Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Jerat


__ADS_3

Setelah kepergian Elvino, Celia yang sudah memesan makanannya malah mendapat telepon dari Roger yang memintanya untuk bertemu di mal. Ia mendengus kesal lalu membayar bill kemudian bertolak ke mal yang sudah di tentukan oleh kekasih gelapnya itu.


Saat ini, Celia tengah berada di mal bermaksud untuk menemui Roger. Sebenarnya wanita itu enggan jika terus-terusan diminta lelaki itu untuk memuaskan hasratnya. Padahal ketika pertama kali mereka membuat kesepakatan, Celia memang sangat menyetujuinya, mengingat dia tak pernah mendapatkan kepuasan batin dengan Elvino, sehingga dia haus akan godaan Roger. Ditambah lagi iming-iming berbelanja yang selalu dia impikan—membeli barang apa pun yang dia mau.


Kini, semuanya berubah drastis saat Celia justru malah menjadi sasaran Roger—menjadikannya boneka di atas ranjang. Belum lagi, ancaman Roger yang selalu akan menyebarkan video tersebut jika Celia tidak menurut. Sebelumnya, Roger memang tidak mempunyai video tersebut, tetapi terakhir kali dia berhubungan dengan Celia, dia memutuskan untuk merekam semua kejadian panas yang dia lakoni bersama wanita itu. 


“Roger, sampai kapan kamu akan memperalat aku seperti ini, hah? Apa belu puas juga kamu mempermainkan ku?” 


“Apa? Sejak kapan aku mempermainkan mu, Baby? Bukankah kita saling menikmati satu sama lain?” Roger berbisik pada Celia saat keduanya tengah berjalan di mal dan hendak keluar menuju parkiran. Seperti biasa, tujuan utama Roger setelah memuaskan Celia di mall, dia  langsung menggarap wanita itu di hotel terdekat. Tangan lelaki itu melingkar erat di pinggang Celia. 


Di hotel bintang lima, Celia tampak gusar dengan apa yang dipikirkannya sekarang. Bagaimana pun dia ingin sekali lepas dari jeratan Roger yang terus menginginkannya. Melawan pun sepertinya akan percuma, Roger lelaki yang punya segalanya, dia juga bisa  melakukan apa pun yang dia mau. Hal itu membuat Celia berpikir dua kali jika dia ingin mengelabuhi lelaki tersebut. 


“Roger, bisakah ini yang terakhir kalinya? Aku mohon. Aku sudah nggak mau lagi berhubungan denganmu,” pinta Celia seraya duduk di tepi ranjang dengan tatapan memelas.


“Apa! Tidak semudah itu, Celia. Kau tahu apa akibatnya jika kamu membantahku, kan?” Roger mengelus pipi Celia, kemudian mencengkeram kasar dagu wanita itu.


“Kalau begitu, satukan kembali aku dengan Elvino!” tutur Celia dengan penegasan. 


Tawa Roger menggema di sudut kamar mewah tersebut. “Apa aku tidak salah dengar? Sepertinya kau sudah gila Cel! Hahaha!” 


“Kalau bukan karena kamu, Elvino tidak akan mungkin menceraikan ku sekarang. Dan lihat, sekarang aku tidak bisa hidup tanpa dia.”


“Ayolah Celia ... kau hanya hidup dengan harta. Apa kamu mengenal cinta? Aku rasa tidak, kalau memang nggak bisa hidup tanpa lelaki itu, harusnya kamu sekarang sudah di kuburan, kan?” lagi-lagi ucapan Celia disahut tawa ejekan dari Roger. 

__ADS_1


“Bunuh aja aku sekalian, Roger! Daripada aku terus-terusan hidup seperti wanita murahan seperti ini.


“Baby ... shuutt, kamu itu mahal, aku tidak pernah menganggap mu murah. Lihat saja, aku membeli mu dengan barang mahal yang kamu mau.” Roger menunjuk beberapa paper bag yang terletak di luggage rack—barang branded yang baru saja dia Roger belikan untuk Celia di mal beberapa saat yang lalu.


“Persetan dengan semua barang itu!”


Meskipun sebelumnya Celia memang suka menghabiskan waktu di klub malam, tetapi dia tak selalu menjual tubuhnya untuk lelaki hidung belang. Kali ini, dia benar-benar menyesali perbuatannya karena telah berselingkuh dengan Roger. Namun, nasi sudah menjadi bubur, perceraian pun sudah di ujung tanduk. Berusaha untuk mendekati Elvino kembali pun rasanya juga akan percuma. Sudah dipastikan Elvino tidak akan menerimanya kembali.


“Stop it!” Celia menepis tangan Roger yang terus menjalar ke leher jenjang Celia dan sesekali mendekatkan bibirnya ke sana. 


“Jangan membantahku, Celia. Atau aku akan berbuat kasar.”


“Roger, aku lelah dengan semua ini. Izinkan aku hidup bebas tanpa ancaman kamu itu. Aku mohon!” Celia akhirnya memelas, tetapi Roger tak mengindahkannya.


***


Sejak Shena menikah, dia sama sekali tidak pernah membawa mobil sendiri karena tidak diizinkan oleh Elvino. Namun, hari ini dia mengendarai mobil sendiri karena dia ada pertemuan dengan beberapa klien besar. Sepulangnya dari meeting tersebut, dia memutuskan untuk pergi ke bengkel sekedar melihat Elvino, tak ada lagi rasa malu dan sungkan jika dirinya terang-terangan menemui lelaki itu.


Meskipun di bengkel tersebut tak banyak yang tahu tentang pernikahan keduanya, tetapi Shena tidak ambil pusing dengan hal tersebut, yang terpenting secepatnya dia akan dipublikasikan sebagai istri sah dan satu-satunya Elvino—seorang bos bengkel muda yang sangat sukses.


Sesampainya di depan bengkel, Shena berjalan dengan anggun. Langkah kakinya mengayun seirama dengan derap high heels. penampilannya yang rapi dengan blazer putih senada dengan rok pendek yang dikenakannya. Rambut yang dicepol ke atas membuat Shena semakin ditatap kagum oleh beberapa karyawan dan pengunjung yang rata-rata lelaki di bengkel tersebut. 


Shena berjalan ke arah ruangan Elvino, tetapi tiba-tiba saja dia melihat seorang wanita paruh baya sedang jongkok di belakang mobil yang tengah diservis. Wanita itu tampak membenarkan sepatunya yang terlepas. namun, tiba-tiba saja mobil itu mundur perlahan tanpa diketahui oleh wanita tersebut. 

__ADS_1


“Awas! Berhenti!” teriak Shena dari kejauhan dan langsung berlari menghampiri wanita tersebut. 


Sayangnya, teriakan itu tak didengar oleh seseorang yang mengemudikan mobil tersebut. Beruntung mobil itu berjalan pelan, sehingga Shena masih bisa menolong wanita tersebut. Jika Shena terlambat sedikit saja, mungkin wanita itu akan tertabrak mobil dari belakang. Namun, naas saat Shena merangkul wanita itu dan berdiri, tubuhnya malah tersenggol body mobil tersebut. Alhasil, Shena pun terjatuh. Akan tetapi, beberapa karyawan langsung berlari menghampiri kedua wanita tersebut.


Menyadari ada keributan yang dia lihat dari kaca spion, montir tersebut langsung menghentikan mobilnya dan keluar. Dia begitu terkejut melihat dua wanita di sana.


“Lain kali hati-hati, Bro! Cek belakang mobil, pastikan ada orang apa nggak.”


“Nona, Anda tidak apa-apa?” tanya Samuel yang menyadari Shena baru saja terjatuh. Beruntung tidak ada luka. Wanita itu hanya sedikit terkejut.


“Aku tidak apa-apa.” 


“Tante tidak apa-apa juga, kan?” tanya Shena terhadap wanita paruh baya dengan sanggul yang cukup tinggi, make up tebal dan berpenampilan rapi. 


“Aku baik-baik saja, terima kasih karena sudah menyelamatkanku tadi.” 


Shena pun tersenyum, wanita yang berdiri di depannya itu mengajak Shena untuk duduk di ruang tunggu. 


“Tante sedang benerin mobil di sini?” tanya Shen sopan.


“Bukan, aku hanya merindukan anakku, jadi pengen lihat dia kerja aja.”


“Oh, begitu.” Shena mengangguk tanpa berpikir apa pun. 

__ADS_1


Hallo readers tersayang 😍 Author update lagi yeeeey 🥰 Harusnya semalem tapi listrik mati sampe pagi jadi baru bisa upload. Tetap jaga kesehatan ya gaes. Sayang kalian banyak -banyak 💕💕❤️❤️❤️😘😘😘😘


__ADS_2