Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Suami Pengertian


__ADS_3

Pagi itu , setelah mereka sarapan , Aldi membawa Dina ke ruangan prakteknya , di dalam ruangannya , ada kamar sebagai tempat istirahat ,awalnya Dina duduk di dalam ruangan suaminya , memandang pigura foto pernikahan mereka terpajang beberapa di meja kerja suaminya .


Mengingat pernikahan mendadak mereka ,Dina tersenyum. Seperti tidak mau kalah dengan pernikahan Aisyah .


Hampir 3 bulan pernikahan mereka , berhubungan LDR sangat menyiksa , tetapi saat mereka bersama seperti saat ini , membuat mereka menjalaninya sangat bahagia , mempergunakan waktu sebaik mungkin .


Aldi memeluk Dina setelah sang perawat pergi ke luar , mengambil beberapa stok obat dan keperluan praktek pagi ini .


Aldi membuka sebuah ruangan tidak terlalu besar, ada ranjang single disana , juga jendela kaca dan bisa di buka , pemandangannya sangat indah .


" Sayang...disinilah ruang istirahat mas , bila pasien melahirkan mendadak di kala malam , juga jika ada tugas yang urgent ."


" Apa mas gak bawa perawat atau wanita ke ruangan rahasia ini? " selidik Dina .


" Mas tidak seperti itu , baru kamu yang memasuki ruangan ini sayang, membersihkan dan menukar seprai nya pun mas sendiri, ini selalu di kunci , dan ruangan yang tidak boleh dimasuki siapapun ".


" Curiga banget nyonya Wijaya ini , " ujar Aldi tertawa .


Dina mengalungkan tangannya ke leher sang suami .


" Semakin menjadi istri mas , rasa cemburu Dina begitu besar mas...."


" Cemburu boleh aja , jangan porsi nya berlebih juga ".


Dina cemberut , dan mengusap wajah suaminya.


Mas kerja dulu ,kalau bosan ke depan aja , " ujar Aldi .


" Hmmm...,"


Dina sibuk mengerjakan tesis nya , sesekali dia mengacak rambutnya , kemudian mengikat menjadi satu gundukan , seperti gundukan bakpau , ujar teman - temannya .


Sesekali Dina berbaring meregangkan pinggangnya .


Dina menelepon dokter Derren , menanyakan apakah ada teman nya dekat dokter ahli jantung, Dina ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang menyangkut tesis yang dia kerjakan .


πŸ“žHallo...


πŸ“žHallo....baru ingat sama mantan tunangan ?


πŸ“ž Iya...hehehehehe


πŸ“ž Ngaku...kalau ada maunya ...


πŸ“ž Tau aja hehehehehe

__ADS_1


πŸ“ž Hmmmm ada mau nya , yah baik....Derren tertawa .


πŸ“ž Mas...ini Dina ada terbentur masalah tesis , agak bingung di beberapa bagian , ada recoment gak teman mas yang dah se angkatan profesor Roberth ?


πŸ“ž Bentar ...mas mikir.....


πŸ“žMas....Dina mau yang sama lokasi di Rusia juga , Dina gak nanya ke mas Aldi , gak mau beda tempat gitu, susah bolak balik kalau mau penelitian atau diskusi .


πŸ“ž Ada seorang profesor juga , umurnya sekitar 60 an lebih , namanya Profesor Maxel .Nanti mas tanya ya Din . Beliau bertugas di sebuah rumah sakit dekat pinggiran Rusia .


πŸ“ž Makasih pakdos ....


πŸ“ž Hanya segitunya ? kamu liburan kemana ? gak kelihatan hilir mudik di tempat favorite mu di rumas sakit .


πŸ“ž Liburan ketemu suami la mas...apalagi .


πŸ“ž Cemburu deh.....harusnya mas gak lepas kamu , " ujar Derren .


πŸ“ž Mas ini amnesia akut...mas yang bilang akan bahagia , kalau aku bahagia . Nih amnesia balik , jadi harus di kuliahi 3 sks ya pakdos .


πŸ“ž Beneran loh Din....berat melihatmu dengan Aldi . Ingin berbesar hati , terkadang sulit .


πŸ“ž Maaf...


πŸ“ž Apa Aldi menyayangimu?


πŸ“ž Baguslah , paling tidaknya mas mu ini mengalah dan memberikanmu pada orang yang tepat .


πŸ“ž Dokter Gres ????


πŸ“ž Gak Din...mas gak mau dekat dengan cewek agresif , mas gak sreg .


πŸ“ž Baiklah....nanti kalau ada teman Dina dokter yang baik, Dina jodohin sama mas .


πŸ“ž Kamu buka profesi baru ya ? agen biro jodoh .


πŸ“ž Bisa jadi....biro jodoh buat mas Dimas dan mas Derren , pria -pria gagal move on ,xixixixixi.


πŸ“ž Ngejek ?


πŸ“ž Gak berani ....


πŸ“ž Baiklah Din....nanti mas temani gitu profesor Maxell bersedia .


πŸ“ž Maksih mas , bye....

__ADS_1


πŸ“ž bye......


Dina memandang sosok yang berada di pintu .


" Teleponan dengan pakdos Derren ? " .


" Iya mas , ada terbentur tesis dikit , jadi mau nyari dokter yang kompeten , yang bisa sharing dengan Dina ".


" Apa sudah dapat dokter jantungnya ? "


" Sudah mas ....nanti pakdos Derren hubungi beliau dulu ".


" Dokter Jonathan , dokter spesialis jantung terbaik , prestasinya sudah di akui , banyak kasus dia bisa tangani ".


" Usianya yang tergolong masih muda , meraih prestasi sehingga disematkan gelar profesor atas keberhasilannya menemukan beberapa obat jantung dan pembuluh darah , juga penanganan yang hebat ."


" Mas nanti akan kenalkan kamu dengan nya , dia anak pemilik rumah sakit ini , " ujar Aldi .


" Mungkin selama disini , baiknya ikutan operasi dengan dia , menjadi asistennya , menimbah ilmu dan pengalaman ".


" Apa dia mau mas? ".


" Melihat reaksinya di kantin , dia tertarik dengan mu Din....sebenarnya mas gak rekoment kamu belajar ke dia , tapi kamu kan terbentur dalam pengerjaan tesis , mas akan berusaha profesional , mas percaya , kamu akan menjaga kepercayaan yang mas berikan ".


" Pengertian banget sihhh suamiku ini...." .


Dina memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya .


Aldi mengusap wajah Dina sambil memberi ciuman singkat .


Dina memencet hidung Aldi .


" Lapar.....," ujar Dina ".


" Hmmmm.....sama....".


Mereka pun menuju kantin rumah sakit .


Aldi menggenggam erat tangan Dina .


Banyak mata yang terbengong melihat ke arah mereka .


🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼🌡🌼


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2