
Dina masih tertidur , seminar di adakan jam 11 , Dina sangat ngantuk .
Sebuah tangan memeluk tubuh Dina .
Derren merekam semua kejadian disana dengan camera tersembunyi nya , dan mengirimkan ke Aldi rekaman tersebut .
Aldi pengen marah , akhirnya tertawa dengan kelucuan sang isteri .Inilah Dina yang dia sukai , sosok yang humble , lucu , dan bisa membuat suasana jadi hidup .
Aldi berkerut ketika meraba di sekitar perut Dina .
Aldi mengambil stetoskopnya , namun Dina sudah berbalik menutup perutnya .
Aldi kembali memeluk Dina . Meraba perut dan bagian dad* .
Aldi jadi terdiam .
Aldi kembali hanya memeluk Dina .
Ketika sudah pukul sepuluh , Aldi membangunkan Dina . Namun Dina tetap tertidur .
Aldi ******* bibir Dina , Dina pun melotot . Ketika Dina mau bicara , Aldi langsung ******* Dina kembali .
Aldi melepas ciuman panjangnya , ketika Dina sudah kehabisan nafas .
" Mas....kenapa bisa disini ? , " ujar Dina .
" Isteri mas jadi nakal , mas hak tenang , jadi harus mas awasi 24 jam , " ujar Aldi .
" Ihhh...mas pasti dengar curhatan pakdos galak.....,".
" Hmmm....".
" Dina mandi dulu ya mas..., " ujar Dina.
" Din...apa inseminasi terakhir , kamu udah nge cek pakai test pack ?"
" Udah ahhh mas..., jangan bahas lagi , please ...Dina pun melangkah ke kamar mandi ."
Tidak lama kemudian Aldi dengan rasa penasarannya kembali mengetuk pintu kamar mandi .
"Kenapa lagi sih mas...," ujar Dina dengan wajah mengkerut .
" Ini test pack yanggg.... coba test ".
" Mas....please dehhhh ....mas buat bad mood ".
Dina menutup pintu kamar mandi sangat kuat .
Air mata Dina pun menetes , Dina benci melihat test pack . Dina mandi , dan memakai pakaian nya .
__ADS_1
" Dinnnn...," ujar Aldi .
Dina diam , mengambil tas nya .
" Mas harus tau , Dina benci liat test pack , mas bisa ngerti gak....Dina tau....Dina tau ...lepaskan lah mas.....pernikahan mendadak kita sebuah kesalahan , kecerobohan , mas bebas ...Dina sudah siap . Cepat atau lambat ini yang mas inginkan , Dina juga gak akan menahan mas dengan ke egoisan Dina . Urus saja semua , Dina akan tanda tangan ."
" Din...jangan ngomong seperti itu , pernikahan bukan hal yang main - main ."
Dina mengambil ranselnya , dan turun ke lantai bawah .Teringat mobil disita Derren dan sepeda motor juga , Dina memesan taxi online .
" Din...kamu salah paham sama mas.....mas antar yahhhh...," ujar Aldi .
Sebuah mobil sudah berada di depan Villa Dina , Dina pun masuk tanpa melihat ke arah Aldi.
Aldi sangat tau , Dina sangat sensitif soal seperti ini .Hampir 2 tahun , Dina bolak balik menggunakan test pack , menangis dan kecewa , Aldi tetap memeluk Dina . Mungkin puncak kemarahan Dina ada saat ini .Dan rasa frustasinya dia imbaskan pada suaminya , Dina sangat menyesal keadaannya seperti ini , entah kenapa emosjnya naik dan turun.
" Dina kenapa nak....?" tanya mama Aldi .
" Aldi suruh Dina cek ma.... cek pakai test pack , Dina sangat sensitif ma....Aldi mengusap wajahnya ."
" Kenapa kamu suruh Dina cek ? "
Aldi mengusap kegalauan dalam dirinya .Dia tidak mau mengatakan apa - apa yang belum pasti nantinya.
Seminar pun siap di pukul 4 sore , Dina kembali duduk di sebuah cafe , bersama ke lima dokter .
" Yukkk...ku bawa make over...," ujar Dina .
" Jangan ahhh Din...aku malu....ujar dokter cupu ".
Dina pun membawa dokter cupu ke salah satu salon terkenal , Dina tau dari rekomen Bian .
Setelah 3 jam , hasilnya mencengangkan , si dokter cupu sudah berubah , lumayan cantik , lebih modern .
Dina sampai menjerit melihat perubahan dokter cupu sahabatnya .
" Kamu panggil aku cupu , cupu apaan Din...ujar nya ".
" Baiklah...kamu akan aku panggil sesuai namamu , Celine ".
Dina berfoto berdua bersama Celine.
Dina memberi no Wa dan hanphone milik Celine kepada Bian .
" Ini teman Dina mas , cupu , menyenangkan , sesuai dengan tipe yang mas ingini .Selamat berkenalan ...".
Bian terkejut melihat sosok Celine .Sosok dokter yang menolongnya , ketika mengalami kecelakaan motor di Philipina .
" Din...kamu kenal sama dia dimana? Itu dokter yang mas cari , dia Din...yang menolong mas sewaktu kecelakaan di Philipina , Bian mengirim pesan suara dari Wa ke Dina.
__ADS_1
" Hmmm.....berangkat sekarang mas...tuh bapaknya galak lo , maklum anak orang tajir , mas harus usaha .Cepat terbang , sisa 2 hari nih di sini , " ujar Dina membalas pesan suara dari Bian.
" Baik.....ujar Bian membalas Wa dari Dina ."
" Kamu kenal dengan wajah ini cupu....," ujar Dina.
" Jangan panggil cupu lagi dong Dinnnnn....".
" Pengen....bolehlah ya ...".
" Yah udah senyaman mu aja deh....".
Dina menunjukkan beberapa foto Bian .
" Kayaknya pernah liat , tapi lupa...," ujar Celine .
" Yuk pulang....jangan sampai di rajia satpol PP , ujar Dina."
" Baiklah....".
" Ehhh..tunggu dulu...temani makan bakso yukkkk".
" Kamu gak boleh makan sembarangan....".
" Lagi pengen bangettttt...."
" Baiklah....mereka pun makan bakso di pinggir jalan . Dina sampai makan 2 mangkok ."
" Duh kenyangnya....," ujar Dina .
" Kamu makan mirip kuli , " ujar Celine .
" Dah jagoooo yaaahhhh dengan bahasa gaul...., " ujar Dina.
" Keseringan ketemuan di berbagai seminar , mana kita sering berdua lagi satu kamar ,hehehehe...aku belajar dari kamu ".
" Hmmmm.....kamu gak balik ke Philipin ?"
" Gak....lebih nyaman jauh dari home , maklum semua tampang galak , punya papy dan mamy super galak ".
Dina dan Celine pun tertawa .
Dina benar - benar marah , Dina membalas Wa Aldi seperlunya , menjawab telepon, Aldi banyakan diam .
👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋👋
Jangan lupa like
Vote
__ADS_1
Koment