
Melani , Aisyah , Jack dan Firman , turut bahagia dengan kabar kehamilan Dina . Ketika Aldi sampai di rumahnya , teman - temannya memberikan selamat pada Aldi .
Setelah bercanda dan banyak ngobrol , ke empat teman mereka pun sudah pamit pulang .
Dina dan Aldi memasuki kamar .
" Bersih - bersih dulu yaaang...," ujar Aldi .
" Siap komandan...," ujar Dina dengan tawa yang tertahan .
Aldi mengacak rambut pendek Dina . Rambut Dina lumayan cepat panjangnya . Dina berbaring di atas ranjang , karena merasa dingin , Dina memakai baju hangatnya .
" Besok Dina akan kembali bertugas mas , dan maaf sebenarnya dina selama ini mengikuti kelas online program S3 , dalam 1 bulan hanya beberapa kali pertemuan tatap muka ."
Dina menunduk .
" Kuliah dimana ?" tanya Aldi .
" Kenapa merahasiakannya ?"
" Kakek melarang , melanjutkan kuliah , kata kakek fokus sama rumah tangga dan pekerjaan ."
" Sama mas kenapa gak cerita ?"
" Dina gak mau ambil satu kampus dengan mas , Dina satu kampus dengan pakdos Sean prayoga ."
" Kenapa gak mau satu kampus dengan mas dan malah satu kampus dengan pakdos Sean , saingannya pakdos Derren ?"
" Jangan - jangan.....ada maksud terselubung ya yaaaang...."
" Mas Bian ambil tempat kuliah di seputaran kantor , dan juga dekat dengan rumah sakit , sekampus dengan mas Dimas juga , mas curiga amat , kalau mau dengan mereka , ngapain Dkna menikah sama nya mas , " ujar Dina kesal .
" Sama Dimas mau satu kampus....sama mas kenapa gak mau....? ".
Wajah Aldi cemberut .
" Cerita salah , gak cerita juga salah .Gak ada maksud apa - apa mas ....beneran mas....".
" Satu kampus dengan pakdos Sean Prayoga kebetulan , Dina mana tau .Kalau satu kampus sama mas Dimas , pengamen itu kan penguntit mas Bian , mas Bian gak tau , dia menguntit mas Bian , dan dia juga langsung daftar , dan itu kampus milik keluarga mereka , yah dia atur satu kelas , mas Bian dan Dina gak tau ."
Aldi hanya diam , masih cemberut .
" Gak percaya , ya terserah mas , " ujar Dina memutar tubuhnya membelakangi Aldi .
Dina langsung tertidur lelap , masih dalam kesal yang dia redam .
__ADS_1
Aldi jadi bingung , karena Dina belum makan malam .
Setelah 1 jam , Aldi membangunkan Dina.
" Din...bangun yaaaang....belum makan kan ".
" Dina malas makan mas....ngantuk....," ujar Dina .
Aldi pun makan sendirian di meja makan .
" Non Dina gak makan tuan muda ? " tanya bi Oni .
" Gak mau bangun bi , gak mau makan ."
" Terkadang mau di jam 11 atau 12 san makan tuan , terkadang di jam 2 atau 3 pagi , bibi dulu pernah gitu sewaktu hamil ."
" Tapi jangan kawatir tuan , tadi sore non Dina lumayan banyak makan dimsum , bersama teman - temannya ."
" Makasih udah buatin dimsum bi ,itu memang makanan favorite Aldi, selama hamil Dina selalu lahap makan , makanan kesukaan Aldi " .
" Iya nak....bibi akan memasak aneka makanan kesukaanmu .Bibi masaknya no micin , sehat buat non Dina dan bayi nya juga , walau terkadang orang hamil suka makan - makanan di luar , paling tidak gak full selalu makan dari luar ."
" Makasih perhatian bibi , makasih, " ujar Aldi tulus .
Ketika pukul 2 pagi , Dina menggoyang - goyangkan lengan sang suami .
" Mas....mas...bangun ."
" Kenapa sayang...?"
" Dina lapar mas....".
" Mau makan apa yaaaang....masih jam 2 pagi ."
" Mas...Dina mau makan Falscher hase ".
falscher hase ,merupakan makanan khas Jerman yang terbuat dari daging cincang yang dicampur dengan telur, tepung, dan bawang. Kemudian dagingnya disajikan dengan cara diiris pipih dan diberi bumbu saus di atasnya. Cocok banget dimakan bareng kentang layaknya steak pada umumnya.
Aldi tertawa memeluk sang isteri .
" Mau mas beliin atau ikutan makan di resto ?"
" Apa ada , resto buka jam segini mas ? " ujar Dina .
" Baby kita mirip selera mas yaaaang . Mas biasanya makan hidangan falscher hase di restoran milik mas , chef nya yang di Canada dan Jerman , chef handal ."
__ADS_1
" Makan di resto aja yukkk mas ".
" Baiklah...anggap aja kita ngedate berdua , hehehehehe ".
" Makasih mas , mau ngetiin Dina , gak marah membangunkan mas di pukul 2 pagi seperti saat ini , malahan mas masih bisa tersenyum , dan membawa Dina ."
" Kamu bisa makan saja mas sangat senang , yukkk buruan kita berangkat , nanti mood babynya beda lagi...".
Aldi dan Dina pun tertawa . Aldi mengenakan jaket pada sang isteri, Aldi juga memakai jaketnya .
Aldi pamit pada sang satpam , menuju ke restoran miliknya .
" Restoran ini tutup pukul berapa yaaang ?"
" Restoran ini 24 jam beroperasi yaaang , karena dekat bandara . Pegawainya akan melakukan shift ".
" Mas...Dina mau liat masaknya , bolehhh..?"
" Yukkkk...".
Aldi mengajak sang isteri , melihat sang chef ber akrobatik mengolah bahan dan membuat makanan selezat mungkin. Sang chef dan para pegawai sangat bahagia , karena selama ini mereka selalu men support majikan mereka , dalam perjuangan mempunyai keturunan . Mereka heran melihat kehadiran pasangan ini ,Aldi denga. tersenyum mengatakan bahwa isterinya lagi ngidam , para pekerja dan chef pun bersorak bahagia memeluk Aldi .
Aldi sangat care pada pekerjanya , Dina mengetahui , karena dia juga pernah bekerja dengan Aldi .
Dina perlahan memakan falscher hase ,Dina menyuapi juga buat Aldi .
" Kamu pernah memakan olahan ini di mana ? tanya Aldi ."
" Kakek mengajak Dina makan ini saat pertama kali sampai di Jerman , kakek mempunyai sahabat , dan isteri teman kakek memasak di kantin perusahaan . "
" Rasanya sangat berbeda , ciri khas chef mas ada , dan ciri khas isteri teman kakek juga ada , keduanya enak , " ujar Dina .
Ketika selesai melahap makanan , mereka pun pulang . Aldi tersenyum melihat sang isteri tertidur .
Wajah cantik sang isteri begitu polos tertidur .
Aldi menggendong Dina menuju kamar mereka , membaringkan Dina perlahan, mereka pun memasuki alam yang penuh dengan kebahagiaan mereka .
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1