Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Isi Brankas


__ADS_3

Tangan Shena mencoba menekan beberapa angka untuk membuka brankas tersebut. Akan tetapi tak juga berhasil. Berkali-kali ia mencoba tetapi gagal. Dari mulai mengacak nomor, hingga tanggal lahir Elvino yang pernah dia lihat di KTP-nya. Namun hasilnya nihil. Frustrasi, Shena menutup kembali lemari tersebut lalu pergi ke dapur mengambil air minum guna menghilangkan dahaga yang sejak tadi di tahannya. Dia meletakkan gelas di meja makan kemudian duduk di sana.


"Apa ya, kira-kira?" batinnya.


Sambil menerka-nerka memikirkan kata sandi yang tepat, Shena bergerak ke kamar dan mengambil ponselnya di atas nakas samping ranjang. Iseng, dia menulis nama lengkap Elvino di kolom pencarian 'Google'. 


"El-vi-no Har-vey Dir-gan-tara. Done," ketiknya sambil mengeja nama sang suami.


Dalam hitungan detik, keluarlah nama Elvino dan semua informasi umum tentangnya di sana. Matanya membelalak kaget karena terkejut dengan apa yang dia baca. Demi apa pun dia hampir terjungkal ke belakang karena membaca kata demi kata yang tertulis di sana. Rupanya sang suami bukanlah orang sembarangan. Pria yang dia kira cuma seorang montir bengkel, nyatanya adalah pemilik bengkel tersebut dan berbagai aset yang tidak sedikit.


Untuk memastikan, Shena memperbesar foto Elvino yang terpampang di sana. Tidak salah lagi itu memang benar Elvino–suaminya. Bibirnya mengatup, matanya terpejam.


"Aaaarrrhhh!" teriak Shena lalu melempar ponsel dengan asal. Beruntung hanya mendarat di tepian ranjang sehingga tidak jatuh. "Ternyata dia bukan lelaki sembarangan seperti yang aku bayangkan. Ya Tuhan, malunya aku." 


Setelah menenangkan diri, kini dirinya kembali penasaran dengan apa yang di dalam brankas tadi. Meskipun sudah ada bukti di internet, akan tetapi dia belum sepenuhnya yakin. Bisa jadi itu hanya tulisan seorang blogger penggemar Elvino. Membayangkannya saja dia sudah tidak rela. Shena menggelengkan kepala menepis pikiran buruknya. Wanita itu menghela napas dan berpikir. 


Sambil berjalan mondar-mandir, Shena memeluk tubuh dan memejamkan mata. Berharap sebuah ilham hinggap di otak kecilnya. Beberapa menit berlalu, ia berusaha keras memikirkan kemungkinan password brankas itu.


Tiba-tiba, sebuah bel menginterupsinya. Segera Shena membuka pintu apartemen dan mendapati seorang kurir mengantar sebuah paket atas nama dirinya. Setelah kurir tersebut pulang, Shena menelepon Elvino dan menanyakan kepadanya perihal paket tersebut. Elvino menyuruh Shena untuk membuka paket itu tanpa harus menunggunya.


Shena mengambil sebuah gunting dan membuka kertas serta bubble wrap yang membungkus paket itu dengan hati-hati. Terpampanglah wajah Shena dan Elvino memakai gaun dan jas pengantin tempo hari. Shena tersenyum simpul melihat senyum Elvino yang begitu tampan.


"Ah!" Shena memekik. "Kenapa tak terpikirkan dari tadi ya ampun. Bodohnya aku."

__ADS_1


Setelah meletakkan foto berukuran besar itu ke atas sofa, Shena melesat ke arah brankas tadi. Segera ia mengetikkan angka-angka perkiraannya. Sungguh luar biasa, usai ketikan angka terakhir, brankas tersebut akhirnya terbuka. 


Shena melompat kegirangan dan berteriak histeris sambil meninju angin. Dia bergerak memutar layaknya anak kecil yang mendapatkan doorprize di acara 17 Agustus. 


Wanita itu kembali berjongkok dan melihat satu persatu isian dalam kotak brankas itu. Dia semakin dibuat takjub. Pasalnya, di sana terdapat dokumen-dokumen penting termasuk surat serah terima kepemilikan apartemen ini. Sungguh di luar dugaan, apartemen ini di beli atas nama dia. 


Shena mengambil beberapa surat-surat,  ternyata surat rumah pribadi, surat apartemen, surat nikah,  dan surat bengkel yang ternyata atas nama Elvino. Itu berarti informasi di internet adalah valid.


Shena langsung menjatuhkan bokongnya ke atas tempat tidur ketika mengetahui  sesuatu yang selama ini dia salah menilai Elvino, ternyata Elvino bukanlah seorang montir yang dia kira selama ini, dia juga tidak menyangka bila Elvino memiliki harta yang cukup banyak.


Tidak terasa Shena mengeluarkan  air mata, dia berpikir bahwa Elvino membohonginya selama ini,  bukan hanya dia yang sudah memiliki seorang istri,  melainkan status Elvino yang ternyata bukan orang sembarangan. 


Shena pun menyeka air matanya lalu mencoba untuk menghubungi Elvino, tapi tidak juga ada jawaban dari sang suami.  Hatinya tidak tenang,  dia marah, kecewa pada Elvino karena kejutan apa lagi yang belum dia ketahui dari Elvino? 


Tidak mau hanya diam di dalam rumah menunggu suaminya pulang setelah mengetahui fakta tentang Elvino, Shena pun memesan taksi online menuju bengkel Elvino. 


Baru beberapa langkah, Shena sudah bisa melihat Elvino yang sedang berbincang dengan salah satu pelanggan, terlihat jelas bila pelanggan yang merupakan pria paru baya itu tertawa dan senang dengan hasil kinerja Elvino. 


"Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih, Pak Elvino, saya puas atas tanggung jawab dan kinerja Bapak!" ucap seorang pria seraya menjabat tangan Elvino. 


"Sama-sama, Pak! Saya yang tidak enak atas kejadian barusan, semoga ke depannya tidak ada kesalahpahaman yang terjadi!" ucap Elvino yang merasa bersalah.


Setelah pelanggan itu pergi,  Shena semakin melangkahkan kakinya mendekat ke arah Elvino yang sedang memberikan arahan pada karyawannya, sebenarnya  Elvino ingin marah pada karyawan yang telah lalai dalam bekerja, tetapi karena dia masih menjadi pengantin baru dan hatinya dalam keadaan senang, Elvino hanya memberikannya arahan agar tidak mengulangi kesalahan lagi. 

__ADS_1


"Mengerti kalian semua?" ucap Elvino yang tegas sembari berkacak pinggang. 


"Siap, Bos!" jawab serempak semua karyawan Elvino.


"Bagus kalau gitu,  lanjutkan kerja kalian!" perintah Elvino yang langsung membalikkan tubuhnya untuk pergi ke arah ruangannya. 


Namun, Elvino terkejut saat istrinya ternyata sudah ada di depan mata, semua karyawan Elvino pun melihat ke arah mereka berdua. 


"Shena! Kamu ... sejak kapan di sini?" tanya Elvino.


"Sejak pelanggan kamu merasa puas atas pelayanan bengkel kamu, Bos Elvino!" ucap Shena dengan nada yang Elvino sendiri tahu maksudnya.


"Kita bicara di dalam!" Elvino menyuruh Shena masuk ke dalam ruangan. Namun, sayangnya Shena bergeming di tempat, enggan bergerak mengikuti perintah Elvino. "ke ruanganku atau ku gendong!" 


Tanpa menunggu perintah lagi, Shena langsung berjalan terbirit-birit mendahului Elvino untuk masuk ke ruangan yang di perintahkan. Elvino menatap para karyawan yang sejak tadi memperhatikan Shena dan Elvino.


"Kembali bekerja, jangan ada yang cari saya satu jam ke depan. Silakan tanya atau konfirmasi ke Samuel saja. Jika ada yang berani mengganggu saya, saya pecat kalian!" Kemarahan Elvino kali ini karena para pekerjanya yang lalai, biasanya dia selalu bersikap layaknya teman dengan karyawannya. 


Karyawan Elvino ketakutan dan mengangguk tanpa menyela. Setelah mengatakan itu, Elvino bergerak menyusul Shena ke ruangan dan menguncinya.


Terlihat wanita yang sudah menjadi istrinya itu berdiri membelakangi pintu. Elvino berinisiatif mendekati Shena, akan tetapi suara wanita itu menghentikannya.


"Berhenti di situ! Jangan mendekat!"

__ADS_1


Bersambung...


Maaf ya readers ku sayang, author upload siang. Soalnya lagi ngedit cerita lain jg yang bakalan secepatnya rilis. Terima kasih kalian yang masih setia menunggu. Salam sayang dari author. Semangat aktivitasnya ❤️


__ADS_2