Pesona Lelaki Beristri

Pesona Lelaki Beristri
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Itu bukan anak aku! Kita sudah bercerai, Cel! Dan sekarang aku adalah suaminya Shena!" tegas Elvino yang menjauh dari Celia. Namun, mantan istri Elvino terus menahan dia agar tidak pergi.


Celia mengatakan bahwa Shena bukanlah istri Elvino, melainkan istri Roger. Celia juga menujuk keberadaan Shena yang tengah menggandeng anak kecil bersama pria lain bernama Roger dan perut Shena tengah hamil.


Sontak mata Elvino melotot tidak percaya, hatinya begitu sakit melihat kebahagiaan rumah tangga wanita yang dia cintai bersama laki-laki lain.


Apalagi saat melihat bahwa Sena tengah mengandung anak laki-laki lain yang tak lain adalah pria yang menjadi mantan kekasih sang istri, dia terus menggelengkan kepala sembari menolak jika semua itu tidak benar.


"Ini gak benar! Kamu berbohong Cel!" bentak Elvino dengan penuh keringat dingin dalam kenyataannya.


"Aku nggak bohong El! Aku istri kamu, lagi hamil anak kita! Sedangkan Shena sudah hidup bahagia bersama mantannya! Lihatlah mereka, betapa romantis dan bahagianya!" ucap Celia yang terus membuat elvino semakin tidak bisa menerima apa yang dikatakan Wanita berbisa itu.


"Enggak, nggak mungkin! Ini gak mungkin!" ucap Elvino yang perlahan menjauh dari Celia dan mendekat ke arah Shena.


"Shen, bilang sama aku, aku masih suami kamu kan? Iya kan! Jawab Shen!" tegur Elvino yang memegang tangan Shena.


"Maaf, El ... hubungan kita sudah berakhir! Aku sudah menikah dengan dia! Dia jauh lebih baik dari kamu dan mau percaya sama aku, tidak seperti kamu yang sama sekali tidak mempercayaiku!" ucap Shena.


"Tidak Shen, aku sudah berjanji akan percaya sama kamu, kembali lah Sayang! Aku sangat mencintai kamu, please...." mohon Elvino.


"Tidak bisa, El! Sekarang aku sudah memiliki anak bersama dia dan saat ini aku tengah hamil, aku tidak bisa kembali padamu El!" ucap Shena yang memamerkan perut buncitnya.


"Enggak! Aku nggak peduli, kamu masih tetap menjadi istriku!" ucap Elvino yang ketakutan setengah mati.


"Sayang, ayo kita tinggalkan dia saja!" ajak Roger yang menarik tangan Shena.


"Maaf, El ... Aku nggak bisa kembali sama suami yang tidak percaya sama istrinya sendiri!" Shena melepaskan tangan Elvino dan perlahan mulai menjauh.


"Shen, jangan seperti ini Shen! Aku sudah berjanji ... aku bersumpah akan percaya sama kamu!" pinta Elvino agar Sena tidak pergi darinya.

__ADS_1


Namun, lambat laun, Shena terus menjauh darinya yang di rangkul oleh Roger. Ya pria yang Elvino benci seakan dia pernah melihat pria itu entah di mana, tengah tersenyum licik ke arahnya.


"Shen! Please jangan tinggalin aku, Sayang! Aku cinta sama kamu! Aku sayang sama kamu!" ucap Elvino tapi kini Shena sudah pergi.


"SHENA!" teriak Elvino yang bangun dari tidurnya penuh keringat dingin.


Bab selanjutnya.


"Shen, aku mohon, jangan tinggalkan aku! Shen ... Shena!" panggil Elvino berulang kali tapi Shena tetap melangkah pergi.


"Gak Shen!"


"Shen!"


"Shena!"


"SHENA!" teriak Elvino yang terbangun dari mimpi buruknya, deru napas tersengal, dada yang kembang kempis naik turun. Keringat dingin bercucuran dari pelipis pemilik nama bernama Elvino.


Itulah yang Elvino rasakan, saat dia tersadar ternyata itu hanyalah mimpi semata yang sangat mengerikan dalam hidupnya. Dia mengusap wajah dengan kasar, kemudian bangun untuk bersandar di sandaran sofa.


Melihat jam pada dinding menunjukkan pukul 02.00 malam, duduk termenung menetralkan rasa kekhawatirannya. Tidak bisa dibayangkan jika itu adalah kenyataan maka sudah dipastikan bahwa elvino tidak bisa hidup tanpa Shena.


Usai deru napas mulai stabil, Elvino berjalan mendekat ke arah dapur membuka pintu kulkas dan meminum air dalam beberapa tegukan. Dia mencuci wajahnya di atas wastafel mengusap kepala agar terkena air untuk mendinginkan pikiran dari rasa takutnya.


Tangan yang mengepal kuat, sampai dia berteriak histeris. "Aaaaaakkkk!"


Walaupun hanya sekedar mimpi, tapi itu mampu membuat hatinya begitu remuk. Dia akan berusaha sebisa mungkin agar mimpi itu tidak menjadi kenyataan. Namun ingatannya kembali, dia menyadari bahwa lelaki yang menjadi mantan istrinya tersebut adalah lelaki yang pernah tidur dengan Celia.


Pantas saja traumanya membuat Elvino menderita, ternyata pria yang sama benar-benar telah mengusik kehidupan dari rumah tangga lamanya sampai rumah tangga barunya.

__ADS_1


Elvino berniat menemui Roger dengan meminta bantuan pada Samuel dan Melva, dari mimpi tersebut dia mengambil pesan yang tersirat. Siapa tahu Roger yang menyembunyikan Shena? Sebelum semuanya terlambat dia akan merebut Shena agar mimpi menyeramkan itu tidak menjadi kenyataan.


"Shena," gumam Elvino yang kembali menenggak minuman dingin tersebut.


***


Keesokan paginya di posisi Shena berada. Dia tengah menikmati matahari pagi yang menyambut hangat saat dia duduk di atas kursi santai di pesisir pantai.


Menikmati indahnya pemandangan di depan mata, suara deburan ombak serta para kalangan turis asing berlalu lalang menikmati liburan di kota tersebut, begitu ramai dengan suara anak-anak kecil yang tertawa bermain pasir di pinggir pantai.


Namun, seberapa ramainya pantai tersebut tapi Shena merasa sendiri. Ya jelas saja, di saat semua yang datang ke pantai tersebut untuk liburan bersama keluarga terutama pasangan tercinta, Shena justru datang seorang diri untuk menenangkan hatinya yang tertekan.


(Pengen kaya Shena begini, pergi menenangkan diri sejenak di saat batin tertekan, tapi ... apalah daya 😌)


Di sela-sela Shena sedang menikmati menenangkan pikiran sembari berjemur di pantai, suara ponsel berdering. Shena melihat nama Sandra pada layar ponsel.


Rasa ragu tiba-tiba muncul antara menjawab atau tidak, kalau dia menjawab apa yang akan dia katakan jika Sandra bertanya sedang di mana? Jika dia tidak menjawab pasti dia akan membuat wanita paru baya itu khawatir.


Akhirnya Shena pun memutuskan untuk mengangkat panggilan dari Sandra, dia akan berterus terang jika memang Sandra menanyakan perihal tentang keberadaan dirinya.


"Hallo, Ma?" Shena pun mengatur suaranya agar tidak menimbulkan efek sedih.


"Hallo, Sayang ... bagaimana kabarmu? Tumben belum menelepon Mama, biasanya kamu selalu telepon Mama," ucap Sandra yang basa-basi.


"Ah, iya Mah. Maaf, Shena kemarin lagi fokus untuk desain sesuai permintaan clien, jadi belum sempat menelpon Mama," ucap Shena dengan jujur.


"Oh, seperti itu ... Terus kamu di mana sekarang? Kok sepertinya ramai bangat?" tanya sang Mama.


"Hmmm, Shena ... Shena ...."

__ADS_1


"Kamu lagi gak berantem kan sama suamimu?" tanya Sandra yang membuat Shena terdiam. "Shen, dengerin Mama, kamu itu tidak bisa berbohong, Mama tahu kamu sedang ada masalah dengan suamimu kan?"


__ADS_2