
Satu perasaan yang tidak pernah Dina alami , sangat tenang , tanpa ekspresi , gak mikir banyak hal , sibuk dengan bacaan nya .Biasanya Dina cemburuan , suka mewek kalau lagi sedih , suka uring - uringan , Dina menertawakan dirinya .
Apakah mungkin aku akan melepaskannya , ketika sadar diri , ada seorang wanita perfect yang bisa membuatnya bahagia ? apa aku bisa setulus ini , karena sangat mati rasa , ketika mimpi dan keinginan mempunyai anak tidak akan bisa terjadj ? sudah hampir mau 2 tahun , rasanya terlalu sedih melihatnya tanpa keturunan , jika dia memiliki bayi , pasti ganteng , dan dia lebih bahagia lagi .Apakah aku harus pergi , rasanya pengen ke Afrika seperti niatan dulu lagi .
Dina menghenbuskan nafas nya .
Sangat banyak orang yang rela meninggalkan yang setia demi yang sempurna ,apakah kamu salah satunya ?
Aku lebih memilih meninggalkan daripada ditinggalkan, ya setidaknya tidak terlalu menyedihkan , mengemis dan meminta di kasihani ... ....
Tidak.....apapun itu aku bisa hidup sendiri , mungkin sama halnya denga dokter Derren , bisa bersama mu selama hampir 2 tahun , aku sudah bisa iklas menerima kebodohan ku .
Aku dan kesedihan, hidup berdampingan. Aku dan kamu, hidup dengan batas dan kesenjangan , ada baiknya aku mengiklaskanmu , seperti saat ini tiada tangisan , perihnya hati bisa ku tutupi , karena aku memang sangat jauh dari kesempurnaan.
Dina melangkah memasuki Villa nya , pandangannya begitu sedih , mengenang kebersamaan mereka selama 1 minggu di Villa ini .Setelah 2 minggu kemudian , datang kesini dengan perasaan yang berbeda .
Dina bergegas membersihkan Dirinya , memakai kemeja dan celana hitamnya .membawa ransel berisi jas kedokterannya dan stetoskop nya .
Dina melihat sepeda motor Bian , rasanya kangen menggunakan sepeda motor sport , Dina pun melaju , para pekerjanya sampai bengong .
Dina memarkir sepeda motor nya di tempat parkir , menanyakan pada satpam , dimana ruang pertemuan .
Dina memasuki ruangan , duduk di kursi paling sudut .Dina masih memakai topinya , tadi sewaktu masuk , Dina harus melepaskan topinya , dan menunjukkan Id card kedokterannya .
Dina sibuk masih bermain game dengan Aisyah .Aisyah sangat manja , bawaannya mau bermain game hanya dengan Dina .
Sudah 1 bulan ini , Dina wajib meladeni permintaan teman nya ini . Kalau gak , Firman bakal kewalahan karena Aisyah ngambek .
Permainan game selesai , bertepatan dengan para pembicara seminar sudah menempati kursi di depan . Demi menghormati , Dina membuka topi nya . Seorang petugas membisikkan sesuatu pada Dina . Dina kembali membuka Email nya , Dina terkejut , menjadi salah satu pembicara juga di seminar ini .
Dina berdiri , berjalan dari samping , semua mata terpaku melihat nya .
Dokter Derren sampai bengong melihat sosok Dina dengan rambut pendeknya .
Dina pun duduk di kursi kosong tersebut .
Seminar pun di mulai , sangat banyak pertanyaan , para pembicara pun menjawab pertanyaan para dokter dan sesama rekan .
Dokter Derren menjelaskan beberapa hal , kemudian Dina memberi penjelasan lebih mendetail .
Terdengar tepuk tangan para peserta , karena Dina termasuk dokter paling muda yang bisa duduk di depan .
Makan siang pun di gelar , Dina memilah - milah makanan yang ingin dia makan .
"Makanmu semakin banyak , tapi kenapa tetap kurus , dokter Derren terkekeh ."
" Makan hati...," ujar Dina asal .
" Kamu gak bahagia ?"
" Kamu bahagia kenapa ? dan kalau enggak kenapa juga ?"
" Kalau kamu bahagia , aku sangat bahagia .Kalau kamu tidak bahagia , rasanya sangat berat berkorban hati , tapi hasil nya kamu tidak bahagia ."
Dina hanya tersenyum.
__ADS_1
" Kenapa pangkas rambut Din ? "
" Biar gak nampak tua..." ujar Dina .
" Aldi gak ikut ?"
" Gak...lagi sibuk kuliah dan tugas di rumah sakit ."
" Kamu gak di makan makan beginian ?"
" Gak.....kalau makanan tradisonal , bebas makan ."
Dina duduk di meja beberapa dokter wanita , yang memang dia kenal . Derren sangat heran dengan perubahan Dina .
Seminar itu sampai pukul 4 sore , Dina menyandang ranselnya .Saat teman nya mengajak Dina ke club , buat happy - happy , Dina menanyakan mereka ke club pukul berapa .
Mereka sepakat ke club pukul 10 .Dina pun meng oke kan. dan berujar akan datang .
Dina berjalan ke arah parkir , memakai helm nya ,serta jaket kulitnya .
Dokter - dokter disana pada bengong , melihat aksi Dina mengendarai sepeda motor sportnya . Dina melaju dengan lihai .Dina mengangguk ketika para teman dan dokter serta profesor pembicara nya masih bengong menatap aksinya .
Derren mengirim video Dina menggunakan helm dan melajukan sepeda motor nya .
Derren me Wa Aldi .
" Kamu ada masalah apa dengan Dina ? kenapa Dina bisa pangkas rambut ? kenapa dia sampai seperti ini ?.
Aldi terbengong melihat aksi sang isteri .Aldi mengacak rambutnya , Dina sangat berbeda dengan sosok biasanya , kembali e3perti ketika mereka SMA .
Dina tidak mendengar telepon dari suaminya Aldi , kwrena sangat nyenyak tertidur.
Padahal sejak pagi Aldi me Wa nya , Dina tetap membalas nya .
Malam pun tiba , Dina memakai atasan tanktop hitam , dan memakai rok di atas lutut , Dina merasa rok nya serasa ngepas banget , biasanya banyak berlebih .
"Semua pada bilang badannya kurus , tapi kenapa rok ini rasanya ngepas , dalam hati Dina."
Dian tidak memeriksa sesudah 2 minggu proses inseminasi buat ke 6 kalinya , Dina berpikir , buang - buang tenaga dan buat bed mood saja .
Dina mengangkat teleponnya ketika sedang mengendarai mobil yang sudah dia pinjam selama 4 hari dari temannya Bian .
π Hallo....
π Hallo...., yaaang....kenapa baru angkat teleponnya mas ?
πMaaf ....ketiduran tadi .
πIni mau kemana ? terdengar deru mobil , ujar Aldi .
π Di ajak rekan sesama dokter , buat happy ...happy....
π Cowok atau cewek ?
π Cewek lah mas...tapi gak tau juga , mereka ada panggil cowok atau gak .
__ADS_1
πHappy happy ke mana ?
πKe club ...ujar Dina .
π Apaaaa????? kok happy - happy nya di club sih...jangan minum ,nanti mabok loh....
π Pulang deh.....Din...kamu kenapa yaaang...kamj beda banget , kamu gak pernah injakkan kaki ke club , kenapa bisa berubah gini , apa karena mas membuat kamu kecewa , apa mas menyakiti kamu .Kamu marah pada mas karena dengan Sarah ? Mas sungguh - sungguh ...mas gak ada hubungan apa - apa dengan Sarah ..please yaaaangggg .Marahila mas...ujar Aldi .
"Mas...Dina matiin telepon ini , berahlih ke Video call ya ."
" Ya....," ujar Aldin .
Terlihat Aldi kembali kacau dan kembali seperti gembel .
π Mas kenapa ...?
πKamu yang kenapa ....
πDina gak apa - apa lo mas....
π Mas gak percaya...kamu beda dari biasanya. Selama 2 bulan belakangan ini , kamu semakin beda .
πPlease mas....Dina baik aja
π Kenapa pakai tank top ?
π Panas mas...nanti juga pakai jaket .
π Jangan minum....
π Iya....
πJanji....
π Iya ...janji
π Hati - hati....
π Hmmmm...
π Kenapa harus ke club sih....kenapa gak ke cafe aja .
π Udah ah mass......bye ...gak sampai sampai nih...
π Jangan lama pulang .
πIya...iyaa.....mas semakin menyebalkan dehhh bye mas....Dina mematikan handphonenya .
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1