Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Tidak Mau Expose


__ADS_3

Kehamilan Dina yang masih 8minggu , tidak mau Dina beritahukan ke publik , hanya yang tau teman - teman dekatnya , keluarganya , dan pekerja Aldi yang memang sudah dekat dengan mereka .


Dina merasa pamali , gak mau expose kehamilannya ke khalayak ramai.


Terlihat sosok sang mertua memasuki ruangan Dina .


" Mama , duduk ma....".


" Ini mama bawa makan siang kalian nak , mama sudah memanggil Aldi ."


" Wajah mama kenapa kesal ?"


" Ada orang yang mengira mama anak kemarin sore , kamu jangan polos banget nak...pengalaman akan kamu dapatkan , bahwa tidak boleh lemah jadi wanita ."


Dina bengong mendengar perkataan mertuanya .


" Kamu kenal Sarah ? teman nya Aldi ? ".


" Kenal ma..., kenapa ya Ma....?"


" Mama terus terang aja padamu nak , kamu harus tegas pada Aldi .Wanita itu menyukai suamimu , mama melihat dengan mata kepala mama sendiri ."


" Dina gak akan melabrak wanita itu ma...gak akan melakukan apa - apa , bukan Dina gak cemburu , hati wanita mana yang gak cemburu , bukan gak mempercayai suami , tetapi sekuat apapun kita berjuang , jika memang mereka menghendaki , Dina bisa apa ma...."


" Dina gak mau ngemis - ngemis , nangis , gak ma....kejadian di kampus sudah cukup buat Dina ."


" Jadi kamu menghadapi wanita ular keket dan pria brewok itu , gimana nak ...?"


" Mama tau...istilah ular keket ? hahahahahaha , Dina tertawa ."


" Ma...Dina makan dulu ya...nih 3 baby dah minta maem ."


" Sebenarnya Dina menutupi rasa perih di hatinya , secuek apapun hati seorang wanita , dengan perkataan mertuanya sendiri , Dina merasa penilaiannya dan penilaian sang mertua sama ."


Dina perlahan memakan masakan dari sang mertua , mimik wajah Dina , di perhatikan ketat oleh sang mertua .


" Kamu sedih..., jangan bohong".


" Hmmm....maaf ...mama terlalu lihai...sama dengan mama Dina ."


" Kamu pikir bisa bohongi mama ?"


" Pengennya gitu , hehehe...buat apa buat mama kepikiran juga ."


" Kamu aktris yang sangat buruk ".

__ADS_1


" Makanya ma...gak bisa jadi artis ma.....".


" Jangan sedih...kita akan menumpas ular keket itu...."


" Kalau brewok gak peka sama aja ma....buang tenaga , sia - sia ."


" Kamu ngambek aja nak..., ".


" Kok mama ngajarin Dina ngambek sihhhh....".


" Biar si brewok pusing tujuh keliling ".


" Kalau dianya gak pusing , kita dua yang pusing ...".


" Ilmu kita harus lebih tinggi dari ilmu ular keket nak....".


" Mereka satu kampus ma....".


" Apaaaa.....?"


" Pantasan semakin berani dianya , " ujar mama geram .


" Aldi itu paling gak bisa tanpa kamu , ancam aja dia nya , kalau dekat dengan ular keket , kamu juga bebas dekat sama siapa aja ."


" Apa mama percaya sama Dina ? Dina pun mikir gitu ."


" Percayala , dokter sebaik pakdos Derren kamu tolak , hanya karena brewok , kalau gak cinta apalagi ."


" Kita cari cara ya ma...kalau mata - mata Dina laporin mas Derren masih dekat dengan si ular keket , liat aja. Dokter Sean prayoga ,Dewa dan Derren pasti bantu Dina , tapi Dina percaya sama mas Aldi , mas Aldi bukan tipe yang gampang berubah perasaannya , mas Aldi kalau mau sama si ular keket , sewaktu kuliah mereka pasti udah nikahan ma , apalagi dengan kondisi Dina tunangan dengan dokter Derren."


" Iya sihhh....tapi mama kawatir tuh wanita ".


" Sudahla ma....jangan mikir macam - macam .Masakan mama bawa enak , tapi Eina sudah kenyang ma....".


" Jangan dipaksa nak , kalau lapar baru makan lagi ."


Tidak lama kemudian Aldi memasuki ruangan Dina .Memeluk dan mengecup kening Dina .


" Makanlah mas...mama ada bawa makanan ."


" Apa kamu sudah makan dengan si ular keket ?"


" Belum makan ma...mama jangan ngomong gitu, gak enak di dengar orang ".


" Kamu belain ular keket itu ya....".

__ADS_1


Mama Aldi tambah kesal .


Dina pun perasaannya campur aduk , ada kesedihan juga disana .


" Kalau udah makan , gak usah di paksain mas .Dina juga sudah selesai makan ."


" Mama pamit ya nak...".


" Yuk ma...Dina antarin mama , mau cari udara segar ma....sumpek di ruangan saja ."


" Mas datang , kenapa mama dan Dina pergi sihhhh....Aldi belum makan lo ma....,tadi baru tugas , Aldi mandi , buar gak banyak kuman ,makabya lama dayang ke ruangan Dina .Biar bersih , selalu gitu Aldi ma....".


" Mas mau cerita , Aisyah lagi di atas , sepertinya sudah waktunya melahirkan."


" Hahhh...Dina mau liat deh ....bye mas."


" Dina antar mama dulu ya...".


" Iya nak , jalan hati - hati , jangan lelah ."


" Iya ma...."


Sehabis mengantar mama , Dina menuju ruang bersalin, Dina terkejut melihat jeritan Aisyah , Aisyah begitu kesakita .


" Din.....sakit banget....," ujar Aisya .


" Ternyata benar juga , kata emak - emak yang mau melahirkan .Sakitnya ampun - ampun .Padahal anak kamu 1 aja , sakitnya sampai segininya . Ku jadi takut....," ujar Dina .


" Jangan takut , udah liat wajah baby , akan sangat bahagia , gak akan merasa sakit lagi , sisanya bahagia.."


Dina pun duduk di kursi , mendoakan keselamatan Aisya.


🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭


Jangan lupa like


Vote


Koment


NB: Brewok itu panggilan buat Aldi


Ular keket itu panggilan buat Sarah


Sang pengamen istilah buat Dimas

__ADS_1


__ADS_2