Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Papa


__ADS_3

Setelah satu harian bermalas malasan di Villa, Dina dan Aldi saling berebut bantal , Aldi sampai menindih Dina , ketika Aldi berdiri , Dina langsung mengalungkan dari belakang tangannya ke leher Aldi , kemudian Aldi menggendong belakang Dina , menuruni tangga ke bawah .


Dina dan Aldi duduk di tepi kolam , sambil menikmati rujak .


" Mas....maunya tambahkan gula kan, mas...kepedesan banget ....nih bibir jadi bimoli alias bibir molor lima inci , " ujar Dina .


Aldi tertawa .


" Mangga nya enak...manis...," ujar Aldi .


" Salak bali enak banget mas....


kita beli yuk mas...pengen makan , bagi - bagi ke keluarga juga ."


" Kacang bali jadi kamu pesan yaaang ..,".


" Sudah yaaang....".


" Kita balik malam ini ya yaaang..."


" Baiklah mas...".


Ketika Sore , Dian dan Aldi pun permisi pada para pekerja , Dina membelikan beberapa pakaian , membelikan ke 3 pekerjanya handphone dan memberikan sejumlah uang , Dina sangat bahagia Villa nya terpelihara dengan baik .


Dina dan Aldi sibuk mendengarkan musik di earphone .


" Honey moon yang indah yaaang...," ujar Aldi .


" Sangat...," ujar Dina .


🐪🐪🐪🐪


Ke esokan harinya , setelah perjalanan panjang , Dina masih berbaring tertidur , sedangkan Aldi sudah sibuk mengikuti perkuliahan nya , rumah sakit memberikan kelonggaran pada Aldi tentang jam masuknya , karena Aldi dalam masa studi S3.


Siang itu , Dina merasa badannya tidak terlalu enak , dan kepalanya sangat pusing .


Terlihat Claudia berkunjung ke rumahnya , dan Dina pun turun dengan wajah malas - malasan .


" Apa pertarungan semalam kamu kalah telak Din...? " ujar Claudia .


" Mulai......gak...ku hanya capek ...lelah dan jet lag Clau....".


" Tumben....biasa tahan banting , nih kebayakan amunisi, kalau gak jadi lagi , gak tau dehh...sampai ke Villa rahasia segala ."


" Tunggu aja tanggal mainnya , double atau triple , oceh Dina percaya Diri ".


" Amin.....teriak Claudia ."


Dina dan Claudia terkekeh tertawa .


" Tau gak Clau ..di Bali ...aku bebas makan apa aja , kata mas Aldi , semua masakan tradisonal boleh aku makan , kebayang gak..... ,aku kuliner semua , nih kacang Bali banyak aku borong buat aku dan buat kalian juga ,bagiin yah ke mama dan papa ".


" Mereka suruh panggil kamunya Din..., soalnya mereka kangen."


" Baiklah...mertuaku lusa baru pulang , yukkk....".


" Kamu naik sepeda Claud kesini ?"


" Iya...sambil olah raga , aku banyak nambah nih..., hitung - hitung olah raga ".


" Ku gak mau naik sepeda ahhh.....malas ".

__ADS_1


" Tuh...Suruh Bian jemput deh...ku duluan yahhhh".


Tidak lama kemudian , Bian menjemput Dina di jalan , Dina berjalan perlahan .


" Naik Din...," ujar Bian .


" Capek....?"


" Badan gak gitu enak...., pulang dulu ke rumah mas , ada salak Bali , singgah ke tempat mbak Ratih dan mbak Elsa dulu ya...," ujar Dina .


Bian mengangkat salak dan kacang oleh oleh dari Bali .


" Banyak banget Din , sampai 1 karung gitu ".


" Udah...tenang aja tuh dua di bagi 2 sama si mbok ."


Bian tertawa .


" Ma....ujar Dina manja peluk maminya ".


" Ih...kok kumal gini sihh balik dari huliday huliday an...".


" Ma...masakin gado gado dong , sekarang ya ma....pengen...," ujar Dina manja.


" Tumben minta makan , biasanya di paksa juga gak mau...," ujar mama .


" Wuihhhh...mas Dimas....," ujar Dina .


" Penghianat...ke Bali gak bilang - bilang ".


" Ganggu acara nanti kamu mas....usil mu itu gak ketulungan ...tulung...tulungggg...ujar Dina ngakak ."


Kakek dan nenek pun tertawa .


Dina mengambil ahli telepon .


" Ya...hallo...okey...saya kesana ...," ujar Dina .


" Mas Bian..... Keluarin motor , kita menuju rumah sakit . Papa kena serangan jantung , ujar Dina menjerit dan semua pun terkejut " .


" Clau...bawa mama, kakek dan nenek , segera...ke rumah sakit tempat aku praktek ".


" Baik Din...," ujar Claudia.


Bian dan Dina pun langsung melaju kencang , mereka pun menuju UGD berbarengan dengan kedatangan papa Dina .


" Mas Bi...kabari ke mas Aldi , Dina akan mengecek kondisi papa , " ujar Dina bergegas .


Dina mengecek kondisi papanya , Dina membawa papa nya dengan bantuan para perawat ke sebuah ruangan, para perawat mendorong brankar , Dina mengecek kondisi jantung papa nya .


Dina menuju mama nya .


" Ma...kondisi papa harus di lakukan operasi katup . Jika di biarkan papa susah bertahan , ma....Dina akan mengoperasi papa , " ujar Dina.


" Din...apa kamu bisa , dia papa kamu."


" Tidak ada orang yang Dina percayai ma , selain diri Dina sendiri , please ma...apapun hasilnya , itulah yang terbaik Dina upayakan ."


" Baiklah nak...lakukan lah nak...kami mendukungmu..," ujar sang kakek.


" Ya nak...lakukanlah , tapi jangan paksa dirimu ".

__ADS_1


Dina pun bergegas menuju ruangannya , mengganti pakaian nya , setelah mengumpulkan tim operasi , papa pun di dorong menuju kamar operasi .


Di luar , Aldi baru sampai , Aldi mendapat kabar dari Bian , setelah Aldi selesai kuliahnya . Aldi sangat bingung dengan kejadian ini .


Dina melakukan operasi , pergolakan dalam dirinya begitu berat , sosok papa yang sangat dia sayangi , serasa dia tidak sanggup menyayat pisau bedah nya di tubuh sang papa ,tetapi Dina harus menolong dan menyelamatkan papanya .Dina kembali fokus , semua memperhatikan sosok Dina . Dina pun mulai berdoa , membisikkan sesuatu di telinga sang papa .


" Pa...ini anakmu...lihat Dina pa...doakan Dina melakukan operasi sulit ini , doakan anakmu pa...papa sembuh yaaahhhh...papa sayang kan sama Dina dan mama .Kuat dan bertahanlah pa...ucap Dina . Ada air mata di sudut mata Dina ."


Dengan helaan nafas dan berpacu dengan waktu , Dina memulai operasi , di bantu dokter yang juga handal , mereka menjadi tim yang solid , operasi itu memakan waktu 8 jam lamanya , Dina berusaha fokus , dan akhirnya operasi pun sukses .


Dokter tersebut memeluk Dina , mereka salut dengan profesional kerja Dina , salut dengan ketelitian Dina .


Para tim pun tersenyum .


Para tim keluar , di ikuti Dina di samping brankar yang di dorong oleh ara perawat , terlihat wajah Dina sangat lelah .


Dina menatap wajah mama nya . Dina memeluk sang mama .


" Mama harus kuat , Dina sudah berupaya sebaik mungkin .Operasi papa sukses ma....".


Mama Dina pun menangis dalam pelukan Dina.


" Dina bawa papa ke ruang intensif dulu ya ma...," ujar Dina .


Aldi menggenggam tangan Dina dan mengikuti Dina .


Dina mengusap wajah sang papa , Air mata Dina mengalir , Aldi memeluk Dina dengan erat .


Dina pun menuju ruangannya , membersihkan diri dan memakai pakaiannya . Aldi membantunya berpakaian. Terlihat Dina sangat kelelahan .


" Makan lah Din...mas membawa nasi kesukaanmu , tadi pegawai mas yang antar ."


Aldi meyuapi Dina , perlahan Dina pun makan .


Ketika sudah selesai makan , Dina dan Aldi menemui mama, kakek dan nenek nya .


" Ma...pulanglah..istirahat...Dina akan jaga papa , akan pantau kondisi papa ".


" Kamu juga istirahat ya nak...wajahmu sangat lelah ".


" Iya tan...nanti Bian juga bantu Dina melihat om..."


" Makasih Bi....".


Kakek memeluk Dina , membelai rambut Dina .


" Kamu memang dokter terbaik nak ...kamu bisa sanggup dan profesional , kakek tau...kamu sangat dekat dengan papa dan mama mu...ini berat , tapi kamu lakukan karena rasa


sayang mu ".


" Kakek juga sama nenek jaga kesehatan ya , nenek dan kakek pulanglah ...".


" Dina akan ngabarin , perkembangan papa ."


Semuanya sudah kembali ke rumah , Dina dan Aldi duduk di ruangan Dina . Dina menyandarkan tubuhnya di bahu Aldi .


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2