
Tidak membutuhkan waktu lama untuk Shena bisa sampai di bengkel tersebut, dengan kecepatan dia dalam mengendarai mobilnya. Terlihat jelas di mata Shena bahwa bengkel tersebut begitu ramai oleh pengunjung yang juga ingin menyervis mobil mereka.
“Gila ... ramai banget, udah kaya pasar induk!” kesal Shena. Dia pun tidak mau menyerah begitu saja, perlahan dia membawa mobilnya masuk ke dalam halaman tempat bengkel itu, karena tempat itu begitu luas, Shena memarkirkannya tepat para karyawan Elvino sedang menyervis mobil para pelanggan.
Semua sorot mata baik dari para pelanggan Erlvino ataupun para pegawai Elvino tertuju pada wanita cantik berkulit putih dengan penampilan modis yang baru saja turun dari mobilnya.
Pesona Shena yang begitu menarik perhatian membuat para pegawai Elvino yang rata-rata laki-laki, menatap dengan kagum ke arah wanita itu. Shena pun melihat seluruh ruangan tempat mobil yang sedang di servis oleh pegawai Elvino, mencari sosok yang ingin dia temui.
Tiba-tiba salah satu dari pegawai itu mendekat ke arah Shena. “Maaf, mobilnya diparkir di luar dulu ya, Mbak.”
“Saya mau membetulkan mobil saya,” ucap Shena. Dia berbalik menghadap pegawai itu.
__ADS_1
“Iya, saya tahu, tapi mohon antri Mbak, silakan mbaknya duduk dulu!” pinta pegawai dengan ramah.
“Apa? Saya ngantri? Nggak bisa, saya lagi buru-buru! Mana teman kamu yang tinggi itu? Saya minta dia memperbaiki mobil saya!” ucap Shena dengan nada sedikit tinggi.
“Mohon maaf, sebelumnya. Emang sudah menjadi prosedur kami, karena semua juga pasti ingin mobilnya cepat diperbaiki, dan untuk semua pegawai di sini sudah memegang masing-masing pekerjaannya, jadi saya harap, Mbak mohon bersabar menunggu mobilnya untuk secepatnya kita perbaiki,” ucap pegawai itu berbicara dengan sehalus mungkin.
Perasaan Shena begitu kesal, kalah debat dengan seorang pegawai bengkel mobil, dia melihat ke arah semua pegawai yang melihat ke arah dia dengan senyumannya yang sekan mengejek. Dia pun tidak kehabisan ide agar dirinya menang dari pegawai montir tersebut.
Mendengar keributan dari tengah-tengah ruangan yang semakin menjadi, Elvino yang sudah memperhatikan mobil Shena dari awal masuk sampai berdebat dengan salah satu karyawannya, meletakan alat-alat kerjanya yang dia pegang.
Elvino mengelap tangannya yang berlumpur noda hitam oli akibat bergelut dengan mesin mobil, lalu berjalan menghampiri wanita cantik yang masih tersulut emosi.
__ADS_1
“Saya tidak mau tahu, panggil bos kamu ke sini! Saya mau bicara!” pinta Shena dengan kesal.
“Ada apa ini?” tanya Elvino yang mendekat ke arah mereka.
Shena menurunkan kaca mata hitamnya sampai ke hidung, lalu melirik ke arah pria yang dia tunggu-tunggu itu.
“Benerin mobil, aku. Buruan, nggak pake lama!” Shena melempar kunci mobilnya tepat di hadapan Elvino dan langsung ditangkap oleh lelaki itu. Dia lalu berjalan ke arah ruang tunggu sembari menaruh kaca mata hitam di atas kepalanya.
Saat Shena mulai tidak punya sopan santun, pegawai montir Elvino berniat memanggil Shena untuk memberitahu bahwa orang yang dia suruh untuk membetulkan mobilnya adalah pemilik bengkel mobil. Namun, belum sempat dia ingin memberitahu, Elvino sudah memberi isyarat kepada pegawainya untuk tidak berkomentar apa pun dan membiarkan Elvino yang menangani wanita cantik angkuh tersebut.
“Kamu mau saya yang servis mobil kamu?” tanya Elvino yang berhenti tepat di hadapan Shena sembari melirik ke arah badan mobil yang terdapat goresan.
__ADS_1