
Pagi itu , setelah mereka sarapan , Aldi membawa Dina ke ruangan prakteknya , di dalam ruangannya , ada kamar sebagai tempat istirahat ,awalnya Dina duduk di dalam ruangan suaminya , memandang pigura foto pernikahan mereka terpajang beberapa di meja kerja suaminya .
Mengingat pernikahan mendadak mereka ,Dina tersenyum. Seperti tidak mau kalah dengan pernikahan Aisyah .
Hampir 3 bulan pernikahan mereka , berhubungan LDR sangat menyiksa , tetapi saat mereka bersama seperti saat ini , membuat mereka menjalaninya sangat bahagia , mempergunakan waktu sebaik mungkin .
Aldi memeluk Dina setelah sang perawat pergi ke luar , mengambil beberapa stok obat dan keperluan praktek pagi ini .
Aldi membuka sebuah ruangan tidak terlalu besar, ada ranjang single disana , juga jendela kaca dan bisa di buka , pemandangannya sangat indah .
" Sayang...disinilah ruang istirahat mas , bila pasien melahirkan mendadak di kala malam , juga jika ada tugas yang urgent ."
" Apa mas gak bawa perawat atau wanita ke ruangan rahasia ini? " selidik Dina .
" Mas tidak seperti itu , baru kamu yang memasuki ruangan ini sayang, membersihkan dan menukar seprai nya pun mas sendiri, ini selalu di kunci , dan ruangan yang tidak boleh dimasuki siapapun ".
" Curiga banget nyonya Wijaya ini , " ujar Aldi tertawa .
Dina mengalungkan tangannya ke leher sang suami .
" Semakin menjadi istri mas , rasa cemburu Dina begitu besar mas...."
" Cemburu boleh aja , jangan porsi nya berlebih juga ".
Dina cemberut , dan mengusap wajah suaminya.
Mas kerja dulu ,kalau bosan ke depan aja , " ujar Aldi .
" Hmmm...,"
Dina sibuk mengerjakan tesis nya , sesekali dia mengacak rambutnya , kemudian mengikat menjadi satu gundukan , seperti gundukan bakpau , ujar teman - temannya .
Sesekali Dina berbaring meregangkan pinggangnya .
Dina menelepon dokter Derren , menanyakan apakah ada teman nya dekat dokter ahli jantung, Dina ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang menyangkut tesis yang dia kerjakan .
πHallo...
πHallo....baru ingat sama mantan tunangan ?
π Iya...hehehehehe
π Ngaku...kalau ada maunya ...
π Tau aja hehehehehe
__ADS_1
π Hmmmm ada mau nya , yah baik....Derren tertawa .
π Mas...ini Dina ada terbentur masalah tesis , agak bingung di beberapa bagian , ada recoment gak teman mas yang dah se angkatan profesor Roberth ?
π Bentar ...mas mikir.....
πMas....Dina mau yang sama lokasi di Rusia juga , Dina gak nanya ke mas Aldi , gak mau beda tempat gitu, susah bolak balik kalau mau penelitian atau diskusi .
π Ada seorang profesor juga , umurnya sekitar 60 an lebih , namanya Profesor Maxel .Nanti mas tanya ya Din . Beliau bertugas di sebuah rumah sakit dekat pinggiran Rusia .
π Makasih pakdos ....
π Hanya segitunya ? kamu liburan kemana ? gak kelihatan hilir mudik di tempat favorite mu di rumas sakit .
π Liburan ketemu suami la mas...apalagi .
π Cemburu deh.....harusnya mas gak lepas kamu , " ujar Derren .
π Mas ini amnesia akut...mas yang bilang akan bahagia , kalau aku bahagia . Nih amnesia balik , jadi harus di kuliahi 3 sks ya pakdos .
π Beneran loh Din....berat melihatmu dengan Aldi . Ingin berbesar hati , terkadang sulit .
π Maaf...
π Apa Aldi menyayangimu?
π Baguslah , paling tidaknya mas mu ini mengalah dan memberikanmu pada orang yang tepat .
π Dokter Gres ????
π Gak Din...mas gak mau dekat dengan cewek agresif , mas gak sreg .
π Baiklah....nanti kalau ada teman Dina dokter yang baik, Dina jodohin sama mas .
π Kamu buka profesi baru ya ? agen biro jodoh .
π Bisa jadi....biro jodoh buat mas Dimas dan mas Derren , pria -pria gagal move on ,xixixixixi.
π Ngejek ?
π Gak berani ....
π Baiklah Din....nanti mas temani gitu profesor Maxell bersedia .
π Maksih mas , bye....
__ADS_1
π bye......
Dina memandang sosok yang berada di pintu .
" Teleponan dengan pakdos Derren ? " .
" Iya mas , ada terbentur tesis dikit , jadi mau nyari dokter yang kompeten , yang bisa sharing dengan Dina ".
" Apa sudah dapat dokter jantungnya ? "
" Sudah mas ....nanti pakdos Derren hubungi beliau dulu ".
" Dokter Jonathan , dokter spesialis jantung terbaik , prestasinya sudah di akui , banyak kasus dia bisa tangani ".
" Usianya yang tergolong masih muda , meraih prestasi sehingga disematkan gelar profesor atas keberhasilannya menemukan beberapa obat jantung dan pembuluh darah , juga penanganan yang hebat ."
" Mas nanti akan kenalkan kamu dengan nya , dia anak pemilik rumah sakit ini , " ujar Aldi .
" Mungkin selama disini , baiknya ikutan operasi dengan dia , menjadi asistennya , menimbah ilmu dan pengalaman ".
" Apa dia mau mas? ".
" Melihat reaksinya di kantin , dia tertarik dengan mu Din....sebenarnya mas gak rekoment kamu belajar ke dia , tapi kamu kan terbentur dalam pengerjaan tesis , mas akan berusaha profesional , mas percaya , kamu akan menjaga kepercayaan yang mas berikan ".
" Pengertian banget sihhh suamiku ini...." .
Dina memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya .
Aldi mengusap wajah Dina sambil memberi ciuman singkat .
Dina memencet hidung Aldi .
" Lapar.....," ujar Dina ".
" Hmmmm.....sama....".
Mereka pun menuju kantin rumah sakit .
Aldi menggenggam erat tangan Dina .
Banyak mata yang terbengong melihat ke arah mereka .
π΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌπ΅πΌ
Jangan lupa like
__ADS_1
Vote
Koment