Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Reaksi


__ADS_3

Malam itu, Aldi, Mama Rina, papa Damar dan sang kakek mendatangi sebuah pesta . Kakek mewajibkan mereka datang , karena pesta ini adalah pesta teman baiknya dan relasi bisnisnya. Aldi uring uringan terpaksa ikut karena kakek memaksanya .


Di tengah pesta , Aldi terkejut melihat sosok Dina memakai dress yang begitu indah . Saat acara di mulai , Aldi semakin terkejut dengan penuturan seseorang yang sudah menjadi rekan bisnis kakeknya .


Kakek Aldi sangat terkejut , melihat wanita yang berada di samping temannya .


Setelah acara , sang kakek menemui temannya.Dia sangat tau , temannya sudah menghina cucu nya satu satunya .


" Kenalkan Bram....ini cucuku Dina Dinata ."


Dina mengulurkan tangannya . Sambil menatap ke arah Aldi .


" Maaf aku tidak tau,bahwa wanita ini cucumu ," ujar kakek Aldi .


" Cucuku bukan seorang yang pamer , dia lebih suka memakai barang biasa biasa saja di tubuhnya. Dulu aku tidak memperdulikan apapun kesuakaan cucuku . Tetapi ketika orang orang menghinanya, sudah saatnya cucuku membuka diri , dia harus tau, dan orang harus tau?siapa sesungguhnya dirinya ," ujar sang kakek Dina .


" Malam ini , cucuku tidak tau , akan acara ini . Saatnya dia menjadi penerus kerajaan bisnisk ujar sang kakek .


Dina dan Aldi saling menatap .


Sang kakek paling tau hati sang cucu . Sang kakek tidak mau kesalahanmya di masa lalu terulang kembali .


Sebuah suara menghampiri sang kakek .


" Selamat malam tuan . Akhirnya kita bertemu setelah 1tahun lamanya,, " ujar sebuah suara.


" Hai...Andrew....apa kabarmu nak...," ujar sang kakek .


" Kenalkan tuan , ini putera saya William Stanford," ujar Andrew .


William menyalam dan sang kakek langsung memeluknya .


" Andrew...kamu punya anak yang sangat tampan . Mewarisi kecantikan ibunya , dan ketampanan dirimu,. Kakek sudah sangat mengenalmu Will....sejak kecil kamu selalu sangat baik,, bahkan kami membuntuti kegiatanmu, ujar sang kakek tertawa ."


William hanya tersenyum .


"Oh ya....kenalkan ini cucu kakek nak..


kalian harus kenalan dulu ".


" Kami satu kampus dulu kek ," ujar William .


" Waw....kebetulan . Berarti kalian sama, apa kamu juga ikut kuliah percepatan,? tanya sang kakek .


",Benar kek ,,dan sekarang sedang koas ," ujar William .


" Kamu koas rumah sakit mana Will? " tanya sang kakek .


" Dekat rumah sakit Healthy World kek," ujar William .


" Kamu beda rumah sakit dengan Dina koasnya,ujar sang kakek,. Sayang sekali,. Kamu pemuda yang sangat baik .,Ajukan saja kepindahan koasmu .,Kamu ambil bagian apa Will ? " tanya sang kakek,.


" Mau ambil spesialis bedah kek , " ujar William .


" Hmmmm sama dengan Dina kan Din...," ujar sang kakek .


" Iya kek...," ujar Dina .


" Kek...rumah sakit Healthy World apa kakek kenal pemiliknya? " tanya Dina .


" Itu keluarga Dimas yang punya , " ujar sang kakek,.


" Apaaaa?,jerit Dina bengong ".


" Apa orang tua Dimas dokter kek ? "


" Tepatnya mama nya dokter spesialis anak. Rumah sakit itu, papa Dimas dirikan buat isterinya ."


" Dimas jurusan apa kek ? tanya Dina".

__ADS_1


" Sama sepertimu, dia dokter jantung , dan merangkap seorang CEO ."


Dina bengong .


" Bian dan Claudia gak pernah cerita , ujar Dina ."


Dina memandang tempat ke 3 sepupunya berkumpul .


" Banyak banget rahasianya Dimas . Baru kebongkar deh...," ujar Dina .


" Kamu tuh gak respek banget , cuek . Padahal Dimas mati matian menyukaimu Din...," ujar Claudia tertawa .


Aldi menghampiri mereka .


" Din....," ujar Aldi .


" Mas...," ujar Dina .


" Cobain ini , rasanya beda," ujar Aldi .


" Hmmm....enak ya mas . Kita harus tau , siapa yang buat ," ujar Dina .


" Mas suka?" ujar Dina .


" Suka...makanya mau nanya siapa yang buat


, "ujar Aldi .


" Bilang aja modus, " ujar Dina .


" Sekalian ....," ujar Aldi .


Dina dan Aldi tertawa bersama .


Dina menanyakan pada pelayan , kue yang di cicipinya di order dimana .


" Modus kan....," ujar Dina tertawa .


" Hmm...mas juga gak tau. Rasanya mas belum pernah memakan kue ini ," ujar Aldi .


Aldi dan Dina menuju ke mama Rina .


" Hai Din.....apa kabarmu nak...," ujar sang mami .


" Baik mak...," ujar Dina .


" Maaf keusilan emak buat kamu dan Aldi jadi bertengkar. Kalian bahkan pisah . Tapi mami bingung, kenapa kamu bosa menjadi cucu kakek mu ? "


" Emak ada ada aja deh,. Yah bisalah mak,. Papa kan anak kakek ," ujar Dina tertawa .


Aldi dan emak Rina pun tertawa .


",Dulu kakek tidak merestui mama dan papa Dina. Papa di buang dari keluarga. Sewaktu Dina di Jerman,kakek sakit parah mak . Makanya papa menggantikan kakek di perusahaan . Papa dan mama sudah di Inggris sekarang tinggal , ujar Dina ."


" Kalau emak ingat,bertapa susah nya perjalanan haidup kamu Din.Tapi kamu sangat kuat , pintar, bahkan bisa dapat beasiswa sangat luar biasa ."


" Muji nya ketinggian mak...," ujar Dina cekikan .


" Asalkan gak rusuh aja,. Sampai buat aku sama Dina pisah . Emak sangat usil...," ujar Aldi .


" Gak lagi Son...,papa sudah memarahi keusilan mama ."


" Itu cowok, suka sama kamu Din . Tuh lagi , tunjuk mama Aldi ".


"Emak mulai ngaco lagi deh mas...ujar Dina".


"Gak...mereka memang menyukaimu,ujar Aldi".


Dina pun terdiam.

__ADS_1


" Kakek ngata ngatai Dina ma , pasti syok mengetahui Dina siapa , " ujar Aldi .


" Emak mau siapapun Dina . Mau sederhana atau gimana , emak suka dengan Dina . Emak salut melihat kalian . Merintis cafe berdua,berjuang berdua , saling mendukung . Emak salut . Mama sudah bilang ke papa sewaktu Dina di anggap remeh kakek mu . Makanya kakek mu marah sama papa ," ujar mama Aldi .


Dina terharu. Dina pikir emak sudah berubah , tapi Dina sangay bahagia , emak sama dengan Aldi . Sangat menyayanginya.


Dina memeluk Emak .


",Selesai koas...kalian menikah saja ," ujar mama Rina .


" Kami jalani aja dulu ma...," ujar Aldi .


",Hati hati boy , selesai pesta ini, keluarga lain bakal mengejar calon menantu, dan Dina pasti menjadi buruan mereka , " ujar mama Rina .


" Aldi percaya pada Dina ma . Kami akan berjuang bersam ," ujar Aldi .


Malam itu Aldi dan Dina duduk di sebuah bangku di taman . Mereka memandang langit yang penuh dengan bintang .


Aldi tidak lepas melihat wajah kekasihnya .


" Al...," ujar mama Ani .


" Mama dicuekin deh...,kalau udah ada Aldi,hmmmm...gak keingat mama , " ujar mama Ani .


" Ma.....gangguin deh...," ujar Dina .


" Ciyeeee...," ujar sang papa .


Aldi menyalami kedua orangtua Dina . Sang papa Chris memeluk Aldi .


" Papi sering ketemuan dengan Aldi ."


" Aldi sangat berbakat di bidang bisnis.Kalian memang sangat hebat . Saingan nilai, sama sama berjuang,, jaga hubungan kalian baik baik ya nak .Papa merestui kalianujar papa Chris ,".


" Dari mana papa tau kami pacaran?tanya Dina".


"Papi taula nak , sejak Sd , Aldi sangat peduli sama kamu . Smp dan Sma juga . Papa tau Aldi sangat mencintaimu dengan tulus ."


Aldi tersenyum menunduk .


Papa Chris menepuk nepuk punggung Aldi .


"Om titip Dina. Jaga Dina baik baik ya Al....," ujar papa Chris .


" Baik Om...," ujar Aldi .


"Pak Chris....ujar Damar papa Aldi".


Mama Rina dan mama Ani pun saling berpelukan.


" Dah pantas nih kita ketemuan , melihat anak anak kita , rasanya udah pantas . Nunggu mereka study bisa karatan kita nunggu mereka berkeluarga ," ujar papa Damar .


" Benar....apalagi Dina anak kami semata wayang.Pasti kakek nya juga gak mau Dina lama lama ," ujar Papa Chris .


" Kami senang melihat mu Chris . Kamu gak disangaka memiliki orangtua milyoner . Kesederhanaan kalian selalu membuat kami salut . Tapi siapa sangka di balik kisah kalian sangat mengejutkan kami ," ujar papa Damar .


" Benar Mar....semua perlu proses, " ujar papa Chris .


Pesta pun usai. William mendekati Dina, dan permisi pulang Sedangkan Dimas,, Bian dan Claudia , menculik Dina .Mereka berkumpul di Manshion pribadi Dimas yang super besar . Mereka lelah dan tertidur di sebuah ruangan besar dimana beberapa ranjang disusun .


Ruangan ini di konsep kalau acara besar .


🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢🐊🐢


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2