
Malam itu, Aldi, Mama Rina, papa Damar dan sang kakek mendatangi sebuah pesta . Kakek mewajibkan mereka datang , karena pesta ini adalah pesta teman baiknya dan relasi bisnisnya. Aldi uring uringan terpaksa ikut karena kakek memaksanya .
Di tengah pesta , Aldi terkejut melihat sosok Dina memakai dress yang begitu indah . Saat acara di mulai , Aldi semakin terkejut dengan penuturan seseorang yang sudah menjadi rekan bisnis kakeknya .
Kakek Aldi sangat terkejut , melihat wanita yang berada di samping temannya .
Setelah acara , sang kakek menemui temannya.Dia sangat tau , temannya sudah menghina cucu nya satu satunya .
" Kenalkan Bram....ini cucuku Dina Dinata ."
Dina mengulurkan tangannya . Sambil menatap ke arah Aldi .
" Maaf aku tidak tau,bahwa wanita ini cucumu ," ujar kakek Aldi .
" Cucuku bukan seorang yang pamer , dia lebih suka memakai barang biasa biasa saja di tubuhnya. Dulu aku tidak memperdulikan apapun kesuakaan cucuku . Tetapi ketika orang orang menghinanya, sudah saatnya cucuku membuka diri , dia harus tau, dan orang harus tau?siapa sesungguhnya dirinya ," ujar sang kakek Dina .
" Malam ini , cucuku tidak tau , akan acara ini . Saatnya dia menjadi penerus kerajaan bisnisk ujar sang kakek .
Dina dan Aldi saling menatap .
Sang kakek paling tau hati sang cucu . Sang kakek tidak mau kesalahanmya di masa lalu terulang kembali .
Sebuah suara menghampiri sang kakek .
" Selamat malam tuan . Akhirnya kita bertemu setelah 1tahun lamanya,, " ujar sebuah suara.
" Hai...Andrew....apa kabarmu nak...," ujar sang kakek .
" Kenalkan tuan , ini putera saya William Stanford," ujar Andrew .
William menyalam dan sang kakek langsung memeluknya .
" Andrew...kamu punya anak yang sangat tampan . Mewarisi kecantikan ibunya , dan ketampanan dirimu,. Kakek sudah sangat mengenalmu Will....sejak kecil kamu selalu sangat baik,, bahkan kami membuntuti kegiatanmu, ujar sang kakek tertawa ."
William hanya tersenyum .
"Oh ya....kenalkan ini cucu kakek nak..
kalian harus kenalan dulu ".
" Kami satu kampus dulu kek ," ujar William .
" Waw....kebetulan . Berarti kalian sama, apa kamu juga ikut kuliah percepatan,? tanya sang kakek .
",Benar kek ,,dan sekarang sedang koas ," ujar William .
" Kamu koas rumah sakit mana Will? " tanya sang kakek .
" Dekat rumah sakit Healthy World kek," ujar William .
" Kamu beda rumah sakit dengan Dina koasnya,ujar sang kakek,. Sayang sekali,. Kamu pemuda yang sangat baik .,Ajukan saja kepindahan koasmu .,Kamu ambil bagian apa Will ? " tanya sang kakek,.
" Mau ambil spesialis bedah kek , " ujar William .
" Hmmmm sama dengan Dina kan Din...," ujar sang kakek .
" Iya kek...," ujar Dina .
" Kek...rumah sakit Healthy World apa kakek kenal pemiliknya? " tanya Dina .
" Itu keluarga Dimas yang punya , " ujar sang kakek,.
" Apaaaa?,jerit Dina bengong ".
" Apa orang tua Dimas dokter kek ? "
" Tepatnya mama nya dokter spesialis anak. Rumah sakit itu, papa Dimas dirikan buat isterinya ."
" Dimas jurusan apa kek ? tanya Dina".
__ADS_1
" Sama sepertimu, dia dokter jantung , dan merangkap seorang CEO ."
Dina bengong .
" Bian dan Claudia gak pernah cerita , ujar Dina ."
Dina memandang tempat ke 3 sepupunya berkumpul .
" Banyak banget rahasianya Dimas . Baru kebongkar deh...," ujar Dina .
" Kamu tuh gak respek banget , cuek . Padahal Dimas mati matian menyukaimu Din...," ujar Claudia tertawa .
Aldi menghampiri mereka .
" Din....," ujar Aldi .
" Mas...," ujar Dina .
" Cobain ini , rasanya beda," ujar Aldi .
" Hmmm....enak ya mas . Kita harus tau , siapa yang buat ," ujar Dina .
" Mas suka?" ujar Dina .
" Suka...makanya mau nanya siapa yang buat
, "ujar Aldi .
" Bilang aja modus, " ujar Dina .
" Sekalian ....," ujar Aldi .
Dina dan Aldi tertawa bersama .
Dina menanyakan pada pelayan , kue yang di cicipinya di order dimana .
" Modus kan....," ujar Dina tertawa .
" Hmm...mas juga gak tau. Rasanya mas belum pernah memakan kue ini ," ujar Aldi .
Aldi dan Dina menuju ke mama Rina .
" Hai Din.....apa kabarmu nak...," ujar sang mami .
" Baik mak...," ujar Dina .
" Maaf keusilan emak buat kamu dan Aldi jadi bertengkar. Kalian bahkan pisah . Tapi mami bingung, kenapa kamu bosa menjadi cucu kakek mu ? "
" Emak ada ada aja deh,. Yah bisalah mak,. Papa kan anak kakek ," ujar Dina tertawa .
Aldi dan emak Rina pun tertawa .
",Dulu kakek tidak merestui mama dan papa Dina. Papa di buang dari keluarga. Sewaktu Dina di Jerman,kakek sakit parah mak . Makanya papa menggantikan kakek di perusahaan . Papa dan mama sudah di Inggris sekarang tinggal , ujar Dina ."
" Kalau emak ingat,bertapa susah nya perjalanan haidup kamu Din.Tapi kamu sangat kuat , pintar, bahkan bisa dapat beasiswa sangat luar biasa ."
" Muji nya ketinggian mak...," ujar Dina cekikan .
" Asalkan gak rusuh aja,. Sampai buat aku sama Dina pisah . Emak sangat usil...," ujar Aldi .
" Gak lagi Son...,papa sudah memarahi keusilan mama ."
" Itu cowok, suka sama kamu Din . Tuh lagi , tunjuk mama Aldi ".
"Emak mulai ngaco lagi deh mas...ujar Dina".
"Gak...mereka memang menyukaimu,ujar Aldi".
Dina pun terdiam.
__ADS_1
" Kakek ngata ngatai Dina ma , pasti syok mengetahui Dina siapa , " ujar Aldi .
" Emak mau siapapun Dina . Mau sederhana atau gimana , emak suka dengan Dina . Emak salut melihat kalian . Merintis cafe berdua,berjuang berdua , saling mendukung . Emak salut . Mama sudah bilang ke papa sewaktu Dina di anggap remeh kakek mu . Makanya kakek mu marah sama papa ," ujar mama Aldi .
Dina terharu. Dina pikir emak sudah berubah , tapi Dina sangay bahagia , emak sama dengan Aldi . Sangat menyayanginya.
Dina memeluk Emak .
",Selesai koas...kalian menikah saja ," ujar mama Rina .
" Kami jalani aja dulu ma...," ujar Aldi .
",Hati hati boy , selesai pesta ini, keluarga lain bakal mengejar calon menantu, dan Dina pasti menjadi buruan mereka , " ujar mama Rina .
" Aldi percaya pada Dina ma . Kami akan berjuang bersam ," ujar Aldi .
Malam itu Aldi dan Dina duduk di sebuah bangku di taman . Mereka memandang langit yang penuh dengan bintang .
Aldi tidak lepas melihat wajah kekasihnya .
" Al...," ujar mama Ani .
" Mama dicuekin deh...,kalau udah ada Aldi,hmmmm...gak keingat mama , " ujar mama Ani .
" Ma.....gangguin deh...," ujar Dina .
" Ciyeeee...," ujar sang papa .
Aldi menyalami kedua orangtua Dina . Sang papa Chris memeluk Aldi .
" Papi sering ketemuan dengan Aldi ."
" Aldi sangat berbakat di bidang bisnis.Kalian memang sangat hebat . Saingan nilai, sama sama berjuang,, jaga hubungan kalian baik baik ya nak .Papa merestui kalianujar papa Chris ,".
" Dari mana papa tau kami pacaran?tanya Dina".
"Papi taula nak , sejak Sd , Aldi sangat peduli sama kamu . Smp dan Sma juga . Papa tau Aldi sangat mencintaimu dengan tulus ."
Aldi tersenyum menunduk .
Papa Chris menepuk nepuk punggung Aldi .
"Om titip Dina. Jaga Dina baik baik ya Al....," ujar papa Chris .
" Baik Om...," ujar Aldi .
"Pak Chris....ujar Damar papa Aldi".
Mama Rina dan mama Ani pun saling berpelukan.
" Dah pantas nih kita ketemuan , melihat anak anak kita , rasanya udah pantas . Nunggu mereka study bisa karatan kita nunggu mereka berkeluarga ," ujar papa Damar .
" Benar....apalagi Dina anak kami semata wayang.Pasti kakek nya juga gak mau Dina lama lama ," ujar Papa Chris .
" Kami senang melihat mu Chris . Kamu gak disangaka memiliki orangtua milyoner . Kesederhanaan kalian selalu membuat kami salut . Tapi siapa sangka di balik kisah kalian sangat mengejutkan kami ," ujar papa Damar .
" Benar Mar....semua perlu proses, " ujar papa Chris .
Pesta pun usai. William mendekati Dina, dan permisi pulang Sedangkan Dimas,, Bian dan Claudia , menculik Dina .Mereka berkumpul di Manshion pribadi Dimas yang super besar . Mereka lelah dan tertidur di sebuah ruangan besar dimana beberapa ranjang disusun .
Ruangan ini di konsep kalau acara besar .
🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1