Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Perhatian Kecil


__ADS_3

"Pindah!" pinta Elvino kepada Shena untuk berpindah tempat duduknya. Dia tidak mau pengunjung lain terutama yang laki-laki menatap Shena dengan tatapan napsunya. 


“Kenapa harus pindah? Lihat, di sana ada pemandangan yang begitu menyejukkan mata,” tutur Shena yang belum tahu akan maksud Elvino mengajaknya pindah. 


“Apa kau suka, dilihat para lelaki di sana mengawasimu? Itu sangat membuat tidak nyaman.” Elvino lalu berdiri, berharap Shena akan mengikutinya.


Raut wajah Shena terlihat senang ketika Elvino begitu perhatian kepadanya. Perhatian kecil yang Elvino berikan mampu membuat hatinya berdebar.


“Ah, iya. Jadi, nama kamu siapa? Nama asli, bukan palsu!” tanya Shena menajamkan matanya sembari mengulurkan tangan sebagai bentuk perkenalan.


“Elvino, panggil saja ‘El’.” 


“Aku Shena Dea Alondra. Nama yang cantik, bukan?” Shena mengibaskan rambutnya.


 Tidak lama kemudian setelah mereka memesan makanan, waiters pun membawa makanan dan meletakkannya ke meja Shena dan Elvino.


"Silakan, ini ada tambahan menu pasangan, mau diambil?" tanya waiters tersebut.


"Oh ya? Bo—"


"Tidak usah, kita bukan pasangan!" timpal Elvino dengan cepat sebelum Shena melanjutkan ucapannya.


Shena tidak percaya dengan apa yang baru saja Elvino katakan, baru. Saja dia dibuat terbang oleh perhatian Elvino, sekarang malah dijatihkan begitu saja. Shena cemberut dengan memajukan bibirnya sebagai bentuk rasa kesalnya kepada Elvino.


Elvino menahan senyumnya melihat bibir Shena yang selalu berhasil membuatnya tergelitik, tetapi sayangnya Shena tidak bisa melihat senyum di sudut bibir Elvino yang hampir tidak mempunyai ekspresi pada wajah Pria tersebut.


Mereka menikmati makan siang bersama, Shena  begitu senang karena bisa makan siang berdua dengan pria yang sudah muncul di hati dan pikirannya beberapa hati ini. Tanpa sadar sudut bibirnya terkena saus, hal itu cukup menarik perhatian Elvino.

__ADS_1


Mata Elvino yang melihat cara makan Shena yang begitu lahap. Wanita itu memang tengah kelaparan karena tadi pagi hanya sarapan dua gigit sandwich, entah kenapa tidak ada rasa ifeel sama sekali. Sudut bibirnya terus tersenyum ketika berada di dekat wanita itu, tanpa sadar tangannya mengambil tisu lalu mengelap sudut bibir Shena.


Perlakuan Elvino tentu saja membuat Shena terkejut, membuat debaran jantung ke duanya tanpa sadar mulai berdebar-debar tidak menentu. Menyadari tindakannya sendiri, Elvino  langsung berdeham untuk menetralkan rasa gugupnya yang tertangkap basah.


"Ehem, jadi apa yang kamu mau?" tanya Elvino yang salah tingkah setelah membersihkan bibir Shena.


Tangan Shena pun melanjutkan mengelap sisa saus yang ada di mulutnya sembari menggerutu kebodohannya. "Aduh, Shena ... bego banget sih kamu, pasti dia ilfeel lihat cara kamu makan."


Menunggu jawaban dari Shena yang tak kunjung dijawab, Elvino mengetuk meja dan melambaikan tangan ke depan wajah Shena untuk menyadarkan Shena dari lamunannya. “Halo, Nona!” 


"Ah, iya. Apa? Ah ... sorry, hmm ... jadi gini, sebagai kompensasinya, aku mau ... kamu, menjadi pacar aku!" ucap Shena begitu gugup dan ragu.


"Ah, apa? Pacar? Maksudnya, kamu lagi nembak saya untuk menjadi pacar kamu, gitu?" tanya Elvino yang memastikan sekali lagi agar dia tidak salah dengar.


"Oh, bukan! Bukan itu ... maksud aku, pacar sehari, iya sehari," tutur Shena yang mencoba menjelaskan kepada Elvino sebisa mungkin.


"Loh kenapa? Kan, cuma sehari, daripada saya menuntut bengkel itu. Dan sudah dipastikan akan da staf yang dipecat!" Shena memasang sikap angkuhnya.


"Kalau itu yang Anda mau, silakan! Anda salah orang, permisi!" Elvino hendak berdiri tapi Shena sudah menarik tangannya agar mau duduk kembali.


"Eh, tunggu, tunggu, tunggu! Oke ... cuma pura-pura, menjadi pacar saya!" Shena menggenggam tangan Elvino.


Elvino melirik ke arah tangannya yang digenggam oleh Shena, lalu melihat ke arah wajah Shena yang memelas, dan hal itu membuat hatinya luluh. Dia pun duduk kembali setelah mendengar permintaan Shena.


"Kamu mau, saya jadi pacar pura-pura kamu selama sehari?" tanya Elvino.


"Iyalah. Sebagai bentuk tanggung jawab kamu! Karena kemarin perjanjiannya, kamu yang mau menyervis mobil aku, terus karena kamu sudah berbohong soal nama dan nomor kamu." Shena melepaskan tangannya lalu kembali memasang wajah angkuhnya.

__ADS_1


Lagi-lagi, Elvino dibuat tertawa dengan sikap Shena dan kali ini Shena bisa melihat senyum itu mengembang di raut wajah pria beruang kutub itu, Shena pun melanjutkan memberi penjelasan pada Elvino bahwa dia harus berpura-pura menjadi kekasihnya selama sehari, dan bertemu dengan orang tua Shena besok malam jam tujuh, secara rinci dan mendetail agar Elvino tidak membuat kesalahan saat nanti bertemu dengan ke dua orangnya.


"Kalau aku, nggak mau?" tanya Elvino yang mulai berubah cara bicaranya kepada Wanita yang ada di depan matanya. Namun, lelaki itu hanya berniat menggoda Shena, meskipun dengan kalimat datar.


"Kalau kamu nggak mau, ya sudah! Aku bisa cari pacar pura-pura sehari dengan cepat! Dan pastinya aku bakalan nuntut bengkel Bos kamu!" ancam Shena.


"Oh ya?" Elvino mencoba memancing Shena untuk cemberut.


"Nggak percaya? Oke, lihat aku buktiin ke kamu!" Shena langsung berdiri dan membuktikan ucapannya.


Shena mendekat ke arah sekumpulan pria yang sejak tadi memandangnya. Sudah dipastikan, lelaki mana pun akan tertarik dengan dia karena kemolekannya. Shena berbicara kepada salah satu dari mereka dan dengan senang hati lelaki itu hendak membalas jabatan tangan Shena seolah sebagai bentuk kesepakatan, padahal yang sebenarnya, Shena hanya mengajaknya berkenalan.


Hati Elvino yang begitu kesal melihat sikap Shena yang begitu nekat. Elvino lalu beranjak dari duduknya dan menghampiri Shena, dia langsung menarik tangan Wanita itu sebelum mereka berjabat tangan.


"Maaf, permisi!"  Elvino langsung menarik tangan  Shena agar mendekat ke arahnya lalu membayar makanan yang dia pesan. 


“Yah, padahal dia ganteng, lumayan bisa jadi pacar juga!” ucap Shena yang tangannya masih berada dalam genggaman Elvino. Dia hanya ingin tahu reaksi Elvino saat dirinya menggoda lelaki lain. Tepat seperti diharapkannya. Elvino memanglah sosok yang perhatian, tetapi Shena menyimpulkan bahwa ada sepercik rasa cemburu di hati lelaki itu.


“Eh, biar aku saja! Kan, aku yang mengajakmu makan siang. Simpan saja uangmu, kamu harus bekerja keras untuk mendapatkannya,” tutur Shena, mengingat Elvino hanyalah seorang montir baginya.


“Di mana-mana, lelaki yang membayar. Kalau hanya makanan, aku masih mampu membayarnya.”


"Terima kasih!" ucap Elvino saat dia membayar makanan yang mereka pesan di kasir. Elvino pun mengambil es krim untuk menu gratis bagi pasangan.


Elvino duduk di kursi pengemudi, lalu memberikan dua bungkus es krim kepada Shena. Tangannya kini mulai menjalankan mesin  mobil untuk melaju, pada saat itu juga Shena memberikan  es krim yang sudah dia buka di depan mulut Elvino.


"Buat kamu saja, aku nggak terlalu suka yang manis-manis," ucap Elvino.

__ADS_1


"Ya sudah, rezekiku." Shena menggigit bibir bawahnya karena begitu senang, lalu melahap ke dua es krim itu. Lagi-lagi tingkah Shena yang memainkan bibirnya mengusik batin Elvino. 


__ADS_2