Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Kemarahan Derren dan Bian 2


__ADS_3

Derren mengajak Aldi ke sebuah taman di dekat rumah sakit .Hati Derren sangat panas dengan Aldi. Begitu mereka sampai di taman Derren memukul wajah Aldi . Dan menarik kerah kemeja pakaian Aldi .


" Kalau kamu tidak bisa menjaga nya , aku masih siap untuk menerimanya . Aku mengalah demi orang yang dia cintai , tetapi cara kamu memperlakukannya seperti sampah , tidak ada tawar menawar padamu , pria seperti apa yang bisa sepertimu , pria bodoh .....," ujar Derren melepaskan dan mendorong Aldi sehingga jatuh ke tanah ."


" Kalau kau tidak puas ,coba lawan aku ,aku bukan tandingan mu , coba perlihatkan , pria seperti apa yang tidak peduli pada wanitanya , kalau kamu mengecek setiap hari kandungan Dina , Dia tidak akan sampai seperti ini .Kamu sibuk , dia sendirian , jangan karena dia wanita mandiri , kamu terlena, bagaimanapun dia wanita , bukan mengemis kamu cintai , bukan mengemis kamu perhatikan , tetapi kamu pulang dan dia pasti sudah tertidur , kamu tidak melihat , dia sering duduk di taman ini , sorot matanya menahan rasa sedih nya . "


" Kamu dokter kandungan , paling mengerti pasien mu punya kepentingan , tetapi isterimu sendiri , kamu telantar kan .liat saja , aku akan membawa nya , mungkin bagimu dia tidak berarti , tetapi bagiku dia sangat berarti sampai kapanpun . Aku mengalah dan menahan perasaanku , tapi kamu ingat , kali ini aku tidak akan mengalah dari orang sepertimu , kau tidak pernah layak ."


" Tidak...aku tidak akan menyerahkannya padamu , dia isteriku , dia kekasihku . Aku bukan menelantarkannya , beberapa hari lalu , aku sudah men cek kandungan nya , aku juga punya kelelahan dengan pasien , kuliah dan perusahaan keluargaku sedang ada masalah , aku hanya manusia biasa ."


" Harga isteri mu melebihi harga perusahaan keluargamu, melebihi harga karir mu , melebihi harga S3 mu .Hanya segitu kah ?"


Aldi hanya diam . Aldi tau dia sangat salah dan lalai .Bahkan berbicara pun mereka sangat jarang 2mingguan ini , Aldi pulang , Dina sudah tertidur , Aldi bangun , Dina sudah pergi bertugas .Hanya di siang hari mereka bertemu , kadang di sela - sela waktu yang minim . Aldi meremas rambutnya .Merasa sangat bersalah .


Bian kemudian berdiri di depan Aldi .


" Kamu tau apa salahmu pada sepupu yang sangat aku sayangi ?"


" Maaf Bi..maaf...aku salah bi....sangat salah . Maaf Bi....".


" Sebenarnya aku mau menghabisimu saat ini juga.Kamu pikir sepupuku sampah , mengemis dokter , padahal suaminya seorang calon S3, dokter top dan terkenal ...cuihhhh ...kamu terkenal , tapi miris , isterimu tidak memiliki dokter kompeten , bertaruh nyawa dengan 3 bayi mu ,tapi terbaring di UGD tanpa seorang dokter .Kalau tidak dokter Derren mencari dokter kandungan , dia akan mengalami hal mengerikan . Tidak ada gunanya handphone mu bro....tidak ada artinya .Kamu manusia tidak punya hati . Kamu liat , air mata sepupuku , kamu liat mata sendu nya .Liat saja , sesudah pulih ini , apapun yang dia putuskan , aku selalu mendukungnya . Kamu sudah mengecewakan nya , dan aku meperhitungkan itu semua.Ku pastikan kamu akan menyesal sampai tetes terakhir darahmu , ku pastikan kamu membayar kejadian hari ini ".

__ADS_1


" Maaf Bi...aku salah....aku tidak akan mau berpisah dengan Dina , please Bi....".


" Gak perlu mengemis padaku Al...gak penting . Aku mengenal Dina , baru kali ini dia seperti itu . Apapun keputusannya , kamu harus terima ."


" Kamu terlalu bodoh dokter Derren , mengalah demi pria seperti ini .Aku tau kamu masih mencintai Dina .Tidak punya keturunan saja kamu menerimanya .Berjuanglah , pria seperti dia tidak layak , " ujar Bian melangkah pergi .


Sementara di ruangan , mama Dina tau , apa yang sedang Dina rasakan .


" Dia terlalu sibuk dengan perusahaan keluarganya , mama sangat kecewa , terlalu sibuk dengan karir dan kuliahnya .Se ambisi apa dia menelantarkan kamu dan anak kalian . Apa suamimu itu dokter Derren atau Dia ? terasa menggelikan , ujar mama Dina menahan amarah nya . Mama tidak terima dia perlakukan kamu seperti ini .Masih ada papa , kakek , nenek semua menyayangimu ."


"Anak kami hanya kamu, cucu kakek hanya kamu. Kamu pewaris tunggal , tidak butuh harta atau materi dari nya .Tapi dia bisa menyepelekan mu . Jangan di pikirkan , sesudah keluar dari rumah sakit , kamu tidak usah kembali ke kediaman orang tuanya . Mereka sibuk pergi ke pesta dan ber relasi , kamu hanya dengan pembantu .Mama tidak terima anak mama di sepelekan begini ."


Dina hanya Diam . Memeluk sang mama .


Sang mama pun mencari dokter Derren , sengaja mencari dokter Derren , mama Dina tau , Aldi sangat merasa cemburu pada dokter Derren .


Mama Dina melihat sang dokter bersama dengan Aldi sedang berjalan .


" Ma...," ujar Aldi .


Mama Dina mengacuhkan .

__ADS_1


" Nak Derren , apa tau pizza kesukaan Dina rasa apa ?"


" Tau bu....," ujar Derren .


" Dina lapar , mau makan pizza , dia minta kamu belikan ya Der....".


" Aldi aja yang beli ma...," ujar Aldi .


" Lupakan saja.....tidak usah ."


Derren pun segera pergi dan bergegas pergi ke seberang rumah sakit , memesan 2 kotak pizza kesukaan Dina .


Aldi terdiam dan kembali ke ruangan perawatan Dina . Melirik sang isteri , sedangkan Dina tidak mengacuhkan , bahkan melihatnya sama sekali . Aldi sangat merasa kacaw .


🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭🍬🍭


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2