
Ketika sudah pukul 4 sore , Dina bersiap siap untuk pulang , tetapi karena ada pekerjaan waktunya molor hingga pukul 5 sore . Bian memasuki ruangan Dina , sebelumnya mengetuknya duluan . Dina tersenyum melihat tingkah sepupunya .
" Maaf mas...ada pekerjaan sedikit , nih udah beres ," ujar Dina .
" Jangan memaksakan diri,pelan pelan saja belajarnya ," ujar Bian .
" Hmmmm....pengen cepat cepat bis dan lebih gokus 100% di perkuliahan mas...," ujar Dina .
Begitulah pewaris tunggal,seperti mas juga . Semua kaki dan tangan terikat . Keluarga kakek,semuanya memiliki anak rata rata tunggal. Hanya papa Lucas dan tante Tiara memiliki anak 3 orang dan 2 orang . Yang lainnya hanya 1 aja Din....bahkan mami ku bilang,agak susah memiliki keturunan .
" Kalau kumpuk sewaktu natal , sepupu kita hanya bisandi hitung dengan jari , makanya kamu bersyukur Din....tanpa pengawalan yang ketat dan masih bebas kemana -mana . Kalau Claudia dan aku , selalu ada pasukan pengawal . Aku antar kamu aja , di belakang kita dan supir kita itu , bodyguard yang lisensinya gak di ragukan lagi , " ujar Bian .
" Sampai segitunya Bi ?"
"Hmmm.....bisnis kakek mu bukan main main Di.Aplagi bisnis papaku yang diwariskan dari kakekku , sama aja seperti bisnis kakek mu . Tapi bedanya saat ini , sejak kepergian papa mu , tidak ada lagi sistim jodoh menjodohkan di keluarga besar kita. Dihapuskan. Karena kakek dan nenek kita semua,trauma dengan kejadian papa dan mama mu ."
" Kita wajib bersyukur,dah bebas dari jaman sitinurbaya ," ujar Dina .
" Apapun itu , kita sangat bersyukur. Asalkan kamu tau semua orangtua kami menikah di jodohkan , semua kecuali papamu ".
" Papamu pejuang revormasi ," ujar Bian sambil tertawa .
" Biasanya mereka menikah dengan kasta yang harus sederajat , lingkupan pergaulan kaum borjuis yah seperti itu Din , ujar Bian ."
" Pastilah bi....mana ada kekayaan yang instant, mana ada pula kisah cinderella abad 21 , tak kan ada . Punya uang,punya suara , punya uang bahkan banyak penjilat di sekeliling kita,apalagi kalau kita lebih kaya dari mereka , aku sudah bosan melihat sandiwara dunia sepetri itu Bi ," ujar Dina memasuki mobil Bian .
" Kamu gak pamit sama kakek ?" tanya Bian .
" Kakek sudah pulang duluan,karena pertemuan dengan kliennya di pukul 3 tadi , " ujar Dina .
" Ikuti kelas bisnis , kamu akan ketemu dengan anak anak kaum borjuis . Yang ikuti rata rata cowok yang malas kuliah,malas kerja.Hanya beberapa yang ulet kerja , kuliah ini instantnselesai karena mereka press kemampuan kita . Bersabar ya Din...mas sudah melalui itu semua . Bahkan Claudia sampai nangis nangis sangkin ngerinya ritme pengajaran mereka . Kalau otak se encer kamu bisalah....," ujar Bian .
__ADS_1
Bian melajukan kendaraannya . Tidak lama kemudian Dina menunjukkan cafe dan resto Indonesian food .
Dina turun dan mengajak Bian duduk di salah satu sudut .
" Bentar ya...aku akan masak beberapa menu . Semua bahan sudah di siapkan . Jadi tinggal masak aja ."
Dina memasak soto madura,pergedel , nasi liwet sudah selesai di masak pekerja , Dina memasak . terlur sambal , telur dadar , serundeng , rendang sapi sudah di masak Dwi dan Arya sudah memasak gori .
Resto itu sangat ramai . Bian sampai heran melihat jumlah pembelinya sangat banyak bule dan orang blasteran Indonesia .
Baik pekerja ataupun mahasiswa .
Sejak kedatangan Dina , pengunjung semakin banyak . Ketika Bian menanyakan pada para pelayan , pelayan berbisik bilang.
" Kalau mbak Dina datang,pengagum citarasa makanannya pun datang , menyebar . Mau pagi,siang atau malam . Mbak Dina jago masak pak . Coba aja semua masakannya waw....," ujar pelayan cafe .
Dina meletakkan beberapa menu di meja Bian .
," ujar Dina .
Bian pu n makan , benar saja masakan Dina super lezat .
" Bungkus 5 nasi liwetnya ya ," ujar Bian .
Pelayan pun menyiapkan pesanan Bian . Bian membayar ke kasir .
" Hebat juga Aldi ya....ujar Bian . Apa gak mau buka cabang nih..." tanya Bian .
Tiba tiba sosok Aldi menghampiri Bian dan Dina .
" Tenang bro...baru dapat lokasi strategis di daerah perkantoran . Dan koki sejauh ini Dina , bahkan ada mbak yang akan di inport dari sumatera dan jawa , 3 orang . Mereka akan di kepalai oleh Master chef Dina ," ujar Aldi tertawa . Sisitim kita akan berubah Di,50:50 ".
__ADS_1
" Kamu harus menginves saham cafe kita ," ujar Aldi serius .
" Aku rasa ada baiknya seperti itu . Kamu liat , kata pelayan , Dina punya magnes otomatis dalam bidang kuliner " ujar Bian .
" Hmmm dokter koki , "ujar Aldi tertawa .
" Bisa di bilang , siapa yang jadi suaminya beruntung di manjakan makanan enak , " ujar Boan .
" Terus aja gosipnya . Mas pulang gih...nanti ansinya gak hagat lagi ," ujar Dina .
Akdi dan Dina menuju lantai 2 . Dina mengambil pakaiannya setelah meminum segelas air .
" Mas bau asam deh.Bau bau parfum wanita lagi . Hmmmm apa setia pacarku ini ? atau ehem ehem dengan si mata Biru . Ujar Dina ".
" Mas gak mcam macam sayang.Kamu juga bau acemmmmm . Gih mandi , " ujar Aldi menuju teras . Menyiapkan 2 buah cangkir coffee.Aldi membuat coffee yang sangat wangi , dan Dina selalu menyukai coffee racikan Aldi ."
Aldi melihat Wa di handphone Dina berbunyi terus menerus . Aldi pun terkejut melihat banyak foto nya dengan Alexa dikirim beberapa nomor ke Wa Dina .
Dina melihat Aldi bengong dan mebarik handphone dari tangan Aldi .
Aoakah yang akan terjadi selanjutnya?
Bersambung
🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀
jangan lupa like
vote
koment
__ADS_1
happy reading guysss