
Shena meliat ruangan kantor sang suami yang berantakan, kertas berserakan di mana-mana serta beling gelas yang berada di lantai, membuat Shena sedikit syok melihatnya.
Sorot mata itu terus menelusuri dalam ruangan yang tidak terlalu besar, Shena melihat Elvino yang tengah tertidur di atas sofa dengan wajah yang ditutup oleh lengan.
"El?" panggil Shena yang perlahan mendekat ke arah sang suami. "Elvino?"
Elvino tentu saja langsung membuka matanya melihat ke arah sumber suara memanggil namanya, bola mata memerah serta ada buliran air mata yang keluar dari sudut kelopak tengah melihat sang istri perlahan mendekat ke arahnya.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Elvino yang begitu dingin.
Pertanyaan dari Elvino membuat Shena bingung, jelas dia datang untuk bertemu dengan suaminya yang semalaman tidak ada kabar. Akan tetapi, dia justru berkata lain tanpa menjawab ucapan dari suaminya.
"Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Shena, tangan yang mencoba mengecek suhu tubuh suaminya tetapi ditepis begitu saja.
"Tidak usah mencemaskanku! Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Elvino dengan ketus.
"El, aku ke sini ya karena mencari suami aku yang semalaman tidak ada kabar sama sekali! Aku nungguin kamu," ucap Shena yang membuka suara.
"Mencari suami kamu? Ngapain? Cari aja dia!" tukas Elvino yang bangun dari tempat duduknya.
Shena benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Elvino, jujur sikap suaminya membuat dia bingung. Apa penyebab yang menjadi suaminya itu berubah? Bukankah hubungan mereka tengah baik-baik saja?
"Dia? Dia siapa?" tanya Shena yang semakin bingung.
Elvino terkekeh mendengar Sena berbicara seperti itu. "Gak usah pura-pura Shen! Aku sudah tahu semuanya, gak perlu kamu tutup-tutupi dari aku! Percuma karena aku sudah tahu semua apa yang kamu lakukan dibelakang aku!"
Kali ini Shena melihat Elvino yang berbeda, dia sama sekali tidak mengerti, karena selama ini tidak ada apa pun yang dia tutup-tutupi dari suaminya, apalagi harus berpura-pura.
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih? Jujur aku nggak ngerti apa maksud kamu? Apa yang aku tutupi dari kamu, toh tidak ada yang aku sembunyikan apapun dari kamu? Dan apa itu tadi kamu bilang? Emangnya aku di belakang kamu ngapain? Aku seharian ini hanya kerja, El .. dan aku menunggu kamu menjemputku!" tutur Shena dengan jujur.
"Memang benar ya, mana ada maling yang mengaku! Apa perlu aku kasih bukti dengan jelas apa yang sudah kamu lakukan di belakang aku, HAH!" bentak Elvino yang kali ini membuat Shena terkejut.
Pada saat yang bersamaan Samuel yang ingin memberikan laporan, langsung terhenti ketika mendengar pertengkaran yang terjadi di dalam ruangan Elvino.
Samuel pun mengurungkan niatnya, kemudian kembali untuk melanjutkan pekerjaannya dan menyuruh siapapun karyawan Elvino agar tidak masuk atau mendekat ke arah ruangan sang bos.
Sementara itu di dalam ruangan Elvino masih dengan sengit perdebatan panas pasangan suami istri, Elvino masih mengeluarkan rasa kesalnya sebelum menunjukkan langsung penyebab dia seperti itu.
"Aku bersumpah, El. Aku tidak selingkuh dibelakang kamu! Lagian buat apa juga aku selingkuh sedangkan kita baru saja menikah? Dan aku sangat bahagia dengan pernikahan ini," ucap Shena yang tidak kalah kesalnya.
"Ya, itulah yang aku tanyain sama kamu dari awal aku sudah bilang sama kamu, tolong Shen, jangan mempermainkan aku seperti ini!" ucap Elvino yang kali ini dengan nada lirih.
"Aku sudah bersumpah sama kamu Elvino, apa kamu masih tetap nggak percaya sama aku?" tanya Shena dengan geram ketika dirinya dituduh selingkuh.
"Jelas aku nggak percaya! Karena aku punya buktinya!" bentak Elvino yang sudah kalang kabut dengan muka yang memerah.
Elvino langsung memberikan bukti pada Shena dengan menunjukkan foto-foto istrinya tengah bermesraan dengan pria lain, terlihat senyum Shena yang bahagia saat berdekatan dengan pria tersebut.
Tidak hanya itu, dalam foto tersebut keduanya begitu dekat. Ada beberapa foto yang menunjukkan Shena sedang dipeluk mesra oleh Roger sembari dikecup keningnya, ada juga saat Shena yang memeluk Roger sembari mengecup pipi pria tersebut.
Tentu Shena terkejut melihat foto-foto tersebut, matanya bulat sempurna serta degup jantung yang kian tak beraturan membuat lidahnya sulit untuk menjelaskan pada suaminya.
Melihat ekspresi wajah sang istri terkejut, Elvino langsung tertawa kesal sembari menggeleng-gelengkan kepala. Emosinya langsung memuncak saat Shena masih bergeming.
"Kenapa diem? Kaget aku bisa mendapatkan foto-foto ini? Iya? Benar,p kan? Jadi siapa dia?" tanya Elvino yang semakin kesal saat Shena belum juga membuka suaranya. "SIAPA LAKI-LAKI ITU, SHEN? JAWAB!"
__ADS_1
Elvino membentak Shena dengan keras sembari mengempaskan apa pun yang ada di atas meja pajangan, membuat Shena berteriak histeris ketakutan.
"Aaakkkhhh! Cukup, El!" Shena menutup mata dan telinga dengan kedua tangannya. Air matanya menetes, tubuhnya bergetar hebat. "Dia cuma masa laluku."
Shena menangis diiringi oleh luka yang sudah dia pendam kini terbuka lagi, ketika harus mengingat kenyataan pahit yang sudah diberikan oleh Roger.
"Cih, masa lalu?" Elvino berdecak kesal mendengar jawaban dari Shena. Ingin dia percaya tetapi rasa cemburunya sudah merasuk ke dalam sanubari yang membuat akal sehatnya dominan dengan rasa kesal.
"Iya, aku memang memiliki hubungan dengan pria—"
"Siapa dia! Aku tanya SIAPA DIA!" Lagi-lagi Elvino membentak Shena sebelum istrinya berbicara lebih dulu.
Suara yang gemetar dengan lirih, Shena pun berkata, "Roger! Namanya Roger, tapi aku—"
"Roger? Oke kita temui dia sekarang!" Elvino langsung menarik tangan Shena untuk menemui pria tersebut, dia akan memberikan pelajaran di depan mata Shena agar istrinya tidak bisa bertemu lagi dengan laki-laki itu.
"No, El! Dengarin dulu penjelasan aku!" Shena pun mencoba memberontak dari cengkeraman sang suami. Namun, tenaga Elvino begitu kuat membuat dia pasrah dan mengikuti langkah suaminya demi menjaga image di depan karyawan sang suami.
"Bos," panggil Samuel.
"Jaga bengkel!" pinta Elvino dengan ketus.
Samuel langsung mengiyakan, sedangkan kini Shena dan Elvino berada di dalam mobil, selama perjalanan suaminya Shena terus bertanya di mana keberadaan Roger, tetapi Shena terus berkata bahwa dia tidak tahu.
"Aku tanya baik-baik sama kamu! Di mana dia?" tanya Elvino kesekian kalinya.
"Aku bilang aku tidak tahu, El! Dia hanya mantan, cuma mantan! Aku sama dia sudah tidak ada hubungan apapun, sampai sekarang aku gak tahu dia dimana! Please kamu percaya sama aku!" Shena memohon pada suaminya agar mengerti.
__ADS_1
"Kalau begitu, buktiin sama aku!" pinta Elvino yang menepikan mobilnya.
"Baik, aku akan buktiin sama kamu!" jawab Shena dengan tegas agar suaminya percaya dengan dia.