Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tugas Kelompok


__ADS_3

Dina sibuk mengerjakan kuis dari pakdos Riky Ritz , tidak ada waktu buat melirik kiri dan kanan. Fokus selalu Dina utamakan .


Semalam Aldi sudah meraut pensilnya dan menyusunnya di pancil box nya .


Keringat menghiasi wajah cantiknya . Dina terkadang menghapus beberapa kesalahan sewaktu menggambar . Kemudian menggaruk dahinya . Selama 45 menit kuis berlangsung .


" Waktu kalian habis... silakan kertas kalian kumpulkan ke depan . Tangan di atas...finishhhh...teriak pakdos Riky Ritz dengan lantang ".


" Yes Ser.....," ujar Semua mahasiswa .


Mereka per baris berjalan ke depan mengumpulkan kertas ujian .


Dina puas dengan pengerjaannya.Dina meneguk air minum nya.Dina merapikan rambut nya.


Aldi melihat Dina berjalan menuju kantin.


" Dinnn...teriak Aldi ."


" Hmmm.....mas baru keluar ?," tanya Dina .


" Ihhhh...kok senyum senyum mas?," ujar Dina .


Aldi menarik tangan Dina.Membawanya ke sebuah westavel.Aldi membasahi tangannya dan menghapus bekas noda pensil di dahi,dan di pipi Dina.


" Biar Dina Aja mas...,",ujar Dina.


" Sttttt....jadi isteri harus patuh...," ujar Aldi dalam senyumannya .


" Isteri dari hongkong???? lamar aja belum,boro boro nikah ," ujar Dina sewot.


Berulang ulang Aldi membersihkan wajah Dina,sampai wajah Dina sudah bersih.


Kemudian Aldi mengeringkannya dengan sapu tangannya.


" Nih bukan bekas lap iler atau ingus kan mas?," ujar Dina .


" Masih bersih...nih cium masih wangi kan. Masih baru...belum kepakai, ujar Aldi menatap wajah cantik kekasihnya ".


" Tanpa bedak, tanpa lipstik tetap cantikkkk banget pacar ku nihhhh," ujar Aldi .


" Salah makan obat ya mas....masih siang mas....jangan halu,jadi mal praktek ntar...," ujar Dina .


" Gak salah makan obat.Malahan makan multivitamin.Gitu ngeliat pacar seger dengan wajah cemong cemongnya ,nambah amunisi buat semangat pagi," ujar Aldi tertawa .


" Ejek terus lah pacarmu atau bukan sihhhh..


gak ada romantis romantisnya. Orang itu pacaran puji pacarnya. Sudah ahhhh...mau ngisi perut dulu," ujar Dina .


" Lapar ya beb ?....bisa tadi kuis nya ?."


" Bisa mas....tapi beneran deh mas...susah banget ...".


" Mas...nanti test nya apa ?," ujar Dina .


" Test dari Budos Trinita, beneran mirip budos tuh dengan bu going, iya kan Din...," ujar Aldi .


" Bener....dari stylist,dari cara bisara. Kayak adek kakak.Budos Trinita sayang banget mas ke aku.Benerannnn dia suka cerita cerita soal makanan ke aku,soal pakaian dan tas.Gaul banget. Sampai mahasiswi lain pada ngiri.Aku rindu sama bu going ku, pak komo ku,pak Sinaga...hahahha...logat batak pak Sinaga buat ku merindukannya mas. Rindu pak Zoro...rindu group kecebong ".


" Kamu order burger kan Din?pakai keju dan telur?,",ujar Aldi .


",Bener mas... ".

__ADS_1


" No soda okeyyy...jus strawberry yah..," ujar Aldi .


" Hmmm.....," ujar Dina.


Aldi mengambil pesanan mereka,dan jalan bareng Dina. Semua mata mahasiswa memandang mereka. Mahasiswa cowok memandang Dina, sedangkan mahasiswi cewek memandang ke Aldi.


" Aisyah dah jago banget mas buat konsep konsep gambar, pakai autocad buat arsitek.Yuihhhh keren lo mas....memang Aisyah berbakat. Kalau punya uang banyak, aku akan pakai Aisyah arsitek nya, juga pakai Emak dan Babe...pasti rumahku cetar membahenol....mujar Dina tersenyum penuh daya hayal ".


" Mulai dehhhhh...ujar Aldi tersenyum,ngayal seperri cinderella.Apa ngayal istana sang pangeran atau ciuman dari pangeran?," tanya Aldi.


" Keduanya,hehehehehhe....," ujar Dina .


" Buruan makan,dah mau bel juga kan,15 menitan masuk lagi ."


" He eh....kuiah ibarat kebo narik bajakan sawah.....berat Man....berat...," ujar Dina .


" Semangat dong...tapi mau mendapatkan sbongkah berlian,pasti berjuang.Berlian yang bagus kan bukan terletak langsung di darat. Tapi di dalam kubangan lumpur, membutuhkan proses yang panjang ".


" Tul...betullll...betulllll...ujar Dina menirukan upin dan ipin ".


" Kita nge date besok yukkk beb...," ujar Aldi.


" Ngedate beneran?," ujar Dina.


" He eh....kan asisten di cafe dah mahir masak.Selain kamu chef terbaik di cafe ".


" Ku bersyukur mas....zidane bisa di andalkan. Masakannnya juga ciamikkkk banget, uenak tenan....jadi gitu sibuk ujian gini, dia bisa handle cafe mas ."


" Nanti ke cafe kan be?kalau bolos lagi,potong gaji...," ujar Aldi .


" Gini nih...buat gue gak betah punya cowok perhitungan.Dimana mana ibu negara itu yang menggaji anggota.Ngerti gak pak bos.Apa aku bukan ibu negara?di cafe nya mas ".


" Serius...beberan mau jadi ibu negara di hidupku beb.....,",ujar Aldi tersenyum lebar .


Aldi melap saus di ujung sudut bibir Dina .


" Kalau gak mikir tempat,mas sudah melahap bibir mu yang tipis ," ujar Aldi .


" Mas buat ku gemezzzzz..tuh..ular beludak natap kemari," ujar Dina .


" Yukkkk cabut...,"ujar Aldi .


" Kenapa...kan satu kelompok kelak ."


" Malas Din...dia tuh pasti sengaja ngelendut badannya ke lengan mas. Bukan nya selera,mas ennek," ujar Aldi .


"Kalau aku ngelendut gimana reaksi mas?tanya Dina dengan polosnya".


"Hmmmm....so pasti minta nambuhhhh ,"ujar Aldi ngakak.


"Dasar....mesummm....gak kebayang banyak emak emak hamil kelak jadi korban ke mesuman mu mas,"ujar Dina.


"Mas gak mesum beb.Mesum hanya sama pacar mas aja.Pacaran dan ciuman juga hanya sama pacar nya mas,yaitu kamu".


Dina menunduk dan tersipu malu.


"Udah ahhhh jangan gombal gitu,wajah Dina jadi semerah tomat.Maluuuu....ujar Dina menutup wajahnya dengan kedua tangannya".


Mereka pun kembali ke kelas.Kelas Aldi sangat mengenal sosok Dina.Karena terkadang Dina menghampiri Aldi sehabis kelas nya.Tapi emmang seringan Aldi yang menunggu Dina di kelasnya.Jadi kelas mereka mengenal kedua mahasiswa dan mahasiswi ini


Keesokan harinya mereka pun berkencan.Pagi pagi di weekend Aldi memasak spagetti buat mereka berdua.

__ADS_1


Dina masih tidur di bangunkan Adli dengan pelukan dan ciuman di pipi berulang ulang.


"Bau banget sihhhh pacar nya mas...".


"Bau bau di cipika cipiki....ujar Dina berdiri mmengambil handuk,dan pakaian nya menuju kamar mandi".


Dina sudah selesai mandi,kemudian melihat Aldi di depan televisi.


"Makan yuk beb....,"ujar Aldi.


"Makasih ya mas.....dah masakin dan manjain Dina,ujar Dina duduk di pangkuan Aldi dan memeluk Aldi".


"Sama sama beb....mas senang memanjakan kamu,"ujar Aldi.


"Lelah juga ya mas....kuliah kedokteran.Gak kebayang seperti ini mas , double lelah apalagi ambil bisnis juga".


" Kuliah bisnis mas akan selesai Din...sudah skripsi. Mas kejar agar lebih fokus ke kedokteran".


" Jago banget sihhhh super hero kyuuuuuu," ujar Dina.


" Calon suami berkualitas gak beb ?," tanya Aldi .


" Berkwalitas dongggh ujar Dina. Mas itu komplit. Ibarat indomie pakai telur ".


" Ada ada aja kamu beb ."


Aldi meraih tengkuk Dina,Aldi mengecup bibir Dina.Kemudian mereka saling bertautan dalam sebuah ciuman.Mereka saling belajar soal ciuman.


" Ke ingat,dulu kita ciuman gak sejago ini ya mas...," ujar Dina tertawa.


" Hmmm...kita saling belajar sayang. Namanya kamu pacar pertama dan terakhirnya mas. Demikian juga dengan kamu. Kita sama sama belum berpengalaman," ujar Aldi .


" Ganteng bangetbsihhhh pacarnya akuuuuu....," ujar Dina membelai wajah Aldi .


" Pacar nya mas juga imut,cakep dan sangat mas sayangi dan cintai. Jangan pernah terlerai ya yanggg,janji...," ujar Aldi .


" Ya mas....mas juga.Kita saling menjaga diri, setia , mau kan jadi suaminya Dina mas?," tanya Dina .


" Aldi memeluk Dina dengan erat.Mau sayangnya mas....mau banget. Penantian mas dari SMP. Mas akan selalu menanti hari bahagia kita."


Aldi kembali ******* bibir tipis Dina. Mereka pun kembali bertaut,dengan batasan sewajarnya. Tanpa berlebihan jauh melangkah.,Aldi selalu menjaga keutuhan dan kesucian diri mereka masing masing.


😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘


Pacaran yang sehat dalam masa pendidikan


Berpacaran sewajarnya


ingat perjuangan orang tua


Tau diri


Membatasi diri


Pengendalian diri


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


Happy reading guyssss


Tinggalin jejek


__ADS_2