Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Rencana Berjalan dengan Mulus


__ADS_3

Mobil kesayangannya benar-benar hancur saat salah satu pegawai Elvino mengetes mesin sekaligus rem tangan pada mobil itu dan ditabrak oleh pengendara lain dari arah belakang dalam keadaan mengantuk.


Kini Shena berada di satu ruangan bersama Elvino, sorot mata Shena terus melihat ke arah Elvino yang sedang menulis beberapa nol di belakang angka sebagai kompensasi dan akan memperbaiki mobilnya tanpa perlu dibayar.


Shena masih dengan sikap yang tidak mau kalah, meminta Elvino untuk bertemu dengan Bos bengkel tersebut. Namun, Elvino tidak menanggapi ucapan gadis yang berada di depannya, dia hanya memberikan selembar cek uang untuk berdamai.


"Enak saja! Nggak, mau! Kamu pikir, aku mau disogok begitu saja?" Shena masih tetap dengan pendiriannya, akalnya terus berpikir untuk mengambil kesempatan ini agar Elvino masuk ke dalam rencananya.


Elvino menarik napas kasarnya, saat ini dia malas untuk berdebat dengan seorang wanita karena semalam dia pun sudah berdebat dengan istrinya. Akhirnya Elvino pun mengambil jalan tengah agar masalah ini cepat selesai.

__ADS_1


"Terus sekarang, Anda mau bagaimana? Bertemu dengan Bos saya?" tanya Elvino yang mulai putus asa.


Shena tersenyum ketika kata-kata yang dia tunggu keluar dari mulut Elvino. "Ya sudah, karena hari ini aku sedang berbaik hati, dan sekarang jam makan siang. Aku mau, kamu menemani aku makan siang dulu, ada sesuatu yang mau aku bahas, kita bicara di sana." Shena bersikap angkuh dan hal itu sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.


Meskipun sebenarnya ada rasa malu dan tidak enak hati karena mengusulkan ajakan makan siang. Namun, dirinya acuh. Dia tidak peduli dengan pikiran lelaki itu jika memang dia menganggapnya sebagai wanita centil yang suka menggoda lelaki.


"Oke, kita berangkat sekarang," jawab Elvino yang tidak mau pusing dengan permintaan aneh wanita di depannya. Walaupun dirinya sempat berpikir hal tersebut tidak masuk akal sebagai imbal balik, tetapi Elvino mencoba menurut karena penasaran dengan apa yang diinginkan wanita itu.


Dia pun segera melepas baju montir yang melekat di tubuhnya dan menggantinya dengan kaos hitam diseteli dengan jaket jeans lalu menyambar kunci mobilnya.

__ADS_1


Restoran ternama yang terkenal dengan suasana yang romantis menjadi tempat pilihan Shena. Keduanya berjalan memasuki restoran, Shena memilih tempat duduk dengan pemandangan yang begitu memanjakan mata. Di mana ada taman kecil yang lengkap dengan kolam air yang dihias cantik. Di sekitarnya juga ditumbuhi berbagai bunga warna-warni, aroma wanginya mampu menggugah indra pencium siapa pun yang ada di sekelilingnya.


Sebagian pengunjung lainnya melihat ke arah pasangan yang baru saja tiba di restoran tersebut, Shena dengan penampilan yang mampu menarik perhatian para lelaki sedangkan Elvino yang memiliki paras tampan dan postur tubuh yang gagah ditambah penampilan kecenya, begitu sangat serasi layaknya pasangan kekasih. 


Mata Elvino menangkap beberapa jantan liar yang memandang tubuh seksi Shena. Dia pun langsung membuka jaketnya dan memakaikan kepada bahu Shena. Meski pakaian wanita itu tidak terbuka, tetapi cukup ketat dan nyaris membentuk lekukan tubuhnya yang indah.


"Pindah!" pinta Elvino kepada Shena untuk berpindah tempat duduknya. Dia tidak mau pengunjung lain terutama yang laki-laki menatap Shena dengan tatapan napsunya. 


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2