Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Bukti Akurat


__ADS_3

Sementara itu, di meja lain dan di hotel yang sama. Orang tua Elvino—John dan juga Emma tengah melalukan jamuan makan siang dengan teman lamanya. Mereka pun menikmati makan siang dengan saling melempar canda dan tawa, mengenang masa lalu mereka. Akan tetapi, di sela-sela tawa Emma yang mendengar cerita humor dari sahabat lamanya tentang John—suaminya, sorot mata Emma menangkap seorang wanita dengan penampilan seksi tengah bersama seorang pria begitu mesra.


Emma pun tersedak saat dia meminum gelas yang ada di tangannya, sehingga dengan refleks John memberikannya tisu. Emma pun tertawa canggung pada sepasang suami istri yang ada di hadapannya seraya mengucapkan kata maaf.


John menanyakan keadaan Emma yang sikapnya langsung berubah seketika, dan mendapat jawaban bahwa dia baik-baik saja. Emma pun berbisik kepada John tentang apa yang barusan dia lihat, sang suami pun melihat ke arah yang di maksud oleh Emma, lantas memilih untuk melanjutkan makan siang mereka sembari memperhatikan wanita yang sangat mereka kenali sebagai menantunya, yaitu Celia.


Usai John dan Emma makan siang bersama sahabatnya, Emma pun berniat menghampiri Celia, dan menegurnya. Namun, John menahan Emma lebih dulu, dan memberitahu sang istri agar tidak menegurnya terlebih dahulu.


“Ma ... sabar, siapa tahu itu hanya temannya!” ucap John yang memberitahu sang istri dengan suara lirihnya.


“Teman apanya? Jelas-jelas mereka begitu mesra! Apa pantas kelakuan seorang istri di luar bersama teman prianya seperti itu? Mereka berduaan loh, Pa, bukannya banyak orang,” kesal Emma pada John yang begitu masih berpikir positif terhadap menantunya. 


Emma lalu mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar serta video Celia dan Roger yang tampak mesra. 


John pun tidak bisa melawan perdebatan dengan sang istri, apa yang dikatakan oleh Emma ada benarnya juga. Dia lalu menelepon orang kepercayaannya untuk menyelidiki pria yang sedang bersama Celia yang begitu mesra tanpa rasa malu di muka umum.

__ADS_1


John dan Emma pun kemudian pergi dari sana setelah sahabatnya mengajak mereka untuk bermain golf bersama.


Tak lama kemudian, dua orang pesuruh John pun datang ke lokasi hotel tersebut. Menyelidiki sepasang kekasih yang masih berada di restoran tersebut. Dua orang lelaki kekar dengan baju hitam santai terlihat memantau di depan hotel sembari memandangi foto yang ada di ponselnya—menunjukkan gambar Celia dan Roger yang dikirim oleh John.


 


Beberapa saat berlalu, terlihat kedua orang yang menjadi target keluar dar hotel, dengan sigap kedua lelaki tersebut merekam dan mengambil beberapa foto dengan berbagai posisi, memperlihatkan kemesraan mereka. 


Saat Roger dan Celia pergi, mereka diikuti oleh kedua lelaki yang berperan sebagai mata-mata. Celia diturunkan di tepi jalan yang jauh dari rumah dan memesan taksi di sana agar dia aman jika pulang ke rumah, tidak mungkin jika dia pulang diantar oleh lelakinya. Terlalu berisiko jika ada seseorang yang mengenalinya memergoki. Setelah Roger menurunkan Celia, dia menuju apartemennya dan tak lama kemudian, dia pergi ke perusahaannya.


Namun, pada saat itu, Celia dan Roger dengan bebasnya mengatur jadwal untuk bertemu. Tak peduli terik yang begitu panas menyengat kulit, mereka tetap menjalankan aksinya untuk melepas rindu walau sebenarnya setiap hari mereka bertemu. Akan tetapi, pergerakan mereka tak lepas dari pengawasan orang suruhan John yang memang dibayar mahal untuk itu.


Menghabiskan waktu berdua di kamar hotel sudah menjadi syarat wajib bagi mereka. Jika dipikirkan, sangat tidak pantas jika seorang istri melakukan hal yang sudah kelewat batas. Namun, Celia sama sekali tidak memikirkan hal itu, yang dia tahu, dia hanya senang dan sangat menikmati pelayanan Roger. Berbeda dengan Elvino yang jarang menggaulinya karena waktu sibuknya habis terbuang di bengkel, membuatnya lelah.


Satu hal lain yang juga menjadi alasan, rasa cinta yang dulu pernah, kini perlahan mulai pudar seiring berjalannya waktu karena sikap Celia yang sebelumnya memang susah diatur saat gaya hidupnya terlalu bebas. Terlebih sejak dia mengenal Shena, cinta itu perlahan tumbuh dan bersemi meski dia berusaha menyangkalnya.

__ADS_1


Semua bukti akurat sudah terkumpul, orang suruhan John pun memberikan laporan pada sang bos saat berada di rumah pada pukul sembilan malam.


“Sangat memalukan, kurang ajar! Berani sekali dia mempermainkan anakku!” umpat John seketika melempar foto dan memperhatikan video yang tengah menyala di laptopnya. 


“Tuh, kan, Pa. Apa aku bilang! Celia ini memang perempuan nggak bener. Gelagatnya udah kecium lama. Anak kita malah sering nutupin ini semua seolah rumah tangganya nggak terjadi apa-apa. Mama tahu sejak pagi itu, saat datang ke rumah Elvino, Celia nggak ada di rumah istri macam apa coba, keluyuran sampek pagi. Kelewatan!” Emma terus mengomel karena kecewa dengan Celia, lebih tepatnya kasihan dengan anak lelaki satu-satunya yang disakiti.


“Ini informasinya, Tuan.” Seorang lelaki memberikan sebuah map yang berisikan data identitas Roger, mereka begitu lihai memperoleh informasi dengan kilat. John pun menerima dan membacanya dengan teliti, sementara Emma yang duduk di samping John tampak menahan emosi. Dia sudah tidak sabar ingin memberitahukan kebusukan istrinya selama ini. Dia tidak menyangka bahwa menantunya hanyalah wanita murah yang mengobral dirinya pada lelaki lain. Bagaimanapun juga, seorang ibu tidak akan rela jika anaknya disakiti. Terlebih lagi lelaki yang seharusnya dihormati sebagai suami, malah dikhianati oleh istri.


Setelah John dan Ema puas melihat hasil kerja anak buahnya jangan menyerahkan amplop coklat berisikan uang untuk membayar jasa mereka Tentu saja tidak sedikit nilainya. Mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah elvino malam ini juga tidak peduli jika anaknya itu sedang lelah karena baru pulang dari bengkelnya, Informasi seperti ini tidak bisa ditunda lagi. Apalagi mereka tahu Celia sekarang sedang tidak ada di rumah. Emma dan John berpikir, mungkin saja Elvino akan berniat memergoki Celia dan selingkuhannya langsung di hotel. 


Mobil yang dikendarai oleh sopir John tiba di rumah Elvino tepat di halamannya. Terlihat mobil Elvino sudah terparkir juga di sana, menandakan lelaki itu sudah pulang dari bengkel. Emma merasa gelisah karena dia tak tega memberitahukan berita buruk ini kepada anaknya. Namun, semuanya memang harus diketahui oleh Elvina agar dia dapat mengambil keputusan dalam mengatasi masalah rumah tangganya.


Bersambung ...


Hai para pembaca setia Shena? Apa kabar? Semoga selalu sehat dan semangat yaa. Selamat membaca bab terbaru Shena. Semoga kalian suka ya? Oh ya, jangan lupa tinggalkan jejak komentarnya yaa, biar Author makin semangat buat upload bab selanjutnya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2