
Hari demi hari dilewati dengan penuh kebahagiaan untuk calon orang tua baru, yang tak lain Sherena dan Elvino. Hingga kini usia kehamilan Sherena menginjak 36 minggu.
“Sayang, aku pengen banget deh makan masakan kamu.”
“Kan, bentar lagi mau lahiran, Sayang. Masa masih nyidkam aja sih,” tutur Elvino seraya mengelus perut sang istri yang tengah duduk bersandar di ranjang.
Lelaki itu tak henti-hentinya menciumi perut buncit Sherena yang tanpa busana.
“Kamu nggak mau buatin? Ya udah kalau gitu, aku nggak tanggung jawab, kalau nanti anak kita lahir ileran gegara nggak dituruti kemauannya,” gerutu Sherena.
“Iya-iya, Sayang. Aku buatin, emang mau makan apa?” tanya Elvino sedikit menghella napasnya.
“Aku mau makanan Turki, Sayang, Kumpir sama Kofte.” Sherena berucap sambil membayangkan makanan lezat tersebut.
“Apa nggak ada yang lain, Sayang?” Elvino terkejut dengan kemauan istri yang menurutnya aneh dan sangat susah. Bagaimana mungkin dia memasak makanan luar negeri, meskipun dia bisa memasak, tetapi untuk resep dan bahan tentu saja harus mencarinya terlebih dahulu, dan itu akan cukup menyusahkannya.
“Kamu inget, kan, yang pernah kita makan di restoran Turki waktu aku hamil muda?”
“Ingat kok, tapi ...”
“Tapi apa?
Elvino menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “itu mustahil, Sayang. Aku mana bisa buat, bahannya saja kita tidak punya, kan, di rumah.”
“Aku nggak mau tau, pokoknya kau mau, Sayang. Izinkan kau makan yang aku inginkan sebelum anak kita lahir. Ya, please ....”
“Sayang, bagaimana kalau kitaa beli di restoran itu aja, jam segini masih buka kok.” Elvino melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul tujuh malam.
“Anak kita maunya kamu yang masak m.” Sherena memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
“Atau ... bagaimana kalau kita ke Turki aja langsung. Sekalian lahiran di sana.” Elvino memberikan usul, berbagai macam alasan dia ucapkan agar Sherena berubah pikiran untuk tidak menyuruhnya memasak.
“Ya sudahlah, lebih baik aku tidur, dan jangan bangunkan aku, karena aku haarus bermimpi untuk memakan makanan itu.” Sherena memalas dan menekuk wajahnya, tubuhnyaaia baringkan miring membelakangi Elvino.
“Sayang, jangan ngambek dong. Ya sudah, aku sekarang berangkat cari bahannya, semoga di supermarket lengkap, ya. Jangan ngambek, dong. Kamu mau ikut belanja nggaak?” Elvino mencium pucuk kepala sang istri. “Ah, sebaiknya kamu di rumah aja, Sayang, nanti kamu kecapekan. Aku panggilkan Bibi yang buata nemenin kamu.”
“Oke, Sayang, hati-hati. Semangat, ya, I love You.” Sherena pun bangun dari tidurnya dan langsung mencium bibir Elvino.
Beruntung, Elvino menemukan semua bahan lengkap tanpa kurang, setelah dia berhasil mempelajari masakan itu dengan singkat melalui aplikasi berwarna merah.
Sesampainya di apartemen, Elvino langsung beraksi mengeluarkan skill memasaknya dengan penuh semangat. Sementara Sherena, dia twrus melihat sang suami di kitchen bar tersebut.
“Apa kamu perlu bantuan, Sayang?” tanya Sherena sambil memangku dagu memperhatikan suaminya.
“Tidak perlu, Istriku. Kamu cukup duduk manis di situ dengan senyuman termanismu, oke?”
"Gimana makanya?" tanya Elvino.
"Enak tapi ... cukup asin," kekeh Sherena.
Elvino pun mencicipi masakannya dan memang benar perkataan sang istri bahwa masakannnya asin.
"Kata orang tua, kalau makanan asin berarti aku menginginkan bercinta," celetuk Sherena. Ia segera membekap mulutnya karena keceplosan.
"Jadi, bolehkah aku mengunjungi calon anakku?" tanya Elvino.
"Astaga-"
Elvino membungkam bibir Sherena dengan ciumannya. Elvino membopong tubuh wanitanya ke ranjang dan meletakkannya dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu semakin seksi saat hamil, Sayang. Dan aku tak pernah berhenti mengaguminya." Setelah mengatakan itu, Elvino melakukan tugasnya. Jemarinya dengan lincah melepaskan seluruh kain yang melekat pada istrinya.
Mereka pun melakukan percintaan dengan penuh gelora yang panas. Saling mencecap dan memberikan sentuhan sensual demi puncak kenikmatan dunia.
Satu minggu kemudian, Sherena tengah berada di rumah sakit ternama didampingi oleh suam tercinta. Juga orang tua, tak lupa mertuanya juga hadir untuk menyambut kelahiran sang cucu. Diruang persalinan, dokter terus mengecek kondisi bagian inti Sherena. Kontraksi yang luar biasa dia rasakan sendiri. Dengan napas memburu yang bahkan terasa oksigen hampir habis.
Namun, sebagai suami, Elvino selalu siaga di sampingnya, membiarkan Sherena melampiaskan rasa sakitnya ke tangaan lelaki itu. Seberapa kuat Sherena mencengkeram, lelaki itu hanya pasrah dan diam.
“Sayang, sakit ....” Sherena merintih dengan ujung matnya yang sudah basah akan air mata.
“Sabar ya, Sayang. Kamu pasti kuat. Jangan lepaskan genggaman tangan kita. Andai rasa sakit itu bisa dibagi, aku pasti akan ddengan senang hati menerimanya, Sayang.” Elvino mengelus lembut dahi Sherena yang sudah bsah akan keringat yang bercucuran sejak tadi.
“Pembukaannya sudah lengkap, kita proses lahiran sekarang ya, Bu,” ucap sang dokter seraya bersiap melakukan persalinan ditemani dua perawat sekaligus.
Selama kurang lebih hampir satu jam Sherena berjuang dengan sepenuh nyawanya, akhirnya malaikat kecil itu terlahir di dunia. Suara tangis bayi lelaki itu menggema lantang di ruangan tersebut. Rasa lega dan bahagia dirasakan oleh Sherena, bercampur dengan sakit yang masih tersisa di tubuhnya.
Elvino mengusap air mata sang istri, sedangkan dia sendiri pun tak henti-hentinya mengeluarkan air mata bahagianya.
Bayi tersebut diletakkan di dada sang ibu. Kemudian
Terima kasih, Sayang. Kamu telah melahirkan anak kita, terima kasih atas perjuanganmu, aku sangat mencintai kamu.” Elvino menghujani ciuman pada sang istri,
Akhirnya setelah sekian lama, kebahagiaan keluarga kecil tersebut lengkap sudah. Sementara, para orang tua juga sangat terharu mendengar suara tangis bayi uang dilahirkan oleh Sherena, mereka dengan senang hati menerima gelar sebagai oma dan opa.
THE END.
Hai, reader semuanya. Terima kasih sudah mengikuti novel Pesona Lelaki Beristri hingga tamat, tolong berikan komen kalian ya, biar aku tau siapa aja yang udah setia baca 😊😍 Semoga kalian sehat selalu ya.
jangan lupa baca juga novelku yang lainnya, Terjebak Hasrat Pria Dingin dan juga Gelora Cinta Masa Lalu. Ceritanya nggak kalah seru loh. Ikutin terus, yuk! 😍
__ADS_1