
Aldi tersenyum melihat tingkah gadisnya.Dina memang seorang gadis yang susah di tahlukkan,dapat menjadi pacarnya adalah suatu anugerah terindah dalam hidup Aldi.Walaupun Aldi banyak yang mengidolakan,tetapi pesona seorang Dina Dinata seperti semasa SMP dan SMA.
Beberapa hari kemudian,praktek lab pun di lakukan.Dina menjadi model sampel buat tugas Aldi.Banyak sorot mata tajam menatap kedua pasangan ini.Dina dan Aldi tidak secara blak blakan mengatakan mereka pacaran,mereka tidak mau semua orang harus tau pribadi mereka.
"Din...aku juga mau dong kamu jadi pasienku,ujar Sean Prayoga."
"Cukup 1 aja deh Sean,nih aja iya kalau benar.Kalau gak habis deh...tusuk sana tusuk sini jarum infusnya".
"Kamu meragukan mas?ujar Aldi?"
"Hmmm.....sedikit ragu,takut juga sihhhh ujar Dina."
"Trust me honey...bisik Aldi di telinga Alya".
Alya pun mengangguk.
Aldi yang pertama berhasil melakukan step demi step kegiatan lab skill mereka.
Ada banyak juga mahasiswa yang mengulang untuk memperbaiki nilai mereka.
"Apa sakit?tanya Aldi menggenggam pergelangan tangan Dina".
"Gak la mas....untung dokter cinta nya mantap.Ujar Dina".
"Mas akan menamatkan kuliah bisnis mas.Dan akan meja hijau minggu depan."
"Wahhhh...Dina aja baru mau mulai hari ini,ujar Dina".
"Butuh waktu 3 tahun juga,kalau lebih cepat bisa sihhh tamatnya mas."
"Tenang aja ,mas akan bantu ajarin,ujar Aldi".
"Baiklah.....ujar Dina."
Mereka pun ke kantin,memesan coffee dan kentang goreng.
"Apa masih masuk lagi beb?tanya Aldi".
"Masihhh mas....tugas analisis pendalaman penyakit pasien,biasa pakdos Darren,ujar Dina".
"Pakdos Darren suka sama kamu Din....ujar Aldi".
"Jangan mikirin macam macam mas....tugas kita kuliah disini".
"Mas takut kehilangan kamu.Pesaing mas kelas berat semua,ujar Aldi".
"Mas percaya kan sama Dina?"
"Aldi mengangguk.Mas percaya yaaang....akan selalu mempercayaimu"
Wajah Dina pun tersenyum.
"Emak sama Babe akan datang besok Din....ujar Aldi".
"Hmmmm.....kalau liat emak sama babe,ku jadi rindu sama mama dan papa ku mas...ujar Dina".
Aldi mengusap tangan Dina.Menepuk nepuk memberi kekuatan pada Dina.
Terlihat Alexa mendatangi meja Aldi dan Dina.
Senyum Alexa begitu memukau,Alexa sangat modis ,jika kita memandangnya ,maka mata tidak akan pernah bosan.
__ADS_1
Ada rasa takut di dalam hati Dina ,bahwa Aldi akan terpikat dengan sosok bule bermata biru ini.
Dina berusaha menenangkan dirinya.
"Kenalkan Ujar suara lembut sang wanita bermata biru.Nama saya Alexa".
"Dina ...ujarnya membalas uluran tangan Alexa."
"Oh ya...uda jam nya masuk.Saya duluan ya....ujar Dina".
"Kita sama aja ke ruangan,ujar Aldi".
"Aku duluan aja mas...gak apa apa.Ujar Dina memaksakan senyumnya".
Ada rasa yang tak biasa,ketika memandang Alexa.Ada rasa takut kehilangan Aldi.
Ketika Dina bergegas menyusuri ruangan kampus dan menaiki tangga,karena 3 central lift akan sangat padat di jam masuk seperti ini,seseorang tidak sengaja menyenggol Dina.Sehingga Dina dan sosok itupun terjatuh.
Wajah pria itu sangat tampan,ramah dan sangat cool.
"Maaf...ujar nya".
Dina pun berdiri.
Dina melihat tangannya terluka di daerah siku dan lengan tangan nya.
"Aduhhhh....tanganku terluka...bisa batal jadi kontes ratu kecantikan sejagad dehhhh gerutu Dina.Pasti mama akan marah,kalau tau luka begini,ujar Dina."
"Maaf....sini saya obati,ujar nya.Kenalkan nama saya William Stenford."
"Kamu bisa bahasa Indonesia?ujar Dina keheranan."
"Pria itu tersenyum.Senyumannya sangat manis.Membuat Alya terpukau."
"Mama saya orang Indonesia.Nenek dari papa juga orang Indonesia.kakek saya orang Italia,ujar nya."
"Kamu dominan ke wajah Indonesia,ujar Dina.Tetapi warna matamu hijau sangat unik,ujar Dina."
"Nama saya Dina Dinata.Saya juga berasal dari Indonesia,ujar Dina."
"Kamu sangat cantik,ujar William".
"Tipe perayu...guman Alya."
"Tidak selalu,ujar nya.Hanya memuji yang memang pantas di puji.Kamu bahkan lebih cantik dari Mammy saya,ujarnya".
"Stttt.... pelan pelan ngomong nya gitu.Kedengaran sama mammy mu ,bakal hancur dunia persilatan,uang jajan di potong semingguan,ujar Dina tertawa".
"Kamu diruangan mana?tanya Dina".
"Di ruangan 305 A ujar William".
"Kita sama satu lokal,aku baru liat kamu,ujar Dina heran".
"Aku mahasiswa pindahan dari Canada.Mamy ku pindah tugas,ujarnya."
Mereka pun memasuki ruangan kuliah mereka.
"Mammy ku tidak akan marah,orangnya gaul kok.Tapi dia lagi di rumah sakit.Tenang aja,ujar nya".
"Mamy kamu perawat?atau dokter?ujar Dina".
__ADS_1
"Hmmm....seorang dokter.Tepatnya dokter Bedah."
"Waw...jerit Dina."
"Kenapa?ujar William terheran."
"Kan jarang ada wanita yang mengambil spesialis bedah,ujar Dina."
"Mamy ku blasteran juga,papanya berasal dari Portugal."
"Sudah mau masuk.Sini saya obati tangan kamu.Dosen sepertinya terlambat datang,ujar William".
William mengambil kotak obat di dalam ranselnya.
Setiap mahasiswa selalu membawa kotak bermacam macam obat,perban,beranekan pisau bedah,gunting,setiap lab mereka akan selalu ada praktek.
William membersihkan luka lengan Dina.Memberikan obat dan memberi perban anti air.
"Saya pakaikan perban anti air,biar gampang mandi,gak basah ujar William".
"Cara kerja William sangat rapi."
"Makasih...ujar Dina".
"Harusnya saya yang minta maaf.Tadi tidak hati hati,ujar nya".
"Saya juga salah,ujar Dina.Terburu buru".
Tiba tiba mahasiswa bergegas memasuki ruangan.Terlihat Pakdos Darren memasuki ruangan.
"Good afternoon ..ujarnya lantang".
"Good afternoon".
Di kampus ini,setiap pembelajaran memakai bahasa internasional,yaitu bahasa Inggris.Karena Standart mereka memang berbasis bahasa Inggris pada umumnya.Mahasiswa di tuntut menggunakan bahasa Inggris di seputaran kampus.Hanya sesekali emrekaenggunakan bahasa Jerman.
Bahasa Jerman (Deutsch atau Deutsche Sprache) adalah anggota bahasa Jermanik Barat yang dipakai sebagai bahasa pengantar terutama di kawasan Eropa Tengah. Bahasa ini adalah salah satu bahasa yang banyak dituturkan di Eropa dan pernah menjadi bahasa pengantar antarbangsa yang penting hingga awal abad ke-20.
Tidak heran setiap dosen umumnya berbahasa Inggris.
Dosen memberi lembaran absen seperti biasa.Mahasiswa akan mencari namanya dan memberi paraf dalam lembaran tersebut.
"Will....kemari...ujar Pakdos Derren".
Semua mahasiswa melihat sosok William di depan ruangan.
"Perkenalkan dirimu Will ujar Derren".
"Perkenalkan...nama saya William Stenford.Saya mahasiswa pindahan dari Canada."
"Silakan duduk Will ujar pakdos Derren."
" Kalian perlu mengetahui . William merupakan mahasiswa terbaik di Canada . Seumuran dengan kalian juga . Nilai nya sama dengan Dina Dinata . Selalu IP 4.00 ".
"Din....William akan menjadi saingan terberatmu , selain Aldi Wijaya , kelas sebelah, ujar Derren . Prestasi William akan membuat kita kagum. Kalian saling belajar ujar PakDos Derren memandang dan menatap Dina ".
👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧👦👧
happy reading guysss
jangan lupa like
__ADS_1
vote
koment