Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kita Pisah?


__ADS_3

Tanpa terasa , kuliah percepatan mereka telah rampung . Mereka wisuda menjadi dokter muda.Dan mereka akan menjalankan koas . Dina mendapat koas di salah satu rumah sakit besar , sama dengan tempat Aldi dan Melani . Sedangkan Dewa di rumah sakit yang berbeda .


Malam itu , Dina weekend bersama ke tiga sepupunya . Kakek sangat unik memberikan mereka pengawalan yang ketat dan tidak melarang mereka mengunjungi sebuah club . Kepala Dina mau pecah mendengar hinggar binggar musik .


Dina risih dengan baju sexy yang dipilih Claudia . Kakek tertawa melihat Dina saat mati matian gak mau ikut jika harus mengenakan busana sexy . Sang kakek memberi kebebasan kepada cucunya , menikmati masa muda mereka . Tetapi dengan batasan yang sudah di sepakati .


Akhirnya Dina memakai dres hitam elegan . Tetapi memakai apapun,Dina sungguh luar biasa .


" Aduh Bi...kepalaku cenut cenut nih.....please dehhhh aku butuh udara segar ," ujar Dina .


" Bian, Claudia dan Dimas tertawa ."


Dimas sangat tampan malam ini . Banyak mata wanita meliriknya .


",Kamu butuh nafas buatan?ujar Dimas berbisik di telinga Dina ".


" Tuli deh....bukan nafas buatan,tetapi....udara segar....," ujar Dina mengeja .


Dimas mengalungkan tangannya di bahu Dina .


" Mas sangat tertarik dengan mu Din...," ujar Dimas .


" Apaan sih mas.Kita itu sepupuan ," ujar Dina .


" Kamu gak tau Di....aku itu anak rekan kakek kamu,. Dari kecil aku sudah dekat dengan keluarga kakek . Saat perkenalan kamu nanti , mama dan papaku bakal datang ," ujar Dimas .


Bian tertawa,, begitu juga Claudia .


",Dimas naksir sama kamu , sejak dia melihat kamu , mengajari kau bisnis bersama Bian ," ujar Claudia .


" Kamu sangat beruntung Din...di kelilingi cowok yang rela melakukan apa saja demi kamu," ujar Claudia .


Tanpa Dina duga , sebuah tangan menggenggam tangan Dina. Dina terkejut saat menatap wajah Aldi .


" Kenapa kamu bisa disini Din....ujar Aldi kelihatan sangat marah ".


" Kamu juga kenapa ada disini? " tanya Dina balik bertanya .


" Aldi menunjukkan seorang wanita dan beberapa teman lelaki dan wanita di sebuah meja ."


" Aku bersama mereka," ujar Aldi .


" Dina bisa mencium wangi alkohol dari mulut Aldi .


" Aku baru tau , kamu itu seperti apa ma. Dina duduk di luar ruangan di rooftoff club tersebut ".


",Kamu minum bukan ? " ujar Dina .


" Mas kesepian , kamu tidak pernah di apartemen lagi ."

__ADS_1


" Ketika Akya tidak bersama mu . Berapa banyak wanita menemanimu mas?," tanya Dina .


" Mereka hanya di kenalkan mama dan papa pada mas . Mama dan papa hanya mendekatkan kami . Semua terserah mas . Mas menolak , tetapi mereka ngotot ."


" Dina tertawa . Terlalu lemah kamu mas menjadi seorang pria ," ujar Dina . Pernikahan bisnis kamu butuhkan bukan ? tidak menikah dengan keluarga biasa seperti diriku ," ujar Dina .


"Jalan kita sudah jauh berbeda . Baik nya kita pisah saja ," ujar Dina .


"Tidak...tidak...," ujar Aldi menggenggam tangan Dina .


" Lepaskan tangan kotormu mas . Berapa banyak tangan yang telah kamu sentuh," ujar Dina.


" Kamu salah Din...mereka bukan siapa- siapa. Mas tidak memberitahu pada mama dan papa tentang hubungan kita . Mas takut kakek dari mama mas akan menentang hubungan kita , " ujar Aldi .


" Lebih baik aku tau dari awal mas. Selamat tinggal . Berbahagialah dengan pilihan keluargamu mas," ujar Dina .


" Tidak...apapun kamu mas menerima," ujar Aldi


"Tidak....dunia kita berbeda ," ujar Dina . Kita pisah baik - baik . Semoga kita masih bisa menjadi sahabat,ujar Dina ."


" Kamu dengan siapa kesini?," tanya Aldi .


" Dengan sepupuku mas...," ujar Dina. Mereka disana .


" Permisi...," ujar Dina .


"Mas tidak akan pernah menganggap kita pisah,ujar Aldi".


Dina berbisik pada Claudia . Dina memeluk Claudi . Dimas menarik Dina ke dalam pelukannya . Menggenggam tangan Dina dan membawa Dina ke dalam mobilnya . Aldi sangat terkejut melihat perlakuan Dimas . Hatinya begitu perih dan sangat takut kehilangan Dina . Aldi mengerjar Dina , tetapi beberapa orang bodyguard menghalangi langkahnya .


Dimas melihat Dina menangis .


" Dia pacar kamu?tanya Dimas ."


Dina hanya diam . Dimas pun melaju membawa Dina ke sebuah jembatan dimana terlihat pemandangan malam .


" Lupakan dia...kamu bisa mendapatkan lebih dari dia, " ujar Dimas .


Dina hanya Diam menangis sesegukan .


",Jangan nangis.....besok akan ada pesta pertemuan relasi bisnis . Kakek akan meminta kita hadir ," ujar Dimas .


" Besok pukul 7 malam , kamu mas jemput ," ujar Dimas .


" Claudia?" tanya Dina .


" Dia akan bersama Bian," ujar Dimas,.


" Baiklah...." ujar Dina .

__ADS_1


" Kita pulang mas...," ujar Dina .


Dina tidak mengangkat dan membalas Wa dari Aldi .


Dina menutup matanya. Kembali mengalir air matanya di pipi.


Dina masih mengingat kata kata kakek nya Aldi saat mama dan papa Aldi mengenalkan Dina diparkiran kampus dengan seorang kakek . Kakek Dimas terlihat tidak mengacuhkan Dina dan memandang Dina sepele . Sejak saat itu Dina cukup tau diri .


Semua itu tidak luput dari laporan bodyguard kepada kakek Dina . Kakek Dina sangat sedih melihat cucu nya di sepelekan .


Besok Adalah acara , dimana papa dan mama Dina akan datang , demikian juga keluarga besar mereka sekaligus para relasi bisnis . Kakek sudah merencanakan semua . Dina dipaksa kakek membawa mobilnya . Dan kakek mengultimatum Dina membawa mobilnya besok ke rumah sakit. Dina pasrah . Kakek sangat tidak mau ditolak.Di usianya yang sudah lumayan berumur , Dina dan papa sebisa mungkin menuruti perkataan sang kakek .


Pagi itu , Dina mengendarai mobil sport menuju rumah sakit . Semua dokter,perawat terbengong melihat sosok Dina keluar dari mobil mewahnya . Dina memakai topi hitamnya . Sang bodyguard mendekat dan permisi melepas topi Dina . Sang Bodyguard pun kembali siaga di seputaran rumah sakit .


Melani sampai melongo melihat sosok Dina keluar dari mobil mewah tersebut .


",Din....please....apa apaan sih...beneran ini kamu Din...sejak kapan kamu semakmur ini ?" tanya Melani .


" Sttttt.....ini paksaan kakek ku Mel....," ujar Dina menunduk .


" Kamu seperti kisah cinderella.Berubah dalam semalam ," ujar Melani tertawa .


" Sudah...kita sekarang tugas kan, di UGD ," ujar Dina .


Terlihat Dina menangani berbagai kasus di UGD .


Ketika sudah sore , Dina pun beranjak akan pulang.


" Ikutan dong mobil kamu Din....aku gak bawa mobil.Mobilku mogok , tadi aku naik taxi , ujar Melani ".


" Baiklah....yuk..," ujar Dina .


Dina pun melajukan mobilnya . Di jalanan mobilnya menjadi sorotan publik .


Dina turun dan menghampiri mobil Melani . Menelepon bodyguard nya .


" Tolong bawa ke showroom mas Bian . Betulkan dan antarkan kesini," ujar Dina .


" Baik nona muda ,"ujar mereka .


Aldi terkejut milihat Dina memeluk Melani dan memasuki mobil limited edition .


" Kamu berutang penjelasan Din...," ujar Melani".


" Hmmmm....Besok kita cerita deh ....," ujar Dina .


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa like

__ADS_1


vote


koment


__ADS_2