
Di dalam kamar, Celia yang mencoba untuk memakai baju-baju seksinya kini terlihat tidak menarik saat dia melihat dari pantulan cermin. Apapun yang dia pakai selalu kurang cocok dalam hatinya.
Sudah hampir seluruh pakaian yang sudah Celia coba dari dalam lemari, tetapi tidak ada satupun yang membuatnya merasa senang.
"Duuhh, kok gak ada yang cocok ya!" kesal Celia saat mengganti pakaian yang kesekian kalinya. "Buat acara nanti bagaimana dong!"
Celia terus merengek pada dirinya sendiri, karena hari ini dia akan pergi bersama teman-temannya untuk mencari suana baru. Dia merasa bosan ketika Roger seperti mengurungnya terus menerus di dalam rumah hanya karena dia tengah hamil muda.
"Ini semua pasti gara-gara, janin yang ada di dalam perut!" dengus Celia begitu kesal yang melirik ke perutnya sendiri. "Bawaannya badmood banget, iiihh ... tau ah!"
Celia merebahkan tubuhnya kembali ke atas tempat tidur kemudian menatap langit-langit, dia meraba perutnya yang masih rata membayangkan bagaimana nanti perut itu akan membesar dan wajahnya semakin kusam serta tubuh yang semakin mengembang.
"Aaakkkhh!" teriak Celia yang masih belum siap untuk menerimanya. "Gak mau ... aahh, nanti muka jadi kucel and the kumel bagaimana? Eh tunggu, tunggu dulu! Kalau Elvino sampai tahu aku hamil, pasti otomatis gak ada kesempatan untuk bisa balik lagi dong?"
Celia uring-uringan sendiri di dalam kamarnya, dia pun melempar semua benda yang ada di dekatnya.
"Come on, Cel ... tenang! Tarik napas, buang! Oke, kalau aku tidak bisa bersama Elvino lagi, maka siapapun tidak akan pernah bisa memiliki Elvino sampai kapanpun!" ucap Celia dengan penampilan semerawut.
Celia dengan senyum liciknya langsung meniup rambut yang sudah acak-acakan dan menutupi wajahnya, kemudian dia bergegas untuk siap-siap karena hari ini dia akan bertemu dengan Roger dan mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan teman-teman.
Setelah beberapa menit kemudian Celia sudah tampil dengan rapi, dia menuruni anak tangga penuh dengan semangat karena saking ingin segera melancarkan aksinya.
"Elvino, kamu akan syok ketika aku mempunyai kejutan istimewa untuk kamu!" tutur Celia yang tertawa sendiri saat langkah kakinya menuju pintu luar.
Celia pun telah memesankan taksi online untuk menuju tempat kerja Roger, dia masuk lalu menyuruh sang sopir untuk langsung jalan ke arah tempat tujuan.
Dalam beberapa menit taksi yang dinaiki oleh Celia pun sampai di depan kantor Roger, dia membayar sopir taksi tersebut sebelum akhirnya turun dari dalam mobil.
Langkah kaki jenjang dengan memakai high heels, Celia masuk ke dalam bangunan yang tidak cukup megah, tetapi arsitektur ornamennya membuat siapapun yang melangkah masuk di sambut dengan kemewahan dalam setiap detail ukiran.
Celia pun tidak menggubris, dia hanya menggerakkan bibirnya seakan mengejek bahwa dia tidak peduli sama sekali. Sampai langkah kakinya pun masuk ke dalam pintu lift.
__ADS_1
"Eh, lo liat gak yang barusan siapa?" tanya salah satu pegawai yang menjadi resepsionis.
"Siapa? Gue gak liat ada yang datang! Perasaan lo aja kali," ucap teman satunya.
"Iihhh, jadi merinding gue!" ucap si wanita yang kembali fokus pada pekerjaannya.
Sementara Celia sudah keluar dari dalam pintu lift, langkahnya semakin dipercepat menuju ruangan Roger. Namun, belum sampai dia masuk ke dalam ruangan Roger, langkahnya sudah dihentikan lebih dulu oleh karyawan cantik dengan penampilan yang pasti membuat para kaum laki-laki senang.
”Eh, eh, eh, tunggu dulu! Ibu ini siapa? Ada perlu apa dan apa sudah ada izin sebelumnya?" tegur si wanita dengan bagian aset kembar super besar.
"Loh kenapa? Saya mau bertemu Roger, emanganya salah?" tanya Celia yang juga tidak mau kalah membanggakan asetnya.
"Salah lah Bu, semua sedang pada istirahat karena sekarang waktunya jam makan siang," tutur si wanita tidak kalah sinis.
Celia pun melihat jam pada tangannya yang menunjukkan pukul 12:00, dia membuang napasnya dengan kasar lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Roger.
Suara sambungan telepon pun terhubung ke nomor tujuan, saat itu juga Celia pun kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam lift.
Terdengar suara Roger yang mengatakan bahwa dia sedang berada di luar kantor, dia pun menanya balik tentang keberadaan Celia.
"Share location!" ucap Celia yang tidak ada ramah-ramahnya sama sekali.
Roger sempat ragu untuk mengirim lokasi saat ini dia berada, Karena dia sudah berpesan pada wanita yang tengah mengandung anaknya agar istirahat di rumah dengan baik-baik.
Namun, Celia tetap Celia yang tidak bisa dibantah sedikitpun hingga akhirnya Roger pun minta wanita itu untuk tunggu di ruangannya.
Terpaksa dengan kesal Celia pun kembali ke ruangan Roger di mana si wanita yang menjadi lawan bicara Celia mengizinkan agar masuk ke dalam ruangan Roger.
Tidak menunggu lama Celia yang menanti kedatangan Roger, kini dia berlari langsung memeluk tubuh pria itu dengan manja.
"Kangen!" ucap Celia dengan bibir seperti anak kecil.
__ADS_1
Tidak seperti biasanya Roger begitu bingung melihat tingkah Celia yang tiba-tiba kembali saat dulu mereka menjalani hubungan di belakang Elvino.
"Kenapa pakai hak tinggi? Kan sudah aku bilang kamu itu lagi ha—"
Celia pun tiba-tiba mencium Roger secepat kilat agar pria itu berhenti menceramahinya, tanpa di duga Roger justru menolaknya.
"Cel ... ini di kantor!" ucap Roger yang mendorong tubuh Celia.
"Kalau gitu pulang, yuk!" ajak Celia.
"Gak bisa Cel, aku banyak kerjaan, nanti malam aja ya?" saran Roger yang tersenyum tapi Celia yang sudah tidak sabar ingin menjalankan aksinya dia justru terus membujuk Roger.
"Sebentar aja! Lagian anggap aku lagi ngidam," ucap Celia dengan lirih agar menarik simpati dari Roger.
Roger pun melihat jam pada tangannya kemudian menyentujui permintaan Celia, dia langsung mencium Celia dengan menggebu-gebu saat hasrat nalurinya pun juga sudah merindukan hal tersebut.
Celia tidak bisa mengimbangi permainan Roger yang terlalu terburu-buru, hingga dia mendorong kasar agar mampu terlepas dari jerat yang menyesakkan.
"Roger!” bentak Celia dengan kesal.
"Maaf!" ucap Roger yang terkekeh saat melihat Celia begitu kesal karena dirinya yang sudah merindukan akan hal tersebut.
Roger kembalI menyatukan persilatan lidah masing-masing membuat kini alur yang mereka mainkan begitu lembut dan manis, pergerakan mereka pun Roger tuntun hingga sampai ke atas sofa.
Di sana Roger melahap habis seluruh yang ada pada diri Celia, hatinya begitu bahagia ketika wanita yang tengah mengandung anaknya meminta agar mereka kembali terbuai dengan mabuknya cinta.
Bagaikan kucing yang kelaparan Roger benar-benar terus menikmati tanpa terlewatkan sesenti pun, sampai Celia terus menerus mengeluarkan lenguhan panjang akibat apa yang dilakukan Roger.
Setelah puas dengan permainan mereka, Roger pun bergegas untuk pergi kamar mandi tepat berada di dalam ruangannya. Hal itu menjadi kesempatan untuk Celia dengan tujuan utama.
"Mampus kau Shen! Sebentar lagi, kita akan menyaksikan drama pertengkaran hebat antara suami dan istri," tutur Celia dalam hati usai mengutak-atik ponsel Roger karena mudah bagi dia untuk membuka kata sandi yang dulu sempat terbuka olehnya.
__ADS_1