Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Berbeda


__ADS_3

Satu perasaan yang tidak pernah Dina alami , sangat tenang , tanpa ekspresi , gak mikir banyak hal , sibuk dengan bacaan nya .Biasanya Dina cemburuan , suka mewek kalau lagi sedih , suka uring - uringan , Dina menertawakan dirinya .


Apakah mungkin aku akan melepaskannya , ketika sadar diri , ada seorang wanita perfect yang bisa membuatnya bahagia ? apa aku bisa setulus ini , karena sangat mati rasa , ketika mimpi dan keinginan mempunyai anak tidak akan bisa terjadj ? sudah hampir mau 2 tahun , rasanya terlalu sedih melihatnya tanpa keturunan , jika dia memiliki bayi , pasti ganteng , dan dia lebih bahagia lagi .Apakah aku harus pergi , rasanya pengen ke Afrika seperti niatan dulu lagi .


Dina menghenbuskan nafas nya .


Sangat banyak orang yang rela meninggalkan yang setia demi yang sempurna ,apakah kamu salah satunya ?


Aku lebih memilih meninggalkan daripada ditinggalkan, ya setidaknya tidak terlalu menyedihkan , mengemis dan meminta di kasihani ... ....


Tidak.....apapun itu aku bisa hidup sendiri , mungkin sama halnya denga dokter Derren , bisa bersama mu selama hampir 2 tahun , aku sudah bisa iklas menerima kebodohan ku .


Aku dan kesedihan, hidup berdampingan. Aku dan kamu, hidup dengan batas dan kesenjangan , ada baiknya aku mengiklaskanmu , seperti saat ini tiada tangisan , perihnya hati bisa ku tutupi , karena aku memang sangat jauh dari kesempurnaan.


Dina melangkah memasuki Villa nya , pandangannya begitu sedih , mengenang kebersamaan mereka selama 1 minggu di Villa ini .Setelah 2 minggu kemudian , datang kesini dengan perasaan yang berbeda .


Dina bergegas membersihkan Dirinya , memakai kemeja dan celana hitamnya .membawa ransel berisi jas kedokterannya dan stetoskop nya .


Dina melihat sepeda motor Bian , rasanya kangen menggunakan sepeda motor sport , Dina pun melaju , para pekerjanya sampai bengong .


Dina memarkir sepeda motor nya di tempat parkir , menanyakan pada satpam , dimana ruang pertemuan .


Dina memasuki ruangan , duduk di kursi paling sudut .Dina masih memakai topinya , tadi sewaktu masuk , Dina harus melepaskan topinya , dan menunjukkan Id card kedokterannya .


Dina sibuk masih bermain game dengan Aisyah .Aisyah sangat manja , bawaannya mau bermain game hanya dengan Dina .


Sudah 1 bulan ini , Dina wajib meladeni permintaan teman nya ini . Kalau gak , Firman bakal kewalahan karena Aisyah ngambek .


Permainan game selesai , bertepatan dengan para pembicara seminar sudah menempati kursi di depan . Demi menghormati , Dina membuka topi nya . Seorang petugas membisikkan sesuatu pada Dina . Dina kembali membuka Email nya , Dina terkejut , menjadi salah satu pembicara juga di seminar ini .


Dina berdiri , berjalan dari samping , semua mata terpaku melihat nya .


Dokter Derren sampai bengong melihat sosok Dina dengan rambut pendeknya .


Dina pun duduk di kursi kosong tersebut .


Seminar pun di mulai , sangat banyak pertanyaan , para pembicara pun menjawab pertanyaan para dokter dan sesama rekan .


Dokter Derren menjelaskan beberapa hal , kemudian Dina memberi penjelasan lebih mendetail .


Terdengar tepuk tangan para peserta , karena Dina termasuk dokter paling muda yang bisa duduk di depan .


Makan siang pun di gelar , Dina memilah - milah makanan yang ingin dia makan .


"Makanmu semakin banyak , tapi kenapa tetap kurus , dokter Derren terkekeh ."


" Makan hati...," ujar Dina asal .


" Kamu gak bahagia ?"


" Kamu bahagia kenapa ? dan kalau enggak kenapa juga ?"


" Kalau kamu bahagia , aku sangat bahagia .Kalau kamu tidak bahagia , rasanya sangat berat berkorban hati , tapi hasil nya kamu tidak bahagia ."


Dina hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kenapa pangkas rambut Din ? "


" Biar gak nampak tua..." ujar Dina .


" Aldi gak ikut ?"


" Gak...lagi sibuk kuliah dan tugas di rumah sakit ."


" Kamu gak di makan makan beginian ?"


" Gak.....kalau makanan tradisonal , bebas makan ."


Dina duduk di meja beberapa dokter wanita , yang memang dia kenal . Derren sangat heran dengan perubahan Dina .


Seminar itu sampai pukul 4 sore , Dina menyandang ranselnya .Saat teman nya mengajak Dina ke club , buat happy - happy , Dina menanyakan mereka ke club pukul berapa .


Mereka sepakat ke club pukul 10 .Dina pun meng oke kan. dan berujar akan datang .


Dina berjalan ke arah parkir , memakai helm nya ,serta jaket kulitnya .


Dokter - dokter disana pada bengong , melihat aksi Dina mengendarai sepeda motor sportnya . Dina melaju dengan lihai .Dina mengangguk ketika para teman dan dokter serta profesor pembicara nya masih bengong menatap aksinya .


Derren mengirim video Dina menggunakan helm dan melajukan sepeda motor nya .


Derren me Wa Aldi .


" Kamu ada masalah apa dengan Dina ? kenapa Dina bisa pangkas rambut ? kenapa dia sampai seperti ini ?.


Aldi terbengong melihat aksi sang isteri .Aldi mengacak rambutnya , Dina sangat berbeda dengan sosok biasanya , kembali e3perti ketika mereka SMA .


Dina tidak mendengar telepon dari suaminya Aldi , kwrena sangat nyenyak tertidur.


Padahal sejak pagi Aldi me Wa nya , Dina tetap membalas nya .


Malam pun tiba , Dina memakai atasan tanktop hitam , dan memakai rok di atas lutut , Dina merasa rok nya serasa ngepas banget , biasanya banyak berlebih .


"Semua pada bilang badannya kurus , tapi kenapa rok ini rasanya ngepas , dalam hati Dina."


Dian tidak memeriksa sesudah 2 minggu proses inseminasi buat ke 6 kalinya , Dina berpikir , buang - buang tenaga dan buat bed mood saja .


Dina mengangkat teleponnya ketika sedang mengendarai mobil yang sudah dia pinjam selama 4 hari dari temannya Bian .


πŸ“ž Hallo....


πŸ“ž Hallo...., yaaang....kenapa baru angkat teleponnya mas ?


πŸ“žMaaf ....ketiduran tadi .


πŸ“žIni mau kemana ? terdengar deru mobil , ujar Aldi .


πŸ“ž Di ajak rekan sesama dokter , buat happy ...happy....


πŸ“ž Cowok atau cewek ?


πŸ“ž Cewek lah mas...tapi gak tau juga , mereka ada panggil cowok atau gak .

__ADS_1


πŸ“žHappy happy ke mana ?


πŸ“žKe club ...ujar Dina .


πŸ“ž Apaaaa????? kok happy - happy nya di club sih...jangan minum ,nanti mabok loh....


πŸ“ž Pulang deh.....Din...kamu kenapa yaaang...kamj beda banget , kamu gak pernah injakkan kaki ke club , kenapa bisa berubah gini , apa karena mas membuat kamu kecewa , apa mas menyakiti kamu .Kamu marah pada mas karena dengan Sarah ? Mas sungguh - sungguh ...mas gak ada hubungan apa - apa dengan Sarah ..please yaaaangggg .Marahila mas...ujar Aldi .


"Mas...Dina matiin telepon ini , berahlih ke Video call ya ."


" Ya....," ujar Aldin .


Terlihat Aldi kembali kacau dan kembali seperti gembel .


πŸ“ž Mas kenapa ...?


πŸ“žKamu yang kenapa ....


πŸ“žDina gak apa - apa lo mas....


πŸ“ž Mas gak percaya...kamu beda dari biasanya. Selama 2 bulan belakangan ini , kamu semakin beda .


πŸ“žPlease mas....Dina baik aja


πŸ“ž Kenapa pakai tank top ?


πŸ“ž Panas mas...nanti juga pakai jaket .


πŸ“ž Jangan minum....


πŸ“ž Iya....


πŸ“žJanji....


πŸ“ž Iya ...janji


πŸ“ž Hati - hati....


πŸ“ž Hmmmm...


πŸ“ž Kenapa harus ke club sih....kenapa gak ke cafe aja .


πŸ“ž Udah ah mass......bye ...gak sampai sampai nih...


πŸ“ž Jangan lama pulang .


πŸ“žIya...iyaa.....mas semakin menyebalkan dehhh bye mas....Dina mematikan handphonenya .


🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻🍻


Jangan lupa like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2