
Papa Aldi yaitu Damar , dan mama Rina saling diam sejak pembicaraan keluarga . Mama Rina sibuk bersama 6 orang cucunya . 3 anak dari Ratih dan 3 anak dari Elsa . Mereka punya 3 vcucu perempuan dan 3 cucu laki laki .
Anak Elsa ke 3masih berusia 5 bulan , sedang lucu lucunya.,Anak cowok yang sangat tampan , wajahnya seperti Elsa .
Mama Rina menghapus air matanya . Tidak terbayangkan perjuangan anaknya dan Dina selama ini . Mereka berjuang menjadi yang terbaik . Saling bersaing dalam nilai . Membuka cafe dengan usaha sendiri sampai punya 3 cabang, bahu membahu . Dada nya terasa sangat sakit memikirkan itu semua. Kenapa harus terjadi seperti ini,hatinya teramat sakit. Dia menginginkan cucu dari anak laki lakinya juga, tetapi tidak tega juga memisahkan anaknya dengan kekasih yang begitu baik , dan mau berjuang bersama . Belum tentu orang lain seperti yang Dina lakukan .
Aldi terlihat sangat kacau,. Papa nya barusan menelepon bahwa dia lulus untuk mengambil spesialis di Canada . Papa nya menganjurkan Aldi mengambil spesialis bedah , tetapi dia mengambil spesialis kandungan .
Aldi siang itu berjanji bertemu dengan Aisyah . Aldi bilang dia punya masalah sangat rumit dengan Dina .
Mereka pun bertemu di cafe milik Aldi .
" Masalah apa yang kalian alami Al....," tanya Aisyah serius .
" Dina terkena Kista. Di diagnosa akan susah mempunyai keturunan ".
" Apaaaaa...jerit Aisyah . Tidak terasa air mata Aisyah jatuh dengan sendirinya ."
" Papaku...menentang hubungan kami. Karena aku berencana melamar Dina ."
" Apaaaaa ?????? kembali Aisyah menjerit dalam keterkejutannya ."
" Aku tidak peduli Syah....aku mencintai Dina. Aku berjuang bersama Dina selama ini . Ada atau tidak ada anak , bagiku tidak menjadi masalah . Tapi papa menentang , sedangkan mama dan mbak ku menerima Dina,."
" Mbak Elsa berbeda pendapat dengan mbak Ratih. Aku sangat kacau...," ujar Aldi .
" Sementara aku tidak tau...Dina masih merahasiakan akan mengambil spesialis di negara mana," ujar Aldi .
" Aku harus berangkat 3 hari lagi Syah . Aku harus bagaimana ," ujar Aldi .
" Kamu seorang laki laki.,Pikirkan perasaan Dina dan ribet juga kamu harus mikirkan perasaan papa mu. Bagaimanapun kamu anak semata wayang. Kalau kamu memang mengambil resiko,kamu harus bisa bersama Dina sampai akhir . Jangan pernah kamu memilih Dina dan menyia nyiakan Dina jika kalian tidak memiliki keturunan . Aku bksa ngasah pedang samurai bungggg...," ujar Aisyah .
__ADS_1
" Buat apa ngasah pedang samurai ?" ujar Aldi tersenyum .
" Buat potong pohon," ujar Aisyah tertawa .
" Serius la Syah...," ujar Aldi .
" Udah 2 rius ini Man...karena kamu aku berangkat subuh dari Belanda . Kalau bukan menyangkut Dina, aku gak akan secapek ini," ujar Aisyah .
" Kamu milih Dina atau gimana?" tanya Aisyah .
"Jelas lah aku milih Dina, " ujar Aldi.sampai kapanpun aku gak akan memilih wanita lain. Aku hanya mau Dina menemani hari tuaku ."
Dina menghapus air matanya . Dina kebetulan datang siang itu ke cafe . Karena USB nya ketinggalan di lantai 2 . Dia terkejut mendengar pembicaraan Aisyah dan Aldi ."
Perlahan Dina menghapus air matanya . Berusaha tegar walau sampai sekarat sekalipun .
Dina memasuki ruangan itu .
Dalam hatinya selalu bertanya , kenapa Tuhan harus aku yang mengalami nasib seperti ini . Kenapa aku harus menerima kekuranganku , setelah perjuanganku bersama orang yang dekat dengan hatiku . Hatiku bersarah dan sangat sakit. Cepat atau lambat aku akan melepaskannya. Dan mungkin saat nya sekarang . Walau sehancur apapun aku akan berusaha kuat , di biriku aku mengatakan aku tegar , aku harus kuat , harusss....tapi aku manusia biasa . Keterpurukan ini melandaku . Disaat aku mempunyai uang , aku kehilangan segalanya,Dina bergelut dengan hatinya . Kalau diauruh memilih,saat ini dia bisa nangis sejadi jadinya , tetapi itu sudah dia lakukan sejak di diagnosa .
Dina menarik nafasnya . Sedangkan Aisyah dan Aldi terpaku dan terdiam .
" Aku mendengar pembicaraan kalian," ujar Dina .
" Maaf...aku nguping...," ujar Dina tersenyum dalam perihnya dia memaksakan diri buat bisa tersenyum menutupikehancuran hatinya .
" Baiknya kita berpisah saja Al....mungkin sudah saat nya kita saling melepas ," ujar Dina .
" Aku bukan wanita sempurna.Dan maaf aku juga tidak mau menjadi wanita egois yang menutupi sakitku pada pacafku."
" Kalau aku menutupinya ,kamu bahkan tidak tau , keluargamu tidak mengetahui keadaan rahimku. Aku bukan wanita seperti itu. "
__ADS_1
"Memang sulit menerima keadaan sepertiku.Kakek ku tidak mengijinkan aku meneruskan spesialisku di Canada,maaf...," ujar Dina .
" Kamu gak harus hidup denganku.Aku memilih mundur dari hidupmu Al..maaf..." ,ujar Dina.
" Pergilah raih cita citamu . Mengenai cafe ini,serahkan saja pada Dei dan Arya . Mereka orang yang cukup jujur . Dan mereka sama seperti kita , berjuang dadi titik terendah ."
" Kamu akan kemana Din ? " tanya Aldi .
" Aku belum tau...," ujar Dina. Yang pastinya orang penyakitan sepertiku yah fokus mengobati sakitku dulu . Kakek sudah mengetahui sakitku . Mama dan papa juga pasti sudah diberitau kakek. Aku sepengecut itu, tidak bisa membuka suara sedikitpun sejak 1 tahun lalu. Aku gak bisa mendengar tangisan mama ku
, " ujar Dina sangat sedih .
" Aku bisa kuat,tapi tidak ketika berhadapan dengan kedua orangtuaku."
"Tidak Din...sampai kapanpun aku tidak mau kita pisah.Tidak mau melepaskanmu,ujaf Aldi mengusap wajahnya ."
" Syah....makasih sudah bersama ku sampai saat ini.Jika kamu di posisiku, kamu juga akan memilih sepertiku bukan? " tanya Dina .
Aisyah hanya menunduk . Terisak dalam rasa kesedihannya.Benar...dia akan mengambil keputusan seperti yang dilakukan Dina .
" Makasih Al...sudah menemaniku selama ini , sampai titik ini.Makasih...ujar Dina.Hari ini aku memutuskan mu Al...bahagialah dan temukan seseorang yang lebih sempurna dari diriku. Maaf aku mengecewakanmu , ujar Dina . Air mata Dina tak dapat di bendungnya lagi. Dina pun berdiri. Syah...kamu saksi kami berpisah, ujar Dina . Dulu kamu juga saksi pertamakali bersama ."
Dina melangkah tetapi Aldi memeluknya dari belakang.Perlahan Dina melepaskan pelukan dan jemari tangan Aldi di tubuhnya. Dina melangkah pergi tanpa menoleh .
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Jangan lupa like
Walau melow harus wajib like yah guyssss
Jangan lupa...ting...ting....wkwkwkkwkwk
__ADS_1