Perjuangan Seorang Dokter

Perjuangan Seorang Dokter
Lima Bulan


__ADS_3

Kehamilan Dina sudah memasuki 5 bulan , Dina masih kuliah online dan sesekali ke kampus , Dina mengurungkan niatnya untuk kuliah langsung , apalagi karena kehamilannya .


Aldi sangat protektif pada Dina , apalagi seluruh keluarga , sangat menjaga Dina .


Kehadiran dokter Derren dan dokter Jonathan sangat membantu Dina .


Dokter Derren sering tersenyum melihat Dina , akhirnya gadis yang dicintainya bisa mengandung , mematahkan rasa sedih nya selama ini .


Siang itu , udara lumayan dingin,


Aldi memandang tubuh sang isteri terlihat berjalan di lorong rumah sakit , terlihat sangat sexy , perutnya menonjol , badan nya seperti biasa .walau dalam bakutannpakaian dokter dan lengkap , tapi menurut Aldi ,sang iateri sangat sexy .Popi Dina chubby , berisi , membuat Aldi gemas.


" Isterinya mas sangat sexy , semakin hamil semakin sangat sexy ."


Aldi mendapati sang isteri dan berkicau .


" Mas...perut Dina besar juga yahhh....".


" Hmmmm.....namanya isi 3 yaaang...".


Terkadang , Dina masih mau juga mual , tetapi sangat jarang .


Aldi memeluk sang isteri , mengusap perut Dina , Dina memakai dress terusan pemberian sang mertua , selama hamil, Dina sering midah merasa gerah .


" Pakai dress terusan , isterinya mas , " ujar Aldi menggoda sang isteri .


Wajah Dina memerah .


" Mas....besok Dina sama mama ke mall ya mas...bra Dina sudah sempit , baju pada ngepas bagian depannya ."


" Mas temani juga ya yaaang..."


" Gak mas...Dina malu...udah besar banget ya mas , Dina naik 5kg mas ".


" Kenaikan itu masih normal yang , karena kembar 3 ."


Beberapa hari lalu , Dina sudah di cek Aldi kehamilannya , janinya kuat , sehat , tetapi Aldi tetap menyuntikkan penguat janin , karena kehamilan kembar rentan pendarahan dan lahir prematur .


" Yaaang....mas boleh minta jatah? udah puasa 1 bulan lebih....".


" Apaa boleh mas, mas cek aman kan..?"


" Aman yaaang , mas akan perlahan ".


" Kacian banget si mas....hehehehe...baiklah mas....kalau surat ijin keluar , laksanakan perang nya , apa sudah di asah mas ?"


" Jangan ragukan dek....sampai tripel , semua mas kalahkan , hehehehe...".


" Jangan panggil adek mas...Dina gak mau..., " ujar Dina .

__ADS_1


" Mas bangga benar sihhhh."


" Berkat Tuhan sayaaang...., mas bangga , lengkap perjuangan kita , sapat tripel lagi yaaaang".


Aldi memeluk Dina , Dina meronta ingin melepaskan Diri dari Aldi , tapi Aldk dominan , mengunci pergerakan Dina dengan sangat hati - hati Aldi melakukannya , tidak ingin menyakiti Dina dan bayi mereka .Dina menutup wajahnya menahan tawa , Aldi melepaskan tangan sang isteri , Aldi mengeluskan jambangnya yang baru tumbuh beberapa cm ke wajah Dina , Dina merasa geli , mereka saling tertawa .


Perlahan Aldi mengusap wajah Dina .


Mereka larut dalam kelembutan , hanya ada cinta di sana , malam itu Aldi tidak seperti sebelum Dina hamil , segala nafsu bisa dia redam hanya untuk kenyamanan orang yang dia sayangi , tidak menuntut dan saling mengerti , tidak memaksakan , tetapi saling memahami , lebih memilih kenyamanan sang bayi dan isterinya .


Setelah perpaduan kasih terjadi , Aldi membersihkan tubuh sang isteri , mengusap lembut perut Dina .


" Dulu , mas hanya memeriksa pasien , tetapi sekarang mas memeriksa mu dan memeriksa anak kita . Mereka pelengkap kesempurnaan cinta kita yaaang , mas tidak pernah menduga mereka bisa hadir sampai 3 di dalam perut indah mu ini , makasih sayang....makasih...".


Dina tersenyum .


" Mereka akan sangat banyak mas , akan sangat banyak membuat keluarga kita sibuk , Dina berharap mereka selalu sehat , Dina sehat , semua lancar tanpa kurang sesuatu apapun ."


" Amin...., ujar Aldi".


Mama Aldi dan mama Dina sering mengunjungi rumah mereka sewaktu weekend , terkadang Dina di boyong ke rumah keluarga Aldi , kadang ke rumah keluarga Dina , Beraneka makanan disajikan mama mereka .


Pagi ini , Dina mengalami morning Sickness , Aldi mendengar Dina muntah , Aldi langsung bergegas memasuki kamar mandi , Dina berdiri di wastafel .


" Apa mual yaaang...?"


Dina mengangguk .


" Apa sudah selesai yaaang.....?"


Dina menggeleng ,Dina kemudia muntah kembali .


Dina membasahi wajahnya .


Aldi mengeringkan wajah Dina setelah duduk di atas ranjang .


Aldi mengambil stetoskopnya , memeriksa kondisi Dina .


Lalu Aldi menyuntikkan 2 botol serum , serum untuk penguat janin , satu serum buat anti mual , yang biasanya di alami ibu hamil, jika pil anti mual tidak berpengaruh pada sang ibu mengalami morning sickness.


Dina terlihat sangat kelelahan karena rasa mualnya , leher Dina sampai sakit karena terluka , disebabkan muntah terus menerus . Dina pun tertidur .


Aldi tidak bisa melepas tanggung jawab nya pada para pasiennya . Aldi membuat sarapannya .


" Yaannng makan yukkk."


Dina mengangguk .


" Mas....Dina kangen sama mama mas.....".

__ADS_1


" Kita tidur di rumah mama mas ?"


Dina mengangguk .


" Keliatan banget cucu mama, mama sangat menyayangi tripel , bolak balik nelepon mas ."


Dina tersenyum .


Dina memakan perlahan , hanya 4 suap , kembali Dina menggeleng kan kepala .


Aldi sangat cemas , tubuh Dina memang mengalami kenaikan , tetapi badan Dina hanya bagian perutnya yang menonjol , kengan dan badan Dina biasa saja .


Aldi menggandeng Dina menuju mobil , Aldi membawa Dina ke rumah mama nya .


Mama Aldi sangat senang , Aldi mengatakan , Aldi akan mengoperasi 3 pasiennya , Aldi menitip Dina ke mama nya , kalau Dina mual , tolong telepon dia .


" Dina sangat sedikit makan ma...hanya 4 suapan , tadi muntah saja ma , ujar Dina."


Aldi bercerita pada sang mama .


" Mau pesan apa nanti yaaang ? " tanya Aldi .


" Belum mau apa - apa mas....".


" Kalau kepikiran , Wa mas atau telepon mas ya yaaang."


Dina mengangguk .


" Hati - hati ya mas.....".


Aldi mengecup dahi Dina , kemudian memeluk Dina .


" Mau makan apa nak....biar mami masak ".


" Pengen makan dendeng dan perkedel ma" .


Tiba - tiba Dina pingin memakan menu itu .


" Mama masak ya nak....kamu rebahan di kamar Aldi saja dulu , yukkk mama bawa ".


Sejak kehamilan Dina , kamar Aldi ke dua di bagian bawah , menjadi kamar mereka jika menginap dirumah ini .


Dina membaringkan tubuhnya , Dina pun tertidur lelap .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2