
Tanpa terasa , kuliah percepatan mereka telah rampung . Mereka wisuda menjadi dokter muda.Dan mereka akan menjalankan koas . Dina mendapat koas di salah satu rumah sakit besar , sama dengan tempat Aldi dan Melani . Sedangkan Dewa di rumah sakit yang berbeda .
Malam itu , Dina weekend bersama ke tiga sepupunya . Kakek sangat unik memberikan mereka pengawalan yang ketat dan tidak melarang mereka mengunjungi sebuah club . Kepala Dina mau pecah mendengar hinggar binggar musik .
Dina risih dengan baju sexy yang dipilih Claudia . Kakek tertawa melihat Dina saat mati matian gak mau ikut jika harus mengenakan busana sexy . Sang kakek memberi kebebasan kepada cucunya , menikmati masa muda mereka . Tetapi dengan batasan yang sudah di sepakati .
Akhirnya Dina memakai dres hitam elegan . Tetapi memakai apapun,Dina sungguh luar biasa .
" Aduh Bi...kepalaku cenut cenut nih.....please dehhhh aku butuh udara segar ," ujar Dina .
" Bian, Claudia dan Dimas tertawa ."
Dimas sangat tampan malam ini . Banyak mata wanita meliriknya .
",Kamu butuh nafas buatan?ujar Dimas berbisik di telinga Dina ".
" Tuli deh....bukan nafas buatan,tetapi....udara segar....," ujar Dina mengeja .
Dimas mengalungkan tangannya di bahu Dina .
" Mas sangat tertarik dengan mu Din...," ujar Dimas .
" Apaan sih mas.Kita itu sepupuan ," ujar Dina .
" Kamu gak tau Di....aku itu anak rekan kakek kamu,. Dari kecil aku sudah dekat dengan keluarga kakek . Saat perkenalan kamu nanti , mama dan papaku bakal datang ," ujar Dimas .
Bian tertawa,, begitu juga Claudia .
",Dimas naksir sama kamu , sejak dia melihat kamu , mengajari kau bisnis bersama Bian ," ujar Claudia .
" Kamu sangat beruntung Din...di kelilingi cowok yang rela melakukan apa saja demi kamu," ujar Claudia .
Tanpa Dina duga , sebuah tangan menggenggam tangan Dina. Dina terkejut saat menatap wajah Aldi .
" Kenapa kamu bisa disini Din....ujar Aldi kelihatan sangat marah ".
" Kamu juga kenapa ada disini? " tanya Dina balik bertanya .
" Aldi menunjukkan seorang wanita dan beberapa teman lelaki dan wanita di sebuah meja ."
" Aku bersama mereka," ujar Aldi .
" Dina bisa mencium wangi alkohol dari mulut Aldi .
" Aku baru tau , kamu itu seperti apa ma. Dina duduk di luar ruangan di rooftoff club tersebut ".
",Kamu minum bukan ? " ujar Dina .
" Mas kesepian , kamu tidak pernah di apartemen lagi ."
__ADS_1
" Ketika Akya tidak bersama mu . Berapa banyak wanita menemanimu mas?," tanya Dina .
" Mereka hanya di kenalkan mama dan papa pada mas . Mama dan papa hanya mendekatkan kami . Semua terserah mas . Mas menolak , tetapi mereka ngotot ."
" Dina tertawa . Terlalu lemah kamu mas menjadi seorang pria ," ujar Dina . Pernikahan bisnis kamu butuhkan bukan ? tidak menikah dengan keluarga biasa seperti diriku ," ujar Dina .
"Jalan kita sudah jauh berbeda . Baik nya kita pisah saja ," ujar Dina .
"Tidak...tidak...," ujar Aldi menggenggam tangan Dina .
" Lepaskan tangan kotormu mas . Berapa banyak tangan yang telah kamu sentuh," ujar Dina.
" Kamu salah Din...mereka bukan siapa- siapa. Mas tidak memberitahu pada mama dan papa tentang hubungan kita . Mas takut kakek dari mama mas akan menentang hubungan kita , " ujar Aldi .
" Lebih baik aku tau dari awal mas. Selamat tinggal . Berbahagialah dengan pilihan keluargamu mas," ujar Dina .
" Tidak...apapun kamu mas menerima," ujar Aldi
"Tidak....dunia kita berbeda ," ujar Dina . Kita pisah baik - baik . Semoga kita masih bisa menjadi sahabat,ujar Dina ."
" Kamu dengan siapa kesini?," tanya Aldi .
" Dengan sepupuku mas...," ujar Dina. Mereka disana .
" Permisi...," ujar Dina .
"Mas tidak akan pernah menganggap kita pisah,ujar Aldi".
Dina berbisik pada Claudia . Dina memeluk Claudi . Dimas menarik Dina ke dalam pelukannya . Menggenggam tangan Dina dan membawa Dina ke dalam mobilnya . Aldi sangat terkejut melihat perlakuan Dimas . Hatinya begitu perih dan sangat takut kehilangan Dina . Aldi mengerjar Dina , tetapi beberapa orang bodyguard menghalangi langkahnya .
Dimas melihat Dina menangis .
" Dia pacar kamu?tanya Dimas ."
Dina hanya diam . Dimas pun melaju membawa Dina ke sebuah jembatan dimana terlihat pemandangan malam .
" Lupakan dia...kamu bisa mendapatkan lebih dari dia, " ujar Dimas .
Dina hanya Diam menangis sesegukan .
",Jangan nangis.....besok akan ada pesta pertemuan relasi bisnis . Kakek akan meminta kita hadir ," ujar Dimas .
" Besok pukul 7 malam , kamu mas jemput ," ujar Dimas .
" Claudia?" tanya Dina .
" Dia akan bersama Bian," ujar Dimas,.
" Baiklah...." ujar Dina .
__ADS_1
" Kita pulang mas...," ujar Dina .
Dina tidak mengangkat dan membalas Wa dari Aldi .
Dina menutup matanya. Kembali mengalir air matanya di pipi.
Dina masih mengingat kata kata kakek nya Aldi saat mama dan papa Aldi mengenalkan Dina diparkiran kampus dengan seorang kakek . Kakek Dimas terlihat tidak mengacuhkan Dina dan memandang Dina sepele . Sejak saat itu Dina cukup tau diri .
Semua itu tidak luput dari laporan bodyguard kepada kakek Dina . Kakek Dina sangat sedih melihat cucu nya di sepelekan .
Besok Adalah acara , dimana papa dan mama Dina akan datang , demikian juga keluarga besar mereka sekaligus para relasi bisnis . Kakek sudah merencanakan semua . Dina dipaksa kakek membawa mobilnya . Dan kakek mengultimatum Dina membawa mobilnya besok ke rumah sakit. Dina pasrah . Kakek sangat tidak mau ditolak.Di usianya yang sudah lumayan berumur , Dina dan papa sebisa mungkin menuruti perkataan sang kakek .
Pagi itu , Dina mengendarai mobil sport menuju rumah sakit . Semua dokter,perawat terbengong melihat sosok Dina keluar dari mobil mewahnya . Dina memakai topi hitamnya . Sang bodyguard mendekat dan permisi melepas topi Dina . Sang Bodyguard pun kembali siaga di seputaran rumah sakit .
Melani sampai melongo melihat sosok Dina keluar dari mobil mewah tersebut .
",Din....please....apa apaan sih...beneran ini kamu Din...sejak kapan kamu semakmur ini ?" tanya Melani .
" Sttttt.....ini paksaan kakek ku Mel....," ujar Dina menunduk .
" Kamu seperti kisah cinderella.Berubah dalam semalam ," ujar Melani tertawa .
" Sudah...kita sekarang tugas kan, di UGD ," ujar Dina .
Terlihat Dina menangani berbagai kasus di UGD .
Ketika sudah sore , Dina pun beranjak akan pulang.
" Ikutan dong mobil kamu Din....aku gak bawa mobil.Mobilku mogok , tadi aku naik taxi , ujar Melani ".
" Baiklah....yuk..," ujar Dina .
Dina pun melajukan mobilnya . Di jalanan mobilnya menjadi sorotan publik .
Dina turun dan menghampiri mobil Melani . Menelepon bodyguard nya .
" Tolong bawa ke showroom mas Bian . Betulkan dan antarkan kesini," ujar Dina .
" Baik nona muda ,"ujar mereka .
Aldi terkejut milihat Dina memeluk Melani dan memasuki mobil limited edition .
" Kamu berutang penjelasan Din...," ujar Melani".
" Hmmmm....Besok kita cerita deh ....," ujar Dina .
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa like
__ADS_1
vote
koment