Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tugas Kelompok 4


__ADS_3

Tugas kelompok 4


Dina sangat sulit memejamkan matanya.Tidak pernah Aldi se agresif itu . Apakah Aldi bereaksi atas solusi yang aku berikan pada masalah Aisyah? Ahhhhh....Dina berusaha untuk memejamkan matanya . Sebelumnya dia me Wa Dewa .


" Wa...besok kita pakai mobil aja yahhhh survey tugasnya..., " ujar Dina .


" Kenapa gak mau naik motor Din ? kan lebih cepat sampai , praktis dan gak macet ".


" Kalau hujan kita kepayahan Wa...."


( Dina mencari beribu alasan agar gak menyinggung perasaan Dewa ) .


" Hmmm...kalau hujan kan lebih romantis Din...


, " ujar Dewa .


" Romantis gimana ? kalau udah kehujanan ku seringan demam dan flu , hidung mapet ku paling rewel kalau sakit . Jauh dari mama dan papa,gak ahhhh..., " ujar Dina .


" Baiklah Din...besok naik mobil ku aja,ujar Dewa . Bobok yah...besok pasti melelahkan , " ujar Dewa .


" Bye....." .


" Bye Din...have a nice dream ".


Dina hanya me read tanpa membalas.Dina memang selalu seperti itu .Tipe setia pada kekasih . Beruntung banget Aldi yang mendapatkan hatinya . Bahkan Wesliy sampai saat ini memendam perasaannya pada Dina .


Gak ada kesempatan rasanya....baik dari Aldi atau Dina.Tatapan mata Dewa menatap langit langit kamar apartemen nya .


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Pagi pun datang , sisa hujan semalam begitu indah di dedaunan . Dina memandang beberapa tanaman kesukaannya .Tanaman itu mereka beli ketika jalan berdua bareng Aldi . Ada beberapa tanaman daun dan ada juga beberapa tanaman kaptus .


Dina menatap tanamannya.Udara sangat segar pagi ini , setelah hujan deras melanda .


Dina bergegas mandi dan mengenakan pakaiannya .


Bunyi belΒ  membawanya membuka pintu apartemennya .


" Masuk mas....," ujar Dina .


" Cakep banget pacar nya mas...mas merindukanmu honeyyyyy ".


" Ku juga...mas juga tugas kelompok sama si ular ? " ujar Dina .


" TERPAKSA.COM ," ujar Aldi .


" SANDIWARA.COM ," ujar Dina .


" Serius yangggg.....gak pernah sandiwara ."


" Dina ada survei di 3 rumah sakit mas . Di daerah kota ."


" Mas juga . Gak akan mungkin cepat selesai . Jangan lupa makan yang....nih mas ada beli roti, sebelum makan buat ganjal perut . Kalau lapar kan kamu otaknya ngadat...," ujar Aldi tersenyum .


" Ejek terusss..., " ujar Dina .


" Mas hapal kebiasanmu yaaang . Bahkan kalelawar dan undewear mu juga mas hapal nomornya berapa " .


" Ihhhhh...apaan sih mas. Kalau hujan biarin aja di balkon. Jangan nerobos masuk,biarin basah di balkon ."

__ADS_1


" Kalau terbang ke tetangga gawat.....," ujar Aldi tertawa ngakak .


" Mas.....," ujar Dina dengan wajahnya memerah .


Aldi menarik Dina duduk di sofa .


Aldi menyuap salad buah ke mulut Dina, kemudian Aldi mengecup bibir Dina .


Dina juga menyuap salad buah untuk Aldi . Kemudian mengecup bibir Aldi . Aldi tersenyum . Senyuman Aldi hanya buat Dina . Kalau Dina gak ada , maka jangan harap Aldi akan tersenyum .


Mereka saling menyuap , sampai salad buah nya habis .


" Mau minum susu yaaang? " tanya Aldi.


" Gak mas...dah kenyang dengan emutan...," ujar Dina memainkan matanya .


" Hehehehehe...apa suka yaaang ? " tanya Aldi .


" Suka....," ujar Dina .


" Hmmmm....sini mas tambahin...ujar Aldi memajukan bibir sexy nya ".


" Ihhhhh mas...bukan itu yang Dina maksud . Tetapi....Dina suka salad buahnya . Gak gitu kerasa keju nya ."


" Kalau ciuman mas suka apa gak? " ujar Aldi .


Dina menutup wajahnya.


Aldi memeluk Dina dengan erat .


" Selalu kabari ya yaaaang , " ujar Aldi .


" Hmmmmm....okey honeyyyy....tenang aja.Mas bawa Alex juga pawang ularnya ."


" Hmmmm...lebih savety ."


" Benar....".


Dewa menunggu Dina di bawah apartemennya . Aldi dan Dina terlihat berjalan bareng . Aldi sangat terlihat menyayangi Dina . Perhatian Aldi sejak SMP gak pernah berubah. Aldi memang bersungguh sungguh mencintai Dina . Itu yang buat Dewa salut .


" Hai Wa....hati hati ya bawa mobilnya , " ujar Aldi .


" Siiipppp....," ujar Dewa .


" Titip cewek gue ya Wa....," ujar Aldi .


" Hm.....," ujar Dewa.


" Dikasi sekalian aja Al...aku dapat jetpot , ujar Dewa ".


"Jangan Wa...gue bisa mati tanpa belahan jiwa gue ."


" Hati - hati ya yaaang....good luck..., " ujar Aldi mengusap wajah Dina sambil mengelus rambut Dina .


" Mas juga awas siluman ularnya ".


" Hmmmm...besok besok ngerjainnya di kampus Din ".


" Kami cabut dulu ya Al....," ujar Dewa .

__ADS_1


" Bye...," ujar Aldi .


Dina dan Dewa melambaikan tangannya .


Mereka pun sampai di sebuah rumah sakit . Dewa menanya ke reseption dan emreka di bawa ke sebuah bagian .


Mereka berdua sibuk mendengar penjelasan beberapa dokter spesialis bedah.


Aldi mengambil bagian fokus reproduksi . Sedangkan Melani mengambil tugas kelompok bagian spesialis anak .


Beberapa kali Dewa menatap wajah Dina.Dina sangat serius dalam mencatat di memo,Dina juga mengetik beberapa catatan di labtopnya sewaktu mereka makan siang di kantin rumah sakit .


Beberapa dokter koas minta kenalan dengan Dina .


Demikian juga dengan dokter senior yang masih free alias belum menikah .


Dina bukan seorang wanita ke Ge eran . Bukan juga seorang wanita yang genit.Dina menempatkan dirinya senetral dan senormal mungkin .


" Wa....selesai dari sini,sisa 1 rumah sakit lagi kan, "ujar Dina .


" Iya....," ujar Dewa .


" Kenapa tertarik sama bagian bedah Din ?padahal dokter bedah cewek jarang lohhhh ujar ," Dewa .


" Aku ingin banyak bantu orang Wa...di mana mana dokter bedah minim , " ujar Dina .


"Kalau kamu mau ambil dokter bedah


kenapa?" tanya Dina .


" Aku pernah kehilangan saudaraku.Karena kecelakaan . Mengalami pendarahan , sedangkan dokter bedah saat itu sedang mengoperasi pasien urgent ."


" Kalau saat itu dokter bedah ada , mungkin nyawa abangku tertolong,ujar Dewa sedih ."


" Gitu selesai kuliah , spesialis , apa kamu balik Indonesia ? "


" Saudara papaku punya rumah sakit di Australia . Jadi dia menawariku menimbah ilmu di rumah sakitnya . Baru aku kembali ke Indonesia ".


" Kalau kamu Din ?" tanya Dewa .


" Hmmm....aku kalau ada yang nawari , akan tugas disini dulu . Mereka jago dalam hal dunia medis.Menimba ilmu,baru balik indonesia , ujar Dina . Tapi gak tau deh...


Apa aku betah dan menikah disini , juga gak tau...., " ujar Dina tertawa .


" Udah niat nikah nihhhh..., " ujar Dewa .


" Masih jauh la Wa.....tapi semua kan pasti melalui tahap itu , "ujar Dina .


Penampilan Dina menuju pengerjaan tugas .


πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©πŸ•πŸ©


like dunkkkk


happy reading


salam sehat


vote dan koment😍😘😍😘😍

__ADS_1


__ADS_2