal .
"Jitu amat . Hujan gitu deras bisa berhenti,ujar Bian terkikik ketawa ".
" Ya bisala...tu nanya loli buang undewear di atap . Mungkin gak becuci
1 mingguan . Langsung stop deh...," ujar Claudia tertawa terbahak bahak .
" Baiklah.....matamu untung masih bisa diselamatkan . Kalau gak bisa luntur kecantikan mu ," ujar Claudia .
Dina memasuki hotel yang menjadi tempat acara tunangannya dengan dokter Derren . Dina memakai baju pilihan dokter Derren . Seorang MUA merias Dina .Tidak berias saja Dina sudah cantik dan dipuja banyak pria , apalagi dipoles dengan sedikit make up dari seorang MUA , hasilnya sangat memukau,.
Dina sudah selesai berias,, dia kembali meng upload video di IG dan di Youtube nya . Sebuah pelukan tiba -tiba menghampirinya .Dina menoleh .
Dia melihat dokter Darren sangat tampan dan gagah dalam balutan pakaian yang dia pilih . Kulit dokter Darren yang sedikit kecoklatan , memberi kesan maskulin . Wangi parfumnya yang khas juga membuat siapaun terpesona .
",Kamu sangat cantik Din....," ujar Derren .
" Makasih mas...gak ada uang receh...," ujar Dina .
" Uang kertas juga gak apa -apa...," ujar Derren .
" Apa masih nangis?" tanya Derren .
" Gak...,":ujar Dina tersenyum .
" Hmmmm....mulai saat ini kamu harus lebih banyak tersenyum , " ujar Derren mengusap rambut Dina .
Dina pun mengangguk .
Derren memeluk Dina . Berusaha menenangkan kegundahan hati Dina .
" Acara akan dimulai,kita sebentar lagi keluar ," ujar Derren .
Dina mengangguk .
__ADS_1
Sebuah dekor yang sangat indah , keluarga Derren persembahkan buat Dina . Banyak bungaΒ mawar berwarna warni , bunga kesukaan Dina , menghiasi setiap meja dan panggung . Dina terkejut Derren mengetahui semua hal kesukaannya,.
Desainnya sangat mewah dan elegan .
" Kamu suka bunganya Din ? " tanya Derren .
" Sangat suka . Mas...ini kan musim dingin, dapat bunga dari mana mas ? " .
" Sebanyak ini lagi," ujar Dina heran .
" Rahasia...tapi beneran Din...mewujudkan ini butuh usaha ," ujar Derren tersenyum .
" Makasih ....," ujar Dina .
Banyak tamu terheran melihat bangaknya bunga dan befoto di hiasan acara mereka .
Derren menggenggam tangan Dina . Menatap Dina penuh dengan cinta . Malam ini Dina baru tau , Derren tau apa makanan kesukaan Dina , tau kebiasaan Dina , tau jenis kopi kesukaan Dina .
Sang MC memanggil orang tua Derren , Nenek Derren , Derren memiliki hanya seorang nenek . Kakek Derren sudah meninggal beberapa tahun lalu .
Kemudian MC Memanggil kakek dan nenek Dina , juga kedua orangtua Dina . Semua keluarga duduk di kursi paling depan .
Para tamu bertepuk tangan . Relasi bisnis Derren dan keluarga nya banyak datang . Juga relasi kakek dan nenek Dina , serta teman papa dan mama nya,.
Derren memasangkan sebuah cincin pada jari manis Dina,. Kemudian Derren mengecup dahi Dina . Dina terkejut dengan aksi Derren . Derren juga memegang tengkuk Dina dan memberikan sebuah ciuman singkat pada Dina . Dina hanya terdiamΒ menunduk saat banyak tepuk tangan dan kicauan mengganggu Derren .
Derren tertawa dan berbisik .
" Kamu mendapatkan first kiss pertama dari mas Din...," ujar Derren .
Dina melotot menatap Derren .
" Beneran ? " tanya Dina .
" Yuppppp...hanya kamu yang pertama merasakan bibir mas...," ujar Derren .
" Ganteng gini gak pernah pacaran ? " ujar Dina .
" Susah buat pacaran Din . Mas susah menyukai seseorang . Saat suka bisa pula wanita nya punya tambatan hati . Saat free ya langsung di pepet deh...," ujar Derren tersenyum menaik turunkan alisnya ".
Dina tersenyum mendengar perkataan dokter Derren . Dokter Derren selalu pintar mengubah suasana hatinya . Acara pun selesai . Terlihat papa dan mama Aldi menghampiri Dina .
Dina memberi pelukan pada mama Aldi .
" Slamat ya Din....," ujar mama Rina terbata bata .
" Makasih mak...," ujar Dina .
"Slamat buat mu Din...," ujar papa Damar .
Dina pun mengangguk .
Dina menahan perasaannya . Meremas gaun nya . Darren pun menerima ucapan selamat dari mama dan papa Aldi .
Kakek memeluk Dina . Nenek juga tersenyum melihat cucunya .
" Semoga kalian selalu diberi umur panjang dan bahagia selalu,, ujar sang kakek dan nenek ".
Begitu juga dengan keluarga Darren memeluk erat dan sangat bahagia melihat Dina sudah bertunangan dengan cucu mereka .
πππππππππππππππππ
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment