Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Aku Hamil?


__ADS_3

Celia begitu syok mendapati dirinya tengah berbadan dua, rasa kesal semakin menjadi merasuki dalam jiwa menjalar ke seluruh tubuh, sampai dia pun tak ada satu kata pun yang mampu diucapkannya.


"Ha, ha, hahahaha ... nggak mungkin! Aku hamil? Hahaa anak kamu? Tidak-tidak, itu tidak akan pernah mungkin terjadi!" tutur Celia penuh dengan ketidakpercayaan.


"Tapi kenyataannya seperti itu," jawab Roger mencoba meyakinkan Celia.


"Nggak, kamu pasti berbohong, kan? Iya, kan!" bentak Celia yang menatap tidak suka ke arah Roger saat tengannya masih dicekal oleh pria tersebut.


"Kalau tidak percaya, kamu lihat sendiri!" Roger mengeluarkan bukti tanda kehamilan pada Celia berupa obat-obatan khusus ibu hamil yang diberikan dokter beberapa saat lalu, ketika Celia masih dalam keadaan pingsan. "Kalau kamu masih kurang yakin kita periksa sekarang juga!"


Ya, walaupun hanya beberapa bungkus, tetapi tetap saja itu tidak membuat Celia percaya, pasalnya sang dokter juga menyuruh untuk memeriksakannya lagi ke dokter kandungan untuk penanganan lebih lanjut.


"Nggak, Roger! Aku nggak mau hamil, aku nggak mau!" Celia makin kalut ketika melihat beberapa obat vitamin yang diberikan oleh Roger.


Wanita dengan paras yang masih pucat terus memberontak dalam dekapan Roger, seberapa kuat usahanya menolak dari pria itu dan mencoba agar Roger mau melepaskan, tetapi tak kunjung terlepas.


Sampai ketika Celia kembali di serang oleh rasa pening pada kepalanya, membuat dia terdiam dan mengerutkan kening sembari mengeluh kesakitan. Tubuhnya masih lemas.


"Aaauuhh!" Celia hampir kehilangan keseimbangannya dan beruntung Roger selalu siap siaga membantu dia agar kembali ke tempat tidur.


"Tunggu sebentar, biar aku ambilkan air minum!" tukas Roger. Dia pun bergegas mengambil air minum untuk Celia.


Dalam hitungan beberapa detik, Roger secara telaten membantu Celia untuk minum, hingga wanita itu menenggak separuh dari isi gelas berukuran sedang.


"Istirahatlah dulu, jangan memikirkan hal-hal yang membuat calon anakku bahaya," tegur Roger yang menaruh gelas, tapi Celia tidak sengaja menyenggol tangannya hingga membuat gelas itu tumpah lebih dulu mengenai celananya. "Astaga Celia!"


"Ah, sorry!" ucap Celia yang ingin membetulkan posisinya tetapi justru menyenggol lengan Roger.


Roger pun terpaksa menaruh ponsel dan juga dompetnya tepat dia atas nakas samping Celia, kemudian pergi bergegas mengganti celana akibat tersiram air.

__ADS_1


"Apa sih, orang nggak sengaja juga lenje banget!" celetuk Celia yang memilih untuk merebahkan tubuhnya.


Namun, telinganya mendengar panggilan telepon dari ponsel Roger, Celia merasa terganggu. Baru juga wanita yang tengah hamil ingin memejamkan mata, tetapi begitu risi mendengar panggilan telepon secara terus menerus.


"Roger, ada telepon!" teriak Celia pada pintu kamar mandi dalam ruang kamarnya. Akan tetapi, tidak ada sahutan sama sekali dari sang empu membuat dia menjadi geram. "Iiissh tuh cowok ngeselin ya! Lagian siapa sih yang telepon? Nyebelin banget!"


Celia yang ingin mengangkat panggilan telepon tersebut dengan meraih ponsel Roger, tangannya tidak sengaja menyenggol dompet pria berwarna hitam hingga tergeletak di atas lantai.


"Yah, pakai jatoh lagi!" Celia berusaha untuk mengambil dompet tersebut tetapi matanya melihat ke arah sesuatu yang membuat dia tercengang luar biasa.


Bukan hanya sekedar kabar tentang kehamilannya yang membuat selia terkejut, melainkan fakta yang sulit dia cerna dalam pikirannya.


Tangan putih dengan kutek berwarna merah terang mengambil dompet yang tergeletak di bawah, jari itu pun juga tak luput mengambil sisa-sisa yang berserakan dari dalam isi dompet tersebut.


Pada saat Celia memperjelas penglihatannya dengan mengambil satu lembar foto seorang wanita yang tersenyum senang, bahkan terlihat wajah penuh dengan bahagia sedang merangkul dan ingin mencium seorang pria yang dia kenal sebagai Roger.


"Shena?" ucap Celia yang termenung saat melihat foto yang berada di tangan.


Pikiran Celia terus menerka-nerka apa hubungannya Shena dengan Roger? Apakah mereka saling kenal begitu akrab? Atau jangan-jangan mereka sepasang kekasih?


Semua pertanyaan begitu bermunculan dalam benak Celia saat memandang foto tersebut, meskipun dia syok saat mengetahui fakta yang sebenarnya. Namun, dia pun ikut senang karena pikiran yang selama ini untuk bisa merebut Elvino akan segera terwujud.


Roger yang baru keluar dari dalam kamar mandi langsung menghentikan langkahnya, dia melihat ke arah Celia tengah memegang foto lama dia bersama Shena.


"Kamu ngapain?" tanya Roger yang tidak suka hal privasinya di usik oleh orang lain.


"So–sorry, tadi ... nggak sengaja jatuh terus tadi aku juga liat ini!" tutur Celia mencoba untuk menjelaskan kepada Roger.


Tentu saja hal itu membuat Roger pun kesal, tangan lelaki yang diketahui oleh Celia tersebut mengambil paksa foto dari tangannya.

__ADS_1


"Jangan suka ikut campur kalau kamu sendiri juga enggan untuk membuka pintu buat aku!" tegur Roger dengan kesal, dia pun memasukannya lagi ke dalam dompet.


"Kamu sama ... Shena?" tanya Celia yang begitu penasaran dengan kehidupan pribadi Roger.


Tiba-tiba jiwa kepo atau yang biasa disebut dengan rasa penasaran pun semakin menjadi, ketika Roger memperlihatkan ekspresi wajah marahnya.


"Tidak perlu ikut campur urusan orang, urus saja dulu kondisimu!" tukas Roger yang tidak suka mendapatkan pertanyaan dari Celia.


Pasalnya dia sudah mengubur dalam-dalam cintanya itu dan mencoba untuk menanamkan benih cinta dalam hatinya untuk Celia, karena biar bagaimanapun Celia tengah mengandung anaknya.


"Apa kamu begitu mencintainya?" tanya Celia yang tidak mendengar peringatan dari Roger.


"Celia, cukup!" ucap Roger mengingatkan pada Celia untuk kesekian kalinya.


"Ya, tapi memang kenapa? Apakah aku salah? Aku hanya ingin tahu aja bagaimana masa lalunya sosok ayah dari janin yang aku kandung?" ujar Celia yang semakin mencecar Roger.


"Kalau kamu tahu, nanti yang ada kamu nangis lagi!" ledek Roger yang tertawa.


"Issh ya sudah! Nggak penting juga!" tukas Celia yang begitu merasa kesal karena info yang ingin dia dapat tidak, tercapai.


Sampai tiba di mana Roger tertawa sembari dengan sikap Celia yang seperti anak kecil, dia pun duduk di samping Celia sembari membuka cerita dia bersama Shena.


Roger mengatakan bahwa Shena adalah mantan kekasihnya yang sampai saat ini pun masih singgah di hati yang paling dalam, Walaupun dia sudah berusaha untuk melupakan wanita tersebut tetapi tetap saja Shena selalu ada dalam dirinya. Kesalahan terbesar saat itu adalah mengkhianati Shena. Seberapa penyesalan pun tak akan lagi bisa membuka hati wanita itu lagi.


Roger merasa bahwa itu sebagai tanda karma yang harus dia dapat, tidak bisa memiliki sosok orang yang dia cintai karena orang tersebut sudah merasakan sakit hati atas apa yang sudah dia perbuat.


Terlebih lagi saat ini Roger akan menjadi seorang ayah walaupun belum ada pernikahan di antara mereka. Dia harus segera melupakan Shenda dalam hidupnya, karena kehadiran Celia tanpa dia sadari sudah menggeser posisi Shena secara perlahan. Berawal dari hanya ingin bersenang-senang dengan Celia, nyatanya kini Roger sudah terjebak dengan perasaan uang perlahan muncul.


Ya, semua yang Roger sampaikan terkesan sedih, berbanding terbalik dengan tanggapan Celia. Wanita itu pun tersenyum dengan sejuta akal liciknya, menantikan rencana yang akan dia perbuat untuk membalas dendam.

__ADS_1


__ADS_2