Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Waktu Sibuk


__ADS_3

Ketika sudah pukul 4 sore , Dina bersiap siap untuk pulang , tetapi karena ada pekerjaan waktunya molor hingga pukul 5 sore . Bian memasuki ruangan Dina , sebelumnya mengetuknya duluan . Dina tersenyum melihat tingkah sepupunya .


" Maaf mas...ada pekerjaan sedikit , nih udah beres ," ujar Dina .


" Jangan memaksakan diri,pelan pelan saja belajarnya ," ujar Bian .


" Hmmmm....pengen cepat cepat bis dan lebih gokus 100% di perkuliahan mas...," ujar Dina .


Begitulah pewaris tunggal,seperti mas juga . Semua kaki dan tangan terikat . Keluarga kakek,semuanya memiliki anak rata rata tunggal. Hanya papa Lucas dan tante Tiara memiliki anak 3 orang dan 2 orang . Yang lainnya hanya 1 aja Din....bahkan mami ku bilang,agak susah memiliki keturunan .


" Kalau kumpuk sewaktu natal , sepupu kita hanya bisandi hitung dengan jari , makanya kamu bersyukur Din....tanpa pengawalan yang ketat dan masih bebas kemana -mana . Kalau Claudia dan aku , selalu ada pasukan pengawal . Aku antar kamu aja , di belakang kita dan supir kita itu , bodyguard yang lisensinya gak di ragukan lagi , " ujar Bian .


" Sampai segitunya Bi ?"


"Hmmm.....bisnis kakek mu bukan main main Di.Aplagi bisnis papaku yang diwariskan dari kakekku , sama aja seperti bisnis kakek mu . Tapi bedanya saat ini , sejak kepergian papa mu , tidak ada lagi sistim jodoh menjodohkan di keluarga besar kita. Dihapuskan. Karena kakek dan nenek kita semua,trauma dengan kejadian papa dan mama mu ."


" Kita wajib bersyukur,dah bebas dari jaman sitinurbaya ," ujar Dina .


" Apapun itu , kita sangat bersyukur. Asalkan kamu tau semua orangtua kami menikah di jodohkan , semua kecuali papamu ".


" Papamu pejuang revormasi ," ujar Bian sambil tertawa .


" Biasanya mereka menikah dengan kasta yang harus sederajat , lingkupan pergaulan kaum borjuis yah seperti itu Din , ujar Bian ."


" Pastilah bi....mana ada kekayaan yang instant, mana ada pula kisah cinderella abad 21 , tak kan ada . Punya uang,punya suara , punya uang bahkan banyak penjilat di sekeliling kita,apalagi kalau kita lebih kaya dari mereka , aku sudah bosan melihat sandiwara dunia sepetri itu Bi ," ujar Dina memasuki mobil Bian .


" Kamu gak pamit sama kakek ?" tanya Bian .


" Kakek sudah pulang duluan,karena pertemuan dengan kliennya di pukul 3 tadi , " ujar Dina .


" Ikuti kelas bisnis , kamu akan ketemu dengan anak anak kaum borjuis . Yang ikuti rata rata cowok yang malas kuliah,malas kerja.Hanya beberapa yang ulet kerja , kuliah ini instantnselesai karena mereka press kemampuan kita . Bersabar ya Din...mas sudah melalui itu semua . Bahkan Claudia sampai nangis nangis sangkin ngerinya ritme pengajaran mereka . Kalau otak se encer kamu bisalah....," ujar Bian .

__ADS_1


Bian melajukan kendaraannya . Tidak lama kemudian Dina menunjukkan cafe dan resto Indonesian food .


Dina turun dan mengajak Bian duduk di salah satu sudut .


" Bentar ya...aku akan masak beberapa menu . Semua bahan sudah di siapkan . Jadi tinggal masak aja ."


Dina memasak soto madura,pergedel , nasi liwet sudah selesai di masak pekerja , Dina memasak . terlur sambal , telur dadar , serundeng , rendang sapi sudah di masak Dwi dan Arya sudah memasak gori .


Resto itu sangat ramai . Bian sampai heran melihat jumlah pembelinya sangat banyak bule dan orang blasteran Indonesia .


Baik pekerja ataupun mahasiswa .


Sejak kedatangan Dina , pengunjung semakin banyak . Ketika Bian menanyakan pada para pelayan , pelayan berbisik bilang.


" Kalau mbak Dina datang,pengagum citarasa makanannya pun datang , menyebar . Mau pagi,siang atau malam . Mbak Dina jago masak pak . Coba aja semua masakannya waw....," ujar pelayan cafe .


Dina meletakkan beberapa menu di meja Bian .


," ujar Dina .


Bian pu n makan , benar saja masakan Dina super lezat .


" Bungkus 5 nasi liwetnya ya ," ujar Bian .


Pelayan pun menyiapkan pesanan Bian . Bian membayar ke kasir .


" Hebat juga Aldi ya....ujar Bian . Apa gak mau buka cabang nih..." tanya Bian .


Tiba tiba sosok Aldi menghampiri Bian dan Dina .


" Tenang bro...baru dapat lokasi strategis di daerah perkantoran . Dan koki sejauh ini Dina , bahkan ada mbak yang akan di inport dari sumatera dan jawa , 3 orang . Mereka akan di kepalai oleh Master chef Dina ," ujar Aldi tertawa . Sisitim kita akan berubah Di,50:50 ".

__ADS_1


" Kamu harus menginves saham cafe kita ," ujar Aldi serius .


" Aku rasa ada baiknya seperti itu . Kamu liat , kata pelayan , Dina punya magnes otomatis dalam bidang kuliner " ujar Bian .


" Hmmm dokter koki , "ujar Aldi tertawa .


" Bisa di bilang , siapa yang jadi suaminya beruntung di manjakan makanan enak , " ujar Boan .


" Terus aja gosipnya . Mas pulang gih...nanti ansinya gak hagat lagi ," ujar Dina .


Akdi dan Dina menuju lantai 2 . Dina mengambil pakaiannya setelah meminum segelas air .


" Mas bau asam deh.Bau bau parfum wanita lagi . Hmmmm apa setia pacarku ini ? atau ehem ehem dengan si mata Biru . Ujar Dina ".


" Mas gak mcam macam sayang.Kamu juga bau acemmmmm . Gih mandi , " ujar Aldi menuju teras . Menyiapkan 2 buah cangkir coffee.Aldi membuat coffee yang sangat wangi , dan Dina selalu menyukai coffee racikan Aldi ."


Aldi melihat Wa di handphone Dina berbunyi terus menerus . Aldi pun terkejut melihat banyak foto nya dengan Alexa dikirim beberapa nomor ke Wa Dina .


Dina melihat Aldi bengong dan mebarik handphone dari tangan Aldi .


Aoakah yang akan terjadi selanjutnya?


Bersambung


🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀🐁🐀


jangan lupa like


vote


koment

__ADS_1


happy reading guysss


__ADS_2